Archive for the ‘DO’A DO’A MUSTAJABAH’ Category

BERLINDUNG KEPADA ALLOH SWT

BERLINDUNG KEPADA ALLOH SWT

Mengenal kebaikan lalu mengamalkannya dan mengetahui kejelekan kemudian waspada darinya adalah jalan yang terang menuju keridhoan Alloh swt ..
Akan tetapi, sebagai makhluk yang lemah tentu kita sangat membutuhkan bantuan dari Alloh swt, Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ..
Tanpa bimbingan dari Alloh swt, niscaya kita tidak tahu hal-hal yang bermanfaat untuk kemudian diambilnya serta tidak akan tahu kejelekan lalu menghindar darinya ..
Adalah Rosululloh saw berlindung kepada Alloh swt dari empat hal yang berdampak sangat jelek baik dalam kehidupan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti ..
Empat kejelekan itu seperti tersebut dalam do’a beliau saw :

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
1. ilmu yang tidak bermanfaat
2. hati yang tidak khusyu’
3. Jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan
4. Dari do’a yang tidak dikabulkan.”
(HR . Muslim dari Zaid bin Arqom ra).

Dalam hadits ini ada empat kejelekan yang harus kita waspadai.

1. Ilmu yang Tidak Bermanfaat

Ketahuilah, yang diinginkan dari ilmu adalah untuk diyakini dan diamalkan. Apabila ilmu sebatas kliping pengetahuan yang menumpuk di benak seseorang dan tidak keluar sebagai amal nyata dalam kehidupan sehari-hari, ini jenis ilmu yang membawa petaka bagi pemiliknya.
Kelak pada hari kiamat kaki seorang hamba tidak akan bergeser dari sisi Robbnya sampai ditanyai tentang beberapa perkara, di antaranya tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan. Mengamalkan ilmu juga menjadi perkara terbaik untuk menjaga ilmu tersebut agar mengakar pada kalbu.

Nabi Muhammad saw bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ يَتَعَلَّمَهُ إِ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa mempelajari ilmu yang (seharusnya) dicari dengannya wajah Alloh swt, (namun) ia tidaklah mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan harta benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari kiamat.” (HR . Abu Dawud).

2. Hati yang Tidak Khusyu’

Ini adalah jenis hati yang tidak tenteram dengan mengingat Alloh swt. Padahal hati hanyalah dicipta untuk tunduk kepada yang menciptakannya, sehingga dada menjadi lapang karenanya dan siap diberi cahaya petunjuk. Jika kondisi hati tidak seperti itu, berarti ia adalah hati yang kaku dan gersang. Kita berlindung kepada Alloh swt darinya.

Alloh swt berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

“Kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Alloh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22).

Kekhusyu’an hati sumbernya adalah pengetahuan yang mendalam tentang Alloh swt dan kebesaran-Nya. Oleh karena itu, ada yang khusyu’ hatinya karena mengetahui bahwa Alloh swt dekat dengan hamba-Nya dan mengetahui gerak-geriknya sehingga ia malu jika Alloh swt melihatnya dalam penentangan terhadap aturan-Nya.
Ada juga yang khusyu’ karena memandang dahsyatnya hukuman Alloh swt kepada orang yang bermaksiat kepada-Nya. Ada pula yang khusyu’ karena melihat kepada sempurnanya kekuasaan Alloh swt dan besarnya anugerah dari-Nya yang tidak bisa dihitung.
Alloh swt telah memuji orang-orang yang khusyu’ dan mempersiapkan sorga bagi mereka. Ketika meyebutkan para lelaki dan perempuan yang khusyu’, Alloh swt menyatakan:

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Alloh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).

Seorang yang khusyu’ saat melaksanakan ibadah, niscaya akan merasakan lezatnya berbisik-bisik dan memohon kepada Sang Kholiq. Hatinya menjadi damai dan selalu tenteram mengingat-Nya. Khusyu’ dalam sholat menjadi ruh sholat tersebut, dan sholat seorang hamba dinilai dengannya.

3. Jiwa yang Tidak Pernah Puas

Tenteram dan puasnya jiwa adalah kebahagiaan hidup yang tak ternilai. Namun, sayangnya tidak semua orang mendapatkan kepuasan jiwa dan kehidupan yang bahagia. Harta yang melimpah-ruah dan jabatan yang terpandang terkadang tidak mampu mengantarkan seorang kepada kebahagiaan hidup.

Rosululloh saw telah menjelaskan hakikat kaya dan tenteramnya jiwa dalam sabdanya:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, melainkan kayanya jiwa.” (Muttafaqun ‘alaih).

Sikap menerima pemberian Alloh swt dan merasa cukup dengan anugerahnya adalah ladang kesuksesan. Sabda Nabi Muhammad saw :

فَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

“Telah sukses orang yang masuk Islam dan diberi rizki yang cukup serta merasa puas dengan pemberian Alloh.” (HR . Muslim dari Abdulloh bin ‘Amr ra).

4. Do’a yang Tidak Didengar dan Tidak Dikabulkan oleh Alloh swt

Ini tentu suatu kerugian besar. Sebab, hamba tidaklah mampu mendatangkan maslahat bagi dirinya tanpa bantuan Alloh swt. Bagaimana tidak merugi, padahal Alloh swt telah menjanjikan akan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Alloh swt berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghofir: 60).

Tidak dikabulkannya do’a, bukan berarti Alloh swt ingkar janji, tetapi hamba itu sendiri yang belum memenuhi persyaratan diterimanya do’a.

Iklan

DO’A PENGHAPUS DOSA DAN PENUTUP AIB

Imam Muslim meriwayatkan melalui sahabat Nabi saw. Abu Huroiroh ra. bahwa ketika turun ayat 284 surat al-Baqoroh, yg menjelaskan; Alloh akan melakukan perhitungan terhadap apa yg diperbuat oleh manusia, baik oleh anggota tubuhnya maupun hatinya, yg terang-terangan maupun yg tersembunyi.
Maka sebagian sahabat mengeluh kpd Rosul saw. seraya berkata:
“Kami telah di bebani tugas yg tak mampu kami pikul.”
Maka Rosul saw. bersabda:
“Apakah kalian akan berucap seperti ucapan Bani Isro’il “kami mendengar tapi kami tidak memperkenankan .!”
Ucapkanlah:
“Kami dengar dan kami ta’ati, ampunilah kami Wahai Tuhan kami, dan kepada Engkaulah kami kembali.”
Alloh swt menyambut permohonan mereka dan turunlah penjelasan melalui al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 286:

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

“Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.”

(Di sini kita dapat pengertian bahwa sesungguhnya beban yang kita terima dari Alloh merupakan hasil dari perbuatan yang kita lakukan sebelumnya, akibat dari perbuatan kita sendiri.
Kita sendirilah yang telah mendholimi diri kita, karena Alloh swt di ayat yang lain menyatakan Dia tidak pernah sekalipun mendholimi hamba-hambanya-Nya.
Baginya semua apa yang telah diperbuatnya akan kembali kepada dirinya sesuai dengan yang telah diperbuatnya.

Karena konteksnya adalah perbuatan maksiat yang telah kita lakukan berdampak dosa, maka bunyi ayat selanjutnya kita diberi pengajaran cara memohon yang benar, agar Alloh swt jangan menghukum apabila dari perbuatan maksiat yang mengakibatkan dosa tersebut ada yang terlupa ataupun tidak sengaja melakukannya.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا
أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Tuhan kami …
Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah …

Tuhan kami …
Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami ..

(ini merupakan do’a yang sangat tepat, dimana kita memohon kepada Alloh swt untuk tidak menghukum kita karena terlupa atau tidak sengaja, dan juga memohon agar beban yang kita terima karena perbuatan dosa tidaklah memberatkan sebagaimana terjadi pada orang orang dahulu dan juga kita berdo’a memohon untuk supaya kita sanggup memikul beban akibat dosa-dosa tersebut.)

Tuhan kami …
Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang ta’sanggup kami memikulnya …

Beri ma’aflah kami …
Tutupilah kesalahan-kesalahan kami …
Dan rohmatilah kami …

(itu merupakan do’a taubat atas perbuatan dosa kita terdahulu, “beri ma’aflah kami” merupakan bentuk pengakuan atas kesalahan dan permohonan supaya dosanya diampuni.
Yang kedua “Tutupilah kesalahan-kesalahan kami” merupakan hal yang mendasar, bisa jadi kesalahan di maafkan dan dosa di ampuni, akan tetapi diberitahukan kepada yang lain, maka kita memohon agar Alloh swt menutupinya dan merahasiakannya kepada yang lain.
Dan ketiga “rohmatilah kami” merupakan suatu permintaan cinta dan kasih sayang dari Alloh swt terhadap kita, karena hanya dengan rohmat Alloh kita dapat meraih sorganya.
Inilah jalan taubat bagi kita, supaya terbebas dari beban derita yang kita terima, dan kembali mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya.)

Engkaulah Penolong kami …
Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir … (yang menutupi kebenaran dan mengingkari tuntunan-Mu).”

(Disini kita dapat memahami bahwa setiap manusia selalu diuji antara satu dengan yang lainnya, bahwa Alloh swt menguji sekelompok manusia dengan sekelompok manusia lainnya.)

Sebagaimana anjuran Rosululloh saw agar kita memperbanyak istighfar paling tidak 100.x setiap hari seperti yang dilakukan beliau saw sendiri, bahkan setelah selesai melakukan sholat beliau saw menganjurkan jangan berdiri sebelum beristighfar 3.x, untuk menghapus dosa-dosa kita baik secara terlupa atau tidak sengaja ataupun malah sengaja.

ISTIGHFAR DALAM BULAN ROMADLON

Dibaca setiap selesai sholat:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ، وَوَعْدِكَ، مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ. 3x

Ya Alloh ..
Engkau adalah Tuhanku ..
Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau yang telah menciptakan diriku ..
Aku adalah hamba-Mu .. dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu .. dengan segala kemampuanku .. perintah-Mu aku laksanakan ..
Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu ..
Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku ,, sementara aku senantiasa berbuat dosa ..
Maka ampunilah dosa-dosaku .. sebab tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau ..

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهُ
نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَاْلجَنَّةَ ، وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. 3x 

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang patut disembah selain Alloh .. ampunilah aku Ya Alloh ..
Ya Alloh .. kami mohon ridlo-Mu dan sorga .. dan kami berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka ..”

أَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا. 3x 
يَا كَرِيْمِ . 1x

“Ya Alloh .. sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia .. suka mengampuni .. maka ampunilah kami ..
Wahai Yang Maha Mulia ..

KEUTAMAAN SAYYIDUL-ISTIGHFAR

TAUBAT SEBAGAI SEBAB MERAIH SUKSES

Alloh swt berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah (pada awal, pertengahan dan akhir kehidupan) kalian kepada Alloh, wahai orang-orang yang beriman seluruhnya. Agar kamu beruntung”. (QS. An Nuur [24] : 31)”

Kedudukan/derajat taubat adalah kedudukan awal, pertengahan dan akhir dari kehidupan seorang hamba.
Maka seorang hamba yang berjalan menuju keridhoan Alloh swt, janganlah meninggalkannya.
Ia harus senantiasa bertaubat hingga ruh meninggalkan jasadnya (mati).
Sehingga ketika dia berpindah dari satu kedudukan dalam hidupnya maka taubat pun akan senantiasa menyertainya.

Alloh swt kaitkan taubat sebagai sebab dan kesuksesan sebagai akibat, redaksi ayat ini menggunakan kata لَعَلَّ yang memberikan kesan adanya harapan.

Alloh swt mengingatkan kita melalui ayat ini, jikalau kalian bertaubat maka kalian memiliki harapan untuk sukses, beruntung dan bahagia.
Sehingga tidaklah orang-oranng yang berharap kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan yang diridhoi Alloh swt, melainkan orang-orang yang bertaubat.

Rosululloh saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh. Karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali.” (HR. Muslim).

وَاللَّهِ إنِّي لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأتُوبُ إلَيْهِ فِي اليَومِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Alloh, sesungguhnya aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhori).

Mudah-mudahan Alloh swt menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaubat 70 sampai 100 kali dalam sehari dan mendapat kesuksesan, keberuntungan dan bahagia seperti yang dijanjikan oleh Alloh Yang Maha menerima taubat lagi Maha Pemurah memberi kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan .. Amiiiin ….

SAYYIDUL ISTIGHFAR

Do’a istighfar yang di anjurkan untuk dibaca siang dan malam hari oleh Rosululloh saw kepada kita adalah “Sayyidul-Istighfar”, (raja dari semua permohonan ampunan). Ia adalah do’a yang sangat agung dn utama.

Rosululloh saw bersabda:
“Penghulu istighfar ialah kamu mengucapakan:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ، وَوَعْدِكَ، مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Ya Alloh ..
Engkau adalah Tuhanku ..
Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau yang telah menciptakan diriku ..
Aku adalah hamba-Mu .. dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu .. dengan segala kemampuanku .. perintah-Mu aku laksanakan ..
Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu ..
Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku ,, sementara aku senantiasa berbuat dosa ..
Maka ampunilah dosa-dosaku .. sebab tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau ..

Barangsiapa yang membaca do’a ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga.
Barangsiapa yang membaca do’a ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.” (Muttafaq ‘alih).

KANDUNGAN MA’NA SAYYIDUL-ISTIGHFAR

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ …

“Wahai Alloh Engkau adalah Tuhanku, (Engkaulah yang menciptaku, Engkaulah yang mendidikku, Engkaulah yang memeliharaku dan memilikiku, dan Engkaulah yang menjadi Maha Rajaku)”.

Ketika menyebut kata “ROBBI” dapat terbayang dalam benak kita segala sifat-sifat Alloh swt. baik sifat perbuatan maupun sifat Dzat-Nya, baik yg dapat berdampak kpd mahluk-Nya maupun tdk.
Maka makna dlm kandungan kata ROBB, terhimpun semua sifat-sifat ALLOH yg dapat menyentuh makhluk. Pengertian “Rububiyyah” pendidikan dan pemelihara’an Alloh swt. mencakup pemberian rizki, pengampunan dn kasih sayang juga amarah, ancaman, siksa’an dll.

لَاإِلهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ

“Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau yang telah menciptakan diriku (dari tiada menjadi ada)”.

وَأَنَا عَبْدُكَ

“Dan aku adalah hamba (yang berada dalam kekuasa’an)-Mu“

وَأنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ

“Dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu (dalam kalimat Syahadat)”.

. مَااسْتَطَعْتُ

“Dengan segala kemampuanku (aku melaksanakan perintah-Mu)”.

وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ

“Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu (dari nafsuku, dari kejahatan setiap makhluk dan dari goda’an rayuan setan yg membisikkan keburukan dalam hati dan pikiranku)”.

أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي

“Engkau telah menganugrahkan (aneka) nikmat-Mu atas diriku, sementara aku senantiasa berbuat (kema’siatan dan) dosa (terhadap-Mu)”.

فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

“Maka (tutupilah aibku) ampunilah dosa-dosaku, sebab tiada yang dapat (menutupi aib) mengampuni dosa kecuali Engkau”.

Demikian tuntunan dan petunjuk Nabi Muhammad saw. bagian dari rohmat dn kasih sayang beliau saw kepada kita, siapa yang mengucapkannya di pagi hari lalu ia mati di siang itu maka ia masuk sorga, jika ia membacanya di malam hari dan ia mati sebelum pagi maka ia masuk sorga. Semoga kita dapat mengamalkannya secara terus menerus (istiqomah) hingga ajal. Amiiiin ….

MENGENAL PERINTAH ALLOH SWT

Alloh swt memerintahkan kepada kita agar meneladani Nabi Muhammad saw .. agar kita berpegang teguh bahkan meningkatkan pengetahuan tentang Alloh dan ke-Esa-an-Nya .. mengagungkan-Nya, sehingga hati selalu terbuka untuk menerima hidayah dan meningkat amal-amal kita.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah -berpegang teguhlah dengan pengetahuanmu-, bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan -pengatur dan pengendali alam raya yang wajib disembah- melainkan Alloh ..
dan mohonlah ampunan bagi dosamu .. dan -ampunan dosa- bagi orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan ..

( أَستَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيمُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ )

dan Alloh -senantiasa- mengetahui hilir-mudik kehidupan dunia kamu -dalam usaha kamu di dunia mengetahui pula waktu serta rinciannya- dan -mengetahui pula tempat- kediaman kamu -di akherat beserta rincian pahalanya- ..
-Alloh mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan diri kamu, baik sewaktu kamu bergerak maupun diam, karena itu berhati-hatilah jangan sampai kamu durhaka sehingga dikunci mati hati kamu ..” – (QS.47:19).

Ayat diatas menuntut seseorang untuk mengetahui Alloh sekuat kemampuannya .. Mengenal-Nya dari dekat, dengan mendekatkan diri kepada-Nya, serta mempelajari pengenalan diri-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad saw, al-Qur’an yang terbaca dan terhampar.

Perintah memohonkan pengampunan bagi kaum mukminin dan mukminah mengisyaratkan perlunya memberi perhatian kepada pihak lain.
Seseorang hendaknya tidak hanya menyempurnakan diri, tetapi juga berusaha menyempurnakan dan membimbing dengan cinta dan kasih sayang kepada orang lain untuk menuju kesempurnaan hidup dunia dan akherat.

BERDZIKIR DENGAN DZIKIR YANG BANYAK

Laki-laki yang banyak berdzikir menyebut nama Alloh dan perempuan yang banyak berdzikir menyebut nama Alloh .. Alloh telah menyediakan untuk tiap-tiap orang dari mereka ampunan dan pahala yang besar.

Dzikir mengingat Alloh dengan hati dan menyebut dengan lisan, dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, menghadirkan sifat-sifat-Nya yang sempurna dan agung ..

ALLOHU ROBBI .. الله ربي
“Tuhan kami hanyalah Alloh ..”

Ketika seseorang sudah memiliki keyakinan yang kuat tentang apa yang dipelajari ..
Mengetahui (memiliki ilmu) tentang fadhilah dan keutamaan ibadah tertentu .. maka pastinya akan menyebabkan ia lapang hatinya melakukan ibadah tersebut ..
Begitu pun orang yang mengetahui mengenai keutamaan dzikir (mengingat Alloh), ia akan terdorong untuk rajin dan istiqomah mengerjakan dzikir tersebut ..

Alloh swt berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang percaya dan mengatakan dengan lidahnya bahwa:
“TUHAN KAMI HANYALAH ALLOH ..”
Mengatakannya sebagai cerminan kepercayaan mereka tentang kekuasaan dan ke-Maha-Esa-an Alloh ..
Kemudian mereka sungguh-sungguh beristiqomah meneguhkan pendirian mereka dengan melaksanakan tuntunan-Nya ..
Maka akan turun malaikat-malaikat mengunjungi mereka dari waktu ke waktu secara bertahap hingga menjelang ajal, untuk meneguhkan hati mereka sambil berkata ..:
“Janganlah kamu takut menghadapi masa depan, dan janganlah kamu bersedih atas apa yang telah berlalu ..
Dan bergembiralah dengan perolehan sorga yang telah di janjikan Alloh melalui Nabi Muhammad kepada kamu.”

نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

Setalah para malaikat itu menenangkan orang-orang beriman ..
mereka melanjutkan bicara guna menunjukkan hubungan keakraban ..
Mereka berkata: ..
“Atas perintah Alloh kamilah yang menjadi pelindung-pelindung kamu ..
Yang sangat dekat kepada kamu dan selalu siap menolong dan membantu kamu dalam kehidupan dunia dan demikian juga di akhirat ..
Dan yakinlah bahwa bagi kamu di dalam sorga sana, apa pun yang kamu inginkan dari aneka keni’matan, dan bagi kamu juga di sana apa yang kamu minta ..
Itu sebagai hidangan pendahuluan bagi kamu sebelum anugrah lainnya yang lebih jauh daripada yang kamu angan-angankan ..

نُزُلا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Semua itu adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” ..
(41:30-32).

Istiqomah ialah konsisten dan setia melaksanakan apa yang di ucapkan ..
Konsistensi dalam kepercayaan tentang ke-Esa-an Alloh serta konsekuensinya pengamalan hingga datangnya ajal ..
Dan itu memerlukan taufik, hidayah dan bantuan Alloh ..
Karena itu bermohonlah agar istiqomah tersebut tetap terus terpelihara .. ya’ni tidak mempersekutukan Tuhan dengan sesuatu apapun, berhala, manusia, malaikat, iblis, setan, jin, binatang, benda dll ..
Ibadahpun tidak di lakukan dengan riya’, bahkan beramal sesuai yang di ridhoi-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya ..

Turunnya malaikat kepada seseorang dalam kehidupan ini di tandai dengan terbetiknya dalam hati yang bersangkutan atas dorongan untuk berbuat baik, serta adanya optimisme ..
Berbeda dengan peranan setan yang selalu mengajak kepada kedurhakaan dan menanamkan pesimisme dan keputus-asaan ..

Perlu di ketahui bahwa malaikat-malaikat yang dimaksud bukanlah malaikat pengawas manusia dalam kehidupan ini, atau malaikat pembawa rizki, tetapi malaikat husus yang ditugaskan Alloh mendukung dan menemani orang-orang beriman ..

Disebutkan dua macam pengabulan ..
Yang pertama:
Dengan menggunakan kalimat:
“Apa yang kamu inginkan”
Yang di inginkan adalah hal-hal yang terhampar dalam kenyataan ..
Bisa juga difahami dalam arti pengabulan keinginan syahwat jasmani dan tertuju kepada yang bersangkutan ..
Dan yang kedua:
“Apa yang kamu minta”
Adalah hal-hal yang terbetik dalam benak ..
Bisa juga di artikan permohonan apapun baik untuk diri sendiri maupun orang lain , baik berkaitan dengan syahwat jasmani maupun rohani ..

Sufyan ats-Tsaqofi pernah memohon kepada Nabi Muhammad saw untuk diberi jawaban yang menyeluruh tentang islam, sehingga dia tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain ..
Nabi saw menjawab singkat:
“Qul amantu billah tsumma istaqim – Ucapkanlah .! Aku beriman kepada Alloh , lalu konsistenlah.”
(HR. Muslim).

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya, daripada orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal yang sholeh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’.” – (QS.41:33).

ALLOHU ROBBI .. الله ربي
“Tuhan kami hanyalah Alloh ..”

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang percaya dan mengatakan secara tulus dan benar bahwa:
“TUHAN KAMI HANYALAH ALLOH .. Pencipta, Pemelihara dan yang terus berbuat baik kepada kami adalah Alloh yang tiada Tuhan Penguasa Dan pengatur alam raya selain-Nya”
Kemudian miskipun berlalu sekian lama dari ucapan dan keyakinan itu, mereka tidak digoyahkan oleh aneka godaan, cobaan serta ujian dan mereka tetap istiqomah, bersungguh-sungguh konsisten dalam ucapan juga perbuatannya ..
Maka tidak ada kehawatiran atas mereka, dan tidak ada rasa takut menguasai jiwa mereka pada hal-hal yang bakal terjadi, betapapun hebatnya peristiwa itu ..
Dan mereka tiada pula berduka cita atas apa saja yang telah terjadi, betapapun besarnya yang terjadi ..
Ini di sebabkan karena hati mereka sudah demikian tenang dengan kehadiran Alloh bersama mereka ..

أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Mereka itulah penghuni-penghuni sorga, mereka kekal didalamnya selama-lamanya, sebagai imbalan atas apa yang telah senantiasa mereka kerjakan ..”
(QS.46:13-14).

Kalimat: “ALLOHU ROBBI” merupakan sistem yang menyeluruh bagi kehidupan ..
Mencakup semua kegiatan dan arah ..
Semua gerak detak dan detik hati serta pikiran ..

“ALLOHU ROBBI” yang menegakkan tolak ukur bagi pikiran dan perasaan ..
Bagi manusia dan segala sesuatu ..
Bagi amal perbuatan dan peristiwa-peristiwa ..
Bagi hubungan-hubungan pada seluruh wujud ini ..
Sehingga hanya kepada-Nya tertuju suatu ibadah ..
Hanya kepada-Nya kita mengarah ..
Hanya kepada-Nya kita takut ..
Hanya kepada-Nya kita dapat mengandalkan ..

Tidak ada sesuatu dan perhitungan selain-Nya ..
Tidak ada rasa takut dan harapan terhadap selain-Nya ..
Sehingga semua kegiatan, pemikiran, pengagungan hanya tertuju kepada-Nya ..
Semua mengharapkan ridho hanya kepada-Nya ..
Tidak ada penyelesaian hukum kecuali dari-Nya ..
Tidak ada kekuasaan kecuali syari’at-Nya ..
Tidak ada petunjuk kecuali petunjuk-Nya ..

MENDO’AKAN RONA ROSYADA

RONA ROSYADA

Rosululloh saw bersabda:
“Tidak ada satu do’a pun yang dipanjatkan kecuali ia menjadi simpanan kebaikan bagi yang berdo’a.”
Beliau saw juga bersabda:
“Berdo’a itu bermanfaat bagi sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian banyak berdo’a.”

Dari Sayyidah ‘Aisyah ra, ia berkata:
“Rosululloh saw berziyarah kepada salah seorang keluarganya yang sedang sakit maka ia mengusap si sakit dengan tangan kanannya sambil membaca :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
اَللّهُمَّ رَبًّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ ( رَنَا رَشَداً )
إِشْفِ فَأَنْتَ الشَّفيِ لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً

“Ya Alloh .. Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya (Rona Rosyada) ..
Sembuhkanlah ia, hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi ..”
(HR. Bukhori dan Muslim)

.

KEMATIAN .. ia tidak bisa ditunda, tidak dapat diperpanjang dengan alat-alat medis, dan penjemputnya tidak bisa disuap dengan harta sebanyak apapun untuk menunda sedetik dua detik ..

.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un ..
Dan kini kau pergi ..
Meninggalkan cinta yang telah berlabuh untukmu ..
Cinta yang ikhlas, ketika menyapamu ..
Cinta yang dihadirkan, ketika melihatmu .. terbaring tanpa daya
Cinta yang tulus, ketika melepasmu ..

Dan kini kau pergi ..
Hanya ada, namamu di hati setiap sanubari yang merindukan ..
Hanya ada wajahmu yang teringat dalam bayang bayang setiap kenangan ..
Hanya ada senyum mu yang membuat duka itu perlahan menghilang ..
Hanya ada hatimu, yang selalu riang tanpa beban mengisi kisah hari-hari perjalananmu ..

Aku berharap kamu menjemput orang tuamu saudara-saudarimu dengan kereta kencana bertahtakan intan permata bersama bidadari-bidadari sorga ..
Dan kita hidup dalam kebahagiaan abadi bersama Selamanya ..

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا.

“Ya Alloh ..
Jadikan kematian anak perempuan ini (Rona Rosyada) sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami.”

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا.
اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهَا مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهَا أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهَا فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهَا بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا،
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ.

“Ya Alloh ..
Jadikanlah kematian anak perempuan ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafa’at yang dikabulkan do’anya.

Ya Alloh ..
Dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan orang tua anak perempuan ini dan berilah mereka berdua pahala yang agung.
Kumpulkanlah ia dengan orang-orang yang sholih dan jadikanlah ia tanggung jawab Nabi Ibrohim as.
Peliharalah ia dengan rohmat-Mu dari siksaan neraka Jahim.
Berilah ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ia keluarga (di sorga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia).

Ya Alloh ..
Ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang men-dahului kami dalam keimanan.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئاً نَعْلَمُهُ وَ نَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ

“Ya Alloh ..
Sesungguhya kami berlindung kepada-Mu agar tidak menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui. Dan kami memohon ampun kepada-Mu dari sesuatu yang kami tidak mengetahuinya.”

ROHMAT ALLOH ATAS MENINGGALNYA ANAK YANG BELUM BALIGH

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra, Rosululloh saw bersabda:
“Apabila anak seorang hamba telah mati, maka Alloh berfirman kepada para malaikat-Nya:
“Apakah kalian telah mematikan anak hamba-Ku ..?”
Mereka menjawab: “Ya”
Dia berfirman:
“Apakah kalian telah mematikan buah hatinya ..?”
Mereka menjawab: “Ya”
Dia berfirman:
“Apakah yang diucapkan oleh hamba-Ku ..?”
Mereka menjawab:
“Ia telah memuji-Mu dan mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Alloh dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali)”.
Maka Dia berfirman:
“Bangunlah sebuah rumah di sorga untuk hamba-Ku dan namakan Baitul-Hamdi (rumah pujian).”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, Rosululloh saw bersabda kepada kaum wanita:
“Tidak ada seorang wanita pun di antara kamu sekalian yang kematian tiga orang anaknya, kecuali anak-anaknya itu akan menjadi pelindung baginya dari api neraka.”
Seorang wanita bertanya:
“Dan dua orang anak .?”
Rosululloh menjawab:
“Dan dua orang anak.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

Dari Jabir ra, ia berkata:
“Aku telah mendengar Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang kematian tiga orang anaknya, dan ia rela, maka ia akan masuk sorga.”
Kami bertanya:
“Wahai Rosululloh, bagaimana dengan dua anak .?”
Beliau menjawab:
“Dan dua anak.”
Salah seorang perawi berkata kepada Jabir ra:
“Aku berpendapat, bahwa sekiranya engkau berkata satu, niscaya beliau akan mengatakan satu juga.”
Jabir berkata:
“Aku kira demikian.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

Di samping para malaikat dan Hurul-aini (bidadari syorga), maka kanak-kanak yang meninggal dunia sebelum baligh, juga menyambut kedatangan ibu bapanya di pintu syurga.

Rosulluloh saw bersabda :
“Ketika aku mikraj ke langit, tiba-tiba aku mendengar suara kanak-kanak, aku bertanya :
“Wahai Jibril, siapakah mereka itu .?”
Jibril menjawab:
“Mereka adalah anak cucu orang Islam yang meninggal dunia sebelum baligh. Mereka itu diasuh oleh Nabi Ibrohim, sampai orang tuanya datang.”
(HR. Abu Daud).

Anak-anak orang Islam yang meninggal dunia pada waktu kecil, di alam Barzakh dia dikumpulkan pada suatu tempat dibawah penjagaan Nabi Ibrohim as.
Setelah kiamat tiba, mereka langsung dipindahkan ke dalam syorga. Jadi mereka tidak melalui Mahsyar, Hisab, Mizan dan sebagainya.

Rosulluloh saw bersabda :
“Tiap-tiap anak orang Islam yang mati sebelum baligh akan dimasukkan ke dalam sorga dengan rohmat Alloh.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

Di kisahkan:
“Setelah dipindahkan ke dalam sorga, maka anak-anak kecil ini lupa kepada kehidupan dunia.
Mereka lupa kedua ibu bapanya, lupa kepada kampung halamannya dan sebagainya.

Tiba-tiba pada suatu saat, ketika mereka sedang bermain-main meni’mati kesenangan sorga, maka ada malaikat yang memberitahukannya:
“Wahai Wildan, lupakah kamu kepada kedua orang tuamu .? Sekarang mereka sudah berada di pintu syurga.”

Ketika itulah baru mereka tahu dan ingat kembali kepada ayah bunda mereka yang selama ini mereka lupakan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh malaikat itu, dalam keadaan menangis dan membawa air dengan segera mereka berlari menuju ke pintu sorga.
Sesampainya di sana, mereka melihat Hurul-aini sedang tegak berbaris sepanjang jalan dengan memakai pakaian dan perhiasan yang serba indah.
Setelah pintu sorga terbuka, dengan diiringi nyanyian merdu Hurul-aini, maka orang-orang pun berebut masuk ke dalamnya, dan ketika itulah anak-anak kecil ini sibuk mencari kedua ibu bapanya.

Mereka mencari ke sana ke mari, tetapi tidak berjumpa. Sambil menangis dan memegang air di tangan maka pergilah mereka kepada malaikat serta bertanya:
“Wahai malaikat, mana ayah dan ibu kami .?”

Menjawab malaikat:
Wahai Wildan, sungguh malang nasib kamu, kedua orang tua kamu terjatuh ke dalam neraka.”

Mendengar ungkapan yang demikian itu, maka anak kecil tadi menangis sejadi-jadinya, menangis menghiba dengan ratapan yang menyayat hati :
“Wahai ibuku, wahai ayahku, apakah kesalahanmu, apakah dosamu sehingga kamu terjatuh ke dalam neraka .?”
Begitulah ratapan mereka.

Berkata Malaikat: “Wahai wildan jangan menangis, pergilah kamu memohon bantuan kepada Nabi Muhammad saw.”

Setelah anak kecil ini mengadu kepada Nabi Muhammad saw, maka Nabi Muhammad pun mengangkat kedua tangannya berdoa, lalu dikeluarkanlah orang-orang mukmin yang berada dalam neraka itu.

Inilah tiga syafaat Nabi Muhammad saw di akhirat:
Petama, pada waktu ditimbang antara dosa dan pahala.
Kedua, pada waktu meniti Shirothol-Mustaqim.
Ketiga ketika mengeluarkan orang dari dalam neraka.

Maka ketika itu bertemulah antara anak-anak kecil tadi dengan kedua orang tuanya dengan perasaan gembira.

Alloh swt berfirman :
“Pada hari itu mereka berjumpa dengan perasaan gembira.”
(Ad-Dahr: 11)

Rosululloh saw bersabda:
“Alloh swt berfirman pada hari kiamat pada anak-anak :
“Masuklah kalian ke dalam Sorga.”
Anak-anak itu berkata:
“Ya Robbi, kami menunggu hingga Ayah Ibu kami masuk.”
Lalu mereka mendekati pintu Sorga, tetapi tidak mahu masuk ke dalamnya. Alloh Berfirman lagi:
“Mengapa Aku lihat mereka enggan masuk .. masuklah kalian ke dalam syurga”
Mereka menjawab:
“Tetapi bagaimana dengan orang tua kami .?”
Alloh pun berfirman:
“Masuklah kalian ke dalam Sorga bersama orang tua kalian.”
(Hadis Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil Bin Syu’ah yang bersumber dari sahabat Nabi saw.)

Penegasan ini oleh Alloh swt dimaksudkan untuk menampakkan betapa besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh rohmat, ridho, qodho’ dan qodar Alloh swt .. []

DO’A DO’A MUSTAJABAH

DO’A YANG DI LARANG
(QS. Hud. 11 : 46-47)
 
Suatu ketika Nabi Nuh as memohon kepada Alloh swt, namun mendapat teguran dari Alloh krn permohonannya di anggap oleh Alloh tidak pada tempatnya.
Alloh sw, berfirman :
 
 فَلاَ تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ   
 
“Janganlah (dalam ke’ada’an dan bentuk apapun) kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya.
Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu (untuk tidak mengulangi kekeliruan itu) agar supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang jahil (tidak berpengetahuan).”
(11:46)

Maka Nabi Nuh as pun berdo’a:
 
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ   
“Tuhanku ..
Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada-Mu sesuatu (apapun) yang aku tiada mengetahui (tentang hakekat)nya (serta tidak juga mengetahui tentang boleh tidaknya sesuatu itu dimohonkan).
Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, (dengan menghapus dosa dan kesalahanku, yang lalu, sekarang dan di masa akan datang) dan (tidak) merohmatiku (dengan rohmat-Mu yang Maha Luas itu) niscaya aku termasuk orang-orang yang rugi.” (QS.11:47)

DO’A INTI IBADAH

Rosululloh saw bersabda:
الدُّعاء مُخُّ العبادةِ
“Do’a adalah inti ibadah”
Lalu beliau saw membaca:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman:
“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”
(HR. Tirmidzi)

اَلدُّعَاءُ هُوَ اْلعِبَادَةُ
“Do’a adalah ibadah.” 
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Daud, Ahmad, dan Bukhori).
Hal ini menunjukkan bahwa do’a adalah jenis ibadah yang terpenting bila ditinjau dari dua sisi:

Rosululloh saw menyebutnya dengan dhomir munfashil هو menunjukkan penegasan.
Rosululloh menyebut ibadah dengan alif dan lam ال seakan-akan beliau mengatakan:
اَلدُّعَاءُ هُوَ اْلعِبَادَةُ لَا غيرهُ
artinya Do’a itu adalah ibadah bukan yang lainnya.

MANFAAT DO’A

Jika do’a itu dilakukan karena melaksanakan perintah Alloh swt dan sunnah Rosululloh saw, maka do’a itu menjadi ibadah ..

Rosululloh saw bersabda:
“Tidak ada satu do’a pun yang dipanjatkan kecuali ia menjadi simpanan kebaikan bagi yang berdo’a.”
Sabdanya lagi:
“Berdo’a itu bermanfaat bagi sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian banyak berdo’a.”

PERINTAH IBADAH DGN BERDO’A

Dalam al-Qur’an Alloh swt memerintahkan untuk  berdo’a dan Dia menjanjikan pengabulannya. Do’a mempunyai dua makna:

1. Do’a ibadah دعاء العبادة , yaitu do’a yang dilakukan untuk melaksanakan perintah-Nya, bahwasannya Alloh memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berdo’a.
Di saat Anda berdo’a kepada Alloh sebagai realisasi dari perintah-Nya berarti do’a tersebut adalah ibadah.

Firman Alloh swt:
أدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.”
Jika Anda berdo’a kepada-Nya berarti Anda melaksanakan perintah-Nya, jika Anda melaksanakan perintah-Nya berarti  itu adalah ibadah.

2. Do’a mas’alah (permintaan) دعاء المسئلة , yaitu berdo’a kepada Alloh untuk dapat meraih manfaat dan menolak mudhorot.

Kedua jenis do’a ini bernilai ibadah kepada Alloh swt, tetapi yang pertama lebih utama.

Barangsiapa berdo’a kepada Alloh untuk dapat meraih manfaat dan menolak  mudhorot yang merupakan pelaksanaan dari perintah Alloh berarti telah menggabungkan do’a ibadah dan do’a mas’alah.

Adapun hadits yang disebutkan:
الدُّعاء مُخُّ العبادةِ
do’a itu intinya ibadah, مُخُّ Mukh adalah otak, inti atau sesuatu yang membuat berdiri (hidup), ya’ni bahwa ibadah itu hanya akan berdiri dengan do’a, sebagaimana manusia tidak akan berdiri (hidup) kecuali dengan otak.
Menunjukkan penghadapan diri kepada Alloh dan berpaling dari yang selain-Nya. Hadits ini juga menunjukkan posisi do’a di antara jenis-jenis ibadah lain.

Hal ini menunjukkan bahwa do’a adalah ibadah bahkan dikategorikan sebagai ibadah yang paling mulia. Alloh swt berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina (sebagai balasan atas kesombongan mereka).”
(QS. Al-ghofir: 60)

MULIA DISISI ALLOH DGN DO’A

Tidak mungkin seseorang menjadi mulia dan kuat dengan pontang-panting, jungkir-balik atau bersibuk-sibuk mengejar jabatan, kekuasaan, kekayaan dan popularitas atau ketenaran dengan asumsi bahwa bila ia sudah menjadi pejabat, berkuasa dan kaya maka ia akan menjadi manusia mulia, kuat, hebat dan sukses.

Sumber kemuliaan seseorang terletak pada istiqomah dan kesungguhannya berdo’a dan bermunajat kepada Alloh swt.
Rosululloh saw menggambarkan kegiatan berdo’a sebagai perkara yang paling mulia di sisi Alloh swt.
Beliau saw bersabda:
”Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Alloh daripada do’a.”
(HR. Ibnu Majah)

TIADA HARI TANPA DO’A

Dari Sayyidati ‘Aisyah ra, Rosululloh saw bersabda:
“Betapapun banyaknya kebaikan seseorang bila tidak diiringi dengan kerendahan hati untuk memohon dan merasa butuh kepada Alloh melalui do’a, maka orang itu tidak akan memperoleh ganjaran atas segenap kebaikannya tersebut.”
Sayyidah ‘Aisyah ra berkata:
“Ya Rosululloh, di masa jahiliyyah Ibnu Jud’an menyambung tali silaturrohmi dan memberi makan kepada orang miskin. Apakah hal itu dapat memberikan manfaat bagi dirinya .?”
Nabi saw menjawab:
“Semua itu tidak akan memberikan manfaat baginya karena sesungguhnya dia tidak pernah seharipun berdo’a:
”Ya Tuhanku, ampunilah kesalahanku pada hari Kamat.”
(HR. Muslim).

“Dan Tuhanmu berfirman: أدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu’. ”
(QS. al-Mu`min: 60)

BERDO’A DENGAN SABAR DAN SHOLAT

Alloh swt mengajarkan bagaimana cara berdo’a dengan berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat.”
(QS. Al-Baqoroh: 153)

Diriwayatkan dari Hudzaifah ra, disebutkan bahwa Nabi saw apabila dihadapkan pada suatu masalah maka beliau segera sholat.
(HR. Abu Dawud dan Ahmad)

“Dua macam sabar :
Yg pertama, Sabar untuk Alloh dengan menjalankan apa yang Dia cintai walaupun berat bagi jiwa dan badan.
Yg kedua, Sabar untuk Alloh dari segala yang Dia benci walaupun keinginan nafsu menentangnya.
Siapa yang kondisinya seperti ini maka dia termasuk dari golongan orang-orang yang sabar.”
(Tafsir Ibnu Katsir)

Itulah sabar yg mendekatkan kemudahan dan pengabulan dari Alloh swt.

Dua macam sabar dalam ayat diatas:
Sabar yg pertama, dalam rangka meninggalkan berbagai perkara haram dan dosa, dan sabar dalam menjalankan keta’atan dan ibadah.
Sabar yg kedua, adalah sabar dalam pengamalannya ya’ni berusaha dgn sungguh-sungguh.

DZIKIR WIRID DAN DO’A-DO’A

KEAJAIBAN YANG MENAKJUBKAN

Rosululloh saw bersabda:
“Segala sesuatu -ya’ni setiap aktivitas yang baik seorang muslim- yang tidak dimulai dengan BISMILLAH
( بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ )
Maka, terputus -nilai barokahnya-.”

Sesungguhnya sebaik-baik do’a adalah HAMDALAH dan barangsiapa dikaruniai Alloh keni’matan hendaklah dia bertahmid kepada Alloh.
( أَلْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ )
“Segala puji bagi Alloh, Tuhan pemelihara semesta alam raya.”

Barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah dia bertaubat dan beristighfar, Alloh swt berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah (pada awal, pertengahan dan akhir kehidupan) kalian kepada Alloh, wahai orang-orang yang beriman seluruhnya. Agar kamu beruntung.” (QS.24:31)”
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu .. dan -ampunan dosa- bagi orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan ..” – (QS.47:19).
( أَستَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيمُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ )
“Ampunilah aku Ya Alloh, ampuni juga orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan.”

Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah mengucapkan
( لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِيّ الْعَظِيْمِ )
“Tiada daya-upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

DO’A KELUAR DARI RUMAH

Dari Anas bin Malik ra, Rosululloh bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ” قَالَ: « يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ… بِرَجُلٍ   : قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Jika seseorg keluar dari rumahnya lalu membaca :
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Demi nama Alloh .. hanya kepada Alloh aku bertawakkal menyerahkan diri segala persoalan urusan dunia dan akhirat ..
Tiada daya untuk mendatangkan manfa’at .. dan tiada upaya untuk menolak mudhorot .. Melainkan atas pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung ..
Maka malaikat akan berkata kepadanya:
“-sungguh- kamu telah diberi petunjuk -oleh Alloh Ta’ala-, dicukupkan -dalam segala keperluanmu- dan dijaga -dari semua keburukan-,”
Sehingga syetan syetan-pun tidak bisa mendekatinya, dan setan yg lain berkata kpd temannya:
Bagamana -mungkin- kamu bisa -mencelakakan- seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga -oleh Alloh Ta’ala- ..?”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

DO’A SAKIT HATI

iri , dengki , benci , bahkan dendam , sampai pada puncaknya menyebarkan fitnah .. sesungguhnya itu adalah racun yang akan menggerogoti hati ..
Karena setiap saat kita akan selalu mencari-cari kesempatan agar mampu membalas menyakiti hati dan menghancurkan perasaan orang itu bahkan kalau mampu akn menghancurkan kehidupannya , agar hati dan perasaan kita pun menjadi puas ..
Tetapi benarkah .!
hati dan perasaan kita menjadi puas .. menjadi tenang .. setelah terlaksana .?

Sesungguhnya iri, dengki, benci dan fitnah adalah bisikan-bisikan setan yang akan menjerumuskan kita dalam kesesatan.
Al-Qur’an mengajarkan kepada kita, bagaimana cara agar tidak lebih jauh mengikuti langkah-langkah setan.
Alloh swt berfirman:
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Alloh.
Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-A’rof: 200).

Setiap sa’at dan waktu setan-setan berupa jin dan manusia akn selalu datang merayu dengan bisikan-bisikan yang menggoda atau ajakan-ajakan yang menjanjikan kesenangan duniawi.
Hendaklah kamu meneguhkan iman serta memantapkan kesabaranmu dan mohonlah kepada Alloh swt:

رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ

“Tuhanku ,,
Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan syaitan.”
(23:97)
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

“Dan aku berlindung (pula) kepada-Mu Tuhanku ,, dari kedatangan mereka kepadaku (dalam segala aktifitasku, baik duniawi maupun ukhrowi, walaupun kedatangan setan-setan itu bukan untuk merayu, karena kehadirannya di satu tempat saja sudah merupakan ancaman bagiku).”
(23:98).

DO’A PELEPAS LELAH

Mengurusi rumah tangga memang cukup melelahkan. Memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan mengasuh anak-anak adalah rutinitas tiap hari ibu rumah tangga. Pantas saja jika akhirnya banyak keluarga yang memilih solusi praktis dengan menyewa pembantu.

Pun begitu, keberadaan seorang wanita yang bukan mahram di tengah-tengah keluarga tentu menimbulkan masalah baru. Apalagi jika si pembantu adalah gadis belia yang masih lugu dan tidak faham agama. Biasanya ia akan berpakaian seadanya di rumah majikan, tanpa peduli bahwa majikan lelaki adalah orang asing yang bukan mahramnya.

Bila keluarga yang bersangkutan juga minim iman dan takwa, maka tidak mustahil keberadaan si pembantu semakin mengundang fitnah.

Namun, tahukah Anda bahwa segala masalah itu ada solusinya .?
Tahukah Anda bahwa solusi ini cukup mudah, murah, dan juga bebas fitnah .?

Untuk mengetahui jawabannya, marilah kita simak penuturan Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib ra tentang beratnya tugas seorang ibu rumah tangga.
Tahukah Anda siapa ibu rumah tangga yang dimaksud .?
Dia adalah wanita mulia puteri lelaki pemimpin ummat. Dialah wanita penghuni sorga yang demikian sabar dalam mengurus rumah tangganya, dialah Sayyidah Fatimah ra puteri Rosululloh saw.

Sayyidina ‘Ali ra menuturkan bahwa: Fatimah pernah mengeluh kepadanya, ia merasa bahwa pekerjaan menggiling gandum dengan batu demikian berat baginya. Suatu ketika, Fatimah mendengar bahwa Rosululloh saw mendapat seorang budak. Fatimah pun mendatangi rumah ayahnya dalam rangka meminta budak tadi sebagai pembantu baginya. Akan tetapi Rosululloh saw sedang tidak ada di rumah. Fatimah lantas mendatangi ummul mukminin ‘Aisyah dan menyampaikan hajatnya.

Ketika Rosululloh berada di rumah ‘Aisyah, ia menceritakan hal tersebut kepada Rosululloh. Rosululloh lantas mendatangi kami (‘Ali dan Fatimah) saat kami telah berbaring di tempat tidur. Mulanya, kami hendak bangun untuk menghampiri beliau, namun beliau menyuruh kami tetap berada di tempat.

“Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?”
Tanya beliau. “Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah:

Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ
33 kali.

Tahmid
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ
33 kali, dan

Takbir
أَللهُ أَكْبَرُ
34 kali.

Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

Semenjak mendengar nasihat Rosululloh saw, Sayyidina ‘Ali ra ta’pernah ia lalai meninggalkan wirid itu, bahkan di malam perang Shiffin ia membacanya, sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat Imam Bukhori.

Tahukah Anda, apa yang sebenarnya dikeluhkan oleh Sayyidah Fatimah ra .?
Beliau mengeluh karena kedua tangannya bengkak akibat terlalu sering memutar batu penggiling gandum yang demikian berat.

Subhanalloh, ternyata puteri tercinta Rosululloh saw demikian berat ujiannya. Pun begitu, beliau saw ta’segera memenuhi keinginan puterinya itu. Namun beliau ra mengajarkan sesuatu yang lebih bermanfaat baginya dari seorang pembantu.
Sesuatu yang menjadikannya semakin dekat kepada Alloh swt dengan mematabkan tawakkal, Itulah wirid pelepas lelah.

DO’A KETIKA MENGHADAPI COBA’AN

Rosululloh saw bersabda:
“Jika suatu masalah, kesusahan dan coba’an menimpa kalian, maka bacalah:
الله الله رَبَّنَا لاَ نُشْرِكُ بِهِ شَيْئَا

“Alloh .. Alloh .. Wahai Tuhan kami .. kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun.”
(HR. Thobroni)

Cara dzikir dan do’a:
الله … الله … رَبَّنَا لاَ نُشْرِكُ بِهِ شَيْئَا … 24 x

Ya Allohu … Ya Rohmanu Ya Rohim … 3 x

Betapa banyak ni’mat yang Engkau berikan pada kami, tapi syukur kami kepada-Mu sangatlah sedikit …
Betapa banyak coba’an yang Engkau timpakan kepada kami, tapi sabar kami sangatlah sedikit …

Ya Allohu … Ya Hayyu Ya Qoyyum … 3 x

Jaga dan peliharalah kami dengan naungan yang Engkau tidak menghendaki …
Belas kasihanilah kami dengan takdir-Mu yang baik dari pengharapan kami …

Ya Allohu … Ya Maalikal-Mulk … 3 x

Engkau pemberi ni’mat … rasa terimakasih kami amatlah sedikit, tapi Engkau tidak memutus ni’mat kami …
Engkau meenurunkan coba’an … sedangkan sabar kami sangatlah sedikit, tapi Engkau tidak menelantarkan kami …
Engkau melihat kesalahan-kesalahan kami, tapi Engkau tidak membuka aib kami …

Ya Allohu … Ya Dzal-jalali wal-ikrom … 3 x
Engkau yang memiliki pengetahuan Yang tidak berkurang selama-lamanya …
Engkau yang memiliki ni’mat yang tak terhitung banyaknya … kami memohon kepada-Mu untuk mencurahkan rohmat kepada Nabi Muhammad, kepada sahabat beliau Abu Bakar as-Shiddiq, ‘Umar al-Faruq, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Tholib, dan sahabat Muhajirin dan Anshor, juga kepada keluarga serta keturunan beliau dan orang-orang yang mengikuti beliau …
Berkat kedudukan mereka disisi-Mu … kami memohon kepada-Mu … jalan keluar yang cepat … kesabaran yang baik … rizki yang luas … pertolongan dari bencana, serangan musuh dan orang-orang jahat … dan syukur terhadap karunia serta anugrah yang Engkau berikan kepada kami …
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ …
وَصََلى الله عََُلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍَ وَعََلى َالِهِ وَصَحْبِهِ َاجْمَعِيْنَ
سُبْحَان رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَسَلامُ عََلى الْمُرْسَلِيْنَ
وَاْلحَمْدُ لِله رَِبِّ ْالعَا َلمِيْنَ …

 
DO’A MEMASUKI WAKTU PAGI

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ.

”Kami masuk pagi ..
Kerajaan hanya milik Alloh, Tuhan pemelihara seluruh alam.
Ya Alloh ..
Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh pembuka -rohmat, keselamatan, kebaikan-, pertolongan, cahaya, keberkahan dan petunjuk di hari ini.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.”
(HR. Abu Dawud).

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

“Ya Alloh ..
Dengan rohmat dan pertolongan-Mu .. kami memasuki waktu pagi, .. dan dengan rohmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore.
Dengan rohmat dan pertolongan-Mu .. kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati .. dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”
(HR. At-TiRmidzi).

DO’A-DO’A ROSULLOH
shollallohu ‘alaihiwasallam :

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

“Ya Alloh, Tuhan kami, segala puji bagimu sepenuh langit dan bumi serta sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki setelah itu.”
(HR. Muslim.)

Setiap do’a kita pasti dikabulkan Alloh swt.
Segala kebutuhan kita lahir dan batin bisa tercukupi jika kita memanjatkan do’a yang tepat kepada Alloh.
Do’a yang paling baik adalah do’a yang diajarkan Rosululloh saw, do’a yang mempunyai adab dan etika dalam meminta kepada-Nya.

Dari sekian banyak mutiara do’a yang diajarkan oleh Rosululloh saw, ada do’a yang amat indah yang memuat kalimat-kalimat sakral dan luar biasa yang penuh dengan rintihan, jeritan, dan penyesalan seorang hamba yang ingin mencapai puncak pengampunan dan penghambaan.

Dengan menghayati do’a nan agung ini, niscaya kita bisa menggapai puncak pengampunan Alloh swt dan penghambaan kepada-Nya; dosa-dosa kita diampuni, dan kita mendapat limpahan karunia-Nya.

“Ya Robb …
Jangan Engkau didik aku dengan siksa-Mu.
Jangan Engkau siksa aku sesuai dengan perbuatanku yang terburuk …
Karena sungguh kemurahan-Mu mengungguli pembalasan-Mu bagi para pendosa …

Ya Robb …
Sibukkanlah aku dengan mengingat-Mu …
Bimbinglah aku dalam amal ketaatan pada-Mu …
Berilah aku rizki dari karunia-Mu, dengan rizki yang luas, halal, dan baik …

Ya Robb …
Aku meminta dari-Mu seluruh kebaikan yang telah diminta oleh hamba-hamba-Mu yang saleh …
Jadikan aku dalam kelompok hamba yang khusyuk tunduk kepada-Mu …

Wahai Pemaaf kesalahan yang banyak …
Terimalah amalku yang sedikit …
Maafkanlah aku dari banyak kesalahan …
sungguh Engkau Maha Penyayang lagi Maha Pengampun …”

Awan Tag