KEWAJIBAN ZAKAT

Zakat adalah mengeluarkan sebagian dari harta dengan cara dan syarat tertentu yang mencapai nishob kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Zakat hukumnya wajib dan termasuk rukun Islam. Zakat diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah setelah diwajibkannya puasa dan zakat fitrah.

Para Nabi as tidak diwajibkan mengeluarkan zakat karena zakat ditujukan untuk membersihkan harta dan badan, sedangkan para Nabi as sudah dibersihkan Alloh dari kotoran, harta Nabi as adalah titipan Alloh dan mereka tidak memiliki, maka para nabi tidak boleh diwarisi. Masalah zakat dalam al-Qur’an diulas sebanyak 83 kali, ini menunjukkan pentingnya ibadah ini.

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan menjelang di akhir bulan Romadlon. Hukumnya wajib. Karena zakat fitrah termasuk zakat wajib, maka penerima zakat fitrah adalah salam dengan penerima zakat.

Sedangkan shodaqoh adalah mengeluarkan harta, selain yang termasuk zakat, karena Alloh dan karena menolong orang yang memerlukan pertolongan.
Sedekah hukumnya sunnah. Orang-orang yang dianjurkan untuk diberi shodaqoh adalah:
Kerabat
Tetangga
Fakir Miskin
Orang-orang soleh
Shodaqoh boleh diberikan kepada orang berkecukupan dan orang fasiq demi untuk tujuan baik.

Zakat tidak boleh diberikan kepada orang yang nafkahnya menjadi tanggungan pemberi zakat, seperti anak dan keturunanya, orang tua dan isteri, karena ini tidak bisa merealisasikan maksud pemberian zakat dalam arti sesungguhnya.

Zakat diberikan kepada orang yang memerlukan, sedangkan mereka itu tidak termasuk orang yang memerlukan, karena masih ada yang memberinya nafkah, yaitu pemberi zakat.

Namun para ulama berpendapat, boleh memberikan zakat kepada orang yang menjadi tanggungan tersebut, apabila ia termasuk golongan orang yang terjerat hutang atau anggota pasukan yang berjihad/berjuang di jalan Alloh. Artinya mereka menerima zakat atas nama kelompok ini, bukan atas nama fakir miskin.

Perintah Beribadah Sholat dan Zakat sebagai satu kesatuan yang utuh dalam setiap ayat al-Qur’an, yang bertujuan memurnikan ma’na tauhid dalam diri kita pribadi, dan mensucikan harta benda yang kita punya selama ini.

Antara lain disebutkan dalam beberapa ayat al-Qur’an:
 
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, 
dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
(QS. Al-Bayyinah [98]: 5).
 
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya.
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.
dan orang-orang yang menunaikan zakat.”
(QS. Al-Mukminun :1-5).
 
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Alloh. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Alloh, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).”
(QS. Ar-Ruum: 39).
 
 
JENIS JENIS ZAKAT
 
PERTAMA : ZAKAT FITRAH
 
Apabila terbenam matahari pada akhir Romadlon, sedang kamu berkelapangan rezeki, maka keluarkanlah zakat fitrah sebanyak 1 sho’ dari bahan makanan yang biasa engkau makan sebelum sholat Id, untuk membersihkan puasamu dan untuk makanan orang-orang miskin.
 
1 sho’ ini setara dengan 4 kati atau kurang lebih 2,5 Kg. Dan perlu diperhatikan bahwa zakat fitrah yang dikeluarkan senilai 2,5 Kg beras yang kita makan sehari-hari. Maksudnya, jika kita makan sehari-hari dengan harga beras 9 ribu rupiah maka zakat fitrah yang kita keluarkan 9.000,- x 2,5 Kg beras = 22.500,- Jadi besarnya zakat fitrah bervariasi setiap orang dan keluarga, tergantung harga beras yang biasa kita makan sehari-harinya. 
 
Dan zakat fitrah ini, dapat dilakukan dari awal Romadhon hingga sebelum sholat Ied. Dan karena esensi nya sebagai penyetara miskin dan kaya, agar orang lain dapat merasakan apa yang kita rasakan pada hari raya Ied. Maka zakat fitrah sepatutnya dibagikan sebelum Lebaran Ied. 
 
Penerima Zakat Fitrah ini hanya KAUM FAKIR DAN MISKIN.
 
 
KEDUA : ZAKAT MAL (HARTA)
  
1.  Zakat Emas dan Perak
 
Apabila barang perakmu sampai kepada nishobnya, yaitu seberat 200 dirham (5 awaq = 672 gram) demikianlah pula hartamu berupa emas seharga nishob perak dan telah menjadi milikmu genap 1 tahun, maka keluarkanlah zakatnya, yaitu 1/40 (seperempat puluh) atau 2,5 % demikian pula dari jenis perhiasanmu yang sejenis dengan hal tersebut.
 
2.  Zakat Tanaman
 
Apabila hasil tanamanmu telah sampai nishobnya, yaitu sebesar 5 wasaq (atau 7,5 Kwintal), maka keluarkanlah zakatnya sebesar 1/10 (sepersepuluhnya atau 10%) jika tanaman dialiri oleh pengairan alami (hujan dan aliran air alami tanpa sarana pengairan dan irigasi). Tetapi jika dialiri oleh pengairan dengan sarana teknologi modern maka keluarkan zakatnya sebesar 1/20 (seperduapuluhnya atau 20 %)
 
3.  Zakat Hewan
 
Apabila kamu mempunyai hewan ternak, yakni onta, kambing atau sapi dan jumlahnya telah sampai nisabnya yaitu 5 ekor untuk onta, 40 ekor untuk kambing, atau 30 ekor untuk sapi, sedang telah menjadi kepunyaanmu selama setahun maka keluarkanlah zakatnya menurut ketentuan berikut ini :
 
Zakat Hewan Ternak Onta :
5 sampai 24 ekor onta tiap 5 ekor dikenakan zakatnya seekor kambing, berlaku kelipatannya sesuai onta yang dimiliki sampai batas 24 ekor.
25 sampai 35 ekor onta dikenakan zakatnya seekor anak onta betina umur 2 tahun.
36 sampai 45 ekor onta dikenakan zakatnya seekor anak onta betina umur 3 tahun.
46 sampai 60 ekor onta dikenakan zakatnya seekor anak onta betina umur 4 tahun.
62 sampai 75 ekor onta dikenakan zakatnya seekor anak onta betina umur 5 tahun.
76 sampai 90 ekor onta dikenakan zakatnya 2 ekor anak onta betina umur 3 tahun.
91 sampai 120 ekor onta dikenakan zakatnya 2 ekor anak onta betina umur 4 tahun.
Lebih dari 120 ekor onta, maka tiap-tiap 40 ekor dikenakan zakatnya seekor anak onta betina umur 3 tahun dan tiap-tiap 50 ekor dikenakan zakatnya seekor anak onta betina umur 4 tahun.
 
Zakat Hewan Ternak Kambing :
Mulai 40 ekor sampai 120 ekor kambing dikenakan zakatnya seekor kambing.
121 sampai 200 ekor kambing dikenakan zakatnya 2 ekor kambing.
201 sampai 300 ekor kambing dikenakan zakatnya 3 ekor kambing.
Lebih dari 300 ekor kambing, maka tiap 100 ekor kambing dikenakan zakatnya seekor kambing.
 
Zakat Hewan Ternak Sapi : 
Mulai 30 ekor sapi dikenakan zakatnya seekor anak sapi (jantan atau betina) umur 1 tahun.
Dan tiap-tiap 40 ekor dikenakan zakatnya seekor anak sapi umur 2 tahun.
 
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Alloh dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Alloh; dan Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah : 60)
 
YANG BELUM WAJIB DIZAKATKAN DAN MENGELUARKAN ZAKAT :
 
Dari Abu Said Al-Khudri ra, Rosululloh saw bersabda:
“Tidak ada zakat pada hasil bumi yang kurang dari lima Wasaq (tiga ratus sho’), tidak ada zakat pada onta yang kurang dari lima ekor, tidak ada zakat pada perak yang kurang dari lima uqiyah.” (HR. Muslim).
 
Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:
“Tidak ada kewajiban zakat budak dan kuda bagi seorang muslim.” (HR. Muslim).

ZAKAT FITRAH

Alloh swt berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ

“Rohmat-Ku meliputi segala sesuatu.
Maka akan aku tetapkan rohmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa.
Yang menunaikan zakat.
Dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rosul, Nabi yang ummi.”
(Al A’rof: 156-157)

Dari Ibnu Umar ra, ia mengatakan:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَاْلأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

“Rosululloh saw menfardlukan zakat fitrah satu sho’ korma atau satu sho’ gandum (sejenis makanan yang dikosumsi sehari-hari).
Atas budak sahaya, orang merdeka, laki-laki, wanita, kecil dan besar dari kaum muslimin.
Dan Nabi memerintahkan untuk ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju sholat (‘Ied).”
(HR. Bukhori dan Muslim)

Kewajiban setiap muslim membayar zakat fitrah ini adalah untuk dirinya dan orang yg dalam tanggungannya sebanyak satu sho’  (antara 2.5 – 3 kg) dari bahan makanan yg berlaku umum di daerahnya. Zakat tersebut wajib baginya jika masih memiliki sisa makanan untuk diri dan keluarganya selama sehari semalam.

Maksud dari ZAKAT ini adalah untuk MEMBERSIHKAN JIWA, yang diambil dari kata FITRAH, ya’ni asal-usul penciptaan manusia dalam keadaan suci (fitroh), sehingga wajib atas setiap jiwa berzakat, agar kembali fitrah (suci).

Sema’na dengan itu bahwa ucapan para ulama “WAJIB FITRAH” maksudnya wajib zakat fitrah atau wajib kembali suci.

Yang lebih populer di kalangan para ulama disebut زَكَاةُ الْفِطْرِ zakat fithri atau صَدَقَةُ الْفِطْرِ shodaqoh fithri.

Kata Fithri di sini kembali kepada ma’na “futhur” berbuka puasa, karena kewajiban tersebut ada setelah selesai menunaikan puasa bulan Romadlon.

Apapun ma’na dari zakat fitrah yang difardlukan atas setiap jiwa orang-orang islam, Alloh memuji mereka yang menunaikannya dengan berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

“Sungguh telah beruntunglah orang-orang yg (bersungguh-sungguh) menyucikan diri dan mengingat (dengan hati serta menyebut) nama Tuhannya (dengan lidah dan perbuatan) lalu dia sholat (‘Ied).”
(QS. Al-A’la: 14-15)

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata:
“Rosululloh saw telah mewajibkan zakat fitrah bagi orang merdeka dan hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin.
Beliau saw memerintahkan agar (zakat fitrah tersebut) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan sholat ‘Ied (hari Raya)” 
(Muttafaq ‘Alaih).

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata:
“Rosululloh saw telah mewajibkan zakat fihrah sebagai penyuci orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan ucapan kotor, dan sebagai pemberian makan kepada fakir miskin.” (HR. Abu Dawud).

Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat ‘Ied, maka zakatnya diterima, dan barang siapa yang membayarkannya setelah sholat ‘Id maka ia adalah shodaqoh biasa.”
(HR. Bukhori, al-Hakim, Abu Daud, Ibnu Majah)

NIAT DAN DO’A ZAKAT FITRAH

Do’a mengeluarkan zakat Fitrah:

أللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلاَ تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا

“Ya Alloh Jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan ia pemberian yang merugikan.”

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah atas diri sendiri, Fardlu karena Alloh Ta’ala.”

Niat zakat Fitrah untuk Istri:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
   
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah atas istriku, Fardlu karena Alloh Ta’ala.”

Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki atau perempuan:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ … / بِنْتِيْ … فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
   
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-lakiku (sebut namanya) / anak perempuanku (sebut namanya), Fardlu karena Alloh Ta’ala.”

Niat zakat fitrah untuk orang yang ia wakili:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
   
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah atas … (sebut nama orangnya), Fardlu karena Alloh Ta’ala.”

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
   
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah atas diriku dan atas sekalian yang aku dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardlu karena Alloh Ta’aala.”

Do’a menerima zakat

ءَاجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ طَهُوْرًا

“Semoga Alloh melimpahkan ganjaran pahala terhadap harta yang telah Engkau berikan dan semoga Alloh memberkahi harta yang masih tersisa padamu, serta semoga Alloh menjadikan dirimu suci bersih.”

8 GOLONGAN YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT

Alloh swt berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk :
1. Orang-orang Fakir
2. Orang-orang Miskin
3. Amil Zakat (Pengurus Zakat)
4. Para Muallaf (Orang yang baru memeluk Agama Islam)
5. Para Budak belian yang ingin memerdekakan dirinya
6. Orang-orang yang terlilit oleh Hutang
7. Sabilillah (Para pembela dan penegak agama Alloh)
8. Para Musafir (yang kehabisan bekal dalam perjalanan)
(Qs. At Taubah: 60)

Ayat ini dengan jelas menggunakan kata “innama” ini menunjukkan bahwa zakat hanya diberikan untuk delapan golongan tersebut, tidak untuk yang lainnya. Pemberian zakat ini hendaknya mengutamakan orang-orang dalam negri, hususnya lingkungan atau keluarga dan kerabat.
 

YANG HARUS DI PRIORITASKAN

Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:
“Orang miskin itu bukanlah orang yang berkeliling meminta-minta kepada manusia, lalu ia diberikan sesuap, dua suap, sebuah dan dua buah korma.”
Para sahabat bertanya:
“Kalau begitu, siapakah orang miskin itu, wahai Rosululloh .?”
Rosululloh saw bersabda:
“Orang yang tidak menemukan harta yang mencukupinya tapi orang-orang tidak tahu (karena kesabarannya, ia menyembunyikan keadaannya), ia menerima shodaqoh (akan tetapi) tanpa meminta sesuatu pun kepada manusia.”
(HR. Muslim).
 
Alloh swt berfirman:

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Untuk orang-orang fakir -yang membutuhkan bantuan dan terutama yang disibukkan- oleh jihad -berjuang- di jalan Alloh, -sehingga mereka- tidak dapat memperoleh peluang bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka- di muka bumi ..

-Mereka adalah orang-orang terhormat, bersih walau miskin, rapi walau sederhana, taat beragama, sangat menghargai diri mereka, dan demikian baik penampilannya sampai-sampai- orang tidak menyangka mereka orang yang tidak butuh, karena mereka memelihara diri mereka dari mengemis .. engkau kenal mereka dengan melihat tanda-tandanya ..

-orang yang tajam penglihatan dan pandangannya mengenal mereka .. Mereka terlihat khusyu’ dan sederhana, ketakwaannya menjadikan mereka penuh wibawa dan kehormatan, apalagi mereka tidak membuang air-muka dengan mendesak orang lain agar mereka diberi sesuatu ..

Seandainya mereka meminta, maka permintaan itu bukan dengan memaksa, tetapi dengan cara yang sangat halus, yang tidak difahami kecuali orang-orang yang mengerti lagi pandai, atau orang-orang yang memiliki firasat yang tajam .. Mereka itulah salah satu kelompok yang perlu mendapat prioritas shodaqoh ..

Apakah yang harus dinafkahkan buat mereka .?
Mereka adalah orang-orang yang butuh, kalau demikian “Apa saja harta yang baik, yang kamu nafkahkan -dijalan Alloh- maka sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh [2]:273).

BEBERAPA KEUTAMAAN DAN FAEDAH ZAKAT

Membayar Zakat dan mengeluarkan infaq dan shodaqoh memiliki keutamaan dan faedah yang sangat banyak di dunia maupun di akhirat, di antaranya:

1. Membayar zakat merupakan salah satu sifat

Orang-orang baik yang akan menjadi penghuni Sorga.
Alloh swt berfirman:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ
كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (sorga) dan mata air-mata air.
Sambil menerima segala pemberian Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (maksudnya ialah orang miskin yang tidak meminta-minta).” (QS. Adz-Dzaariyaat: 15-19).

2. Membayar zakat merupakan salah satu sifat orang-orang beriman yang berhak diberi rohmat (cinta kasih sayang) oleh Alloh swt:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka ta’at pada Alloh dan Rosul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Alloh.
Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. At-Taubah: 71).

3. Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, dan harta shodaqohnya akan ditumbuh kembangkan oleh Alloh swt.

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan shodaqoh.” (QS. Al-Baqoroh: 276).

Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – وَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّى أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ

“Barangsiapa berhodaqoh senilai dengan sebiji korma dari penghasilan yang baik (halal) –dan Alloh hanya menerima shodaqoh yang baik (halal)-, maka sesungguhnya Alloh akan menerima shodaqohnya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Dia menumbuh-kembangkannya bagi pemiliknya sebagaimana salah seorang dari kamu menumbuh-kembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti (sepenuh) gunung.” (HR. Bukhori dan Muslim).

4. Membayar Zakat merupakan salah satu sebab dihapuskannya kesalahan dan dosa.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan Mu’adz bin Jabal ra, Nabi Muhammad saw bersabda:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Dan shodaqoh itu dapat menghapuskan dosa (kesalahan) sebagaimana air dapat memadamkan api.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

5. Membayar Zakat akan mensucikan harta dan jiwa pelakunya, menumbuh-kembangkan harta shodaqohnya, dan menjadi sebab terbukanya pintu-pintu rizki, sehingga barokahnya akan melimpah.

Alloh swt berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103).

Dari Abu Ghorzah ra, Rosululloh saw pernah berwasiat kepada para pedagang dengan sabdanya:

يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ الْحَلِفُ وَاللَّغْوُ فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ

“Wahai para pedagang sesungguhnya jual beli ini dicampuri dengan perbuatan sia-sia dan sumpah, oleh karena bersihkanlah ia dengan shodaqoh.” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Shodaqoh (Zakat) itu tidak akan mengurangi harta benda.” (HR. Musim).

6. Membayar Zakat merupakan sebab datangnya segala kebaikan. Sedangkan meninggalkan kewajiban Zakat akan menyebabkan terhalangnya kebaikan-kebaikan.
Hal ini sebagaimana sabda Rosululloh saw:

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

“Dan tidaklah mereka meninggalkan kewajiban (membayar) zakat harta benda mereka melainkan hujan tidak akan diturunkan kepada mereka. kalau sekiranya bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan (yakni mereka ditimpa kekeringan).” (HR. Ibnu Majah).

7. Orang yang membayar Zakat (atau shodaqoh) dengan niat ikhlas karena Alloh akan mendapatkan perlindungan dan naungan Arsy Alloh di hari kiamat.

Dari Abu Huroiroh ra, Nabi saw bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ, وذكر فيه :… وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ …

“Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, diantaranya yaitu: “Seseorang yang menyodaqohkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

8. Membayar Zakat atau shodaqoh dapat mencegah atau mengobati berbagai macam penyakit, baik penyakit jasmani maupun rohani.

Rosululloh saw bersabda:
“Obatilah orang-orang yang sakit diantaramu dengan shodaqoh.” (Shohih At-Targhib)

Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw juga pernah bersabda kepada orang yang mengeluhkan tentang kekerasan hatinya:

إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ ، فَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ

“Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan pada orang miskin dan usaplah (dengan kasih sayang) kepala anak yatim.” (HR. Ahmad).

9. Orang yang berinfaq akan dido’akan kebaikan oleh malaikat setiap hari.
Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا
اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidaklah seorang hamba berada pada suatu hari melainkan akan turun dua malaikat yang salah satunya mengucapkan (do’a):
“Ya, Alloh berilah orang-orang yang berinfaq itu balasan.”
dan malaikat yang lain mengucapkan (do’a):
“Ya, Alloh berilah pada orang yang bakhil/kikir kebinasaan (hartanya).” (HR. Bukhori dan Muslim).

10. Shodaqoh merupakan indikasi kebenaran iman seseorang.
Rosululloh saw bersabda:

وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

“Shodaqah merupakan bukti (keimanan).” (HR. Muslim).

Demikian beberapa keutamaan dan faedah Zakat atau shodaqoh dan infak. Semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfa’at, dan dapat menyadarkan kita semua akan penting dan wajibnya Zakat, serta memotivasi kita untuk bersemangat dalam melaksanakan ibadah kepada Alloh swt.

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: