Archive for Juni, 2014

AL HAKAM

AL HAKAM | 28

Al-Hakam ( الحكم ) Maha Menghukum, Maha Mengadili .. sebagai hakim yang menetapkan, memutuskan yang tidak seorang pun dapat menolak keputusan-NYA .. juga tidak seorang pun yang berkuasa merintangi kelangsungan hukum-NYA itu.

الحكم

AL HAKAM | YANG MAHA MENENTUKAN HUKUM
ALLOH hakim yang mengadili dan menuntut balas, yang kekuasaan-NYA tidak dapat digulingkan, dan ketentuan-NYA tidak dapat dirubah.
 
وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang diupayakannya dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).” (QS. An-Najm [53]: 39-40) .
 
إِنَّ الأبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ
وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam Sorga yang penuh keni’matan. Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam Neraka.” (QS. Al Infithor [82]:13-14).
 
Keputusan-NYA mengenai kebahagiaan bagi orang yang sholeh dan kesengsaraan bagi orang durhaka -keji-, .. DIA menjadikan kesholehan dan kedurhakaan sebagai sebab-sebab yang membawa orang yang sholeh menuju kebahagiaan dan orang yang berbuat dosa menuju kesengsaraan.

Sebagaimana DIA menjadikan obat sebagai sebab yang membawa orang yang meminum obat menjadi sembuh dari sakit dan menjadikan racun sebagai sebab yang membawa orang yang meminumnya sakit atau menemui ajal .. Maka DIA adalah sebab dari segala sebab atau hakim yang mutlak.
 
Qodho’ dan Qodar adalah hukum-NYA .. Ditentukannya sebab-sebab yang mengantar terjadinya akibat yang bersifat asli, pasti dan tidak dapat berubah .. peredaran bumi, tujuh langit, bintang-bintang dan benda-benda langit di jagad raya adalah Qodho’-NYA.

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

“Dan Dia menciptakan di bumi itu, gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya, dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (bagi penghuninya), dalam empat masa. (Penjelasan ini sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” – (QS.41:10).
“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap (kabut), lalu Dia berkata kepadanya (langit) dan kepada bumi: ‘Datanglah kamu keduanya, menurut perintah-Ku, dengan suka hati atau terpaksa’. Keduanya menjawab: ‘Kami datang dengan suka hati’.” – (QS.41:11).
“Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa, dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa, lagi Maha Mengetahui.” – (QS. Fush-shilat [41]:12).

Sebab-sebab yang telah ditetapkan ALLOH SWT, dengan gerakan-gerakan mereka yang harmonis terencana, tetap dan nyata pada akibat-akibat yang ditimbulkan oleh mereka, dari waktu ke waktu adalah Qodar-NYA .. Keputusan-NYA adalah perencanaan awal pada keseluruhan ala raya, bersama dengan perintah awal seperti `kedipan mata`.

وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا أَمْرُ السَّاعَةِ إِلا كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
 
“Kepunyaan ALLOH-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi, tiadalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau bahkan lebih cepat lagi. Sesungguhnya ALLOH Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. An Nahl :77).
 
Qodho’-NYA adalah menetapkan sebab-sebab universal dan konstan -tetap-. Qodar-NYA menerapkan sebab-sebab universal dengan gerakan-gerakan-NYA yang sudah ditentukan dan terukur pada akibat-akibatnya, menurut ukuran yang sudah ditentukan, yang tidak bertambah dan tidak berkurang .. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat lolos dari Qodho’ dan Qodar-NYA.
 
Menciptakan memerlukan tiga perkara:
Perencanaan, memutuskan apa yang dibutuhkan berkenaan dengan alat-alatnya, sebab-sebabnya, gerakan-gerakan yang menyebabkan tercapainya keputusan .. Menciptakan alat-alat, yang merupakan unsur-unsur pokoknya .. Menciptakan sebab yang memastikan gerakan tertentu, terukur dan pasti.
 
Ketika matahari mencapai titik tengah langit, udara menjadi panas, dan buah-buahan menjadi matang .. Ketika matahari bergerak keluar dari titik tersebut udara menjadi dingin dan semakin dingin .. Perbedaan diantara semua musim diatur dengan ukuran-ukuran tertentu, karena musim ini bergantung pada gerakan-gerakan matahari dan bulan .. Matahari dan bulan mempunyai perhitungan, yaitu gerakan keduanya memiliki batas-batas dan ukuran tertentu, inilah yang disebut perencanaan sedangkan penciptaan sebab-sebab universal adalah Qodho’-NYA dan perencanaan awal yang seperti kedipan mata merupakan keputusan ALLOH Azza wa Jalla .. ALLOH adalah Hakim yang paling adil yang menjadi gerak yang baik ataupun buruk menjadi sia-sia bagi si pelaku.
 
Amatlah sulit menjelaskan masalah Ilahiyah dengan menggunakan contoh-contoh adat kebiasaan umum -konvensional- .. namun sasaran dari contoh-contoh adalah menyampaikan, dan memberikan peringatan.
 
Setiap manusia mempunyai keputusan, pandangan, ukuran dan perencanaan, tetapi itu tidak penting .. yang penting bagi manusia adalah merencanakan pelatihan-pelatihan dan perjuangan yang akan membawa pada kesejahteraan dunia dan akhirat .. dan untuk itulah ALLOH menjadikan hamba-hamba-NYA sebagai `Kholifah-Kholifah` di bumi untuk menjaga amal-amal mereka.
 
Pena telah kering dengan menuliskan apa yang ada .. sebab-sebab sudah diterapkan pada akibat-akibatnya .. dan juga diterapkannya sebab-sebab atas akibat-akibatnya pada waktu yang tidak dapat dihindarkan .. Apabila persoalannya sudah ditetapkan, mengapa harus beramal -bekerja- jika penyebab kebahagiaan dan kemalangan serta kesulitan sudah ditetapkan ..?
 
Benar-benar bodoh kalau kita mengharapkan sesuatu yang kejadiannya sebagai penyebab kemalangan, karena jika kejadiannya telah ditetapkan, maka kewaspadaan maupun kecemasan tidak akan dapat membatalkannya .. Hal itu sama dengan mempercepat rasa sakit karena takut pada terjadinya rasa sakit .. Jika kejadiannya kita belum tau ketetapan yang telah ditetapkan-NYA, tidak ada gunanya menghawatirkannya.

Bagi siapapun kebahagiaan ditetapkan, dengan suatu sebab .. dan bagi siapapun kemalangan itu ditetapkan, juga melalui sebab .. dan manusia memiliki kelambanan/kelalaian dalam mencari sebab ..

Qurasy Shihab dalam tafsirnya mengungkapkan :

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى
وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالأنْثَى
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى

“Demi malam, apabila menutupi.“ –
Sedikit demi sedikit alam sekeliling dengan kegelapannya.
“dan demi siang, apabila terang-benderang.” –
Karena memancarnya sinar matahari, sehingga menampakkan dengan jelas apa yang remang dan tersembunyi.
“dan penciptaan laki-laki dan perempuan.” –
Jantan dan berina serta setiap makhluk yang berkembang biak.
“sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” –
Ada yang bermanfaat, ada yang tidak, dan ada juga yang merusak, ada yang yang berdampak kebahagiaan, ada yang berdampak kesengsaraan, ada yang mengantar ke sorga dan ada yang mengantar ke neraka. (QS. Al-Lail [92]: 1-4).

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

“Maka adapun yang memberi” dengan ikhlash apa yang ada dalam dirinya dengan kemampuannya. “Dan dia bertaqwa” selalu sadar dalam beraktifitas selalu demi perintah ALLOH dan sunnah ROSUL serta menghindari sangsi ILAHI dengan maenjauhi larangan-larangan-NYA, “Serta membenarkan adanya pahala yang terbaik” adanya kesudahan ganjaran yang terbaik dintaranya, kemenangan, keuntungan, sorga dan ridho yang dijanjikan ALLOH SWT “Maka kelak Kami” ALLOH bersama makhluk-makhluk yang DIA tugaskan “akan menyiapkan baginya kemudahan” untuknya jalan yang mengantarkannya kepada ketenangan dengan mengarakannya kepada kebaikan. (QS. Al-Lail [92]: 5-7). –Tafsir Al-Mishbah–

Iklan

AL BASHIIR

AL BASHIIR | 27

Al-Bashiir ( البصير ) Maha Melihat .. segala yang terjadi di alam raya .. DIA melihat perbuatan hamba-NYA yang memohon dan berdo’a kepada-NYA .. miskipun bersembunyi di tempat yang paling tersembunyi lagi rahasia .. mustahi tidak diketahui-NYA .. Penglihata ALLOH diluar jangkauan makhluk-makhlu-NYA ..

البصير

AL BASHIIR | YANG MAHA MELIHAT
Adalah ALLOH yang menyaksikan segala sesuatu sedemikian rupa sehingga tidak ada yang tersembunyi atau jauh dari-NYA, sekalipun berada dibawah bumi, diatas bumi dan didalam perut bumi .. Pengelihatan-NYA yang agung, tidak bergantung pada biji mata dan kelopak mata, dan juga tidak bergantung pada kesan citra dan warna pada Dzat-NYA .. ALLOH Maha Sempurna penglihatan-NYA .. ALLOH AL-BASHIIR kesempurnaan pengelihatan-NYA tak terbatas dari segala yang tampak, yang rahasia dan yang ghaib.
 
“Tidakkah DIA mengetahui bahwa sesungguhnya ALLOH melihat segala perbuatan ..?” (QS. Al-‘Alaq:14).
 
لا تُدْرِكُهُ الأبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

“DIA tidak dapat dicapai oleh pengelihatan mata, sedang DIA dapat melihat segala yang kelihatan dan DIA-lah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am: 103).
 
“ALLOH Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqoroh: 96. _ Ali Imron: 163. _ Al Maidah: 71).
 
“Sesungguhnya DIA Maha Melihat segala sesuatu.” (QS. Al-Mulk: 19).
 
“Sesungguhnya ALLOH adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58).
 
Sejauh mata memandang, sedalam panca indera merasakan yang dimiliki manusia nyata namun lemah dan tidak sempurna, karena nyata dapat dijangkau ..namun apa yang jauh dan apa yang dekat, bagian dalam maupun luar, banyak yang tak dapat ditembus dan dilihat oleh manusia.
 
Manusia mendapat dua keuntungan keagamaan:
 
1. Menyadari bahwa ALLOH SWT menciptakan pengelihatan agar kita memperhatikan ayat-ayat mulia dan keajaiban-keajaiban kerajaan langit di bumi, sehingga perhatian kita menjadi peringatan.
 
2. Menyadari bahwa kita dilihat oleh ALLOH SWT, didengar oleh-NYA, bahkan DIA tau sepenuhnya tentang kita .. Hal ini karena siapapun yang menyembunyikan apa yang tidak dapat disembunyikan dari yang selain ALLOH, berarti dia meremehkan pengawasan ALLOH SWT.
 
Dengan demikian, takut kepada ALLOH merupakan salah satu buah mengimani sifat AL-BASHIIR .. Betapa jahat bahkan biadab dan celakanya orang yan melakukan kedurhakaan, sementara dirinya tahu bahwa ALLOH SWT melihatnya.
 

AS SAMII’U

AS SAMII’U | 26

As-Samii’u ( السميع ) Maha Mendengar, bisikan yang halus dari yang terhalus, bisikan yang lembut dari yang terlembut, kedalaman beisikan hati yang terdelam, tak ada yang luput dari pendengaran-NYA.

السميع

AS SAMII’U | YANG MAHA MENDENGAR
AS SAMII’U adalah ALLOH yang tidak ada sesuatu apapun yang dapat didengar terlepas dari pendengaran-NYA .. meski sesuatu itu tersembunyi atau ghaib .. DIA mendengar rahasia-rahasia atau bisikan-bisikan dan bahkan apa yang lebih lembut, lebih halus dan lebih ghaib dari segala sesuatu.
 
DIA selalu mendengar detak detik getaran niat hati dan bisikan hamba-NYA yang berharap, memohon dan berdo’a .. DIA selalu mendengar bisikan hati orang-orang yang bersujud dan bersyukur kepada-NYA .. DIA mendengar pujian yang memuji-NYA yang paling tersembunyi sekalipu .. DIA selalu memberikan limpahan rohmat dan pahala kepada orang-orang yang menuju kepada ridho-NYA ..
 
DIA mendengar tanpa menggunakan alat pendengar karena Dia berbuat tanpa telinga atau anggota badan dan berbicara tanpa lisan dan lidah .. segalanya perbuatan-NYA melampaui pengetahuan makhluk-makhluk-NYA ..
 
Dengan menyadari kesempurnaan pendengaran-NYA itu anda memuliakan-NYA dan mengagungkan-NYA ..
 
وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan ALLOH hanya DIA -tidak ada selan-NYA-, Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 76).
 
“Sesungguhnya DIA-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS. Al-Anfaal: 61 _ Yusuf: 34 _ Asy Syu’ara: 220 _ Fush Shilat: 36 _ Ad-Dukhon: 6).
 
“Sesungguhnya DIA Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Israa’: 1 _ Al-Mu’min: 56).
 
‘Sesungguhnya ALLOH DIA-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Mu’min: 20).
 
“Dan DIA-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuro: 11).
 
Sejauh menyangkut panca indera, manusia dapat mendengar hanya suara-suara didekatnya .. Manusia mangkap suara-suara itu melalui organ-organ yang tidak luput dari kecacatan .. Jika tersembunyi atau ghaib, suara tersebut tidak dapat didengar atau jika suara jauh, suara itupun tidak dapat didengar dan jika keras, pendengarannya dapat kacau dan rusak hingga sirna ..
 
Perolehan keagamaan manusia .. mengetahui bahwa ALLOH ‘Azza wa Jalla Maha Mendengar .. sehingga ia dapat menjaga lidahnya dan bisikan hatinya .. menyadari bahwa Alloh hanya menciptakan pendengaran agar dirinya mendengarkan firman-NYA melalui Rosu-NYA, al-Qur’an yang agung yang telah diturunkan-NYA sebagai petunjuk menuju jalan-NYA yang lurus.
 

AL MU’IZZU | AL MUDZILLU

AL MU’IZZU | 24
Al-Mu’iz: ( المعز ) Maha Menghormati, Maha Memuliakan, Maha Pemberi Kemuliaan, Maha Pemberi Kemenangan, iaitu kepada orang yang berpegang teguh pada agamaNya dengan memberinya pentolongan dan kemenangan.

AL MUDZILLU | 25
25. Al-Muzil: ( المذل ) Maha Menghina, Maha Pemberi kehinaan, iaitu kepada musuh-musuh-NYA dan musuh ummat Islam seluruhnya.

المعز المذل

AL MU’IZZU | YANG MAHA MEMULIAKAN
AL MUDZILLU | YANG MAHA MENGHINAKAN

Adalah ALLOH memberikan kekuasaan kepada siapapun yang dikehendaki-NYA, dan mengambil kekuasaan dari siapapun yang dikehendaki-NYA .. Kekuasaan sejati adalah bebas dari keadaan membutuhkan, kekuasaan, nafsu dan kebodohan ..
 
Orang yang tabir hatinya telah diangkat oleh ALLOH, sehingga dia dapat menyaksikan keindahan kehadiran-NYA, dan yang telah diberi oleh-NYA kecukupan .. sehingga dirinya dapat bebas dari makhluk dan yang ditolongnya dengan kekuatan dan dukungan, sehingga dia dapat mengurus sifat-sifat jiwanya .. dia adalah orang yang dimuliakan ALLOH dan diberi kekuasaan oleh-NYA.
 
“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-NYA .. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-KU, dan masuklah kedalam Surga-KU.” (QS. Al Fajr: 27-30)
 
Setiap orang yang selalu memudahkan sebab-sebab pemuliaan melalui tindakan dan ucapannya, berarti ia memiliki sifat-sifat ini ..
 

AL KHOOFIDH | AR ROOFI’U

AL KHOOFIDH | 22
AI-Khoofidh: ( الخافض ) Maha Menjatuhkan, Maha Menghinakan, Maha Perendah, Pengurang .. terhadap orang yang selayaknya dijatuhkan akibat kelakuannya sendiri dengan memberinya kehinaan, kerendahan dan seksaan.

AR ROOFI’U | 23
Ar-Roofi’: ( الرافع ) Maha Mengangkat, Maha Peninggi .. terhadap orang yang selayaknya diangkat kedudukannya kerana usahanya, termasuk golongan kaum yang bertaqwa.

الخافض الرافع

AL KHOOFIDH | YANG MAHA MEMERDEKAKAN
AR ROOFI’U | YANG MAHA MENINGGIKAN

Adalah ALLOH merendahkan orang-orang kafir dengan kutukan dan meninggikan orang-orang Mu’min dengan keselamatan ..
DIA-lah yang memuliakan para Auliya’-NYA dengan mendekatkan diri mereka dengan-NYA, dan menghinakan musuh-musuh-NYA dengan menjauhkan mereka.
 
Barangsiapa meninggikan pandangannya melampaui hal-hal kasat indera, dan niatnya melampaui keinginan-keinginan yang tercela .. ALLOH Azza wa Jalla mengangkat dirinya ke ufuk derajat para Malaikat yang dekat dengan-NYA (Al Muqorrobin).
 
Barangsipa yang membatasi pandangannya hanya pada hal-hal yang kasat indera dan aspirasinya pada nafsu-nafsu hewani .. ALLOH akan menurunkan dirinya ke derajat yang paling rendah .. dan hanya ALLOH sajalah yang sanggup melakukan hal itu .. karena sesungguhnya DIA adalah Yang Maha Merendahkan dan Yang Maha Meninggikan.
Manusia dapat memilki sifat-sifat ini jika memuliakan kebenaran dan menghinakan keburukan .. yaitu dengan membantu mereka yang benar dan mencela mereka yang salah.
 
Dan juga menganggap musuh-musuh ALLOH sebagai musuhnya untuk menghinakan mereka dan bersahabat dengan Auliya’ (para wali) untuk memuliakan mereka ..
Seorang hamba yang menteladani sifat-sifat ALLOH AL-KHOOFIDH AR-ROOFI’U, hendaknya berusaha untuk selalu meninggikan hak dan kebenaran, merendahkan kebathilan dan keburukan, membela yang benar dan mengenyahkan yang salah ..
Dan ia selalu berpihak kepada hamba-hamba ALLOH yang memperjuangkan kebenaran dan mengangkat mereka, serta memusuhi musuh-musuh-NYA dan merendahkan mereka.
 
ALLOH SWT berfirman kepada salah seorang Nabi-Nya:
“Zuhudmu terhadap dunia engkau gunakan untuk bersegera meraih ketenangan, dzikirmu kepada-KU menjadikan engkau memperoleh kehormatan maka apa yang engkau lakukan untuk-KU yang seharusnya engkau lakukan, Apakah engkau telah membantu wali-KU dan memusuhi musuh-musuh-Ku .? ”
 

AL QOOBIDH | AL BAASITH

AL QOOBIDH | 20
Al-Qoobidh: ( القابض ) Maha Pencabut, Maha Penyempit Hidup, Maha Pengekang .. mengambil nyawa atau menyempitkan rizki bagi siapa yang dikehendaki oleh-NYA.

AL BAASITH | 21
Al-Baasith: ( الباسط ) Maha Meluaskan, Maha Pelapang Hidup, Maha Melimpah Ni’mat .. memudahkan terkumpulnya rizki bagi siapa yang diinginkan oleh-NYA.

القابض الباسط

AL QOOBIDH | YANG MAHA PENGENDALI
AL BAASITH | YANG MAHA MELAPANGKAN

Adalah ALLOH mengambil roh dari tubuh yang mati ketika meninggal dan memberikan roh kepada tubuh ketika hidup.
DIA mengambil shodaqoh dari si kaya dan memberikan rezeki kepada yang fakir miskin.
DIA mengambil shodaqoh dari si kuat dan memberikan kepada yang lemah.
DIA mengambil shodaqoh dari yang berharta dan memberikan kepada yang membutuhkan.
DIA memberikan rezeki kepada si kaya, si kuat dan berharta sampai tidak ada lagi kebutuhan .. dan menahannya dari si lemah, si fakir miskin sampai tidak ada lagi kekuatan yang tersisa.

ALLOH mengambil hati dan membatasi hati dengan apa di singkapkan-NYA kepada hati tentang kemuliaan dan keagungan-Nya dan kekurang perdulian-NYA, sementara ALLOH memberikan hati dengan apa yang DIA sediakan bagi hati yang berupa ketuhanan-NYA, kemurahan-NYA dan keindahan-NYA.

“Maka DIA tahan jiwa (orang) yang telah DIA tetapkan kematiannya dan DIA melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan ALLOH, bagi kaum yang berpikir.” [Az Zumar:42]

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada ALLOH, pinjaman yang baik (bershodaqoh dijalan ALLO), maka ALLOH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak Dan ALLOH menyempitkan (Yaqbidh) dan melapangkan (Yabsuth) dan kepada-NYA kamu dikembalikan.” [Al-Baqoroh:245]

Orang yang mengambil dan memberikan adalah DIA telah di ilhami oleh keajaiban-keajaiban kearifan .. dan telah diberi kelengkapan kata-kata.
Terkadang DIA memberikan kepada hati orang lain berupa mengingatkan mereka akan rohmat-NYA dan ke-ridhoan-NYA,
Terkadang DIA mengambil hati manusia berupa memperingatkan mereka akan keagungan dan kemuliaan-NYA .. dan keaneka ragaman hukuman-NYA, bencana-NYA dan pembalasan-NYA atas musuh-musuh-NYA.
 
Suatau kejadian-kejadian yang mungkin terjadi secara tiba-tiba atau di luar dari peristiwa yang sering kita alami sehari-hari .. kita sering menyebutnya “kebetulan”.
Adakah sesungguhnya yang kita sebut “kebetulan” itu ..?

Suatu peristiwa yang tidak sejalan dengan kebiasaan atau terjadi secara tidak terduga biasa dinamai “kebetulan”.
Dari Keterbatasan kemampuan dan pengetahuan mengantarkan manusia untuk menamainya “kebetulan” .. karena itu tidak ada “kebetulan” di sisi ALLOH SWT.
Bukankah DIA Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, serta Pengendali dan Pengatur alam ini .?
Sebagian dari “kebetulan-kebetulan” itu tidak dapat ditafsirkan dengan teori kausalitas -sebab dan akibat-.

ALLOH adalah Maha Pengendali dan Pengatur alam ini, Maha Segala-galanya.
Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan adalah dalam kendali dan takdir ALLOH.
Segala sesuatu sudah dalam ketentuan-NYA, tidak ada yang kebetulan.
Semua hal yang terjadi di alam raya dan sekitar kita pasti ada tujuan yang sudah ditentukan 0leh ALLOH AL-QOOBIDH SANG PENGENDALI.

ALLOH melukiskan dengan ungkapan yang sungguh memesona :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

”DIA lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan -waktu-.
ALLOH menciptakan semua itu dengan benar .. DIA menjelaskan tanda-tanda -kebesaran-NYA- kepada orang yang mengetahui.” (QS.10:5).

Di sini, kita bertemu dengan ungkapan DIA menjelaskan “tanda-tanda kepada orang yang mengetahui”. Hanya orang yang mengetahui yang dapat memahami penjelasan ALLOH ..

Demikian itu proses terjadinya alam semesta yang berawal dari KUN .. Sejak ALLOH berucap KUN, proses itu terus berjalan tanpa henti ..
Apakah KUN ini hanya diucapkan oleh ALLOH sekali untuk selamanya .. ataukah ALLOH mengucapkan kun setiap kali DIA menghendaki sesuatu itu terjadi .? Wallohu a’lam ..

Yang jelas .. ALLOH sudah menciptakan sistem, dan segala sesuatu yang berada di alam semesta ini tunduk berada dalam sistem-NYA ..
Sekali sistem itu berjalan .. ia akan terus berjalan sampai ALLOH menghentikan sistem itu .. Dalam sistem itulah segala sesuatu berjalan, sehingga barangkali, inilah yang disebut sebagai ketentuan ALLOH AL-QOOBIDH SANG PENGENDALI dan AL BAASITH MELAPANGKAN DAN MENYEMPITKAN ..

AL-‘ALIIM

ASMAUL HUSNA | 19
Al-’Aliim: ( العليم ) Maha Mengetahui .. mengetahui segala yang maujud dan tidak ada satu benda pun yang tertutup oleh penglihatan-Nya.

العليم

AL ‘ALIIM | YANG MAHA MENGETAHUI
ALLOH dengan kesempurnaan-NYA .. mengetahui segala sesuatu dengan pengetahuan-NYA yang nyata dan ghaib .. baik yang kecil maupun yang besar .. yang pertama maupun yang terakhir .. usahnya dan hasilnya .. dan DIA mengetahui banyaknya segala sesuatu/objek yang tidak diketahui siapa pun menandakan bahwa pengetahuan ALLOH tidak terbatas .. menjadikan sebagai pengetahuan-NYA yang paling sempurna ..
 
Pengetahuan-NYA bukanlah berasal dari hal-hal yang diketahui, namun hal-hal yang diketahui berasal dari pengetahuan-NYA.
Dan kejelasan penyingkapan ilmu-NYA yang sedemikian rupa .. sehingga tidak ada lagi pengelihatan dan atau penyingkapan jelas yang dapat ditangkap ..

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan pada sisi ALLOH-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali DIA sendiri, dan DIA mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tidak jatuh sehelai daunpun, melainkan DIA mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudh).” (QS. Al-An’aam: 59).
 
“Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu.” (QS. AlAn’aam: 80).
Yang berarti segala gerak dan diam serta lahir dan bathin manusia diketahui oleh ALLOH Azza wa Jalla ..
 
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al-Mu’min: 19).

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى
وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى
 
“Kepunyaan-NYA-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang diantara keduanya dan semua yang dibawah tanah.
Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, sesungguhnya DIA mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.” (QS. Thoha: 6~7).
 
وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“ALLOH mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu ALLOH, melainkan apa yang dikehendaki-NYA.” (QS. Al-Baqoroh: 25).
 
Rosululloh saw bersabda:

فَوَاللهِ إِنِّي لَأَعْلَمُهُمْ بِاللهِ، وَأَشَدُّهُمْ لَهُ خَشْيَة

“Demi ALLOH .. Sesungguhnya aku adalah yang paling mengetahui tentang ALLOH .. dan aku adalah yang paling takut kepada-NYA.” (HR. Bukhori Muslim).

لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا

“Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhori Muslim).

Hamba ALLOH memiliki sifat ‘mengetahui’, tetapi berbeda dengan pengetahuan ALLOH Azza wa Jalla dalam tiga hal yang khusus.
 
(1)_ Mengenai banyaknya hal-hal yang diketahui, itu terbatas pada hatinya dan tidak mungkin hal-hal yang diketahui manusia dapat disamakan dengan yang tidak terbatas.
‘Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit’ [Al-Isro’:85]
 
(2)_ Penyingkapan manusia, walaupun jelas, tidaklah mencapai tujuan diluar tujuan ini, tidak mungkin lagi ada tujuan lain .. Namun, pengelihatannya seperti melihat hal-hal dibalik tabir yang tipis .. Oleh karena itu hendaknya jangan menyangkal derajat-derajat penyingkapan, sebab pengelihatan bathiniah sama seperti pengelihatan lahiriah, maka ada perbedaan antara apa yang jelas pada waktu sore dan apa yang jelas pada waktu pagi.
 
(3)_ Pengetahuan ALLOH akan segala sesuatu itu bukanlah berasal dari sesuatu itu .. Akan tetapi segala sesuatu itu berasal dari pengetahuan ALLOH sendiri .. sedangkan pengetahuan manusia akan sesuatu, bergantung pada adanya sesuatu itu dan hasilnya.
 
Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa yang melalui jalan dalam keadaan dia mencari ilmu, niscaya ALLOH memudahkan jalan baginya untuk sampai menuju sorga.” (HR. Muslim).
 
Artinya, terhadap orang yang mencari ilmu pengetahuan, ALLOH akan menunjukkan jalan Hidayah (petunjuk) dan ketaatan yang mengantarkannya ke sorga ..
Sesungguhnya ALLOH membalas perbuatan dengan memberi kemudahan baginya masuk ke sorga .. ya’ni memudahkannya dalam menyeberangi perjalanan berat menuju sorga pada hari kiamat.
 
“Katakanlah (wahai Muhammad), adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” [Az Zumar:9].
“Dan katankalah (wahai Muhammad):
Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thohaa:114).
 
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“ALLOH menyatakan bahwa tidak ada Tuhan melainkan DIA, yang menegakkan keadilan.
Para Malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian). Tak ada Tuhan melainkan DIA, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imron:18).
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu:
“Berlapang-lapanglah dalam majlis”,
maka lapangkanlah, niscaya ALLOH akan memberi kelapangan untukmu.
Dan apabila dikatakan:
“Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya ALLOH akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan ALLOH Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
 
Orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan mempunyai derajat yang lebih tinggi sebanyak tujuh ratus derajat dibandingkan dengan orang-orang beriman tanpa ilmu pengetahuan.
Jarak antara derajat yang satu dengan derajat yang lainnya sama dengan perjalanan lima ratus tahun.

Khosyah adalah bahwa engkau takut kepada ALLOH .. hingga menghalangi dirimu dari takut perbuatan maksiat.

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
 
“Sesungguhnya yang takut kepada ALLOH diantara hamba-hamba-NYA hanyalah Ulama (orang-orang yang berilmu).” (QS. Fathir: 28).
 
Para Ulama diberi kemuliaan yang besar karena pengetahuan (ma’rifat) mereka kepada ALLOH SWT, yang menjadikan mereka takut kepada-NYA.
 
“Barangsiapa yang ALLOH kehendaki menjadi baik, niscaya DIA memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhori dan Muslim).
 
“Seandainya ALLOH memberi petunjuk (hidayah) kepada seseorang melalui kamu, niscaya (hal itu) lebih baik bagimu daripada kamu mendapat onta merah (harta yang paling disenangi).” (Sahal dari Ibnu Mas’ud).
 
Rosululloh saw bersabda:
“Apabila anak adam mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfa’at, dan anak sholeh yang mendo’akannya.” (HR. Muslim).
 
Rosululloh saw bersabda:
“Para Ulama adalah ahli sorga dan Kholifah-Kholifah (pengganti) para Nabi.” (Murdawaih).
 
Sayyidah Aisyah ra, berkata:
“Apabila datang kepadaku suatu hari yang pada hari itu aku tidak bertambah ilmu, dalam terbitnya matahari pada hari itu, aku merasa tidak diberkati.”
 
Rosululloh saw bersabda:
“Apabila telah terjadi hari kiamat, ALLOH mengumpulkan para Ulama. Lalu Dia berfirman:
“Sesungguhnya AKU meniupkan hikmah-KU kepada kalian dan AKU tidak akan menyiksa kalian, maka masuklah kalian ke sorga dengan berkat Rohmat-Ku.”
 
Rosululloh saw bersabda:
“Sesungguhnya ALLOH berbangga kepada para Malaikat dengan tinta para Ulama, seperti DIA berbangga dengan darah orang-orang yang mati syahid.” (Ibnu Abbas ra).
 
Umar Ibnu Khotthob ra berkata:
“Duduk dalam mempelajari Fiqih, lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun.”

Imam asy-Syafi’i rh mengatakan:
“Engkau tidak akan mendapat ilmu, melainkan dengan enam perkara.
Kecerdasan, kemauan keras, bersungguh-sungguh, bekal yang cukup, bimbingan guru, dan waktunya yang lama.”
Beliau rh, juga berkata:
“Barangsiapa yang tidak mempunyai ilmu, niscaya tiada kebaikan padanya.
Oleh karena itu, janganlah berteman atau bersahabat dengan orang yang tidak mencintai ilmu.
Sesungguhnya ilmu menyebabkan hati menjadi hidup dan terang.”
(Diwaan lmam asy-Syafi’i, hal. 378).

Rosululloh saw mengajarkan do’a untuk orang-orang yang mencari ilmu dan yang mengajarkannya :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا،وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Alloh, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu majah dan Ibnu As-Sunni).

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata:
“Di saat kesusahan, Nabi saw mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَلِيمُ الْحَلِيمُ ،
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ،
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيم

“Tiada sesembahan yang benar selain ALLOH Yang Maha Berilmu, Yang Maha Penyabar ..
Tiada sesembahan yang benar selain ALLOH .. Tuhan Arsy yang agung ..
Tiada sesembahan yang benar selain ALLOH .. Tuhan langit-langit .. dan Tuhan bumi .. dan Tuhan Arsy yang mulia.” (HR. al-Bukhori)

Awan Tag