AYAT 1

– Bismillah .. ucapan hati dan lisan dalam memulai setiap pekerjaan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Alloh.
Alloh adalah ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrod (tunggal) dan mudhof (disandarkan) maka berma’na umum (semua nama-nama Alloh).
Seorang yang membaca Basmalah bertawassul dengan menyebutkan sifat rohmah. Karena sifat rohmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya kepada Alloh. Dan orang yang membaca Basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Alloh untuk memudahkan pekerjaanya dan amal-ibadahnya diterima oleh Alloh swt.

4 FUNGSI BASMALAH

– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
1_ Sebagai Niat yang mendatangkan semakin banyaknya pahala.
– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
2_ Sebagai Dzikir mengingat Alloh dalam setiap saat dan waktu.
– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
3_ Sebagai do’a menghilangkan kesulitan dan mendatangkan rohmat, berkah dan pertolongan Alloh.
– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
4_ Sebagai sandaran pasti untuk perbuatan yang baik-baik.

AYAT 2.

Mengikat ni’mat-ni’mat Alloh dengan Hamdalah, bersyukur kepada-Nya.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
– Hamdalah .. Merupakan ungkapan pujian teragung dan terindah bagi Alloh, kesyukuran termulia yang menambah ni’mat dari Alloh dan inti do’a/permohonan/harapan insan yang akan dikabulkan oleh Alloh.
– Hamdalah .. Adalah ucapan kesyukuran hati dan lisan atas segala limpahan ni’mat yang diterima, dalam kehususan islam dan iman.
– Hamdalah .. Ialah do’a yang pasti ditunaikan Alloh dan dzkir yang membuat hati tentram, pikiran tenang dan hidup bahagia.
– Hamdalah .. Bagian dari tawakkal kepada Alloh yang atas pemeliharan-Nya sesorang tidak merasa hawatir dan takut pada hari-hari yang telah berlalu, sekarang dan akan datang.

4 MA’NA HAMDALAH

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
1_ Ungkapan segala pujian yang sempurna kepada Alloh.

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
2_ Ucapan kesyukuran yang menambah keni’matan dunia dan akhirat.

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
3_ Dzikir dan do’a yang mustajabah.

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
4_ Sandaran mutlak seorang hamba kepada Yang Maha Pemeliha.

AYAT 3.

– Berfikir positif terhadap Alloh dan berkasih sayang terhadap sesama.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
– Arrohman dan Arrohim adalah bentuk rohmat Alloh, semua ketetapan rohmat Alloh itu baik untuk manusia.
“Kami tidak lain menurunkan al-Qur’an ini kepada kamu agar kamu menjadi susah.” (QS. 20:2).

– Alloh memberikan cobaan kepada hamba-hamba-NYA yang Sholeh, lalu Alloh berfirman kepada para malaikat-NYA:
“Tujuannya adalah agar AKU mendengar suaranya (do’a dan keluh-kesahnya).

– Rosululloh saw bersabda:
“Tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke sorga kecuali telah aku perintahkan kalian denganya dan tiada suatu amalanpun yang mendekatkan ke neraka kecuali telah aku larang kalian darinya.
Sungguh salah seorang diantara kalian tidak akan lambat rizkinya, sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rizkinya.
Maka bertaqwalah kepada Alloh wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki.
Maka apabila salah seorang diantara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat, janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Alloh karena sesungguhnya keutamaan/karunia Alloh tidak akan didapat dengan maksiat.”

– Beliau saw juga bersabda:
“Jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhoan hati, sedangkan keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan ketidaksukaan.”

AYAT 4.
Berorientasi dunia dan akhirat
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Rosululloh saw bersabda:

رَاغِمَةُ مَنْ كَانَتِ الْأَخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَ جَمَعَ لًهُ شَمْلَهُ أَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ
وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلًيْهِ شَمْلَهُ وَلًمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا اِلَّا مَاقَدَرَلًهُ

“Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, prioritasnya akhirat maka Alloh menjadikan kecukupan dihatinya, mengumpulkan (memudahkan) urusannya, dan dunia datang kepadanya dalam keadaan dunia itu hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar). Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, prioritasnya dunia, maka Alloh menjadikan kemelaratan ada didepan mata, mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kecuali sekedar yang ditentukan untuknya.” (HR Tirmidzi).

AYAT 5.
Bahagiakan hidup dengan ibadah dan do’a

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

– Kunci bahagia adalah ketenangan hati.
Hati tenang manakala gemar ibadah dan merasakan manisnya iman.
– Do’a adalah bentuk tawakal dan kepasrahan pada Sang Maha Kuasa.

AYAT 6.
Konsisten dalam komitmen

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

– Jalan hidup seorang muslim sudah terpampang di hadapan, termaktub dalam Al-Qur’an dan teraplikasikan secara nyata dalam diri Rosululloh.

AYAT 7.
Bercermin

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

– Ada 3 cermin kehidupan yang bisa digunakan. Kehidupan :

Cermin pertama, “orang-orang yang diberi ni’mat” dari golongan para Nabi, Shiddiqin, Syuhada’ dan Sholihin. Inilah peri kehidupan yang menuju kebahagiaan dunia akhirat.
Cermin kedua, “golongan yang dimurkai” dari kalangan Yahudi, yang tau kebenaran tapi sengaja mengingkari.
Cermin ketiga, “golongan yang tersesat” dari kalangan Nasrani, yang menjadikan Nabi sebagai tuhan.
Bercerminlah dari dua cermin ini, agar kita tidak menirunya. 

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: