KABAR GEMBIRA DARI ALLOH DAN ROSUL-NYA

Alloh swt berfirman:

اللّهُ مَوْلاَكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ

“Alloh adalah pelindungmu dan Dialah sebaik-baik penolong”.
(QS. Ali Imron: 150)

Alloh telah membuka pintu pema’afan buat yg bersalah dn Alloh mengundang mereka yg bersalah untuk memperbaiki diri dimasa sekarang dn masa mendatang, guna memperoleh lebih banyak karunia-Nya karena:

اللّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Alloh mempunyai kerunia atas orang-orang mukmin”.
(QS. Ali Imron ; 152)

Alloh swt berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

“Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu (wahai Nabi Muhammad), lalu memohon ampun kepada Alloh, dan Rosul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa’: 64)
    
Ayat di atas menjelaskan bahwa apabila seseorang yang melakukan perbuatan dosa, berziarah ke makam Rosululloh saw untuk meminta ampunan kepada Alloh swt, maka Rosululloh akan memintakan ampunan untuknya. Sehingga dosa-dosanya diampuni oleh Alloh swt. Ayat di atas bersifat umum, baik ketika Rosululloh saw masih hidup atau setelah meninggal dunia dengan cara berziarah ke makam beliau saw.

Rosululloh saw bersabda:

مَنْ زَارَ قَبْرِيْ وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِيْ

“Barang siapa yang berziarah ke kuburku maka wajib baginya mendapat syafaatku.”
(HR. Daruquthni)

Dalam hadits lain, Rosululloh saw bersabda:

مَنْ جَاءَنِي زَائِرًا لَايَهُمُّهُ إِلَّا زِيَارَتِيْ كَانَ حَقًّا عَلَيَّ أَنْ أَكُوْنَ لَهُ شَفِيْعًا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ

“Barang siapa yang datang kepadaku untuk menziarahiku, tidak ada keperluan lain kecuali hanya menziarahiku maka aku pasti akan menjadi pemberi syafaat bagi dia pada hari kiamat.”
(HR. Thobroni)

Alloh swt berfirman:

 وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ

“Dan mereka tidak memberikan syafa’at kecuali pada orang yang mendapatkan ridho Alloh (ya’ni orang beriman).”
(QS. Al-Anbiya: 28)

Rosululloh saw adalah makhluk yang paling agung dan mulia, seluruh perkara yang berkaitan dengan beliau saw adalah mengandung barokah dan kebaikan, baik ketika beliau masih hidup maupun setelah beliau wafat. Beliau saw bersabda:
“Hidupku baik untuk kamu, karena kamu dapat berkomunikasi denganku. Matiku juga baik untuk kamu, karena amal perbuatan kamu  akan diperlihatkan padaku, apabila aku melihat amal kamu yang baik, aku  akan memuji Alloh, apabila aku melihat yang buruk aku memohon kepada allah agar mengampuni kalian.” (HR. Ibnu Bazzar)
Karena itu para sahabat dan para ulama salaf sejak dahulu selalu menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Rosululloh saw untuk bertabarruk dengan beliau.

Dari sahabat Abu Ayyub al-Anshori ra, bahwa pada suatu hari ia datang berziarah ke makam Nabi saw dan meletakkan mukanya di atas kubur karena rindu dan untuk bertabaruk dengan Nabi saw.
Pada saat itu  muncul Marwan, ia mengatakan: “Apakah kamu tahu yang sedang kamu kerjakan .?”
Kemudian Abu Ayyub ra menoleh padanya dan berkata:
“Ya, aku datang kepada Rosululloh dan aku tidak datang pada sebuah batu,
Aku mendengar Rosululloh saw bersabda:

لَا تَبْكُوْا عَلَى الدِّيْنِ إِذَا وَلِيَهُ أَهْلُهُ وَلَكِن ابْكُوْا عَلَيْهِ إِذَا وَلِيَهُ غَيْرُ أَهْلِهِ

“Janganlah kalian menangisi agama ini jika dipegang oleh ahlinya, akan tetapi tangisilah agama ini jika agama ini dipegang oleh orang-orang yang bukan ahlinya.”
(HR. Ahmad dalam dan Thobroni).

SETIAP DIRI PUNYA TUJUAN

وَ لِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا
“Dan bagi tiap-tiap ummat itu ada satu tujuan yang dia hadapi.” (pangkal surat 2 ayat 148).

Ayat ini berbicara tentang masing-masing golongan yang mempertahankan tujuan yang dia hadapi .. Bahkan tiap-tiap indifidu mempunyai tujuan dan arah sendiri-sendiri mana yang dia sukai .. Namun orang yang beriman tujuannya hanya satu, yaitu mendapat ridho Ilahi .. Dan tentu saja ridho-Nya akan berdampak berbagai macam kebaikan baginya, paling tidak rasa simpati dari yang menerima kebaikan tsb ..

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Sebab itu berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan.”

Jangan kamu berlarut-larut memperpanjang perdebatan ataupun bertengkar per­kara-perkara yang tidak penting .. Kalau orang-orang dari golongan mereka tidak mau me­ngikuti tujuan kamu, biarkanlah ..! Sama-sama berpegang setialah pada tujuan masing­-masing, dalam agama tidak ada paksaan, apalagi hanya sebuah kelompok atau golongan kecil .. Hanya berlombalah berbuat serba kebajikan, sama-sama beramal dan membuat jasa di dalam peri-kehidupan ini ..

ايْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيْعًا
“Di mana saja kamu berada, niscaya kamu sekalian akan dikumpulkan Alloh.”

Miskipun kamu dalam golongan yang berlainan dan berbeda-beda tujuan, tetap berlombalah kamu berbuat berbagai kebajikan dalam dunia ini ..
Kalau saatnya kamu dipanggil menghadap kepada Alioh, tidak perduli apakah dia dalam kalangan mana pun di hari kiamat sana semuanya akan mempertanggung jawabkan amalan masing-masing yang telah dikerjakan dalam dunia ini ..
Moga-moga dalam perlombaan berbuat kebajikan itu, terbukalah hidayah Tuhan kepada kamu, dan terhenti sedikit demi sedikit pengaruh hawanafsu pribadi dan kepentingan golongan .. mana tahu, akhirnya kamu kembali juga kepada kebenaran ..

إِنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Sesungguhnya Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (ujung surat 2 ayat 148).

Ayat ini adalah seruan merata, seruan damai dari lembah wahyu ke dalam masyarakat manusia berbagai golongan dan agama .. bukan khusus kepada ummat Mu­hammad saw semata ..
Segala sesuatu bisa terjadi .. Perlombaan manusia berbuat baik di dunia ini belumlah berhenti .. Alloh Maha Kuasa berbuat sekehendak-Nya .. Kebenaran Tuhan makin lama makin nampak terbukti ..

JUAL BELI DENGAN ALLOH

Alloh swt berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ وَاللهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

“Dan di antara manusia ada orang yang -membeli/menjual- mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Alloh, dan Alloh Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُُ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu menuruti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.

فَإِن زَلَلْتُم مِّن بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Tetapi jika kamu tergelincir -dari jalan Alloh- sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran -yang telah disampaikan sebelum ini-, maka ketahuilah, bahwasanya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. Al-Baqoeoh : 207-209).

TAFSIR AYAT

AYAT 207
Mereka adalah orang-orang yang diberi taufik oleh Alloh, yang telah mengorbankan diri mereka dari aneka aktivitas ibadah yang dipersembahkannya kepada Alloh swt, dengan mengharapkan pahalanya, mereka peruntukkan bagi saudara mukmin dan mukminat serta muslimin dan muslimat, demi mendapatkan keridhoan Alloh swt, mereka mengerahkan segalanya kepada Yang Maha Memiliki lagi Maha Menepati janji, yang Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya, di mana di antara kelembutan dan kasih sayang-Nya adalah Dia membimbing mereka kepada hal tersebut, dan Dia berjanji untuk menepati hal tersebut seraya berfirman:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka …” (QS. At-Taubah [9]: 111).

Dalam ayat ini Alloh memberitahu bahwa mereka telah menjual diri mereka dan mempersembahkannya, dan Alloh juga mem-beritahu tentang kasih sayang-Nya yang pasti akan membuat mereka memperoleh apa yang mereka inginkan, dan apa yang mereka sukai, maka janganlah ditanyakan lagi tentang apa pun yang mereka peroleh dari kemuliaan dan apa yang mereka dapatkan dari kemenangan dan kehormatannya.

AYAT 208:

Ini merupakan perintah Alloh swt kepada orang-orang yang beriman untuk masuk “ke dalam Islam keseluruhan”.

Fiman-Nya, فِي السِّلْمِ كَآفَّةً maksudnya dalam seluruh syariat-syariat agama, mereka tidak meninggalkan sesuatu pun darinya, dan agar mereka tidak seperti orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, apabila hawa nafsunya itu sejalan dengan perkara yang disyariatkan, maka dia kerjakan, namun bila bertentangan dengannya maka dia tinggalkan, bahkan menjadi suatu hal yang wajib yang mana hawa nafsunya tunduk pada agama, dan ia melakukan segala perbuatan baik dengan segala kemampuannya, dan apa yang tidak mampu dia lakukan, maka dia berusaha dan berniat melakukannya dan menjanga-kaumnya dengan niatnya tersebut, dan ketika masuk ke dalam Islam dengan keseluruhan, maka tidak mungkin dan tidak dapat dibayang-kan terjadi, kecuali dengan hal yang bertentangan dengan jalan-jalan setan,

Alloh berfirman, وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ “Dan janganlah kamu menuruti langkah-langkah setan” maksudnya, dalam perbuatan dengan melakukan kemaksiatan kepada Alloh. Firman-Nya, إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُ “sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu” musuh yang nyata tidaklah akan mengajak kecuali kepada kejahatan dan kekejian serta segala yang mengandung bahaya bagi kalian.

AYAT 209:

Dan ketika sudah menjadi kepastian bahwa manusia akan mela-kukan kesalahan dan ketergelinciran, maka Alloh berfirman:
فَإِن زَلَلْتُم مِّن بَعْدِ مَا جَاءَ تْكُمُ الْبَيِّنَاتُ
“Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Alloh) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran” atas dasar ilmu dan keyakinan. Firman-Nya:
فَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“maka ketahuilah, bahwasanya Alloh Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Ayat ini menunjukkan ancaman keras dan menakut-nakuti perkara yang membawa kepada penyimpangan tersebut, karena sesungguhnya Yang Maha Perkasa kedudukan-Nya lagi Maha Bijaksana, apabila seorang pelaku kemaksiatan berbuat maksiat kepada-Nya, pastilah Dia akan memaksanya dengan kekuatan-Nya dan menyiksanya sesuai dengan konsekuensi kebijaksanaan-Nya, dan termasuk dari kebijaksanaan-Nya adalah menyiksa orang-orang yang bermaksiat dan orang-orang yang berbuat jahat.

ATURAN ALLOH ADALAH “HAQ”

Alloh swt berfirman :

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَإِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيمُ

“Dan tidaklah kami ciptakan langit (dengan ketinggian dan luasnya serta aneka bintang dan planet yang menghiasinya),
dan (tidak juga Kami ciptakan) bumi (dengan segala mahluk yang ada di permukaan atau dalam perutnya),
dan (demikian juga) apa yang ada di antara keduanya (ya’ni langit dan bumi, baik yang telah diketahui manusia maupun belum atau tidak akan dapat diketahui).
(Tidak Kami ciptakan itu semua) melainkan dengan Haq (selalu disertai kebenaran dan bertujuan benar, bukan permainan atau kesia-siaan).
(Itu antara lain Kami ciptakan untuk menguji manusia, siapa diantara mereka yang menjadikannya bukti ke-Esa-an Kami serta menggunakannya dengan baik dan mengantarnya beramal sholeh).

Dan sesungguhnya kiamat (dimana masing-masing manusia akan dimintai pertanggung jawaban serta diberi balasan dan ganjaran yang “haq” dan keadilan yang merupakan tujuan penciptaan).

Maka (karena itu jangan hiraukan kecaman dan makian siapapun yang mendustakanmu) tetapi maafkanlah mereka dengan pemaafan yang baik.
(Itu semua karena) sesungguhnya Tuhanmu (yang selalu berbuat baik dan membimbingmu) Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui (segala sifat, ciri, kelakuan dan isi hati ciptaan-ciptaan-Nya).” – (QS. Al-Hijr: 85-86).

Kata “Haq” disamping apa yang telah di jelaskan di atas juga mengandung ma’na bahwa kebenaran itu tertanam dalam “jiwa” setiap makhluk, dan akan nampak dengan jelas ke permukaan ya’ni “akal” hingga pada akhirnya terlihat “nyata” di kedua mata, dan bahwa Alloh swt telah menetapkan sistem yang “haq” lagi sesuai dengan hikmah kebijaksaan.

Dengan demikian, kalaupun kebaikan dan keburukan silih berganti dalam benak manusia dengan disaksikan mata lahirnya, namun pada akhirnya kebenaran akan mengalahkan kebathilan.

Hakekat yang dikemukakan ini sejalan juga dengan firman-Nya:

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ

“Kami melontarkan yang haq atas yang bathil, maka ia menghancurkannya, maka serta merta yang bathil itu lenyap.”
(QS. Al-Ambiya’: 18)

Dengan demikian, bila pada suatu saat kebathilan nampak menandingi “haq” atau bahkan mengalahkannya, maka hal tersebut hanya bersifat sementara, dan segera kebenaran yang akan tampil.

TAUBAT SEBAGAI SEBAB MERAIH SUKSES

Alloh swt berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah (pada awal, pertengahan dan akhir kehidupan) kalian kepada Alloh, wahai orang-orang yang beriman seluruhnya. Agar kamu beruntung”. (QS. An Nuur [24] : 31)”

Kedudukan/derajat taubat adalah kedudukan awal, pertengahan dan akhir dari kehidupan seorang hamba.
Maka seorang hamba yang berjalan menuju keridhoan Alloh swt, janganlah meninggalkannya.
Ia harus senantiasa bertaubat hingga ruh meninggalkan jasadnya (mati).
Sehingga ketika dia berpindah dari satu kedudukan dalam hidupnya maka taubat pun akan senantiasa menyertainya.

Alloh swt kaitkan taubat sebagai sebab dan kesuksesan sebagai akibat, redaksi ayat ini menggunakan kata لَعَلَّ yang memberikan kesan adanya harapan.

Alloh swt mengingatkan kita melalui ayat ini, jikalau kalian bertaubat maka kalian memiliki harapan untuk sukses, beruntung dan bahagia.
Sehingga tidaklah orang-oranng yang berharap kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan yang diridhoi Alloh swt, melainkan orang-orang yang bertaubat.

Rosululloh saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh. Karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali.” (HR. Muslim).

وَاللَّهِ إنِّي لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأتُوبُ إلَيْهِ فِي اليَومِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Alloh, sesungguhnya aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhori).

Mudah-mudahan Alloh swt menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaubat 70 sampai 100 kali dalam sehari dan mendapat kesuksesan, keberuntungan dan bahagia seperti yang dijanjikan oleh Alloh Yang Maha menerima taubat lagi Maha Pemurah memberi kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan .. Amiiiin ….

SALAM PENGHORMATAN

Alloh swt berfirman:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).
Sesungguhnya Alloh selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu.”
(QS.4:86).

Alloh swt mengajarkan kepada manusia kesopanan dalam pergaulan supaya terpelihara hubungan persaudaraan yaitu dengan jalan mengadakan tata tertib yang harus dilakukan ketika bertemu dengan seseorang.
Alloh swt memerintahkan seseorang membalas penghormatan yang diberikan kepadanya berupa salam yang diterimanya dari sahabatnya dengan balasan yang setimpal atau dengan cara yang lebih baik dari pada itu.
Cara balasan yang setimpal atau yang lebih baik itu dapat berbentuk ucapan yang menyenangkan atau dengan suara yang lemah lembut atau dengan gaya gerak yang menarik hati.

Alloh swt memperhatikan segala sesuatu termasuk memperhatikan kehidupan manusia dalam menegakkan sopan santun yang memperkuat hubungan persaudaraan antara sesama mereka.
Sejalan dengan ayat itu Rosululloh saw bersabda:

يسلم الراكب على الماشي والماشي على القاعد والقليل على الكثير
“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, orang yang berkelompok yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

إن أفضل الإسلام وخيره إطعام الطعام وأن تقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف
“Sesungguhnya ajaran Islam yang terbaik adalah memberi makan (kepada fakir miskin) dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

JALAN CINTA

Dengan cinta
seseorang bisa mencapai kebahagiaan
Dengan cinta
seseorang terjerumus ke dalam kesengsaraan
Dengan cinta
sorga abadi penuh keni’matan dianugerahkan
Dengan cinta
neraka yang penuh penderitaan ditimpakan

Alloh swt berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا
“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan (di dunia dan di akherat), maka (hendaklah ia ta’at) kepada Alloh, (karena) kemuliaan itu (baik di dunia maupun di akherat adalah milik Alloh) semuanya.

إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ
Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik (seperti kalimat tauhid, dzikir, membaca al-Qur’an dan kalimat-kalimat thoyyibah lainnya, Dia-lah yang menerimanya) dan (begitu pula) amal (perbuatan) yang sholeh dinaikkan-Nya (dengan imbalan balasan yang sempurna).

وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ
(Suatu amal berupa perkataan maupun perbuatan harus disertai niat ikhlas mencari ridho Alloh) Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan (ya’ni mengerjakannya bukan untuk mencari keridhoan Alloh, tetapi mencari pujian atau ketenaran di mata manusia tidak akan diterima oleh Alloh swt, bahkan) bagi mereka adzab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.” – (QS. Fathir [35] :10).

Demikianlah yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri, semua kebaikan dan keburukan itu akan kembali dan terjadi atas diri mereka sendiri. Dan hukum Alloh tidaklah berubah, sebagaimana al-Qur’an menyebutkan:
لا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلا بِأَهْلِهِ
“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.” (QS. Fathir [35] : 43).

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: