Archive for the ‘RENUNGAN DIRI’ Category

SEMUA MENJADI SAKSI YANG MENYAKSIKAN

INGATLAH ..!!

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi (memberi kesaksian) atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan (berupa perbuatan dan perkataan).” (An-Nur: 24).

Azab itu terjadi pada hari kiamat dan tidak dapat dipungkiri. Bahkan dosa-dosa yang mereka lakukan itu melekat pada diri mereka. Sebab lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas dosa-dosa itu. Yaitu dengan tampaknya bekas-bekas perbuatan mereka pada anggota-anggota tubuh tadi; atau Alloh, Dzat yang menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, menjadikan bagian anggota tubuh itu dapat berbicara.

يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
“Pada hari itu (semua amal perbuatannya dari mulai awal hingga akhir) diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.”
بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.” (Al-Qiyamah: 13-14).
Manusia itu sendiri ya’ni bersama semua anggota tubuhnya akan menjadi saksi dan memberikan kesaksian yang jelas bagi semua yang dilakukan maupun yang ditinggalkan dan yang dilalaikannya, sehingga ia tidak dapat mengingkarinya lagi. Kendati saat itu manusia berusaha melontarkan berbagai alasan, semua itu tidak akan dapat menyelamatkan dirinya.

Yang menjadi saksi bagi manusia pada hari kiamat adalah pendengarannya, penglihatannya, kulit dan tangannya yang tercatat dalam buku amalannya. Sehingga setiap manusia tak mungkin mengelak dengan kesaksian yang ada.

حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka:
“Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami .?”
Kulit mereka menjawab:
“Alloh yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Fushilat: 20-21).

Hendaklah manusia memperbanyak melakukan amalan ketaatan dan benar-benar menjauhi perbuatan maksiat karena bumi pun akan menjadi saksi untuk berbicara pada hari kiamat, mengungkap segala yang diperbuat oleh manusia.
Alloh mampu membuat makluk berbicara, bahkan tanah atau bumi yang kita pijak bisa berbicara. Bumi akan bersaksi terhadap amalan kebaikan dan keburukan yang kita perbuat.

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya (menceritakan semua amal perbuatan yang telah dilakukan manusia di atasnya), amal baik dan amal buruk (dari yang terkecil hingga yang terbesar), karena sesungguhnya Tuhan pemeliharamu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” (Az-Zalzalah: 4-5).

Dari Abu Huroiroh ra, ia berkata bahwa Rosululloh saw membaca ayat:
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Az-Zalzalah : 4).
Rosul lalu bertanya:
“Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi .?”
Para sahabat menjawab:
“Alloh dan Rosul-Nya yang lebih tahu.”
Rosululloh saw bersabda:
إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا
“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata:
“Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.”
Inilah yang diberitakan oleh bumi.” (HR. Tirmidzi).

Saksi selanjutnya adalah para malaikat.
Mereka atas perintah Alloh swt tidak sekedar mengawasi dan menyaksikan saja apa yang sedang dan telah diperbuat oleh manusia, namun lebih dari itu mereka mencatatnya dengan catatan yang sangat detail.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada suatu ucapan pun yang dikatakannya (atau ditulisnya) melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas (Roqib dan ‘Atit pencatat amal) yang selalu hadir (di sisinya, siap mencatat perbuatannya).” (Qof: 18).

Kelak di hari hisab perhitungan, malaikat akan memberikan kesaksiannya dengan memberikan catatannya kepada tiap-tiap manusia.

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (mereka telah membawa amal perbuatannya sendiri sebagaimana tetapnya kalung yang menggantung) pada lehernya (tertulis di dalamnya suatu lembaran catatan, apakah ia celaka atau bahagia).
Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab (yang tertulis di dalamnya semua amal perbuatannya) yang dijumpainya terbuka (agar supaya segera dibaca).” (Al-Isro’: 13).

هَٰذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan dikatakan kepada mereka:
“Inilah kitab (catatan) Kami (kitab catatan malaikat pencatat amal perbuatan manusia) yang menuturkan terhadapmu dengan benar.
Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat (menulis dan mengarsipkan) apa yang telah kamu kerjakan (supaya Kami dapat membuat perhitungan terhadap apa yang kalian lakukan).” Al-Jaatsiyah: 29).

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Alloh swt berfirman:
“Dan Katakanlah (wahai Nabi Muhammad kepada seluruh ummatmu):
“Bekerjalah kamu (sesuka hati kamu), maka Alloh dan Rosul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan (melalui kematian dan dibangkitkan dari kubur) kepada Alloh Yang Mengetahui (lahir dan batin kamu) yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan (lalu Dia akan membalas segala hal yang kecil dan besar dari perbuatan kamu itu).” (At-Taubah: 105).

Orang-orang beriman yang dimaksud adalah mereka yang aktivitas gerak dan diam hidupnya hanya menuju kepada Alloh dan Rosul-Nya, mengharap ridho Alloh dengan meneladani Rosululloh saw.
Bagi yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, mereka merasa selalu disaksikan adalah juga bagian dari keyakinan yang menghujam dalam ke sanubarinya. Karena keyakinan merasa disaksikan adalah termasuk derajat tinggi dalam maqom keimanan seseorang.
Ketika ditanya apakah ihsan itu ?.. Nabi Muhammad saw menjawab: “Ihsan adalah kamu beramal seakan-akan melihat Alloh, kalau kamu tidak bisa melihatnya, maka yakinlah, Alloh menyaksikanmu.”

Semoga ayat-ayat diatas selalu menjadi pengingat bagi kita, bahwa setiap amal yang kita lakukan, disaksikan oleh Alloh, Rosul-Nya, orang-orang beriman, diri kita sendiri dan seluruh bagian bumi yang kita tempati.

PERTANGGUNG JAWABAN PEMIMPIN

Alloh swt membertahukan bahwa seluruh penghuni bumi akan hancur dan binasa secara keseluruhan. Demikian halnya dengan penghuni langit, kecuali yang dikehendaki Alloh swt. Dan tidak ada seorangpun yang tersisa selain hanya Alloh Yang Maha Mulia. Sesungguhnya Alloh Maha Tinggi lagi Maha Suci, tidak akan mati dan akan tetap hidup selamanya.

Setiap masing-masing manusia akan ditanya tentang semua amal perbuatan mereka. Alloh swt berfirman:
فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Maka demi Robb (Tuhan pemelihara) kamu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (QS. Al-Hijr: 92-93).

Dari Abdulloh bin Umar, bahwasanya Rosululloh saw bersabda :

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالَعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ketahuilah…! Setiap dari kalian adalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawabannya:

Seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya.

Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarga dan ia bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya dan ia bertanggung jawab terhadap mereka.

Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia bertanggung jawab terhadapnya.

Setiap kalian adalah pemimpin dan tiap kalian mempunyai tanggung jawab terhadap yang di pimpinnya.” (HR. Abu Dawud).

Setiap diri kita adalah pemimpin, waktunya pasti akan tiba, suka atau tidak suka, kita akan duduk dibangku ‘pesakitan’ di hari pengadilan akherat kelak dan semua yang pernah dilakukan di dunia ini akan ditanyakan secara detail dan terinci, tak ada sedikitpun sesuatu yang terlewati, ada ancaman mengerikan dan ada janji indah yang telah disiapkan, dan semua keputusan ada dalam ‘genggaman’Nya.

شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Segala sesuatu itu akan binasa kecuali Alloh.
Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qoshosh : 88).

Iklan

BAHAYA NGGASAB ….!!

BAHAYA NGGASAB ….!
 
Rosululloh saw bersabda:
“Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli dari mana dia mendapatkan harta, dari jalan halal ataukah haram.” (HR. Bukhori).

Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya (kata-katanya), maka Alloh mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan baginya sorga,”
Salah seorang bertanya:
”Meskipun sedikit, wahai Rosululloh .?”
Rosululloh menjawab:
“Ya, meskipun hanya setangkai kayu sugi (siwak).” (HR. Muslim).
 
Alloh swt berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu, dengan jalan yang batil (jalan yang tidak benar, haram menurut agama seperti riba-nggasap-merampas-menguasai),
kecuali dengan jalan perniagaan (atau kesepakatan) yang berlaku, dengan suka sama suka di antara kamu (berdasar kerelaan hati masing-masing, maka bolehlah kamu memakannya atau memakainya).
Dan janganlah kamu membunuh dirimu (artinya dengan melakukan hal-hal yang menyebabkan kecelakaannya didunia bagaimana pun cara dan sebab-sebab yang ditimbulkannya, yang mengakibatkan kecelekaanmu kelak di akherat).
Sesungguhnya, Alloh adalah Maha Penyayang kepadamu (Alloh selalu melimpahkan rohmat-Nya kepada kamu, sehingga dilarang-Nya kamu berbuat demikian).” – (QS.4:29).

Penjelasan Ayat :
“Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.”
Yang dimaksud ‘makan’ di sini adalah segala bentuk tindakan, baik mengambil atau menguasai, ya’ni janganlah kalian mengambil dan janganlah kalian menempuh caranya. (al-Ahkam).

ANTARA UJIAN COBAAN DAN ADZAB

ANTARA UJIAN COBAAN DAN ADZAB

Ketika COBAAN/PERINGATAN yang menjemput Anda maka segeralah intropeksi .. apa yang telah atau sedang Anda kerjakan .. kemudian pikirkanlah apa yang harus Anda lakukan ..
Sedangkan tatkala yang hadir itu sebuah UJIAN maka sesungguhnya UJIAN itu hadir sebagai ANUGRAH .. sebab berbagai ujian itulah yang melahirkan potensi dan kualitas Anda yang sejati di kemudian hari ..

Setelah Anda sukses berintrospeksi, maka lanjutkan dengan segera pada langkah AKSI SOLUSI yang luar biasa .. Ketahuilah, bahwa Solusi dari masalah Anda seringkali tidak berada pada masalah-masalah yang Anda miliki .. Tetapi Solusi Anda berada pada KEHENDAK ALLOH .. dimana ALLOH memiliki kehendak bahwa DIA akan membantu Anda jika Anda mau membantu hamba-hamba Alloh lainnya ..

Itu sebabnya, mulai hari ini JANGAN LAGI MENYELESAIKAN MASALAH Anda dengan cara yang biasa .. Tidak perlu habiskan energi untuk terlalu fokus mencari solusi dari permasalahan Anda. Sebab hakekatnya Anda secara pribadi tak memiliki kemampuan apapun untuk menyelesaikan masalah-masalah Anda .. Hanya ALLOH yang mampu ..
LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH ….

Ya .. Kadang kita masih bingung apakah Kesulitan yang hadir ini berupa UJIAN/ANUGERAH ataukah COBAAN/PERINGATAN ..
Namun, Jika Anda sudah terbiasa membersihkan diri .. maka hati kecil Anda akan menginformasikan kepada Anda .. apakah masalah/kesulitan tersebut sebuah UJIAN / COBAAN ataukah justru sebuah ADZAB/PEMBALASAN .. dari sebab-sebab kemaksiatan yang Anda lakukan .. Jika ADZAB yang menimpa segeralah Anda bertaubat dan istighfar ..

Namun secara prinsip .. ternyata apabila Anda mendapatkan kesulitan setelah sebelumnya Anda berlaku maksiat, maka kesulitan itu biasanya sebuah BALASAN/ADZAB .. dan ketika Anda mendapatkan kesulitan karena sedang meraih atau mengejar sebuah keinginan/impian/do’a, dan Anda pun tidak sedang berlaku maksiat .. maka insya Alloh kesulitan itu hadir sebagai UJIAN/ANUGERAH atau COBAAN/PERINGATAN/TANDA-TANDA ..

Semakin besar keinginan Anda, maka semakin kuat ujiannya .. Tapi tak jarang pula kesulitan hadir sebagai perpaduan antara UJIAN dan PERINGATAN, perpaduan antara COBAAN dan ANUGRAH .. Hal ini bisa saja terjadi disebabkan ketika Anda sedang mengejar sebuah impian ..
Namun jika Anda dalam mengejar impian itu, tetap melakukan perbuatan maksiat, apalagi Anda terlalu ambisius sehingga nyaris lupa bersyukur, nyaris lupa meni’mati kehidupan Anda “saat ini” .. dan sibuk membayangkan keni’matan “masa depan” Anda yang belum pasti .. maka bisa jadi yang menyapa anda adalah ADZAB/BALASAN ..

Tapi di balik itu semua, yakinlah bahwa setiap kesulitan yang diikhlaskan dan di-istighfarkan dengan disertai pertaubatan, insya Alloh akan melahirkan kemudahan-kemudahan yang penuh dengan keberkahan ..

Sebetulnya, MASALAH itu dihadirkan sebagai UJIAN agar kita dapat menyelesaikan untuk dapat setingkat lebih tinggi dan seterusnya hingga pada puncaknya kita mendapatkan penghargaan yang memuaskan ..
Sedangkan COBAAN itu didatangkan sebagai PERINGATAN agar kita lebih bisa bersabar untuk lebih kuat dan kokoh dalam menghadapi kehidupan ..
Atau dihadirkan sebagai ADZAB agar kita kembali (taubat) dan istighfar (minta ampun) .. dan menjadi orang yang pandai bersyukur .. dengan begitu kita bisa dekat kembali dengan-NYA ..

Ketika masalah itu hadir maka ada pola standar yang harus Anda lakukan .. BUKAN MASALAHNYA YANG MENJADI MASALAH .. tapi bagaimana sikap Anda ketika masalah itu hadir ..
Sebab, ternyata dengan washilah berbagai masalah itulah yang membuat Anda tetap berTAHAN dan berTUHAN ..
Itu sebabnya, Jangan  besar-besarkan masalah Anda, sehingga Anda lupa membesarkan Alloh, yang memberikan solusi dari masalah Anda ..
Jadi, jangan Katakan:
“Wahai Alloh, masalahku sangat besar ..”
tapi katakanlah:
“Wahai  masalah, Alloh itu Maha Besar ..”
Patut diperhatikan bahwa masalah itu adalah sebuah kepastian, tetapi sikap Anda dalam menghadapi masalah itu adalah sebuah pilihan ..

Dalam Surat ALAM NASYROH kita disuruh MENYELESAIKAN urusan kita dengan bersungguh-sungguh ..
Nah .. tahukah Anda, Apakah URUSAN KITA itu ..?

Urusan kita bukanlah permasalahan pribadi kita .. tapi urusan kita adalah membantu menyelesaikan permasalahan orang-orang di sekitar kita ..
Artinya Jika ENGKAU ingin permasalahanmu beres, maka bantulah bereskan atau selesaikan permasalahan orang-orang di sekitarmu .. Perhatikan hadist dari Abdulloh bin Umar ra ini ..

Rosululloh saw bersabda :
“Seorang muslim dan lainnya adalah bersaudara, karenanya janganlah menganiaya saudaranya sendiri dan jangan membiarkannya tersiksa ..
Siapa saja yang memenuhi hajat saudaranya, maka Alloh akan memenuhi hajatnya ..
Dan siapa saja yang memudahkan kesulitan orang lain, niscaya Alloh akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat ..
Dan barang siapa yang menutup aib orang lain, niscaya Alloh menutupi aibnya di hari kiyamat.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Jadi bantulah sesama .. maka Alloh swt akan membantu kita .. coba kita bayangkan, seandainya MANUSIA di seluruh dunia ini, hanya fokus kepada masalahnya masing-masing .. maka bagaimana mungkin bisa terjadi sinergi yang baik .. artinya jangan sampai kita gagal berbuat kebaikan disebabkan kita fokus kepada masalah kita ..

Nah, kesimpulannya adalah ketika Anda hari ini sedang memiliki MASALAH, maka sebenarnya Anda sedang diberikan “tanda” oleh Alloh bahwa ada orang-orang di sekitar Anda yang sedang butuh bantuan Anda ..
Pasanglah antene kebajikan itu, dan lakukan searching dengan hati terdalam Anda .. kemudian rasakanlah .. lalu bantulah mereka .. maka perhatikan apa yang terjadi dalam kehidupan Anda ketika Anda berhasil membantu menyelesaikan masalah-masalah mereka ..
Tak perlu heran jika justru masalah Anda secara AJAIB menjadi selesai tuntas, atas BANTUAN ALLOH SWT ..

DO’A DALAM MUSIBAH

Perbanyaklah berdo’a .. hapuslah kebimbangan, kesedihan dan cegahlah musibah dengan do’a .. Janganlah engkau memutuskan harapan atau merasa putus asa dari rohmat Alloh swt.

Dibalik kesusahan ada kebahagiaan, dibalik penderitaan ada kesejahteraan, dan dibalik kesulitan ada kemudahan .. itu adalah Sunnatulloh .. Maka, berprasangka baiklah kepada-Nya, bertawakkal kepada-Nya .. pintalah apa yang ada disisi-Nya, dan tunggulah anugerah dan karunia dari-Nya.

Ketika rasa bimbang menyelimuti, galau mengiringi, putus asa menghantui, musibah menimpa, masalah menyulitkan, bencana melanda, jalan serasa sempit tak ada jalan keluar, maka berserulah, “Ya Allohu .. Ya Robbi ..”

لاَ إِلَهَ إَلاَّ اللهُ العَظِيْمُ الْحَلِيْمُ ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ
وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ .
“Tiada Tuhan selain Alloh Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun .. Tiada Tuhan selain Alloh, Tuhan ’Arsy yang agung .. Tiada Tuhan selain Alloh pemilik langit dan bumi dan Tuhan ’Arsy yang mulia.”
Dia akan menghapus kesedihan, bencana, dan memudahkan setiap kesulitan ..

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
“Dan apa saja ni’mat yang ada pada kamu, maka dari Alloh-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudhoratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl : 53).

Jika penyakit semakin parah, tubuh semakin melemah, kaki tak mampu lagi melangkah, tangan tak lagi dapat bekerja, gerak tenaga semakin lemah. Ketika dokter sudah menyerah, tubuh serasa sakit, hati serasa kering, jiwa pun serasa gersang, lalu ia mengadu kepada Yang Maha Penyebab dan Maha Besar, kemudian menyeru-Nya: “Ya Allohu .. Ya Robbi ..” Maka Dia akan memeliharanya, memberikan kelapangan hatinya dan kejernihan pikirannya dan menunjukkan jalan keluar padanya.

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya:
(Ya Allohu Ya Robbi), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ
”Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rohmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Alloh.”

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Isma’il, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.”

وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan Kami telah masukkan mereka ke dalam rohmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang sholeh.”

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَات
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi (meninggalkan kaumnya yang kafir) dalam keadaan marah, lalu ia menyangka, bahwa Kami tidak akan mempersempit (hati)nya (menyulitkannya), maka ia menyeru (kepada-Nya) dalam keadaan sangat gelap:
أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
‘Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dholim (kepada diri sendiri)’.”

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
“Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan .. dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiyaa’: 83-88).

Inilah balasan bagi orang-orang yang hatinya terikat dengan Alloh swt .. banyak memanjatkan do’a kepada-Nya, dan menyandarkan semua urusan kepada-Nya .. ia mendapatkan anugerah kebahagiaan dari Alloh dan kelapangan dalam segala urusan.

YANG TELAH LALU SEKARANG DAN AKAN DATANG

WAKTU

Surat al-‘Ashr berbicara tentang org-org yg tidak akn mengalami kerugian ..
Ya’ni yg mengamalkan empat hal pokok: beriman , beramal sholeh , berwasiat menyangkut kebenaran serta berwasiat menyangkut kesabaran dn ketabahan ..

“Demi masa .. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian ..
Kecuali
» orang-orang yang beriman
» dan yang mengerjakan amal sholeh
» dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran
» dan nasehat menasehati supaya tetap dalam kesabaran.”
(QS. 103 : 1-3)

Waktu adalah modal utama manusia untuk meraih sukses dunia dan akherat , apabila tidak di isi dengan aktifitas yang positif, maka waktu akan berlalu begitu saja ..
Bila waktu telah hilang, jangankan ke’untungan yang diperoleh , modalpun ikut melayang ..

Waktu harus di manfa’atkan dengan sebaik-baiknya .. sebab apabila di isi dengan hal-hal negatif kita akan memperoleh kerugian ..

Sayyidina ‘Ali karromallohu wajhah berkata :
“Rizki yang tidak diperoleh hari ini masih bisa di harapkan lebih dari itu di hari esok, tetapi waktu yang berlalu tidak mungkin diharapkan kembali hari esok.”

∙∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇∙̣̇∙̣̇ 2014 •♡_♡• 2015 ∙̣̇∙̣̇∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙

Sesungguhnya … kamu saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa … dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu … dimana saat ini engkau ada … di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang …

Semoga jejak-jejak keburukan yang telah lewat tertutup kebaikan yang pernah kita lakukan …
Dan di saat ini dan mendatang dapat melalui jalan dengan baik sehingga mendapatkan yang lebih baik untuk menjadi yang terbaik …
Di antara keduanya yang telah dilalui dan yang sekarang dan yang akan dilewati memperoleh rohmat keselamatan …

حَسْبُنَااللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Cukuplah Alloh menjadi sandaran kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong …

Maha Suci Alloh sepenuh timbangan, beratkan timbangan amal baik kami …
Maha Suci Alloh sesempurna ilmu, tambahankan ilmu-ilmu hikmah pada kami …
Maha Suci Alloh setinggi kemuliaan, tempatkan kedudukan kami bersama org-org sholeh …
Maha Suci Alloh seluas keagungan ‘Arsy dan keridloan-Nya …

Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Alloh, tiada lain kecuali hanya kepada-Mu kami berlindung dan memohon pertolongan …

Maha Suci Alloh sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Alloh yang sempurna, kami memohon kebaikan dengan rohmat-Mu Wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang …

Dan tiada daya upaya kekuatan, kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, kami berserah diri kepada-Mu …

Maha Suci Alloh sebaik-baik yang mencukupi, cukupkan kebutuhan kami …
Maha Suci Alloh sebaik-baik kekasih, jadikan kami kekasih …
Maha Suci Alloh sebaik-baik penolong , tolonglah kami dari bencana dunia dan bencana akhirat …
Maha Suci Alloh sebaik-baik Pelindung, lindungi kami dari yang diciptakan iblis jin syetan dan manusia …

Semoga sholawat dan salam Alloh senantiasa atas Sayyidina Muhammad juga kepada keluarga beliau, keturunan beliau, para sahabat beliau dan atas Nabi Isa serta orang-orang yang mengikuti beliau dalam keimanan …

RENUNGAN PERGANTIAN TAHUN

Tahun 2014 baru saja berlalu, jutaan warga di seluruh belahan dunia menyambut tahun baru 2015 dengan penuh suka cita.
Berbagai tempat keramaian menjadi pusat perayaan momen pergantian tahun baru ini.
Tahun 2015 ini akan menjadi tahun yang penuh dengan keberuntungan bagi mereka yang selalu optimis, tetapi akan menjadi tahun penuh kecemasan bagi mereka yang selalu pesimis dalam menghadapinya.
Bagi mereka yang selalu optimis maka akan selalu mencari peluang-peluang apa yang dapat menjadikan mereka sukses dalam menghadapi tahun 2015 ini .. Semoga saja ..

Kita tak pernah tahu sampai kapan batas akhir kehidupan ini, yang paling penting waktu yang ada selalu kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakannya.
Sesungguhnya kesuksesan kita di masa datang ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini.
Mengabaikan dan tidak memanfaatkan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan, tidak hanya akan mengakibatkan kegagalan tetapi juga akan mengakibatkan penyesalan.

Dalam kehidupan ini ada tiga hal yang tidak akan pernah kita dapatkan kembali, yaitu:
1. Kata yang telah kita ucapkan
2. Waktu yang telah berlalu dan
3. Kesempatan yang diabaikan.
Maka manfaatkanlah waktumu hari ini, jadikanlah hidupmu bermakna dan jangan sampai waktu yang kita lewati dalam kehidupan ini hanya berlalu dengan sia-sia dan hilang percuma karena waktu tak akan pernah kembali, yang ada hanyalah penyesalan ketika kita tidak memanfaatkan waktu itu dengan sebaik-baiknya.

Alloh swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),
Dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr [59]: 18).

Rosululloh saw juga menjelaskan dalam sabdanya:

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak sampai ia dimintai pertanggungjawaban;
Mengenai umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, dan tentang hartanya dari mana ia dapatkan serta untuk apa ia belanjakan, dan tentang jasadnya untuk apa ia pergunakan.” (HR. Tirmidzi).

Pelajaran yang dapat kita ambil dari hadits ini adalah menggunakan umur dengan sebaik-baiknya, mencari ilmu sebagai sarana untuk mencapai kebaikan dan kebenaran, serta mencari rezeki dengan jalan yang halal dan menggunakan rezeki yang diperoleh dengan jalan yang baik pula.

Tahun 2014 telah lewat, Tahun 2015 adalah tahun yang harus kita hadapi. Kesuksesan dan kegagalan kita di tahun ini ditentukan oleh usaha yang kita lakukan di hari ini. Maka berbuatlah yang terbaik untuk hari ini.
Songsonglah masa depan untuk kehidupan kita yang lebih baik dan untuk negara kita yang tercinta Indonesia yang lebih baik lagi. Amin ..

4 LILIN DI MALAM 1 MUHARROM

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM
1 MUHARROM 1436 HIJRIYAH

Sesungguhnya … kamu saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa … dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu … dimana saat ini engkau ada … di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang …

Semoga jejak-jejak keburukan di tahun yg telah lewat tertutup kebaikan yg pernah kita lakukan …
Dn di tahun mendatang dapat melalui jalan dgn baik sehingga mendapatkan yg lebih baik untuk menjadi yg terbaik …
Di antara keduanya yg telah dilalui dn yg akn dilewati memperoleh rohmat keselamatan …

حَسْبُنَااللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Cukuplah Alloh menjadi sandaran kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong …

Maha Suci Alloh … sepenuh timbangan … sesempurna ilmu … sepenuh keridhaan dan timbangan ‘Arsy … tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Alloh, kecuali hanya kepada-Nya …
Maha Suci Alloh … sebanyak bilangan genap dan ganjil … dan sebanyak kalimat Alloh yang sempurna …
Kami memohon keselamatan dengan rohmat-Mu Wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang …
Dan tiada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung …
Dan Dialah yang mencukupi kami … sebaik-baik Pelindung … sebaik-baik kekasih … dan sebaik-baik Penolong …
Semoga rohmat dan salam Alloh tetap tercurah kepada Sayyidina Muhammad serta keluarga dan sahabat beliau.”

حَسْبُنَااللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Sebagai semboyan hidup …
Jika harta sedikit … hutang banyak … maisyah yang terhambat … mengadulah kepada Penolong dan Pelindung kita dengan dzikir
حَسْبُنَااللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Saat rintangan dan halangan menghadang Dia lah yang menjadi Pelindung dan Penolong kita … Tidak peduli musuh kita banyak … Tidak peduli musuh kita kuat … Tidak peduli kita hanya sendiri … Jika Alloh Pelindung dan Penolong kita, semua musuh akan bisa dikalahkan-Nya … Tidak akan yang mampu menahan kehendak Alloh swt.

Siapa atau apa yang mampu mengalahkan kekuasaan-Nya …?
Tidak …! tidak ada sesuatu pun …
Lalu mengapa kita harus takut, cemas, atau khawatir …?
Tidak ada lagi alasan untuk takut … Tidak ada lagi alasan untuk tidak semangat … tidak ada lagi alasan untuk khawatir akan hari esok … sebab kita memiliki Pelindung dan Penolong …

Segala puji bagi Alloh pemelihara seluruh alam, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rosul mulia yang agung Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya, serta ummat yang mengikutinya.

JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA DARI ROHMAT ALLOH

Ada 4 lilin di malam 1 Muharrom yang menyala, namun sedikit demi sedikit habis meleleh ….

Suasana begitu sunyi, sehingga terdengarlah percakapan mereka ….

• Lilin PERTAMA berkata :
“Aku adalah DAMAI, namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja .!”

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

• Lilin Yang KEDUA berkata :
“Aku adalah IMAN, sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

• Dengan sedih giliran Lilin KETIGA bicara :
“Aku adalah CINTA, tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”

Tanpa menunggu waktu lama, maka Lilin ketiga pun mati ….

Lalu tanpa terduga …. seorang Anak masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.

Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata :
“Ah apa yang terjadi .!?
Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan .!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu ….

• Lalu dengan terharu Lilin KEEMPAT berkata :
“Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya …. Akulah HARAPAN.”

Dengan mata berbinar, sang Anak mengambil Lilin HARAPAN, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya ….

Ia teringat firman Alloh swt :

إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِن رَوْحِ اللّهِ إِلاّ الْقَومُ الْكَافِرونَ

“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rohmat Alloh, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf : 87).

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam Hati kita ….

Seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali IMAN, DAMAI dan CINTA …. dengan HARAPAN-nya ….

Orang yang berharap harus memahami sebuah hakikat bahwa sesungguhnya Alloh lah yang memanggilnya untuk berdo’a, dan Alloh jugalah yang menjamin atas terwujudnya harapan tersebut.

Kabulnya sebuah  do’a merupakan perkara yang sangat mudah bagi-Nya, karena segala perwujudan yang ada, secara mutlak berada di bawah bayang-bayang perintah-Nya.

Dia dengan satu instruksi akan menyediakan segala perangkat demi terkabulnya do’a seorang hamba yang berharap.

Oleh karena itu, selamanya tidak akan pantas bagi seseorang untuk berputus asa dan hilang harapannya ketika berada dalam lingkaran cahaya Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Ya Alloh ….
Sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau .. Karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rohmat kepadaku .. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (HR. Bukhori dan Muslim).

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.

“Ya Alloh ….
Aku mengharapkan (mendapat) rohmat-Mu. Karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rohmat dari-Mu) .. Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

RENUNGAN 10 MUHARROM

Alloh swt berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan siapa yang bertawakkal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (kebutuhannya)”. (QS. ath-Tholâq [65]: 3).

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Âli ‘Imron [3]: 173).

Alloh adalah Al-Hasîb (Yang Maha Mencukupi).
Imam al-Ghozali menguraikan bahwa Al-Hasîb bermakna, “Dia yang mencukupi siapa yang mengandalkannya.”

Sifat ini tidak dapat disandang kecuali oleh Alloh sendiri, karena hanya Alloh yang dapat mencukupi, juga yang bisa diandalkan oleh setiap makhluk.
Alloh sendiri yang dapat mencukupi semua kebutuhan makhluk, mewujudkan keperluan mereka, melanggengkan bahkan menyempurnakannya.

Al-Ghozali mengatakan: “Jangan duga Anda membutuhkan makanan, minuman, bumi, langit atau matahari, itu berarti Anda membutuhkan selain-Nya .. Pada hakikatnya, Dialah Yang Maha Mencukupi itu semua, Yang menciptakan makanan, minuman, bumi, langit dan semuanya”.

Jika kita meyakini bahwa Alloh adalah al-Hasîb bagi diri kita, maka kita akan selalu merasa tentram, tidak terusik oleh gangguan dan tidak kecewa oleh kehilangan materi atau kesempatan, karena selalu merasa cukup dengan al-Hasîb.

Alloh adalah Al-Wakîl “Yang Maha Mewakili/Pemelihara). Alloh-lah Wakîl/Pemelihara yang paling dapat diandalkan karena Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu. Menjadikan Alloh sebagai Wakîl/Pemelihara mengandung maksud menyerahkan kepada-Nya segala persoalan, tentunya disertai usaha penuh dan bersungguh-sungguh.

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Setiap saat Dia (Alloh) dalam kesibukan.” (QS. ar-Rohmân [55]: 29).

Alloh menurunkan rizki, menumbuhkan biji tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, memelihara yang ada di darat—laut—udara, menggiring awan, menjalankan angin dan menurunkan hujan, mengatur peredaran pelanet-pelanet beserta penghuninya diseluruh alam raya.

Alloh memberi balasan bagi yang melanggar, dan menghancurkan kebatilan serta membela yang benar, menolong orang yang berwali kepada-Nya, memelihara yang sholeh, menolong orang susah, membela orang-orang teraniaya, menolong yang miskin, mengasihi yang telah mati, menyembuhkan yang tertimpa musibah, dan mengabulkan yang berdo’a.

Alloh mengentaskan bencana serta malapetaka, melenyapkan nestapa, menghilangkan resah dan mengampuni dosa.

Alloh mengukuhkan janji dan melonggarkannya, mendahulukan dan mengakhirkan, memberi pahala bagi yang taat, menyantuni orang yang salah, memaafkan yang berdosa, menutupi aib yang bermaksiat, memberi tangguh untuk yang menyesali maksiat, bagi siapa pun yang ingin bertaubat.

Alloh menyelamatkan dari bahaya, melepaskan belenggu penderitaan, memberikan penjagaan dari kehancuran, memberikan petunjuk dari kesesatan, memberikan penglihatan, dan Alloh memberikan jalan bagi yang kebingungan. Alloh mengetahui segala yang dirahasiakan dari pandangan mata dan tersimpan dalam hati.

Agar selalu mempunyai keyakinan bahwa cukuplah Alloh bagi kita dengan kehadiran-Nya, kita bermunajat :

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلىٰ وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

“Cukuplah Alloh Pelindung kami, Dia sebaik-baik Wakîl/Pemelihara yang kami dambakan, dan Dia sebaik-baik Penolong yang kami harapkan.

NAMA-NAMA BULAN HIJRIYAH

Penetapan 12 bulan hijriyah telah di informasikan oleh Alloh swt dalam Al-Qur’an:

 إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh adalah
•dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya
•empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan
•perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan
•ketahuilah bahwasanya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa.”
(QS At Taubah (9): 36)
 
Jumlah hari selama setahun dalam perhitungan Qomariyah sebanyak 355 hari, sedang dalam perhitungan Syamsiyah sebanyak 365,25.

MUHARROM – محرّم – SURO

Bulan pertama kalender hijriyah ini mengambil dari perkataan “Harom” yg bermaksud larangan menganiaya atau melakukan dosa, bukan berarti pada bulan-bulan lainnya dosa dapat dilakukan, dn berlakunya larangan menumpahkan darah atau berperang.

Bulan Muharrom termasuk dalam empat bulan yg diharamkan dalam Islam serta dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan-amalan kebajikan di bulan-bulan tersebut.

Bulan Muharrom merupakan bulan awal tahun Hijriyah dn terdapat beberapa keutamaan dalam beramal kebajikan di bulan ini, umat Islam tentu bergembira menyambut bulan ini. Hari Tasu’a dn Asyuro’ yaitu hari kesembilan dn kesepuluh bulan Muharrom dan disunnahkan untuk berpuasa pada dua hari itu.

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw, saat ditanya seorang sahabat:
“Puasa apakah yang paling utama sesudah puasa Romadhon .?”
Nabi saw menjawab:
”Puasa pada bulan Alloh yang kalian namakan bulan Muharrom.”
(HR Muslim)

“Puasa hari Asyuro’ diharapkan dapat menghapus dosa tahun lalu.”
(HR Muslim)

Terdapat banyak penjelasan mengenai bulan Muharrom, tetapi mungkin akan dijelaskan pada tema berikutnya.

KEUTAMAAN TASU’A ‘ASYURO

Tasu’a adalah tanggal 9 Muharrom. Dinamakan demikian, diturunkan dari kata bahasa arab “tis’ah” yang artinya sembilan.
Sedangkang ‘Asyuro dari kata “’asyro” yang artinya sepuluh.

Pada tanggal 9 Muharrom ini kita dianjurkan puasa, mengiringi puasa ‘Asyuro di tanggal 10 Muharram besok harinya, agar puasa kita tidak menyamai puasa yang dilakukan Yahudi dan Nasrani, yaitu pada tanggal 10 Muharrom saja.

Kata ‘‘Muharrom’’ bermakna mulia, membela, menahan, yang diharamkan atau yang menjadi pantangan.

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa ketika Nabi saw melaksanakan puasa ‘Asyuro dan beliau saw perintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu, ada beberapa sahabat yang melaporkan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى

“Wahai Rosululloh, sesungguhnya tanggal 10 Muharrom itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.”

Lalu Nabi saw bersabda:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika datang tahun depan, insya Alloh kita akan puasa tanggal 9 (Muharrom).”

Ibnu Abbas melanjutkan:
“Namun belum sampai menjumpai Muharrom tahun depan, Rosululloh saw sudah wafat.”
(HR. Muslim).

Dari riwayat di atas, bisa kita ambil pelejaran;

Pertama, tujuan Nabi saw melaksanakan puasa Tasu’a adalah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan orang Yahudi. Karena beliau sangat antusias untuk memboikot semua perilaku mereka.

Kedua, Nabi saw belum sempat melaksanakan puasa itu. Namun sudah beliau rencanakan. Sebagian ulama’ menyebut ibadah semacam ini dengan istilah sunah hammiyah (sunah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal).

Ketiga, fungsi puasa Tasu’a adalah mengiringi puasa ‘Asyuro. Sehingga tidak tepat jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa Tasu’a saja, tapi harus digabung dengan ‘Asyuro di tanggal 10 besoknya.

Imam As-Syafi’i dan pengikut madzhabnya, imam Ahmad, Ishaq bin Rahuyah, dan ulama’ lainnya mengatakan:
“Dianjurkan puasa di hari kesembilan dan kesepuluh Muharrom secara berurutan. Karena Nabi saw telah melaksanakan puasa di tanggal 10 dan beliau telah meniatkan puasa tanggal 9 Muharrom.

Nabi saw bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa hari ‘Asyuro, aku berharap agar Alloh menghapuskan dosa satu tahun yang telah lewat.”
(HR. Muslim).

Subhanalloh, betapa luasnya karunia Alloh kepada kita, hanya dengan puasa sehari Alloh jadikan sebagai sebab pengampunan dosa satu tahun yang telah lewat. Dan sungguh Alloh Maha Luas Rohmat-Nya.

Karena tujuan ini, Rosululloh saw sangat antusias untuk melaksanakan puasa ‘Asyuro.

Ibnu Abbas ra menceritakan:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

“Aku belum pernah melihat Nabi saw betul-betul memperhatikan puasa pada hari yang beliau istimewakan dari pada yang lainnya, melebihi puasa di hari ini yaitu ‘Asyuro dan bulan ini, yaitu Romadhon.”
(HR. Bukhori).

DZIKIR HARI TASU’A DAN ‘ASYURO

يَالَطِيفُ يَالَطِيفْ … 129.x
اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ … 9.x
“Alloh Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rizki, kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha Perkasa.” – (QS.42:19).

حَسْبُنَااللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ … 1000.x
“Cukuplah Alloh menjadi sandaran kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong.”

PERISTIWA ‘ASYURO

Diantara ni’mat Alloh swt yang diberikan atas hamba-hamba-Nya, adalah perguliran musim-musim kebaikan yang datang silih berganti, mengikuti gerak perputaran hari dan bulan. Supaya Alloh swt mencukupkan ganjaran atas amal-amal mereka, serta menambahkan limpahan karunia-Nya.

Dan tidaklah musim haji yang diberkahi itu berlalu, melainkan datang sesudahnya bulan yang mulia, ya’ni bulan Muharrom. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shohihnya dari Abu Huroiroh  ra, Nabi saw bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon adalah puasa pada bulan Alloh yang kalian sebut bulan Muharrom, dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (HR.Muslim).

Nabi saw menamai bulan Muharrom dengan bulan Alloh, ini menunjukan akan kemuliaan dan keutamaannya. Sesungguhnya Alloh swt menghususkan sebagian makhluk-Nya terhadap sebagian yang lainnya, serta mengutamakannya dari sebagian yang lainnya.

Hasan al-Bashri rohimahulloh berkata:
“Sesungguhnya Alloh membuka tahun dengan bulan haram dan mengakhirinya dengan bulan haram, dan tidak ada bulan dalam setahun yang lebih mulia disisi Alloh melebihi bulan Romadhon, karena sangat haramnya bulan tersebut.”

Dibulan Muharrom ada satu hari yang pada hari itu terjadi peristiwa besar serta kemenangan yang gemilang. Saat dimana kebenaran menang atas kebatilan, ia adalah hari yang memiliki keutamaan yang agung dan kehormatan sejak dahulu, hari itu adalah hari yang kesepuluh dari bulan Muharrom, yang biasa disebut hari ‘Asyuro.

19 peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 10 Muharrom atau hari ‘asyuro’.

1. Alloh swt menjadikan ‘Arsy
2. Alloh swt menjadikan malaikat Jibril as
3. Alloh swt menjadikan Lauh Mahfudz
4. Hari pertama Alloh swt menciptakan alam
5. Hari pertama Alloh swt menurunkan rohmat
6. Hari pertama Alloh swt menurunkan hujan
7. Nabi Adam as bertobat kepada Alloh swt dan tobatnya diterima oleh Alloh swt
8. Nabi Idris as diangkat oleh Alloh swt ketempat tinggi (sorga)
9. Nabi Nuh as diselamatkan oleh Alloh swt dari banjir yg menenggelamkan umatnya yg dholim
10. Nabi Ibrohim as diselamatkan oleh Alloh swt dari pembakaran raja Namrud
11. Alloh swt menurunkan Kitab Taurot kepada Nabi Musa as
12. Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara setelah meringkuk beberapa tahun akibat fitnah Siti Zulaiha
13. Nabi Ya’qub as disembuhkan penyakit butanya oleh Alloh swt setelah berpisah dengan Nabi Yusuf as
14. Nabi Ayyub as diselamatkan oleh Alloh swt dari penyakitnya
15. Nabi Yunus as di keluarkan oleh Alloh swt dari perut ikan paus setelah berada selama 40 hari 40 malam
16. Alloh swt mengizinkan Nabi Musa as untuk membelah laut merah dari kejaran Fir’aun
17. Kesalahan Nabi Dawud as di ampuni oleh Alloh swt
18. Nabi Sulaiman as di karuniai oleh Alloh swt kerajaan yg besar
19. Alloh swt menciptakan ruh Nabi Muhammad saw.

AMALAN ‘ASYURO

12 macam amal kebajikan yg layak diperhatikan pada tanggal 10 Muharrom menurut para ulama’ :

1. Mandi sunnah
2. Melaksanakan sholat sunnah
3. Melakukan puasa sunnah
4. Mengeluarkan shodaqoh
5. Memberikan keleluasaan dalam keluarga dengan menambah belanja dan membelikan pakaian baru
6. Mengadakan kunjungan pada alim ulama’ dan orang-orang sholeh
7. Menengok orang yang sedang sakit
8. Mengusap kepala anak yatim dengan menampakkan kasih sayang terhadapnya dan memberikan kesenangan baginya
9. Memakai celak mata
10. Menggunting kuku
11. Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali
12. Menyambung tali persaudaraan dan silaturrohmi kepada sanak famili.

Dari Ibnu Abbas ra, Rosululloh saw bersabda :
“Barang siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharrom) maka •Alloh swt akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan •barang siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumroh, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan •barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Alloh sawt akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat, dan •barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari ‘Asyuro, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rosululloh saw yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”

DZIKIR HARI ‘ASYURO

حَسْبُنَااللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
سُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَالْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ
لاَمَلْجَأَ وَلاَمَنْجَأَ مِنَ اللَّهِ اِلاَّ اِلَيْه
سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا
نَسْأَلُكَ السَّلاَمَةَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ
وَهُوَحَسْبُنَ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Cukuplah Alloh menjadi sandaran kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong.
Maha Suci Alloh sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhoan dan timbangan ‘Arsy.
Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Alloh, kecuali hanya kepada-Nya.
Maha Suci Alloh sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Alloh yang sempurna.
Kami memohon keselamatan dengan rohmat-Mu Wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang.
Dan tiada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Dan Dia-lah yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong.
Semoga sholawat dan salam Alloh atas Sayyidina Muhammad juga kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau.

DO’A ‘ASYURO

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
أَللَّـهُمَّ ياَمُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ وَياَ مُخْرِجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَجاَمِعَ شَمْلَ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَغاَفِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَكاَشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَساَمِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهاَرُوْنَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَخاَلِقَ رُوْحِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَرَحْمَنُ الدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ وَأَطِلْ عُمْرِى فىِ طاَعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضاَكَ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَأَحْيِنِى حَياَةً طَيِّبَةً وَتَوَفَّنِى عَلَى الإِسْلاَمِ وَالإِيْماَنِ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمْيَنَ

Dengan asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang , segala puji bagi Alloh Tuhan alam semesta.
Ya Alloh,
Wahai Yang membebaskan segala kesulitan,
Wahai Yang melepaskan Nabi Yusuf Dzin-Nun di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ya’kub di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari ‘Asyuro, 
Wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayub di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang mendengar do’a Nabi Musa dan Nabi Harun di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad saw di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat panjangkanlah umurku dalam ta’at ibadah dan cinta kepada-Mu serta ridlo-Mu Wahai Yang Maha Pengasih diantara yang pengasih,
Hidupkanlah aku dalam kehidupan yang baik, matikanlah aku dalam Islam dan Iman, Wahai Yang maha Pengasih diantara yang Pengasih.

Semoga sholawat dan salam Alloh atas Sayyidina Muhammad juga kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau.
Segala puji bagi Alloh Tuhan pemelihara alam semesta.

BUBUR SURO

Pernahkah anda mencicipi hidangan bubur yang ditaburi beraneka biji-bijian dan lauk pauk .?
Bubur tersebut nongolnya setiap hari ‘Asyuro , makanya disebut BUBUR SURO.
Tapi apakah anda tahu mulai kapan asal muasal hidangan khas suro tersebut .?

Diriwayatkan, pada hari ‘Asyuro waktu Alloh mengeluarkan Nabi Nuh as dari perahu.
“Sesungguhnya Nabi Nuh as ketika berlabuh dan turun dari kapal, beliau as bersama orang-orang yang menyertainya, mereka merasa lapar sedangkan perbekalan mereka sudah habis.
Lalu Nabi Nuh as memerintahkan pengikutnya untuk mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka, maka dengan serentak merekapun mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka, ada yang membawa seraup biji gandum, ada yang membawa biji adas (kacang kuning), ada yang membawa biji ful (kacang coklat), ada yang membawa biji himmash (kacang putih) dll, sehingga terkumpul 7 macam biji-bijian.
Selanjutnya Nabi Nuh as membaca Basmalah pada biji-bijian yang sudah terkumpul lalu beliau as memasaknya, setelah matang lalu mereka menyantapnya bersama-sama sehingga kenyang semuanya, dengan barokah do’a(basmalah)nya Nabi Nuh ‘Alaihissalaam.”

Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an, Alloh swt berfirman:

قِيلَ يَانُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ

“Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat dari orang-orang yang bersamamu.” (11:48)
Dan itu adalah pertama kali makanan yang dimasak dibumi setelah adanya Thoufan (banjir bandang disertai angin).

Dengan adanya peristiwa tersebut, maka para pendahulu kita menjadikan bubur suro sebagai tradisi yang mereka laksanakan untuk sajian/hidangan setiap hari ‘Asyuro.

BERITA DARI LEMBAH WAHYU

KABAR GEMBIRA DARI ALLOH DAN ROSUL-NYA

Alloh swt berfirman:

اللّهُ مَوْلاَكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ

“Alloh adalah pelindungmu dan Dialah sebaik-baik penolong”.
(QS. Ali Imron: 150)

Alloh telah membuka pintu pema’afan buat yg bersalah dn Alloh mengundang mereka yg bersalah untuk memperbaiki diri dimasa sekarang dn masa mendatang, guna memperoleh lebih banyak karunia-Nya karena:

اللّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Alloh mempunyai kerunia atas orang-orang mukmin”.
(QS. Ali Imron ; 152)

Alloh swt berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

“Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu (wahai Nabi Muhammad), lalu memohon ampun kepada Alloh, dan Rosul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa’: 64)
    
Ayat di atas menjelaskan bahwa apabila seseorang yang melakukan perbuatan dosa, berziarah ke makam Rosululloh saw untuk meminta ampunan kepada Alloh swt, maka Rosululloh akan memintakan ampunan untuknya. Sehingga dosa-dosanya diampuni oleh Alloh swt. Ayat di atas bersifat umum, baik ketika Rosululloh saw masih hidup atau setelah meninggal dunia dengan cara berziarah ke makam beliau saw.

Rosululloh saw bersabda:

مَنْ زَارَ قَبْرِيْ وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِيْ

“Barang siapa yang berziarah ke kuburku maka wajib baginya mendapat syafaatku.”
(HR. Daruquthni)

Dalam hadits lain, Rosululloh saw bersabda:

مَنْ جَاءَنِي زَائِرًا لَايَهُمُّهُ إِلَّا زِيَارَتِيْ كَانَ حَقًّا عَلَيَّ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ شَفِيْعًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ

“Barang siapa yang datang kepadaku untuk menziarahiku, tidak ada keperluan lain kecuali hanya menziarahiku maka aku pasti akan menjadi pemberi syafaat bagi dia pada hari kiamat.”
(HR. Thobroni)

Alloh swt berfirman:

 وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ

“Dan mereka tidak memberikan syafa’at kecuali pada orang yang mendapatkan ridho Alloh (ya’ni orang beriman).”
(QS. Al-Anbiya: 28)

Rosululloh saw adalah makhluk yang paling agung dan mulia, seluruh perkara yang berkaitan dengan beliau saw adalah mengandung barokah dan kebaikan, baik ketika beliau masih hidup maupun setelah beliau wafat. Beliau saw bersabda:
“Hidupku baik untuk kamu, karena kamu dapat berkomunikasi denganku. Matiku juga baik untuk kamu, karena amal perbuatan kamu  akan diperlihatkan padaku, apabila aku melihat amal kamu yang baik, aku  akan memuji Alloh, apabila aku melihat yang buruk aku memohon kepada allah agar mengampuni kalian.” (HR. Ibnu Bazzar)
Karena itu para sahabat dan para ulama salaf sejak dahulu selalu menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Rosululloh saw untuk bertabarruk dengan beliau.

Dari sahabat Abu Ayyub al-Anshori ra, bahwa pada suatu hari ia datang berziarah ke makam Nabi saw dan meletakkan mukanya di atas kubur karena rindu dan untuk bertabaruk dengan Nabi saw.
Pada saat itu  muncul Marwan, ia mengatakan: “Apakah kamu tahu yang sedang kamu kerjakan .?”
Kemudian Abu Ayyub ra menoleh padanya dan berkata:
“Ya, aku datang kepada Rosululloh dan aku tidak datang pada sebuah batu,
Aku mendengar Rosululloh saw bersabda:

لَا تَبْكُوْا عَلَى الدِّيْنِ إِذَا وَلِيَهُ أَهْلُهُ وَلَكِن ابْكُوْا عَلَيْهِ إِذَا وَلِيَهُ غَيْرُ أَهْلِهِ

“Janganlah kalian menangisi agama ini jika dipegang oleh ahlinya, akan tetapi tangisilah agama ini jika agama ini dipegang oleh orang-orang yang bukan ahlinya.”
(HR. Ahmad dalam dan Thobroni).

SETIAP DIRI PUNYA TUJUAN

وَ لِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا
“Dan bagi tiap-tiap ummat itu ada satu tujuan yang dia hadapi.” (pangkal surat 2 ayat 148).

Ayat ini berbicara tentang masing-masing golongan yang mempertahankan tujuan yang dia hadapi .. Bahkan tiap-tiap indifidu mempunyai tujuan dan arah sendiri-sendiri mana yang dia sukai .. Namun orang yang beriman tujuannya hanya satu, yaitu mendapat ridho Ilahi .. Dan tentu saja ridho-Nya akan berdampak berbagai macam kebaikan baginya, paling tidak rasa simpati dari yang menerima kebaikan tsb ..

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Sebab itu berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan.”

Jangan kamu berlarut-larut memperpanjang perdebatan ataupun bertengkar per­kara-perkara yang tidak penting .. Kalau orang-orang dari golongan mereka tidak mau me­ngikuti tujuan kamu, biarkanlah ..! Sama-sama berpegang setialah pada tujuan masing­-masing, dalam agama tidak ada paksaan, apalagi hanya sebuah kelompok atau golongan kecil .. Hanya berlombalah berbuat serba kebajikan, sama-sama beramal dan membuat jasa di dalam peri-kehidupan ini ..

ايْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيْعًا
“Di mana saja kamu berada, niscaya kamu sekalian akan dikumpulkan Alloh.”

Miskipun kamu dalam golongan yang berlainan dan berbeda-beda tujuan, tetap berlombalah kamu berbuat berbagai kebajikan dalam dunia ini ..
Kalau saatnya kamu dipanggil menghadap kepada Alioh, tidak perduli apakah dia dalam kalangan mana pun di hari kiamat sana semuanya akan mempertanggung jawabkan amalan masing-masing yang telah dikerjakan dalam dunia ini ..
Moga-moga dalam perlombaan berbuat kebajikan itu, terbukalah hidayah Tuhan kepada kamu, dan terhenti sedikit demi sedikit pengaruh hawanafsu pribadi dan kepentingan golongan .. mana tahu, akhirnya kamu kembali juga kepada kebenaran ..

إِنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Sesungguhnya Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (ujung surat 2 ayat 148).

Ayat ini adalah seruan merata, seruan damai dari lembah wahyu ke dalam masyarakat manusia berbagai golongan dan agama .. bukan khusus kepada ummat Mu­hammad saw semata ..
Segala sesuatu bisa terjadi .. Perlombaan manusia berbuat baik di dunia ini belumlah berhenti .. Alloh Maha Kuasa berbuat sekehendak-Nya .. Kebenaran Tuhan makin lama makin nampak terbukti ..

JUAL BELI DENGAN ALLOH

Alloh swt berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ وَاللهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

“Dan di antara manusia ada orang yang -membeli/menjual- mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Alloh, dan Alloh Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُُ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu menuruti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

فَإِن زَلَلْتُم مِّن بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Tetapi jika kamu tergelincir -dari jalan Alloh- sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran -yang telah disampaikan sebelum ini-, maka ketahuilah, bahwasanya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. Al-Baqoeoh : 207-209).

TAFSIR AYAT

AYAT 207
Mereka adalah orang-orang yang diberi taufik oleh Alloh, yang telah mengorbankan diri mereka dari aneka aktivitas ibadah yang dipersembahkannya kepada Alloh swt, dengan mengharapkan pahalanya, mereka peruntukkan bagi saudara mukmin dan mukminat serta muslimin dan muslimat, demi mendapatkan keridhoan Alloh swt, mereka mengerahkan segalanya kepada Yang Maha Memiliki lagi Maha Menepati janji, yang Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya, di mana di antara kelembutan dan kasih sayang-Nya adalah Dia membimbing mereka kepada hal tersebut, dan Dia berjanji untuk menepati hal tersebut seraya berfirman:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka …” (QS. At-Taubah [9]: 111).

Dalam ayat ini Alloh memberitahu bahwa mereka telah menjual diri mereka dan mempersembahkannya, dan Alloh juga mem-beritahu tentang kasih sayang-Nya yang pasti akan membuat mereka memperoleh apa yang mereka inginkan, dan apa yang mereka sukai, maka janganlah ditanyakan lagi tentang apa pun yang mereka peroleh dari kemuliaan dan apa yang mereka dapatkan dari kemenangan dan kehormatannya.

AYAT 208:

Ini merupakan perintah Alloh swt kepada orang-orang yang beriman untuk masuk “ke dalam Islam keseluruhan”.

Fiman-Nya, فِي السِّلْمِ كَآفَّةً maksudnya dalam seluruh syariat-syariat agama, mereka tidak meninggalkan sesuatu pun darinya, dan agar mereka tidak seperti orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, apabila hawa nafsunya itu sejalan dengan perkara yang disyariatkan, maka dia kerjakan, namun bila bertentangan dengannya maka dia tinggalkan, bahkan menjadi suatu hal yang wajib yang mana hawa nafsunya tunduk pada agama, dan ia melakukan segala perbuatan baik dengan segala kemampuannya, dan apa yang tidak mampu dia lakukan, maka dia berusaha dan berniat melakukannya dan menjanga-kaumnya dengan niatnya tersebut, dan ketika masuk ke dalam Islam dengan keseluruhan, maka tidak mungkin dan tidak dapat dibayang-kan terjadi, kecuali dengan hal yang bertentangan dengan jalan-jalan setan,

Alloh berfirman, وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ “Dan janganlah kamu menuruti langkah-langkah setan” maksudnya, dalam perbuatan dengan melakukan kemaksiatan kepada Alloh. Firman-Nya, إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُ “sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu” musuh yang nyata tidaklah akan mengajak kecuali kepada kejahatan dan kekejian serta segala yang mengandung bahaya bagi kalian.

AYAT 209:

Dan ketika sudah menjadi kepastian bahwa manusia akan mela-kukan kesalahan dan ketergelinciran, maka Alloh berfirman:
فَإِن زَلَلْتُم مِّن بَعْدِ مَا جَاءَ تْكُمُ الْبَيِّنَاتُ
“Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Alloh) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran” atas dasar ilmu dan keyakinan. Firman-Nya:
فَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“maka ketahuilah, bahwasanya Alloh Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Ayat ini menunjukkan ancaman keras dan menakut-nakuti perkara yang membawa kepada penyimpangan tersebut, karena sesungguhnya Yang Maha Perkasa kedudukan-Nya lagi Maha Bijaksana, apabila seorang pelaku kemaksiatan berbuat maksiat kepada-Nya, pastilah Dia akan memaksanya dengan kekuatan-Nya dan menyiksanya sesuai dengan konsekuensi kebijaksanaan-Nya, dan termasuk dari kebijaksanaan-Nya adalah menyiksa orang-orang yang bermaksiat dan orang-orang yang berbuat jahat.

ATURAN ALLOH ADALAH “HAQ”

Alloh swt berfirman :

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَإِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيمُ

“Dan tidaklah kami ciptakan langit (dengan ketinggian dan luasnya serta aneka bintang dan planet yang menghiasinya),
dan (tidak juga Kami ciptakan) bumi (dengan segala mahluk yang ada di permukaan atau dalam perutnya),
dan (demikian juga) apa yang ada di antara keduanya (ya’ni langit dan bumi, baik yang telah diketahui manusia maupun belum atau tidak akan dapat diketahui).
(Tidak Kami ciptakan itu semua) melainkan dengan Haq (selalu disertai kebenaran dan bertujuan benar, bukan permainan atau kesia-siaan).
(Itu antara lain Kami ciptakan untuk menguji manusia, siapa diantara mereka yang menjadikannya bukti ke-Esa-an Kami serta menggunakannya dengan baik dan mengantarnya beramal sholeh).

Dan sesungguhnya kiamat (dimana masing-masing manusia akan dimintai pertanggung jawaban serta diberi balasan dan ganjaran yang “haq” dan keadilan yang merupakan tujuan penciptaan).

Maka (karena itu jangan hiraukan kecaman dan makian siapapun yang mendustakanmu) tetapi maafkanlah mereka dengan pemaafan yang baik.
(Itu semua karena) sesungguhnya Tuhanmu (yang selalu berbuat baik dan membimbingmu) Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui (segala sifat, ciri, kelakuan dan isi hati ciptaan-ciptaan-Nya).” – (QS. Al-Hijr: 85-86).

Kata “Haq” disamping apa yang telah di jelaskan di atas juga mengandung ma’na bahwa kebenaran itu tertanam dalam “jiwa” setiap makhluk, dan akan nampak dengan jelas ke permukaan ya’ni “akal” hingga pada akhirnya terlihat “nyata” di kedua mata, dan bahwa Alloh swt telah menetapkan sistem yang “haq” lagi sesuai dengan hikmah kebijaksaan.

Dengan demikian, kalaupun kebaikan dan keburukan silih berganti dalam benak manusia dengan disaksikan mata lahirnya, namun pada akhirnya kebenaran akan mengalahkan kebathilan.

Hakekat yang dikemukakan ini sejalan juga dengan firman-Nya:

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ

“Kami melontarkan yang haq atas yang bathil, maka ia menghancurkannya, maka serta merta yang bathil itu lenyap.”
(QS. Al-Ambiya’: 18)

Dengan demikian, bila pada suatu saat kebathilan nampak menandingi “haq” atau bahkan mengalahkannya, maka hal tersebut hanya bersifat sementara, dan segera kebenaran yang akan tampil.

TAUBAT SEBAGAI SEBAB MERAIH SUKSES

Alloh swt berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah (pada awal, pertengahan dan akhir kehidupan) kalian kepada Alloh, wahai orang-orang yang beriman seluruhnya. Agar kamu beruntung”. (QS. An Nuur [24] : 31)”

Kedudukan/derajat taubat adalah kedudukan awal, pertengahan dan akhir dari kehidupan seorang hamba.
Maka seorang hamba yang berjalan menuju keridhoan Alloh swt, janganlah meninggalkannya.
Ia harus senantiasa bertaubat hingga ruh meninggalkan jasadnya (mati).
Sehingga ketika dia berpindah dari satu kedudukan dalam hidupnya maka taubat pun akan senantiasa menyertainya.

Alloh swt kaitkan taubat sebagai sebab dan kesuksesan sebagai akibat, redaksi ayat ini menggunakan kata لَعَلَّ yang memberikan kesan adanya harapan.

Alloh swt mengingatkan kita melalui ayat ini, jikalau kalian bertaubat maka kalian memiliki harapan untuk sukses, beruntung dan bahagia.
Sehingga tidaklah orang-oranng yang berharap kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan yang diridhoi Alloh swt, melainkan orang-orang yang bertaubat.

Rosululloh saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh. Karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali.” (HR. Muslim).

وَاللَّهِ إنِّي لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأتُوبُ إلَيْهِ فِي اليَومِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Alloh, sesungguhnya aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhori).

Mudah-mudahan Alloh swt menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaubat 70 sampai 100 kali dalam sehari dan mendapat kesuksesan, keberuntungan dan bahagia seperti yang dijanjikan oleh Alloh Yang Maha menerima taubat lagi Maha Pemurah memberi kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan .. Amiiiin ….

SALAM PENGHORMATAN

Alloh swt berfirman:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).
Sesungguhnya Alloh selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu.”
(QS.4:86).

Alloh swt mengajarkan kepada manusia kesopanan dalam pergaulan supaya terpelihara hubungan persaudaraan yaitu dengan jalan mengadakan tata tertib yang harus dilakukan ketika bertemu dengan seseorang.
Alloh swt memerintahkan seseorang membalas penghormatan yang diberikan kepadanya berupa salam yang diterimanya dari sahabatnya dengan balasan yang setimpal atau dengan cara yang lebih baik dari pada itu.
Cara balasan yang setimpal atau yang lebih baik itu dapat berbentuk ucapan yang menyenangkan atau dengan suara yang lemah lembut atau dengan gaya gerak yang menarik hati.

Alloh swt memperhatikan segala sesuatu termasuk memperhatikan kehidupan manusia dalam menegakkan sopan santun yang memperkuat hubungan persaudaraan antara sesama mereka.
Sejalan dengan ayat itu Rosululloh saw bersabda:

يسلم الراكب على الماشي والماشي على القاعد والقليل على الكثير
“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, orang yang berkelompok yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

إن أفضل الإسلام وخيره إطعام الطعام وأن تقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف
“Sesungguhnya ajaran Islam yang terbaik adalah memberi makan (kepada fakir miskin) dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

JALAN CINTA

Dengan cinta
seseorang bisa mencapai kebahagiaan
Dengan cinta
seseorang terjerumus ke dalam kesengsaraan
Dengan cinta
sorga abadi penuh keni’matan dianugerahkan
Dengan cinta
neraka yang penuh penderitaan ditimpakan

Alloh swt berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا
“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan (di dunia dan di akherat), maka (hendaklah ia ta’at) kepada Alloh, (karena) kemuliaan itu (baik di dunia maupun di akherat adalah milik Alloh) semuanya.

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ
Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik (seperti kalimat tauhid, dzikir, membaca al-Qur’an dan kalimat-kalimat thoyyibah lainnya, Dia-lah yang menerimanya) dan (begitu pula) amal (perbuatan) yang sholeh dinaikkan-Nya (dengan imbalan balasan yang sempurna).

وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ
(Suatu amal berupa perkataan maupun perbuatan harus disertai niat ikhlas mencari ridho Alloh) Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan (ya’ni mengerjakannya bukan untuk mencari keridhoan Alloh, tetapi mencari pujian atau ketenaran di mata manusia tidak akan diterima oleh Alloh swt, bahkan) bagi mereka adzab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.” – (QS. Fathir [35] :10).

Demikianlah yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri, semua kebaikan dan keburukan itu akan kembali dan terjadi atas diri mereka sendiri. Dan hukum Alloh tidaklah berubah, sebagaimana al-Qur’an menyebutkan:
لا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلا بِأَهْلِهِ
“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.” (QS. Fathir [35] : 43).

PERJALANAN PANJANG

PERJALANAN PANJANG

Kehidupan di alam dunia bukanlah satu-satunya kehidupan yang dijalani manusia, tetapi ia adalah saat bagi setiap orang untuk mempersiapkan diri sebelum memulai perjalanan hidup di alam berikutnya yang lebih dan sangat panjang ..

Jika tanpa persiapan dan bekal yang memadai, akan selalu ada resiko yang menghadang sebelum sampai ke tujuan ..
Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan selanjutnya, setiap orang harus mengetahui bekal apa yang perlu dibawa dalam perjalanan agar perjalanannya menjadi mudah dan tujuan dapat tercapai ..

Perjalanan yang akan ditempuh adalah perjalanan yang sulit, dan akan lebih sulit lagi jika dilakukan tanpa bekal ilmu yang cukup dan pahala amal kebajikan yang banyak ..
Oleh karena itu, bekal yang harus dipersiapkan adalah bekal ilmu dan amal .. dengan ilmu dan amal, seseorang akan terbebas dari belenggu kebodohan dan kesengsaraan ..

Sadarilah bahwa kebodohan akan menyesatkan banyak orang dari jalan lurus yang harus ditempuh .. yang banyak menggagalkan mereka untuk sampai ke tujuan .. dan hanya amal kebajikan yang akan membebaskan seseorang dari kesengsaraan dalam kehidupan panjangnya ..

Tidak ada seorang pun yang menetap di sini .. di dunia ini .. semua akan meninggalkan kehidupan dunia ini untuk kemudian melanjutkan perjalanan berikutnya yang jauh dan lebih panjang di akhirat ..
Oleh karena itu .. tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, maka berakhirlah segalanya ..
Kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi ia adalah awal kehidupan baru .. dengan persiapan dan bekal yang baik .. perjalanan berikutnya akan lebih mudah dan membahagiakan ..

Agar perjalanan melaju dengan cepat dan menyenangkan .. setiap orang membutuhkan kendaraan .. Kendaraan yang baik adalah kendaraan yang dapat melaju secara seimbang .. tidak berat sebelah dan tidak oleng ..
Untuk itu .. sebelum menempuh perjalanan setiap orang perlu mempersiapkan diri dengan kendaraan yang seimbang berupa keseimbangan dalam hidup .. seimbang antara otak dan hati .. Jiwa dan badan .. antara yang ideal dan yang aktual .. ilmu dan amal .. syariah dan thoriqoh .. pikiran dan perasaan .. moral dan perilaku .. semuanya saling melengkapi .. kebutuhan jasmaniah tidak mengalahkan kebutuhan ruhaniah .. dan prestasi duniawi tidak mengalahkan prestasi ukhrowi ..
Pusat kehidupan adalah ritme .. dan ritme menyebabkan keseimbangan .. Hanya yang dapat hidup seimbang yang akan mengalami indahnya perjalanan panjang yang ditempuh ..

Dan ketika seseorang hendak memulai perjalanan, sebelum mengucapkan “selamat tinggal,” dia seharusnya sudah meninggalkan kenangan indah kepada orang-orang yang ditinggalkannya ..
Dengan kenangan indah yang dia tinggalkan .. dia akan mendapatken balasan berupa kiriman bantuan yang akan terus mengalir mengiringi perjalanannya .. kiriman makanan dan minuman yang akan terus mengalir melepaskan rasa lapar dan dahaganya .. mantel yang akan melindungi dirinya dari badai dan cuaca buruk ..

Bantuan akan terus datang mengalir kepada siapa saja yang gemar memberi .. Kebaikan yang diberikan akan menggema dari segala arah untuk memudian ia akan kembali kepada si pemberi dengan jumlah yang berlipat ganda ..
Seseorang yang memberikan sebagian dari hartanya sebagai amal jariah .. memberikan ilmunya yang bermanfaat bagi orang lain .. dan memberikan anak-anaknya penddidikan yang baik .. maka itu semua akan menjadi investasi baginya yang pahalanya akan terus mengalir padanya meskipun setelah meninggal dunia dia sudah tidak lagi diwajibkan mengerjakan ibadah taklifi ..

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad saw :
“Apabila anak Adam mati, putuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak soleh yang mendo’akannya.” (HR. Muslim).

Hiduplah di dunia, tapi jangan dunia hidup di hati kita .. Hidupkan hati kita dengan iman, melaksanakan tugas-tugas hidup sesuai syari’at Islam, dan berlaku ihsan ya’ni berakhlaqur karimah .. Hanya dengan cara inilah kita dapat mengarahkan perjalanan hidup kita kepada kesempurnaannya .. kesempurnaan cinta, harmoni, dan kebahagiaan menuju kepada ridho Alloh swt yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.

Awan Tag