AROHMAAN ARROHIIM

ASMAUL-HUSNA | 01 | 02
Ar-Rohmaan ( ٱلرحمن ) Yang Maha Pengasih terhadap seluruh makhluk-NYA di Dunia, termasuk manusia, hewan dan tumbuhan .. DIA tidak membedakan antara yang beriman dan yang tidak beriman .. Kasih ALLOH bersifat umum.
Ar-Rohiim: ( الرحيم ) Yang Maha Penyayang, pemberi keni’matan yang di luar jangkauan dan penyayang di dunia dan di akhirat yang bersifat husus.

الرحمن الرحيم

AR-ROHMAAN | AR-ROHIIM

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى

“Katakanlah: serulah ALLOH atau serulah AR-ROHMAAN. Dengan nama yang mana saja kamu seru, DIA mempunyai Al-Asmaaul Husna (nama-nama yang paling indah).” (QS. Al-Isroo’ : 110).

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-KU, bahwa sesungguhnya AKU lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hijr: 49).

Pertama kali, ALLOH memperkenalkan diri-NYA dalam sejarah manusia dengan dua sifat yang menakjubkan. Dalam wahyu pertama surat Iqro’ ayat 1-5, ALLOH menyebutnya sebagai ROBB (Tuhan) lalu KHOOLIQ (Yang Maha Pencipta) Tuhan atas segala ciptaan.
Lalu, ALLOH mengajarkan ilmu pada manusia, dengan cara yang begitu mulia, membaca. Kemudian sekali lagi ALLOH mengabarkan tentang sifatnya, AKROM (Yang Maha Mulia) Satu dari sifat-NYA Yang Mulia, lahir dari nama-NYA. AR-ROHIIM, Maha Penyayang.

Dalam al-Qur’an, ALLOH mengulangi kata AR-ROHIIM sebanyak 114, jauh lebih banyak dari asma ALLOH, AR-ROHMAAN yang di sebut 57 kali.

Beberapa mufassir, menterjemahkan perbedaan antara kata AR-ROHMAAN dan AR-ROHIIM. Jika kata yang pertama, sifatnya berlaku untuk seluruh manusia, maka kata yang kedua disebutkan, hanya berlaku pada situasi khusus dan untuk kaum tertentu semata.

Namun menariknya, di sini jumlah yang umum jauh lebih sedikit dari jumlah yang khusus. Artinya, dengan ROHIIM-NYA, ALLOH teramat menyintai umat dan kaum yang mulia, dengan dilimpahkan begitu banyak kemuliaan kepada manusia-manusia Muslim yang beriman.

Tempat tumbuh dan berkembangnya janin juga disebut rahim, ya’ni rahim bermulanya kehidupan. Di rahim dijaga kehidupan ideal seorang manusia. Di rahim, setiap manusia dilantik apa dan kemana tujuan hidupnya. Dan ketika bayi dilahirkan, ia menangis demikian rupa, meninggalkan rahim yang melimpah kasih sayang dan rasa aman.

Begitu pula ALLOH. Di dalam sifat ROHIIM-NYA, manusia akan hidup dengan aman, nyaman, penuh kemuliaan, sentosa dan pebuh keberkahaan.
Maka, sebutlah nama-nama Tuhanmu, dalam setiap awal do’a dan permintaan.

Mereka yang selalu membasahi bibirnya dengan kata sederhana, AR-ROHIIM, maka Sang Pemilik Nama, akan selalu menjaganya dengan segenap kasih sayang-NYA.
Mereka yang selalu menghiasai hatinya dengan kata sederhana, AR-ROHIIM, maka ALLOH akan menghiasainya pula dengan kasih sayang yang tak berbatas ruang dan tak dikekang waktu.
Dan siapa saja yang disayangi ALLOH, maka tak satupun makhluk di dunia memiliki alasan untuk membencinya, kecuali mereka yang telah dikuasai nafsu angkara.

MENELADANI SIAFAT AR-ROHMAAN AR-ROHIIM

Sifat AR-ROHMAAN yang Maha Pemurah dan AR-ROHIIM yang Maha Penyayang , keduanya berasal dari rohmat kasih sayang-NYA dan sasaran dari kerohmatan adalah orang yang mengamalkan sifat-sifat ini pada dirinya ..
Yaitu orang yang mendahulukan perhatiannya terhadap orang fakir ..
Karena orang yang tidak perhatian dan mendahulukan dalam memenuhi kebutuhan orang fakir tidak dapat disebut penyayang ..

Seseorang juga tidak akan disebut penyayang jika hanya sebatas ingin memenuhi kebutuhan orang fakir tetapi tidak melaksanakannya, yang sesungguhnya dia mampu untuk memenuhinya ..
Tetapi orang ini sudah dapat disebut pengasih walau dalam pengertian yang kurang sempurna ..
Karena sifat kerohiman tersebut meliputi pihak yang membutuhkan dan pihak yang tidak patut menerimanya , ya’ni mencakup perbuatan untuk dunia dan akhirat ..

AR-ROHMAAN yang maha pengasih lebih khusus daripada AR-ROHIIM karena AR-ROHMAAN lebih berkaitan dengan nama-nama Alloh yang paling indah ..
Pada hakekatnya AR-ROHIIM adalah suatu kerohiman yang berada diluar kemampuan manusia ..
Karena sifat AR-ROHIIM lebih tersembunyi di kedalaman hati yang dimiliki oleh orang yang hidup dengan hati yang dipenuhi dzikir dan hati yang bertaubat kepada ALLOH ..

Sifat AR-ROHIIM berkaitan dengan kebahagiaan akhirat, sedangkan AR-ROHMAAN disamping tersimpan di hati yang paling dalam tetapi akan tercermin di wajah, lisan dan pergerakan anggota tubuhnya yang berkaitan dengan kebahagiaan dunia dan akhirat ..

Manusia yang memiliki sifat ARROHMAANIR-ROHIIM adalah manusia yang tidak berpaling dari orang-orang yang membutuhkannya ..
Yaitu dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka sejauh dirinya mampu ..
Tidak berpaling dari keberadaan orang-orang miskin disekitarnya dan menyediakan bantuan untuk melepaskan mereka dari kemiskinan , baik dengan kekayaan maupun dengan kedudukannya atau dengan menjadi perantara bagi mereka ..
Dan jika mereka tidak mampu melakukan itu semua maka mereka membantu dengan do’a dan mencintai mereka sebagaimana mencintai saudaranya dan turut merasakan kemalangannya ..

Manusia yang mengamalkan sifat AR-ROHMAANIR-ROHIIM adalah manusia yang menunjukkan kasih-sayangnya kepada orang-orang yang lalai dan kemudian mengajaknya agar tidak lagi melalaikan hak-hak ALLOH , dengan melalui teguran dan nasehat yang disertai dengan kelembutan ..
Tidak memandang kedurhakaan mereka dengan pandangan kehinaan , tetapi memandang kedurhakaan mereka sebagai suatu kemalangan ..
Kemudian sifat kasih-sayangnya mendorongnya untuk berupaya membantu agar mereka selamat dari adzab ALLOH ..

ALLOH telah selesai merancang alam semesta ini, bagi manusia seyogianya kehidupan dunia ini dijalani melalui rencana yang sesuai dengan rancangan penciptanya ..
Bagaimana manusia menyikapi waktu yang tersisa , apakah sesuai dengan kehendak sang pencipta .. bahwa manusia diciptakan hanyalah untuk menyembah kepada ALLOH, atau hanya menjadi manusia yang ingkar kepada-NYA ..

“Setiap keburukan mengandung kebaikan didalamnya ,jika keburukan itu dihapuskan maka kebaikan didalamnya juga terhapuskan, dan hasil akhirnya adalah keburukan yang lebih buruk daripada keburukan yang mengandung kebaikan.”
(Al-Ghozali).  

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: