Archive for Maret, 2016

CIRI CIRI WALI ALLOH SWT

CIRI CIRI WALI ALLOH

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 63).

Yakni beriman kepada Alloh, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya, hari akhir dan qodar yang baik dan yang buruk, serta mereka benarkan iman mereka dengan amal, yaitu dengan bertakwa (menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangan-Nya). Berdasarkan ayat ini, maka setiap mukmin adalah wali Alloh, dan tingkat kewaliannya tergantung sejauh mana ketakwaan mereka kepada-Nya.

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Alloh dan Rosul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah [9]: 24).

Didalam al-Qur’an, beberapa kali Alloh swt menggunakan kata يحب yang artinya “Mencintai”. Ada beberapa golongan yang mendapat kemuliaan menjadi kekasih Alloh swt, siapakah mereka .? Apakah kita sudah termasuk dalam golongan orang yang dicintai Alloh .?

1. Alloh mencintai orang-orang yang mengikuti (ittiba’) kepada Nabi saw. Alloh swt berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ -٣١-

“Katakanlah (hai Nabi Muhammad kepada ummatmu) :
‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’.
Dan Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imron : 31).

2. Orang yang Baik 

وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ -١٣٤-

“Dan Alloh Mencintai orang yang berbuat kebaikan”
(QS. Ali Imron : 134).

3. Orang yang Bertakwa 

فَإِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ -٧٦-

“Maka sungguh, Alloh Mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imron : 76).

4. Orang yang Bertaubat 

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ -٢٢٢-

“Sungguh, Alloh Menyukai orang yang tobat dan Menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqoroh : 222).

5. Orang yang Sabar 

وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ -١٤٦-

“Dan Alloh Mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imron : 146).

6. Orang yang Bertawakal            

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ -١٥٩-

“Sungguh, Alloh Mencintai orang yang bertawakal.”
(QS. Ali Imron : 159).

7. Orang yang Adil 

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ -٤٢-

“Sesungguhnya Alloh Menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al-Ma’idah : 42).

8. Orang yang Berjihad di jalan Alloh 

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُم بُنيَانٌ مَّرْصُوصٌ -٤-

“Sesungguhnya Alloh Mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Shoff : 4).  

9. Orang yang Bersih 

وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ -١٠٨-

“Alloh Menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At-Taubah : 108).

Kebalikan dari 9 golongan diatas pasti tidak dicintai oleh Alloh swt. Jika dicintai menggunakan kata يُحِبُّ maka sekarang kita akan melihat golongan yang tidak dicintai oleh Alloh swt, melalui kata kalimat لاَ يُحِبُّ.

 

1. Orang yang Melampaui Batas

وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ -٨٧-

“Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Ma’idah : 87).

2. Orang yang Berbuat Kerusakan

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ -٧٧-

“Sungguh Alloh tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qoshos : 77).

وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ -٢٠٥-

“Sedang Alloh tidak menyukai (orang yang mengakibatkan) kerusakan.” (QS. Al-Baqoroh : 205).

3. Orang yang Bergelimang Dosa

وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ -٢٧٦-

“Alloh tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” (QS. Al-Baqoroh : 276).
 
4. Orang yang Kafir

فَإِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِينَ -٣٢-

“Ketahuilah bahwa Alloh tidak menyukai orang-orang kafir.” (QS. Ali Imron : 32).

5. Orang yang Dholim

وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ -٥٧-

“Dan Alloh tidak menyukai orang dholim.” (QS. Ali Imron : 57).

6. Orang yang Bangga Diri

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ -١٨-

“Sungguh, Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman : 18).

7. Orang yang Sombong

إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ -٢٣-

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.” (QS. An-Nahl 23).

8. Orang yang Berkhianat

إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ -٥٨-

“Sungguh, Alloh tidak Menyukai orang yang berkhianat.” (Al-Anfal 58).

إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّاناً أَثِيماً -١٠٧-

“Sungguh, Alloh tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.” (An-Nisa’ : 107).

9. Orang yang Berucap Buruk di Depan Umum

لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ -١٤٨-

“Alloh tidak menyukai perkataan. buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang didholimi.” (An-Nisa’ : 148).

10. Orang yang Berlebihan

وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ -١٤١-

“Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-An’am : 141).

11. Orang yang Kufur Ni’mat

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ -٣٨-

“Sungguh, Alloh tidak Menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur ni’mat.” (Al-Hajj : 38).

12. Orang yang Bangga atas dirinya Berlebihan

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ -٧٦-

“Sungguh, Alloh tidak menyukai orang yang membanggakan diri.” (Al-Qoshos 76).

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang yang dibenci Alloh swt. Jika Alloh tidak melihat kita dengan pandangan rohmat, kepada siapa lagi kita berharap .?

Iklan

AZIMAT WARISAN DARI NABI MUHAMMAD SAW

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN RAMBUT DAN KUKU NABI MUHAMMAD SAW

1. Imam Bukhori meriwayatkan dalam Shohihnya pada Kitab al-libas (bab pakaian) dalam pasal berjudul “Tentang rambut abu-abu”, bahwasanya ‘Usman ibn Abdulloh ibn Mawhab ra mengatakan: “Keluargaku mengirim diriku pergi ke Ummu Salama dengan secangkir air. Ummu Salama membawa keluar suatu botol perak yang berisi sehelai rambut Nabi saw, dan biasanya jika seseorang memiliki penyakit mata atau kesehatannya terganggu, mereka mengirimkan secangkir air kepadanya (Ummu Salama) agar ia mengalirkan air itu lewat rambut tersebut (dan diminum). Kami biasa melihat ke botol perak itu dan berkata, ‘Aku melihat beberapa rambut kemerahan’”.

2. Anas ra berkata:
“Ketika Rosululloh saw mencukur kepalanya (setelah hajji), Abu Tholha adalah orang pertama yang mengambil rambutnya” (HR. Bukhori).

3. Anas ra juga berkata:
“Nabi saw melempar batu di al-Jamro, kemudian ber-qurban, dan menyuruh seorang tukang cukur untuk mencukur rambut beliau di bagian kanan lebih dulu, lalu memberikan rambut tersebut pada orang-orang” (HR. Muslim).

Dia (Anas ra) berkata:
“Tholha adalah orang yang membagi-bagikannya”. (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Abu Dawud).

Dia (Anas ra) juga berkata:
“Ketika Rosululloh saw mencukur rambut kepalanya di Mina, beliau saw memberikan rambut beliau dari sisi kanan kepalanya, dan bersabda:
“Hai Anas, bawa ini ke Ummu Sulaim (ibunya).”
Ketika para shahabat radiyallahu ‘anhum ajma’in melihat apa yang Rosululloh saw berikan pada kami, mereka berebut untuk mengambil rambut beliau saw yang berasal dari sisi kiri kepala beliau saw, dan setiap orang mendapat bagiannya masing-masing. (HR. Ahmad).

4. Ibn al-Sakan meriwayatkan lewat Sofwan ibn Hubairo dari ayah Sofwan: Tsabit al-Bunani berkata:
Anas ibn Malik berkata kepadaku (di tempat tidurnya saat menjelang wafatnya):
“Ini adalah sehelai rambut Rasulullah saw. Aku ingin kau menempatkannya di bawah lidahku.”
Tsabit melanjutkan: Aku menaruhnya di bawah lidahnya, dan dia (Anas) dikubur dengan rambut itu berada di bawah lidahnya.”

5. Abu Bakar ra berkata:
“Aku melihat Kholid ibn Walid meminta gombak (rambut bagian depan/ubun-ubun) Nabi saw, dan dia menerimanya. Dia biasa menaruhnya di atas matanya, dan kemudian menciumnya.”
Diketahui bahwa kemudian dia menaruhnya di qolansuwa (tutup kepala yang dikelilingi sorban) miliknya, dan selalu memenangkan perang.” (riwayat Al-Waqidi di Maghozi dan Ibn Hajar di Isaba).

Ibn Abi Zaid al-Qoirowani meriwayatkan bahwa Imam Malik berkata:
“Khalid ibn al-Walid memiliki sebuah qolansiyya yang berisi beberapa helai rambut Rosululloh saw, dan itulah yang dipakainya pada perang Yarmuk.

6. Ibn Sirin (seorang tabi’in) berkata:
“Sehelai rambut Nabi saw yang kumiliki lebih berharga daripada perak dan emas dan apa pun yang ada di atas bumi maupun di dalam bumi.” (HR. Bukhori, Bayhaqi dalam Sunan Kubro, dan Ahmad).

7. Dalam Shohih Bukhori, vol 7, kitab 72, no. 784, Utsman bin Abdulloh ibn Mawhab berkata:
“Orang-orangku mengirim semangkuk air ke Ummu Salama.” Isra’il memberikan ukuran tiga jari yang menunjukkan kecilnya ukuran wadah yg berisi beberapa helai rambut Nabi saw.
Utsman menambahkan:
“Jika seseorang sakit karena suatu penyakit mata atau penyakit lainnya, dia akan mengirimkan suatu wadah berisi air ke Ummu Salama (dan dia akan mencelupkan rambut Nabi saw ke dalamnya dan air tersebut akan diminum).

Aku melihat ke wadah (yang berisi rambut Nabi saw) dan melihat beberapa helai rambut kemerahan di dalamnya.”

Hafiz Ibn Hajar dalam Fathul-Bari, Vol. 10, hlm, 353, mengatakan:
“Mereka biasa menyebut botol perak tempat menyimpan rambut Nabi saw itu sebagai jiljalan dan botol itu disimpan di rumah Ummu Salama.”

Hafiz al-’Ayni berkata dalam ‘Umdat al-Qari, Vol. 18, hlm. 79:
“Ummu Salama memiliki beberapa helai rambut Nabi saw dalam sebuah botol perak. Jika orang jatuh sakit, mereka akan pergi dan mendapat barokah lewat rambut-rambut itu dan mereka akan sembuh dengan sarana barokah itu. Jika seseorang terkena penyakit mata atau penyakit apa saja, dia akan mengirim istrinya ke Ummu Salama dengan sebuah mikhdaba atau ember air, dan dia (Ummu Salama) akan mencelupkan rambut itu ke dalam air, dan orang yang sakit itu meminum air tersebut dan dia akan sembuh, setelah itu mereka mengembalikan rambut tsb ke dalam jiljal.”

8. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya (4:42) dari Abdulloh ibn Zaid ibn ‘Abd

Robih dengan sanad yang shohih seperti yang dinyatakan oleh Haitami dlm Majma’ al-Zawaid, bahwa Nabi saw memotong kukunya dan membagikannya ke orang-orang.

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN KERINGAT ROSULULLOH SAW

1. Anas bin Malik ra berkata:
“Nabi saw tinggal bersama kami, dan begitu beliau tidur, ibuku mulai mengumpulkan keringatnya dalam suatu bejana. Nabi saw terbangun dan bertanya,
“Wahai Ummu Sulaim, apa yang kau lakukan .?”
Dia (Ummu Sulaim) menjawab:
“Ini adalah keringatmu yang akan kami campur dalam parfum kami dan itu adalah parfum terbaik.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Ketika Anas bin Malik ra, terbaring menjelang wafatnya dia menyuruh agar sebagian dari bejana itu digunakan saat upacara sebelum penguburannya, dan memang dipakai seperti yang ia suruh.” (HR. Bukhori).

Ibn Sirin juga diberikan sebagian dari bejana milik Ummu Sulaim. (HR. Ibn Sa’id)

TABARRUK PARA SAHABAT DENGAN SALIVA (AIR LUDAH SUCI) NABI SAW DAN AIR WUDHU’ BELIAU SAW

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang ini amatlah banyak. Antara lain dapat dilihat di karya Syaikhul Muhadditsiin Imam Ibn Hajar al-Asqolany, Fathul-Bari 1989 ed. 10:255-256.

1. Dalam riwayat Bukhori dan Muslim:
Para shahabat berebut mendapatkan sisa air wudhu’ Nabi saw untuk digunakan membasuh muka mereka.

Imam Nawawi dalam Syarah Shohih Muslim berkata:
“Riwayat-riwayat ini merupakan bukti/hujjah untuk mencari barokah dari bekas-bekas para wali” (fihit-tabarruk bi atsaris-sholihin).

2. Nabi saw biasa menggunakan saliva-nya untuk menyembuhkan penyakit, saliva beliau dicampur dengan sedikit tanah, dan diikuti kata-kata.

“Bismillah, tanah dari bumi kita ditambah dengan air liur dari orang-orang yaqin di antara kita akan menyembuhkan penyakit kita dengan izin Tuhan.” (HR. Bukhori dan Muslim).

3. Nabi saw pernah menyuruh setiap orang di Madinah kemudian Makkah untuk membawa bayi-bayi mereka yang baru lahir, kepada siapa beliau saw membacakan do’a dan memasukkan campuran nafas dan ludah (nafs wa tifl) beliau ke dalam mulut bayi-bayi itu. Beliau kemudian memerintahkan pada ibu-ibu mereka untuk tidak menyusui sampai malam.
(HR. Bukhori, Abu Dawud, Ahmad, Bayhaqi dalam Dala’il Nubuwwah, Waqidi, dll).

Nama-nama lebih dari 100 orang Ansor dan Muhajirin yang menerima barokah khusus ini diketahui lengkap dengan isnadnya.

Awan Tag