INGATLAH ..!!

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi (memberi kesaksian) atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan (berupa perbuatan dan perkataan).” (An-Nur: 24).

Azab itu terjadi pada hari kiamat dan tidak dapat dipungkiri. Bahkan dosa-dosa yang mereka lakukan itu melekat pada diri mereka. Sebab lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas dosa-dosa itu. Yaitu dengan tampaknya bekas-bekas perbuatan mereka pada anggota-anggota tubuh tadi; atau Alloh, Dzat yang menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, menjadikan bagian anggota tubuh itu dapat berbicara.

يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
“Pada hari itu (semua amal perbuatannya dari mulai awal hingga akhir) diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.”
بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.” (Al-Qiyamah: 13-14).
Manusia itu sendiri ya’ni bersama semua anggota tubuhnya akan menjadi saksi dan memberikan kesaksian yang jelas bagi semua yang dilakukan maupun yang ditinggalkan dan yang dilalaikannya, sehingga ia tidak dapat mengingkarinya lagi. Kendati saat itu manusia berusaha melontarkan berbagai alasan, semua itu tidak akan dapat menyelamatkan dirinya.

Yang menjadi saksi bagi manusia pada hari kiamat adalah pendengarannya, penglihatannya, kulit dan tangannya yang tercatat dalam buku amalannya. Sehingga setiap manusia tak mungkin mengelak dengan kesaksian yang ada.

حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka:
“Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami .?”
Kulit mereka menjawab:
“Alloh yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (QS. Fushilat: 20-21).

Hendaklah manusia memperbanyak melakukan amalan ketaatan dan benar-benar menjauhi perbuatan maksiat karena bumi pun akan menjadi saksi untuk berbicara pada hari kiamat, mengungkap segala yang diperbuat oleh manusia.
Alloh mampu membuat makluk berbicara, bahkan tanah atau bumi yang kita pijak bisa berbicara. Bumi akan bersaksi terhadap amalan kebaikan dan keburukan yang kita perbuat.

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya (menceritakan semua amal perbuatan yang telah dilakukan manusia di atasnya), amal baik dan amal buruk (dari yang terkecil hingga yang terbesar), karena sesungguhnya Tuhan pemeliharamu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” (Az-Zalzalah: 4-5).

Dari Abu Huroiroh ra, ia berkata bahwa Rosululloh saw membaca ayat:
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Az-Zalzalah : 4).
Rosul lalu bertanya:
“Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi .?”
Para sahabat menjawab:
“Alloh dan Rosul-Nya yang lebih tahu.”
Rosululloh saw bersabda:
إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا
“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata:
“Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.”
Inilah yang diberitakan oleh bumi.” (HR. Tirmidzi).

Saksi selanjutnya adalah para malaikat.
Mereka atas perintah Alloh swt tidak sekedar mengawasi dan menyaksikan saja apa yang sedang dan telah diperbuat oleh manusia, namun lebih dari itu mereka mencatatnya dengan catatan yang sangat detail.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada suatu ucapan pun yang dikatakannya (atau ditulisnya) melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas (Roqib dan ‘Atit pencatat amal) yang selalu hadir (di sisinya, siap mencatat perbuatannya).” (Qof: 18).

Kelak di hari hisab perhitungan, malaikat akan memberikan kesaksiannya dengan memberikan catatannya kepada tiap-tiap manusia.

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (mereka telah membawa amal perbuatannya sendiri sebagaimana tetapnya kalung yang menggantung) pada lehernya (tertulis di dalamnya suatu lembaran catatan, apakah ia celaka atau bahagia).
Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab (yang tertulis di dalamnya semua amal perbuatannya) yang dijumpainya terbuka (agar supaya segera dibaca).” (Al-Isro’: 13).

هَٰذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan dikatakan kepada mereka:
“Inilah kitab (catatan) Kami (kitab catatan malaikat pencatat amal perbuatan manusia) yang menuturkan terhadapmu dengan benar.
Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat (menulis dan mengarsipkan) apa yang telah kamu kerjakan (supaya Kami dapat membuat perhitungan terhadap apa yang kalian lakukan).” Al-Jaatsiyah: 29).

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Alloh swt berfirman:
“Dan Katakanlah (wahai Nabi Muhammad kepada seluruh ummatmu):
“Bekerjalah kamu (sesuka hati kamu), maka Alloh dan Rosul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan (melalui kematian dan dibangkitkan dari kubur) kepada Alloh Yang Mengetahui (lahir dan batin kamu) yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan (lalu Dia akan membalas segala hal yang kecil dan besar dari perbuatan kamu itu).” (At-Taubah: 105).

Orang-orang beriman yang dimaksud adalah mereka yang aktivitas gerak dan diam hidupnya hanya menuju kepada Alloh dan Rosul-Nya, mengharap ridho Alloh dengan meneladani Rosululloh saw.
Bagi yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, mereka merasa selalu disaksikan adalah juga bagian dari keyakinan yang menghujam dalam ke sanubarinya. Karena keyakinan merasa disaksikan adalah termasuk derajat tinggi dalam maqom keimanan seseorang.
Ketika ditanya apakah ihsan itu ?.. Nabi Muhammad saw menjawab: “Ihsan adalah kamu beramal seakan-akan melihat Alloh, kalau kamu tidak bisa melihatnya, maka yakinlah, Alloh menyaksikanmu.”

Semoga ayat-ayat diatas selalu menjadi pengingat bagi kita, bahwa setiap amal yang kita lakukan, disaksikan oleh Alloh, Rosul-Nya, orang-orang beriman, diri kita sendiri dan seluruh bagian bumi yang kita tempati.

PERTANGGUNG JAWABAN PEMIMPIN

Alloh swt membertahukan bahwa seluruh penghuni bumi akan hancur dan binasa secara keseluruhan. Demikian halnya dengan penghuni langit, kecuali yang dikehendaki Alloh swt. Dan tidak ada seorangpun yang tersisa selain hanya Alloh Yang Maha Mulia. Sesungguhnya Alloh Maha Tinggi lagi Maha Suci, tidak akan mati dan akan tetap hidup selamanya.

Setiap masing-masing manusia akan ditanya tentang semua amal perbuatan mereka. Alloh swt berfirman:
فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Maka demi Robb (Tuhan pemelihara) kamu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (QS. Al-Hijr: 92-93).

Dari Abdulloh bin Umar, bahwasanya Rosululloh saw bersabda :

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالَعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ketahuilah…! Setiap dari kalian adalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawabannya:

Seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya.

Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarga dan ia bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya dan ia bertanggung jawab terhadap mereka.

Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia bertanggung jawab terhadapnya.

Setiap kalian adalah pemimpin dan tiap kalian mempunyai tanggung jawab terhadap yang di pimpinnya.” (HR. Abu Dawud).

Setiap diri kita adalah pemimpin, waktunya pasti akan tiba, suka atau tidak suka, kita akan duduk dibangku ‘pesakitan’ di hari pengadilan akherat kelak dan semua yang pernah dilakukan di dunia ini akan ditanyakan secara detail dan terinci, tak ada sedikitpun sesuatu yang terlewati, ada ancaman mengerikan dan ada janji indah yang telah disiapkan, dan semua keputusan ada dalam ‘genggaman’Nya.

شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Segala sesuatu itu akan binasa kecuali Alloh.
Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qoshosh : 88).

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: