MUHARROM – محرّم – SURO

Bulan pertama kalender hijriyah ini mengambil dari perkataan “Harom” yg bermaksud larangan menganiaya atau melakukan dosa, bukan berarti pada bulan-bulan lainnya dosa dapat dilakukan, dn berlakunya larangan menumpahkan darah atau berperang.

Bulan Muharrom termasuk dalam empat bulan yg diharamkan dalam Islam serta dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan-amalan kebajikan di bulan-bulan tersebut.

DO’A AKHIR TAHUN :

وَصَلََّى الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلََّمَ.
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْنَا فِي هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنَا عَنْهُ فَلَمْ نَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيْنَا بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِاَ وَدَعَوْتَنَا إلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جِرَائَتِنَا عَلَى مَعْصِيَتِكَ.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لَنَا، وَمَاعَمِلْنَا فِيْهَا مِمّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنَا عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَنَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ  يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإكْرَامِ اَنْ تَتَقَبّلَهُ مِنَّا وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائَنَا مِنْكَ يَاكَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.

“Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Alloh melimpahkan rohmat dan keselamatan kepada junjungan Sayyidina Muhammad,beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Alloh .. segala yang telah kami kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa pada kami, dan Engkau telah mengajak kami untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.
Ya Alloh .. kami mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada kami dengan kemurahan-Mu.
Terimalah segala apa yang telah kami kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhoi dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, berkenanlah menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Alloh memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.”

DO’A AWAL TAHUN :

وَصَلََّى الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلََّمَ.
اللّهُمَّ اَنْتَ الأبَََدِيُّ القَدِيْمُ الأَوَّلُ. وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَجُوْدِكَ المُعَوَّلِ. وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أقْبَلَ عَلَيْنَا. نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ وَالإِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنَا اِلَيْكَ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإكْرَامِ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلََّمَ .

“Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rohmat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Alloh .. Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan dan kekasih-kekasihnya serta bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rohmat dan keselamatan kepada Sayyidina Muhammad, Nabi yang ummi dan atas para keluarga dan sahabatnya.

KEUTAMAAN TASU’A ‘ASYURO

Terdapat beberapa keutamaan dalam beramal kebajikan di bulan Muharrom, umat Islam tentu bergembira menyambut bulan ini. Hususnya Hari Tasu’a dn Asyuro’ yaitu hari kesembilan dn kesepuluh bulan Muharrom dan disunnahkan untuk berpuasa pada dua hari itu.

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw, saat ditanya seorang sahabat:
“Puasa apakah yang paling utama sesudah puasa Romadhon .?”
Nabi saw menjawab:
”Puasa pada bulan Alloh yang kalian namakan bulan Muharrom.”
(HR Muslim)

“Puasa hari Asyuro’ diharapkan dapat menghapus dosa tahun lalu.”
(HR Muslim)

Tasu’a adalah tanggal 9 Muharrom. Dinamakan demikian, diturunkan dari kata bahasa arab “tis’ah” yang artinya sembilan.
Sedangkang ‘Asyuro dari kata “’asyro” yang artinya sepuluh.

Pada tanggal 9 Muharrom ini kita dianjurkan puasa, mengiringi puasa ‘Asyuro di tanggal 10 Muharram besok harinya, agar puasa kita tidak menyamai puasa yang dilakukan Yahudi dan Nasrani, yaitu pada tanggal 10 Muharrom saja.

Kata ‘‘Muharrom’’ bermakna mulia, membela, menahan, yang diharamkan atau yang menjadi pantangan.

Dari Ibnu Abbas ra, bahwa ketika Nabi saw melaksanakan puasa ‘Asyuro dan beliau saw perintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di hari itu, ada beberapa sahabat yang melaporkan:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى

“Wahai Rosululloh, sesungguhnya tanggal 10 Muharrom itu, hari yang diagungkan orang Yahudi dan Nasrani.”

Lalu Nabi saw bersabda:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Jika datang tahun depan, insya Alloh kita akan puasa tanggal 9 (Muharrom).”

Ibnu Abbas melanjutkan:
“Namun belum sampai menjumpai Muharrom tahun depan, Rosululloh saw sudah wafat.”
(HR. Muslim).

Dari riwayat di atas, bisa kita ambil pelejaran;

Pertama, tujuan Nabi saw melaksanakan puasa Tasu’a adalah untuk menunjukkan sikap yang berbeda dengan orang Yahudi. Karena beliau sangat antusias untuk memboikot semua perilaku mereka.

Kedua, Nabi saw belum sempat melaksanakan puasa itu. Namun sudah beliau rencanakan. Sebagian ulama’ menyebut ibadah semacam ini dengan istilah sunah hammiyah (sunah yang baru dicita-citakan, namun belum terealisasikan sampai beliau meninggal).

Ketiga, fungsi puasa Tasu’a adalah mengiringi puasa ‘Asyuro. Sehingga tidak tepat jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa Tasu’a saja, tapi harus digabung dengan ‘Asyuro di tanggal 10 besoknya.

Imam As-Syafi’i dan pengikut madzhabnya, imam Ahmad, Ishaq bin Rahuyah, dan ulama’ lainnya mengatakan:
“Dianjurkan puasa di hari kesembilan dan kesepuluh Muharrom secara berurutan. Karena Nabi saw telah melaksanakan puasa di tanggal 10 dan beliau telah meniatkan puasa tanggal 9 Muharrom.

Nabi saw bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa hari ‘Asyuro, aku berharap agar Alloh menghapuskan dosa satu tahun yang telah lewat.”
(HR. Muslim).

Subhanalloh, betapa luasnya karunia Alloh kepada kita, hanya dengan puasa sehari Alloh jadikan sebagai sebab pengampunan dosa satu tahun yang telah lewat. Dan sungguh Alloh Maha Luas Rohmat-Nya.

Karena tujuan ini, Rosululloh saw sangat antusias untuk melaksanakan puasa ‘Asyuro.

Ibnu Abbas ra menceritakan:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

“Aku belum pernah melihat Nabi saw betul-betul memperhatikan puasa pada hari yang beliau istimewakan dari pada yang lainnya, melebihi puasa di hari ini yaitu ‘Asyuro dan bulan ini, yaitu Romadhon.”
(HR. Bukhori).

PERISTIWA ‘ASYURO

Diantara ni’mat Alloh swt yang diberikan atas hamba-hamba-Nya, adalah perguliran musim-musim kebaikan yang datang silih berganti, mengikuti gerak perputaran hari dan bulan. Supaya Alloh swt mencukupkan ganjaran atas amal-amal mereka, serta menambahkan limpahan karunia-Nya.

Dan tidaklah musim haji yang diberkahi itu berlalu, melainkan datang sesudahnya bulan yang mulia, ya’ni bulan Muharrom. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shohihnya dari Abu Huroiroh  ra, Nabi saw bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon adalah puasa pada bulan Alloh yang kalian sebut bulan Muharrom, dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (HR.Muslim).

Nabi saw menamai bulan Muharrom dengan bulan Alloh, ini menunjukan akan kemuliaan dan keutamaannya. Sesungguhnya Alloh swt menghususkan sebagian makhluk-Nya terhadap sebagian yang lainnya, serta mengutamakannya dari sebagian yang lainnya.

Hasan al-Bashri rohimahulloh berkata:
“Sesungguhnya Alloh membuka tahun dengan bulan haram dan mengakhirinya dengan bulan haram, dan tidak ada bulan dalam setahun yang lebih mulia disisi Alloh melebihi bulan Romadhon, karena sangat haramnya bulan tersebut.”

Dibulan Muharrom ada satu hari yang pada hari itu terjadi peristiwa besar serta kemenangan yang gemilang. Saat dimana kebenaran menang atas kebatilan, ia adalah hari yang memiliki keutamaan yang agung dan kehormatan sejak dahulu, hari itu adalah hari yang kesepuluh dari bulan Muharrom, yang biasa disebut hari ‘Asyuro.

19 peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 10 Muharrom atau hari ‘asyuro’.

1. Alloh swt menjadikan ‘Arsy
2. Alloh swt menjadikan malaikat Jibril as
3. Alloh swt menjadikan Lauh Mahfudz
4. Hari pertama Alloh swt menciptakan alam
5. Hari pertama Alloh swt menurunkan rohmat
6. Hari pertama Alloh swt menurunkan hujan
7. Nabi Adam as bertobat kepada Alloh swt dan tobatnya diterima oleh Alloh swt
8. Nabi Idris as diangkat oleh Alloh swt ketempat tinggi (sorga)
9. Nabi Nuh as diselamatkan oleh Alloh swt dari banjir yg menenggelamkan umatnya yg dholim
10. Nabi Ibrohim as diselamatkan oleh Alloh swt dari pembakaran raja Namrud
11. Alloh swt menurunkan Kitab Taurot kepada Nabi Musa as
12. Nabi Yusuf as dibebaskan dari penjara setelah meringkuk beberapa tahun akibat fitnah Siti Zulaiha
13. Nabi Ya’qub as disembuhkan penyakit butanya oleh Alloh swt setelah berpisah dengan Nabi Yusuf as
14. Nabi Ayyub as diselamatkan oleh Alloh swt dari penyakitnya
15. Nabi Yunus as di keluarkan oleh Alloh swt dari perut ikan paus setelah berada selama 40 hari 40 malam
16. Alloh swt mengizinkan Nabi Musa as untuk membelah laut merah dari kejaran Fir’aun
17. Kesalahan Nabi Dawud as di ampuni oleh Alloh swt
18. Nabi Sulaiman as di karuniai oleh Alloh swt kerajaan yg besar
19. Alloh swt menciptakan ruh Nabi Muhammad saw.

AMALAN ‘ASYURO

12 macam amal kebajikan yg layak diperhatikan pada tanggal 10 Muharrom menurut para ulama’ :

1. Mandi sunnah
2. Melaksanakan sholat sunnah
3. Melakukan puasa sunnah
4. Mengeluarkan shodaqoh
5. Memberikan keleluasaan dalam keluarga dengan menambah belanja dan membelikan pakaian baru
6. Mengadakan kunjungan pada alim ulama’ dan orang-orang sholeh
7. Menengok orang yang sedang sakit
8. Mengusap kepala anak yatim dengan menampakkan kasih sayang terhadapnya dan memberikan kesenangan baginya
9. Memakai celak mata
10. Menggunting kuku
11. Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali
12. Menyambung tali persaudaraan dan silaturrohmi kepada sanak famili.

Dari Ibnu Abbas ra, Rosululloh saw bersabda :
“Barang siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharrom) maka •Alloh swt akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan •barang siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumroh, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan •barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Alloh sawt akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat, dan •barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari ‘Asyuro, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rosululloh saw yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”

DZIKIR HARI ‘ASYURO

حَسْبُنَااللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
سُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَالْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ
لاَمَلْجَأَ وَلاَمَنْجَأَ مِنَ اللَّهِ اِلاَّ اِلَيْه
سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا
نَسْأَلُكَ السَّلاَمَةَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ
وَهُوَحَسْبُنَ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Cukuplah Alloh menjadi sandaran kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong.
Maha Suci Alloh sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhoan dan timbangan ‘Arsy.
Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Alloh, kecuali hanya kepada-Nya.
Maha Suci Alloh sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Alloh yang sempurna.
Kami memohon keselamatan dengan rohmat-Mu Wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang.
Dan tiada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Dan Dia-lah yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong.
Semoga sholawat dan salam Alloh atas Sayyidina Muhammad juga kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau.

DO’A ‘ASYURO

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
أَللَّـهُمَّ ياَمُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ وَياَ مُخْرِجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَجاَمِعَ شَمْلَ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَغاَفِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَكاَشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَساَمِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهاَرُوْنَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَخاَلِقَ رُوْحِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَرَحْمَنُ الدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ وَأَطِلْ عُمْرِى فىِ طاَعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضاَكَ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَأَحْيِنِى حَياَةً طَيِّبَةً وَتَوَفَّنِى عَلَى الإِسْلاَمِ وَالإِيْماَنِ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمْيَنَ

Dengan asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang , segala puji bagi Alloh Tuhan alam semesta.
Ya Alloh,
Wahai Yang membebaskan segala kesulitan,
Wahai Yang melepaskan Nabi Yusuf Dzin-Nun di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ya’kub di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari ‘Asyuro, 
Wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayub di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang mendengar do’a Nabi Musa dan Nabi Harun di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad saw di hari ‘Asyuro,
Wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat panjangkanlah umurku dalam ta’at ibadah dan cinta kepada-Mu serta ridlo-Mu Wahai Yang Maha Pengasih diantara yang pengasih,
Hidupkanlah aku dalam kehidupan yang baik, matikanlah aku dalam Islam dan Iman, Wahai Yang maha Pengasih diantara yang Pengasih.

Semoga sholawat dan salam Alloh atas Sayyidina Muhammad juga kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau.
Segala puji bagi Alloh Tuhan pemelihara alam semesta.

BUBUR SURO

Pernahkah anda mencicipi hidangan bubur yang ditaburi beraneka biji-bijian dan lauk pauk .?
Bubur tersebut nongolnya setiap hari ‘Asyuro , makanya disebut BUBUR SURO.
Tapi apakah anda tahu mulai kapan asal muasal hidangan khas suro tersebut .?

Diriwayatkan, pada hari ‘Asyuro waktu Alloh mengeluarkan Nabi Nuh as dari perahu.
“Sesungguhnya Nabi Nuh as ketika berlabuh dan turun dari kapal, beliau as bersama orang-orang yang menyertainya, mereka merasa lapar sedangkan perbekalan mereka sudah habis.
Lalu Nabi Nuh as memerintahkan pengikutnya untuk mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka, maka dengan serentak merekapun mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka, ada yang membawa seraup biji gandum, ada yang membawa biji adas (kacang kuning), ada yang membawa biji ful (kacang coklat), ada yang membawa biji himmash (kacang putih) dll, sehingga terkumpul 7 macam biji-bijian.
Selanjutnya Nabi Nuh as membaca Basmalah pada biji-bijian yang sudah terkumpul lalu beliau as memasaknya, setelah matang lalu mereka menyantapnya bersama-sama sehingga kenyang semuanya, dengan barokah do’a(basmalah)nya Nabi Nuh ‘Alaihissalaam.”

Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an, Alloh swt berfirman:

قِيلَ يَانُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ

“Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat dari orang-orang yang bersamamu.” (11:48)
Dan itu adalah pertama kali makanan yang dimasak dibumi setelah adanya Thoufan (banjir bandang disertai angin).

Dengan adanya peristiwa tersebut, maka para pendahulu kita menjadikan bubur suro sebagai tradisi yang mereka laksanakan untuk sajian/hidangan setiap hari ‘Asyuro.

KEMAREN, HARI INI DAN ESOK

Dunia ini adalah satu masa di antara dua masa ..
Ya’ni, satu masa yang telah berlalu .. satu masa yang akan datang .. dan satu lagi masa di mana kita hidup sekarang ini ..

Masa yang telah berlalu dan masa yang akan datang terkadang tidak berdampak sedikitpun di masa kita hidup sekarang, yang telah berlalu hanya menjadi kenangan dan yang akan datang belum kita rasakan. Dan masa sekarang inilah yang tersisa, dan yang benar-benar kita rasakan. Padahal, masa sekarang inilah yang kerap memperdaya kita.

Sesungguhnya hari ini, jika kita mengerti, ia ibarat seorang tamu yang singgah ke rumah kita dan kemudian akan pergi meninggalkan rumah kita ..
Apabila kita menjamunya dengan baik dan menghormatinya, maka ia akan menjadi saksi bahwa kita adalah orang yang baik, ia memuji kita dan akan membantu kita tatkala kita membutuhkan bantuannya ..
Tapi, apabila kita menjamunya dengan sangat jelek, melayaninya dengan kasar, maka ia akan mengingatmu dengan ingatan bahwa kita telah menyia-nyiakannya ..

Kemudian, datang keesokan harinya saudara dari tamu pertama yang singgah ke rumah kita, dan ia telah mengetahui bagaimana cara kita menjamu saudaranya ..
Tatkala tamu pertama kita jamu dengan jamuan yang jelek dan kasar, maka saudaranya yang sekarang singgah ke rumah kita akan berkata, “Sesungguhnya saudaraku telah kamu perlakukan dengan sangat tidak baik .. Sekarang aku singgah ke rumahmu, jika kamu memperlakukanku dengan baik, maka hal itu menjadi penebus kesalahan yang telah engkau lakukan pada saudaraku dan kami akan memaafkanmu.”

Perlakukanlah tamu kedua kita yang datang pada kita hari ini dengan sebaik-baik perlakuan ..
Jangan sampai perlakuan tidak baik kita pada tamu pertama terulang kembali kepada tamu kedua, ketiga, dan tamu-tamu setelahnya ..
Alangkah meruginya apabila mereka semua bersaksi bahwa kita orang yang buruk dan jahat karena telah memperlakukan mereka dengan perlakuan yang buruk ..
Jika demikian halnya, maka sisa umur kita tidak akan berguna dan tidak berharga lagi ..

Seandainya kita berusaha mengumpulkan harta sedunia, maka hal itu tidak dapat menggantikan satu hari saja yang telah tersia-siakan ..
Oleh karena itu wahai sahabat, janganlah kita jual hari ini dan jangan kita ganti hari ini dengan dunia yang tidak lagi berharga dan berguna di hari kelak ..
Jangan sampai orang yang telah mati lebih menghargai apa yang saat ini kita miliki, sedangkan kita sang pemilik justru menyia-nyiakannya .. ya.. itulah waktu-waktu yang ada pada kita ..

Orang yang mati tidak punya waktu lagi, dan ia telah mengetahui betapa berharganya waktu, walau satu hari ..
Sehingga, jika orang mati itu ditanya:
“Manakah yang akan kau pilih ..
dunia ini beserta isinya, mulai dari awal diciptakan dunia ini hingga kelak kiamat .. yang bisa kau gunakan harta ini untuk tujuh keturunanmu setelah matimu .. sehingga mereka bisa bermegah-megahan dengan harta yang kau wariskan .. ataukah satu hari di mana kau tidak beramal baik sedikit pun untuk kepentigan akhiratmu ..?”
Maka demi Alloh .. orang itu akan memilih satu hari itu daripada semua harta yang berlimpah ..
Bahkan, jika ia disuruh memilih antara diberikannya pahala dikarenakan satu kata yang ia  ucapkan dengan harta yang berlimpah ruah .. maka demi Alloh, ia akan memilih satu kata itu saja ..

Oleh karena itu .. mulai hari ini .. jadikan hari-hari kita untuk kebaikan dan kemanfaatan kita kelak .. cermati meski hanya satu jam .. hormati dan hargailah meskipun hanya satu kata ..

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: