Archive for Agustus, 2016

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهَ رَاجِعُوْنَ


Kematian adalah satu perkara yang pasti akan menjemput manusia dimana pun ia berada. Tak seorang pun dapat mengelak darinya. Ketika tiba saatnya malakul-maut Izro’il menjemput, tak ada seorang pun yang bisa mencegahnya.  
Alloh swt berfirman: 
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ 

“Setiap jiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam sorga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali ‘Imron: 185). 
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللهِ فَمَالِ هَؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا 

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatimu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’: 78). 
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ 

“Dan datanglah sakarotul-maut dengan sebenar-benarnya, itu adalah perkara yang kamu tidak bisa lari mengelak darinya.” (QS. Qof: 19). 
وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

“Dan Alloh sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun: 11). 
Tidak sepatutnya seorang lalai dari mengingat sebuah nasihat terbesar dari Rosululloh saw, yaitu kematian. 
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ -يَعْنِي الْمَوْتَ 

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat penghancur keni’matan dunia -ya’ni kematian.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i). 
Hikmah dari mengingat mati adalah agar seseorang mempersiapkan dirinya dengan amal sholeh untuk mendapatkan kebahagiaan di kehidupan berikutnya. 
Alloh swt berfirman: 
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat), dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18). 
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39). 
Rosululloh saw bersabda: 
إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ 

“Makanan terbaik bagi seseorang adalah dari hasil usahanya. Dan anaknya adalah juga hasil usahanya.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Tirmidzi). 
Rosululloh saw bersabda: 
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfa’atkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara yang lain: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa fakirmu, masa luangmu sebelum datang masa sempitmu, masa hidupmu sebelum datang masa matimu.” (HR. Hakim). 
Ibnu Umar ra berkata: 
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ 

“Jika engkau berada di sore hari janganlah menunggu pagi (untuk beramal sholeh). Jika engkau berada di pagi hari janganlah menunggu sore hari. Manfa’atkanlah kesehatanmu untuk masa sakitmu, manfa’atkanlah masa hidupmu (dengan beramal sholeh) untuk masa matimu.” (HR. Bukhori). 
Ketika seorang meninggal tidaklah bermanfa’at baginya harta, anak-anak, dan keluarganya. Yang bermanfa’at baginya hanyalah amalannya. 
Dari Anas bin Malik ra, Rosululloh saw bersabda: 
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ؛ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ؛ فَرَجَعَ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، رَجَعَ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ 

“Tiga perkara yang akan mengantarkan mayit: keluarga, harta, dan amalannya. Dua perkara akan kembali dan satu perkara akan tetap tinggal bersamanya. 

Yang akan kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tetap tinggal bersamanya adalah amalannya.” (Muttafaqun ‘alaih). 
Oleh karena itu, ketika Rosululloh saw ditanya oleh salah seorang sahabatnya: 

“Siapa orang yang terbaik .?” 

Beliau saw bersabda: 

مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ
“Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”(HR. At-Tirmidzi dari Abdullah bin Busr). 
Rosululloh saw, mengajarkan agar seorang muslim dalam kehidupan dunia ini hendaknya seperti orang asing atau orang yang numpang lewat. Beliau saw bersabda: 
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau yang sedang numpang lewat.” 
Sesungguhnya kita milik Alloh .. 

Dan kepada-Nya kita paati kembali ..

Iklan

​7 SIFAT MUSLIM DALAM AL-FATIHAH 

AYAT 1

– Bismillah .. ucapan hati dan lisan dalam memulai setiap pekerjaan.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Sesungguhnya seorang insan meminta tolong dengan perantara semua Nama Alloh.
Alloh adalah ungkapan isim (nama) yang berbentuk mufrod (tunggal) dan mudhof (disandarkan) maka berma’na umum (semua nama-nama Alloh).
Seorang yang membaca Basmalah bertawassul dengan menyebutkan sifat rohmah. Karena sifat rohmah akan membantu insan untuk melakukan amalnya kepada Alloh. Dan orang yang membaca Basmalah ingin meminta tolong dengan perantara nama-nama Alloh untuk memudahkan pekerjaanya dan amal-ibadahnya diterima oleh Alloh swt.

4 FUNGSI BASMALAH

– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
1_ Sebagai Niat yang mendatangkan semakin banyaknya pahala.
– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
2_ Sebagai Dzikir mengingat Alloh dalam setiap saat dan waktu.
– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
3_ Sebagai do’a menghilangkan kesulitan dan mendatangkan rohmat, berkah dan pertolongan Alloh.
– بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ..
4_ Sebagai sandaran pasti untuk perbuatan yang baik-baik.

AYAT 2.

Mengikat ni’mat-ni’mat Alloh dengan Hamdalah, bersyukur kepada-Nya.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
– Hamdalah .. Merupakan ungkapan pujian teragung dan terindah bagi Alloh, kesyukuran termulia yang menambah ni’mat dari Alloh dan inti do’a/permohonan/harapan insan yang akan dikabulkan oleh Alloh.
– Hamdalah .. Adalah ucapan kesyukuran hati dan lisan atas segala limpahan ni’mat yang diterima, dalam kehususan islam dan iman.
– Hamdalah .. Ialah do’a yang pasti ditunaikan Alloh dan dzkir yang membuat hati tentram, pikiran tenang dan hidup bahagia.
– Hamdalah .. Bagian dari tawakkal kepada Alloh yang atas pemeliharan-Nya sesorang tidak merasa hawatir dan takut pada hari-hari yang telah berlalu, sekarang dan akan datang.

4 MA’NA HAMDALAH

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
1_ Ungkapan segala pujian yang sempurna kepada Alloh.

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
2_ Ucapan kesyukuran yang menambah keni’matan dunia dan akhirat.

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
3_ Dzikir dan do’a yang mustajabah.

– الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
4_ Sandaran mutlak seorang hamba kepada Yang Maha Pemeliha.

AYAT 3.

– Berfikir positif terhadap Alloh dan berkasih sayang terhadap sesama.
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
– Arrohman dan Arrohim adalah bentuk rohmat Alloh, semua ketetapan rohmat Alloh itu baik untuk manusia.
“Kami tidak lain menurunkan al-Qur’an ini kepada kamu agar kamu menjadi susah.” (QS. 20:2).

– Alloh memberikan cobaan kepada hamba-hamba-NYA yang Sholeh, lalu Alloh berfirman kepada para malaikat-NYA:
“Tujuannya adalah agar AKU mendengar suaranya (do’a dan keluh-kesahnya).

– Rosululloh saw bersabda:
“Tiada suatu amalan pun yang mendekatkan ke sorga kecuali telah aku perintahkan kalian denganya dan tiada suatu amalanpun yang mendekatkan ke neraka kecuali telah aku larang kalian darinya.
Sungguh salah seorang diantara kalian tidak akan lambat rizkinya, sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rizkinya.
Maka bertaqwalah kepada Alloh wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki.
Maka apabila salah seorang diantara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat, janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Alloh karena sesungguhnya keutamaan/karunia Alloh tidak akan didapat dengan maksiat.”

– Beliau saw juga bersabda:
“Jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhoan hati, sedangkan keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan ketidaksukaan.”

AYAT 4.
Berorientasi dunia dan akhirat
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Rosululloh saw bersabda:

رَاغِمَةُ مَنْ كَانَتِ الْأَخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَ جَمَعَ لًهُ شَمْلَهُ أَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ
وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلًيْهِ شَمْلَهُ وَلًمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا اِلَّا مَاقَدَرَلًهُ

“Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, prioritasnya akhirat maka Alloh menjadikan kecukupan dihatinya, mengumpulkan (memudahkan) urusannya, dan dunia datang kepadanya dalam keadaan dunia itu hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar). Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, prioritasnya dunia, maka Alloh menjadikan kemelaratan ada didepan mata, mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kecuali sekedar yang ditentukan untuknya.” (HR Tirmidzi).

AYAT 5.
Bahagiakan hidup dengan ibadah dan do’a

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

– Kunci bahagia adalah ketenangan hati.
Hati tenang manakala gemar ibadah dan merasakan manisnya iman.
– Do’a adalah bentuk tawakal dan kepasrahan pada Sang Maha Kuasa.

AYAT 6.
Konsisten dalam komitmen

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

– Jalan hidup seorang muslim sudah terpampang di hadapan, termaktub dalam Al-Qur’an dan teraplikasikan secara nyata dalam diri Rosululloh.

AYAT 7.
Bercermin

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 

– Ada 3 cermin kehidupan yang bisa digunakan. Kehidupan :

Cermin pertama, “orang-orang yang diberi ni’mat” dari golongan para Nabi, Shiddiqin, Syuhada’ dan Sholihin. Inilah peri kehidupan yang menuju kebahagiaan dunia akhirat.
Cermin kedua, “golongan yang dimurkai” dari kalangan Yahudi, yang tau kebenaran tapi sengaja mengingkari.
Cermin ketiga, “golongan yang tersesat” dari kalangan Nasrani, yang menjadikan Nabi sebagai tuhan.
Bercerminlah dari dua cermin ini, agar kita tidak menirunya. 

Awan Tag