Archive for Mei, 2014

AL-FATTAAH

ASMAUL HUSNA | 18
Al-Fattaah: ( الفتاح ) Yang Maha Pembuka, Memutuskan membuka gedung penyimpanan rohmat-NYA untuk seluruh hamba-NYA, Yang Maha Memberi kemenangan dan kesuksesan.

الفتاح

AL FATTAAH | YANG MAHA MEMBUKA
ALLOH dengan kekuasaan-NYA menyebabkan apapun yang tertutup menjadi terbuka dan dengan petunjuk-NYA apapun yang tidak jelas menjadi jelas.

DIA menyediakan bagi orang-orang yang bertakwa rizki dan cara-cara untuk memperolehnya tanpa disangka-sangka ..
DIA menganugerahkan kepada orang-orang yang berserah diri kepada-NYA lebih dari apa yang mereka minta dan harapkan ..
DIA memudahkan bagi mereka, mengatasi semua urusan mereka yang sulit ..
DIA membukan pintu-pintu yang tertutup ..
 
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang ALLOH anugerahkan kepada manusia berupa rohmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya ..
Dan apa saja yang ditahan oleh-NYA maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu.
Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ..”
(QS. Fâthir: 2).

DIA yang membuka pintu-pintu kebaikan dunia dan agama bagi hamba-hamba-nya ..
DIA yang membuka hati-hati orang-orang yang dipilih-NYA ..
DIA memperbaiki lalu menyempurnakan kondisi agama mereka ..
Menjadikan mereka istiqomah, tetap tegar di atas jalan yang lurus ..
Mengunci dengan kelembutan dan perhatian-NYA ..
Menghiasi hati mereka dengan pengetahuan tentang ketuhanan ..
Pemahaman yang benar terhadap nama-nama Yang Maha Indah ..
Sifat-sifat-NYA yang maha sempurna dan hakekat keimanan kepada-NYA ..

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan ALLOH hatinya (untuk) menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari ROBB-nya (sama dengan orang yang membatu hatinya) .?
Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat ALLOH.
Mereka itu dalam kesesatan yang nyata
(QS. az-Zumar/39:22).

ALLOH AL-FATTAAH
Segalanya dalam kekuasaan-NYA .. Hanya di tangan-NYA lah kemenangan ..
Kebesaran, keluasan dan segala kekayaan alam raya dalam genggama-NYA ..
Kepada-NYA berdo’a untuk mendapatkan keberuntungan ..
Hanya kepada-NYA bertawakal untuk memperoleh kemenangan ..
Hanya kepada-NYA mengharap perbendaharaan langit dan bumi ..
Hanya DIA yang mengaturnya, membuka dan menutupnya ..

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

“Apabila telah datang pertolongan ALLOH dan kemenangan.” (QS. An-Nashr: 1).

وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِّنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai, (yaitu) pertolongan dari ALLOH dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Ash-Shof: 13).

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

“Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil), dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. al-A’rof: 89).

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ

“Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian DIA memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan DIA-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Saba’: 26).

حَتَّىٰ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

“Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang ada adzab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.” (QS. al-Mu’minun: 77).

AL-FATTAAH adalah yang menghukumi antara para hamba-NYA dengan hukum-NYA, hukum takdir-NYA, dan hukum pembalasan-NYA ..
Dengan kelembutan-NYA, DIA membuka penglihatan orang-orang yang jujur serta membuka hati mereka untuk mengenal-NYA, mencintai-NYA, dan kembali kepada-NYA ..
DIA membuka bagi hamba-NYA pintu-pintu rohmat, pintu-pintu rizki yang bermacam-macam, serta menetapkan untuk mereka sebab yang mengantarkan mereka memperoleh kebaikan dunia dan akhirat ..

Pembukaan ALLOH SWT ada dua macam:

1. Pembukaan dengan hukum agama-NYA dan hukum balasan-NYA.
Pembukaan dengan hukum agama-NYA adalah dengan hidayah-NYA kepada para hamba-NYA dan pemberian syariat kepada mereka melalui Lisan para Rosul-NYA dalam segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan mereka, yang dengannya mereka dapat istiqamah di atas jalan-NYA yang lurus ..
Adapun pembukaan dengan hukum balasannya ialah keputusan-NYA dan pemenangan-NYA untuk para Nabi-NYA dan pengikut mereka, dengan memuliakan dan menyelamatkan mereka, serta penghinaan dan hukuman yang ditimpakan atas musuh-musuh mereka. Termasuk dalam hal ini adalah keputusan-NYA di antara para hamba-NYA pada hari kiamat, saat setiap insan memperoleh balasan dari amalannya, baik berupa kebaikan maupun keburukan.

“Sesungguhnya Kami telah memenangkan kepadamu (wahai Muhammad) kemenangnan yang jelas.” (QS. Al-Fath: 1).
Yang merupakan pembukaan gemilang yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad saw ..
“Apa saja yang ALLOH anugerahkan kepada manusia berupa rohmat maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya.” (QS. Fathiir: 2).
Terkadang ALLOH membukakan bagi mereka gerbang-gerbang menuju kerajaan samawi dan keindahan-keindahan Ke-Agungan-NYA ..
“Dan pada sisi ALLOH-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya, kecualu DIA sendiri.” (QS. Fathiir: 2).
 
2. Pembukaan dengan hukum takdir-NYA.
Adalah apa yang ALLOH takdirkan atas hamba-hamba-NYA, baik berupa kebaikan maupun keburukan, manfaat maupun mudhorot, pemberian maupun penghalangan ..

“Dan DIA-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Saba: 26).
“Dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’rof: 89).
 
Manusia hendaknya mendambakan mencapai keadaan dimana kunci-kunci ghaib Ilahiyah akan terbuka dengan ucapannya dan dimana dirinya dapat memudahkan dengan pengetahuannya, kesulitan-Kesulitan yang dialami makhluk-makhluk dalam urusan keagamaan dan keduniaan dan dengan demikian maka dia mendapatkan nama AL-FATTAAH ‘Pembuka’.

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Ya ALLOH .. bukalah bagiku pintu-pintu rohmat-MU ..”

 

Iklan

AR-ROZZAAQ

ASMAUL HUSNA | 17
Ar-Rozzaaq: ( الرزاق ) Maha Pemberi Rizki, yang memberi berbagai rizki serta membuat sebab-sebab diperolehnya.

الرزاق

AR ROZZAAQ | YANG MAHA PEMBERI RIZKI
ALLOH yang menciptakan sarana-sarana rizki maupun mereka yang diberi rizki dan memberikan sarana kepada makhluknya maupun menciptakan jalan-jalan untuk meni’matinya ..
 
Dua macam pemberian rizki.
1. _Lahiriyah, terdiri atas pemeliharaan dan makanan untuk kekuatan jasmani.
2. _Bathiniyah, berupa hal-hal yang diilhamkan ke dalam hati dan yang disingkapkan rahasianya.
 
Rizki bathiniyah lebih tinggi dibandingkan rizki lahiriah, karena buahnya adalah kehidupan abadi .. Adapun buah dari pemberian rizki lahiriyah berupa kekuatan jasmani yang fana ..

لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
 
“Kepunyaan ALLOH-lah perbendaharaan langit dan bumi. DIA melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-NYA dan menyempitkannya. Sesungguhnya DIA Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Asy-Syuro: 12).
 
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun dimuka bumi melainkan ALLOH-lah yang memberi rizkinya.” (QS. Huud: 6).
 
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“DIA-lah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kalian, maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-NYA.
Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk: 15).
 
ALLOH Azza wa Jalla menganugerahkan pengetahuan untuk memberikan petunjuk .. Lidah untuk bersaksi dan mengajar .. kedua tangan untuk bekerja dan membagikan shodaqoh .. sehingga manusia dapat menjadi sebab bagi rizki yang lebih tinggi dan mencapai hati melalui kata-kata dan perbuatan-perbuatannya .. Karena bila ALLOH SWT mencintai seseorang .. DIA menjadikan makhluk-makhluk semakin membutuhkan orang tersebut dan kalau saja dia sampai menjadi perantara antara ALLOH dengan manusia agar rizki dapat sampai kepada manusia maka berarti dia memiliki sifat AR-ROZZAAQ ..
 
Rosululloh saw bersabda:
“Seorang Mu’min yang dengan bahagia memberikan kepada dirinya sendiri apa yang diperintahkan untuk memberikan, dia termasuk orang yang bershodaqoh.” (HR. Muslim).
 
Itulah orang yang telah mewarisi sifat ini yang tangannya dijadikan sebagai gudang rizkinya .. tubuh dan ucapannya menjadi gudang bagi rizki hati .. Persendian adalah sambungan tulang pada tubuh manusia yang berjumlah tiga ratus enam puluh buah .. Maka selayaknya manusia mengeluarkan shodaqoh bagi setiap persendian tubuhnya, semata-mata untuk mensyukuri ni’mat itu ..

Dengan adanya semua persendian itu, manusia hidup dengan penuh kesempurnaan dan keni’matan .. Sekiranya diantara persendian tersebut ada yang rusak atau kering, tentulah akan mendatangkan gangguan pada tubuh .. maka bershodaqoh atasnya merupakan tasyakkur dan juga menghindarkan bala’ ..

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan ALLOH) sebagian rizki yang telah Kami berikan kepada kalian.” (QS. Al-Baqoroh: 254).
 
أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ

“Nafkahkanlah sebagian dari rizki yang diberikan ALLOH kepada kamu.” (QS. Yaasiin: 47).
 
Rosululloh saw bersabda:
“Wajib bagi setiap muslim mengeluarkan shodaqoh.” (HR. Bukhori dan Muslim).
 
Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa memenuhi kebutuhan sesama muslim, baginya pahala berbakti kepada Alloh sepanjang hidupnya.” (HR. Bukhori).
 
Rosululloh saw bersabda:
“Tiada seorang hamba pun yang memperoleh limpahan ni’mat ALLOH dan ALLOH menyempurnakannya bagimu ..
Lalu ALLOH menjadikannya sebagai tempat memenuhi kebutuhan manusia lain, tetapi ia enggan, niscaya dirinya akan kehilangan ni’mat itu.” (HR. Thobroni).
 
Rosululloh saw bersabda:
“Sesungguhnya ALLOH mempunyai beberapa hamba yang diberi KEHUSUSAN dengan diberi ni’mat untuk kepentingan manusia lainnya, kemudian DIA tetapkan pada mereka yang harus mereka shodaqohkan .. Jika mereka membantah putusan itu .. DIA pindahkan ni’mat itu dari mereka kepada yang lain.” (HR. Abu Nu’aim dan Thobroni).
 
Rosululloh saw bersabda:
ALLOH SWT berfirman:
“Berinfaklah wahai anak Adam, pasti Aku beri infak kepadamu (ALLOH akan memberikan kepadanya ganjaran berlipat ganda).” (HR. Bukhori dan Muslim).
 
وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“…dijadikan-NYA kamu kuat dengan pertolongan-NYA dan diberi-NYA kamu rizki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.” (QS. al-Anfaal: 26).
 
Subhanalloh .. betapa luasnya anugerah ALLOH yang diturunkan untuk manusia .. DIA menjadikan rizki dari yang baik-baik, agar manusia yang beriman mampu bersyukur .. Tapi betapa sempitnya kita memahami dan memberi arti pada kata rizki ..
 
Hanya harta dan tahta, yang dianggap rizki dari yang Maha Kuasa .. Kadang-kadang, ditambahkan dengan kesehatan dan waktu luang, tanpa benar-benar memberi arti yang dalam pada keduanya ..
Kesehatan kurang disyukuri, waktu luang nyaris dilupakan .. Betapa kurang bersyukurnya ..
 
Meski demikian, ALLOH ta’pernah membedakan siapa yang akan menerima rizki dari-NYA .. Jika ALLOH Azza wa Jalla menghendaki sesuatu terjadi, maka DIA akan menciptakan sebab-sebab kejadiannya ..
Jika sebuah rizki ingin diberikan-NYA pada seorang hamba, maka ta’satu pun kekuatan yang bisa menghalanginya .. Ta’satu, ta’juga seribu .. Ta’beratus, ta’berlaksa .. Ta’ada kekuatan yang mampu menghalangi ukuran ketetapan-NYA ..
 
Satu rizki akan disusul rizki lainnya .. Jika manusia cukup tahu diri dan mensyukuri semua yang ia terima .. Tapi betapa sedikit yang mampu mengangkat tangan dan menundukkan kepala, berkata penuh rendah diri dan mengaku ..
”ALLOHU ROBBIY .. segala bermula atas-MU dan segala berakhir karena-MU .. segala dari-MU dan menuju kepada-MU ..”
 
Sering manusia mengira, semua yang didapat adalah hasil kerja keras dan usahanya .. Sering manusia menyangka, semua yang terjadi keluar dari jerih payahnya ..
Padahal sesungguhnya ta’ada daya dan upaya pada diri manusia yang lemah .. Makhluk yang ketika kantuk datang, ta’mampu meski hanya mengangkat kepala .. ta’ada maut menjemput yang mampu mempertahankan ..
 
YA ROZZAAQ .. inilah kami, berdiri dengan lutut gemetar memohon ampun dan ta’jub pada anugerah yang ENGKAU berikan ..
Berdzikirkan dengan nama ARROZZAAQ berkali-kali, ”YA ALLOHU YA ROBBIY .. YA ROZZAAQU YA ROZZAAQ ..” Berikanlah kepada kami segala yang baik, dari ilmu-MU, dari karunia-MU, dari takdir-MU, dan dari segala keputusan baik-MU ..
 

AL-WAHHAAB

ASMAUL HUSNA | 16
Al-Wahhaab: ( الوهاب ) Maha Pemberi, Maha Menganugerahi, yang memberi banyak keni’matan dan selalu memberi karunia.

الوهاب

AL WAHHAB | YANG MAHA PEMBERI
Karunia ALLOH merupakan hadiah yang bebas dari imbalan dan kepentingan .. DIA-lah yang memberi setiap manusia apa yang dibutuhkannya .. bukan untuk mendapatkan balasan atau kepentingan tertentu .. sekarang ataupun dimasa yang akan datang ..
Jika karunia yang bersifat seperti ini dimiliki manusia, pihak yang memberikannya dapat disebut sebagai pemberi atau dermawan ..
Akan tetapi siapapun yang memberikan sesuatu dengan maksud agar kepentingannya terwujud cepat atau lambat .. dia bukanlah pemberi dan juga dermawan ..
Apa saja yang belum dapat dicapai, tetapi bermaksud mencapainya dengan bermurah hati memberikan sesuatu, hal tersebut dianggap mengharapkan balasan ..
 
Kedermawanan sejati adalah memberikan keuntungan-keuntungan kepada orang lain, namun bukan bertujuan agar si pemberi mendapat imbalan keuntungan ..
Sesungguhnya siapapun yang melakukan sesuatu karena akan dicela kalau tidak melakukannya, dia sedang membebaskan dirinya dengan jalan melakukan sesuatu, hal itu adalah kepentingan dan mengharapkan imbalan ..
 
“Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rohmat Tuhanmu yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi.” (QS. Shood: 9)
 
Ma’na lafazh ‘AL-WAHHAAB’ menekankan bahwa pada hakikatnya tidak mungkin tergambar dalam benak, mengenai adanya yang memberi ..
Siapapun yang membutuhkan dan mengharapkan imbalan atau tujuan duniawi atau ukhrowi hanya kepada ALLOH .. maka dia disebut telah meneladani AL-WAHHAAB .. Mereka berkata:
 
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Tuhan kami, janganlah ENGKAU jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah ENGKAU memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rohmat dari sisi-MU karena sesungguhnya ENGKAU-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron: 8).
 
Karena siapa yang memberi disertai dengan tujuan duniawi atau ukhrowi, baik tujuan itu berupa pujian, meraih persahabatan, menghindari celaan dan hinaan atau mendapatkan kehormatan, dia bukanlah ‘WAHHAAB’ ..
Makhluk tidak mungkin memberi secara berkesinambungan sedang ALLOH dapat memberi secara berkesinambungan dan tanpa batas ..
 
“(Nabi Sulaiman) ia berkata :
“Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi.” (QS. Shood: 35)
 
Murah hati adalah mengorbankan milik dan jiwanya, “demi ALLOH semata” .. bukan demi tercapainya keni’matan sorga atau bukan demi terhindarnya dari siksa neraka .. atau bukan demi keuntungan yang ingin disegerakan .. atau keuntungan dimasa yang akan datang ..
 Setingkat dibawahnya adalah orang yang memberi dengan sukarela demi tercapainya keni’matan sorgawi dan tingkat dibawahnya adalah orang yang memberi untuk mendapat pujian ..

Karena tujuan dari kemurahan hati (kedermawanan) adalah ‘keridhoan ALLOH Azza wa Jalla .. kesempatan bertemu dengan-NYA dan dapat mencapai-NYA ..
Karena inilah kebahagiaan yang hakiki dari kemurahan hati (kedermawanan) dan terlihat secara dhohir bahwa dia tidak mendapat apa-apa dari kedermawanannya’ ..
 
Perhatikan hubungan orang tua kepada anak-anaknya .. mereka perduli kepada mereka bukan karena keuntungan yang akan didapatkan dari anaknya .. dan apabila anak-anaknya tidak memberikan keuntungan kepada orang tua mereka maka para orang tua tidak merubah keperdulian mereka kepada anak-anaknya ..
 
Apabila orang mencari sesuatu demi sesuatu yang lain dan bukan demi sesuatu itu sendiri .. seakan-akan dia tidak mencari AL WAHHAAB .. karena hal itu bukan tujuan yang hendak dicapainya ..
 
Ini seperti orang yang mencari emas, dia tidak mencari emas demi emas, namun demi mendapatkan makanan atau pakaian melalui emas ..
Makanan dan pakaianpun tidak dicari demi makanan dan pakaian, tetapi sebagai alat demi memuaskan keni’matan atau untuk menghilangkan penderitaan ..
 
Maka siapapun yang beribadah kepada ALLOH demi mendapatkan keni’matan sorga, berarti dia telah menjadikan AL-WAHHAAB sebagai sarana dan bukan sebagai tujuan yang hendak dicapainya ..
Tanda bahwa sesuatu itu merupakan sarana adalah tidak ada seorangpun yang mencari sesuatu itu jika keuntungannya dapat diperoleh tanpa sesuatu itu ..
 
Jika sesuatu itu dapat dicapai tanpa emas, maka emas tidak akan disukai dan tidak akan dicari, karena sesungguhnya yang disukai adalah manfaat yang dicari bukan emas .. Dan jika merasa sorga dapat dicapai oleh orang yang beribadah kepada ALLOH demi sorga itu, maka sesungguhnya dia tidak beribadah, karena yang dicari dan yang disukainya adalah sorga itu sendiri ..
 
Barangsiapa yang hanya mencintai ALLOH semata dan hanya mencari kedekatan dengan-NYA, maka dialah yang disebut orang yang beribadah kepada-NYA, bukan mencari keuntungan, karena ALLOH itu sendirilah keuntungan dan selain DIA bukanlah keuntungan ..
 
Maka ALLOH-lah yang sesungguhnya tujuan akhir seseorang sejak dari awalnya .. Kebanyakan makhluk berbuat dholim kepada dirinya ketika beribadah kepada ALLOH Azza wa Jalla .. yaitu seperti orang upahan, yang bekerja demi upah yang diharapkannya .. maka sikap seperti ini tidak akan memahami keni’matan menatap wajah ALLOH Azza wa Jalla, karena mereka hanya mempercayai-NYA sebatas ucapan-ucapan ..
 
AL-WAHHAAB .. DIA adalah Maha Pemberi ..
Pemberian-NYA tanpa syarat, juga tanpa batas .. Ta’terukur, juga ta’ternilai .. Ta’ada satupun yang mampu menyamai pemberian-NYA .. Ta’pula satupun yang mampu menghitung anugerah-NYA ..
 
AL-WAHHAAB .. DIA adalah Maha pemberi ..
Langit diberi-NYA awan, agar manusia di bumi ternaungi .. Langit diberi-NYA awan, agar air kembali turun ke bumi dan menyuburkan tanah .. Langit diberi-NYA awan, agar para sastrawan juga mendapat inspirasi ..
 
AL-WAHHAAB .. DIA adalah Maha Pemberi ..
Burung dengan merdu berkicau, singa dengan gagah  mengaum .. Bukankah begitu indah dan penuh harmoni semua yang dianugerahkan ..?
 
AL-WAHHAB .. DIA adalah Maha Pemberi ..
Diberikan manusia sebaik-baik rupa .. Diberikan manusia setinggi-tinggi akal untuk menalar .. Diberikan manusia sedalam-dalamnya hati untuk merasa .. Diberikan manusia daya untuk berusaha sekuat-kuatnya mencapai rohmat dan ridho-NYA .. Diberikan manusia upaya untuk menghindari murka-NYA ..
 
Maha Suci ALLOH yang Maha Pemberi. DIA yang selalu menjawab do’a dan memberikan segala yang dipinta hamba .. Sungguh luas karunia-NYA .. Cacing di dalam tanah, mendapatkan jatahnya .. Burung yang ta’tahu akan terbang kemana, juga mendapatkan rezekinya .. Apalagi manusia, makhluk yang sangat dicintai-NYA, atas izin-NYA dan dengan segala usaha, ada banyak anugerah dan karunia yang mampu didapatkan manusia ..
 
Wahai hamba yang mendamba .. jika ingin segala hasrat baik dikabulkan .. dzikirkan selalu dari bibirmu, YA WAHHAAB .. tiada henti, tiada lelah .. Insya ALLOH, Tuhan yang Maha Memberi akan mengabulkan segala ..
 
Tapi ada satu pertanyaan yang tersisa, tidakkah kita malu dengan segala pemberian-NYA yang tidak sebanding dengan ketaatan yang kita sembahkan ..?
Sungguh .. Maha Suci ALLOH yang selalu memberi, meski dengan segala kealpaan kita yang selalu terjadi .. Semoga ALLOH senantiasa memberi ampunan dan rohmat-NYA ..
   
“Ya Tuhan kami, janganlah ENGKAU jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah ENGKAU beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rohmat dari sisi ENGKAU; karena sesungguhnya ENGKAU-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron: 08).

RIDHO ALLOH ADALAH TUJUAN

Alloh swt menjadikan kita pada hakekatnya berfungsi sebagai kholifah-Nya diatas dunia ini. Tugas kekholifahan inilah yang apabila dijalankan dengan semestinya dengan dilandasi oleh petunjuk-petunjuk yang Dia sampaikan dalam bentuk wahyu tekstual maupun pemahaman kita terhadap ayat-ayat universal-Nya, maka akan menjadi ibadah buat kita.

Sistematika kehidupan kita ini dimulai dari setetes mani yang bercampur untuk kemudian seiring dengan sunnatulloh atau hukum alam-Nya, terus mengalami perkembangan tahap demi tahap sehingga menjadi sosok manusia sempurna, itupun baru pada tahapan bayi kecil ta’berdaya.

Kemudin kita tunduk pada kaidah sunnatulloh yang berproses sampai menjadi dewasa dan tua. Demikian seterusnya. Ini hendaknya menjadi bagian dari pembelajaran atas kedewasaan pola pikir dan pola pemahaman kita terhadap segala sesuatunya.

Jika awalnya kita bertindak hanya karena ikut-ikutan, maka mulailah kita belajar kenapa kita melakukan sesuatu atau kenapa kita harus mempercayai sesuatu itu sebagai sebuah kebenaran.

Demikian pula misalnya dalam hal ibadah, jika sebelumnya kita beribadah hanya karena mengharap sorga atau takut karena neraka, maka belajarlah untuk mulai menyikapi fenomena sorga dan neraka sebagai motivator kita kepada tingkat ibadah yang lebih tinggi lagi yaitu tingkat ibadah yang hanya berharap ridho-Nya Alloh swt.

Dengan demikian, maka tingkat keikhlasan kita beribadah pun secara berangsur-angsur tumbuh dengan sendirinya. Karena yang ada dipikiran kita selama ini, ibadah itu untuk mencintai Alloh dan bukan untuk mencintai diri beserta dunia kita.

Salah atau tidak akhirnya kembali kepada seberapa jauh niat ikhlas kita melakukannya. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan sorga dan nerakanya, tapi mulailah kita belajar untuk mencapai maqom lebih tinggi dari sekedar itu. Anggaplah ibadah karena mengharap pahala tertentu itu adalah ibadahnya anak kecil, dan karena kita sudah tidak lagi kecil, maka kitapun harus meng-update sasaran ibadah kita. Demikianlah yang seharusnya seperti yang tercantum dalam al-Qur’an

Katakanlah:
“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk ALLOH, Tuhan semesta alam.”
(Qs. al-An’am 6:162)

AL-QOHHAAR

ASMAUL HUSNA | 15
Al-Qohhaar: ( القهار ) Maha Pemaksa .. menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaan-NYA .. serta memaksa segala makhluk menurut kehendak-NYA ..

القهار

AL QOHHAAR | YANG MAHA MENUNDUKKAN
Yang Maha Perkasa .. Yang Maha Memaksa .. Yang Maha Menguasai .. adalah ALLOH yang menghancurkan punggung-punggung musuh-musuh-NYA yang kuat .. menundukkan mereka dengan membunuh dan menghinakan mereka ..
Sesungguhnya tidak ada wujud yang tunduk pada dominasi kekuasaan-NYA .. dan mereka tidak berdaya dalam genggaman-NYA ..
 
“Dan DIA-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-NYA.” (QS. Al-An’aam:18).
 
“Katakanlah (ya Muhammad):
“sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain ALLOH yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.” (QS. Shood: 65).
 
“Mahasuci Alloh .. DIA-lah ALLOH yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.” (QS. Az-Zumar: 4).
 
“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat ALLOH yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS. Ibrohim: 48).
 
Musuh terbesar manusia adalah Jiwanya sendiri .. dan jiwa itu bersemayam didalam dirinya .. manusia harus mewaspadainya ..
Andai manusia berkuasa .. ia akan menundukkan musuh-musuhnya .. Jiwa ini lebih merupakan musuh baginya dibandingkan setan ..
 
Salah satu perangkap setan bagi laki-laki adalah wanita .. Bagi wanita adalah harta ..
Orang laki-laki yang tidak memiliki minat terhadap wanita .. dan wanita tidak memiliki minat terhadap harta. .. mungkin akan masuk perangkap nafsu ..

Sedangkan hawa nafsu ini hanya dapat ditaklukkan dengan pengaruh agama .. akal sehat dan hati ..
Barangsiapa yang telah menaklukkan hawa nafsunya .. berarti dia telah menaklukkan semua manusia ..
Memang berat menguasainya .. karena tujuan hidup membutuhkan dukungannya .. karena musuh-musuhnya juga mencoba menguasai tubuhnya ..
Barangsiapa menguasai terhadap hawa nafsunya dikala hidupnya .. dia akan mendapat kemenangan dalam kematiannya ..

Rosululloh saw bersabda:
“Seseorang diantara kalian tidak beriman hingga keinginan nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”
 
Hawa atau keinginan nafsu ialah apa-apa yang disenangi .. Maksud `mengikuti apa yang kubawa` ialah syariat yang disucikan dan sempurna ..
Oleh karena itu, seseorang tidak beriman hingga perilaku dan hatinya cenderung pada nafsu muthmainnah .. seperti dia cenderung pada perkara-perkara dunia yang Nabi Muhammad saw senangi .. Hati dan perilakunya cenderung pada apa-apa yang dibawa oleh beliau saw .. yaitu agama yang meliputi iman, ihsan ..
Barangsiapa yang hawa nafsunya mengikuti apa yang dibawa Beliau saw .. niscaya keimanannya sempurna ..
 
Rosululloh saw bersabda:
“Wahai manusia, ingatlah .!
Janganlah dunia membuat kalian lalai dari akhirat ..
Janganlah keinginan-keinginan nafsu kalian melebihi ibadah kalian kepada Tuhan kalian ..
Janganlah menjadikan sumpah-sumpah kalian perantara kepada maksiat-maksiat kalian ..
Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (kelak) ..
Persiapkanlah diri kalian sebelum kalian di siksa ..
dan Berbekallah kalian untuk perjalan sebelum kalian gelisah ..
Sesungguhnya padang Mahsyar adalah suatu tempat keadilan .. tuntutan hak dan pertanyaan tentang kewajiban ..
Sesungguhnya orang yang berani (melanggar) peringatan .. dituntut untuk melapor alasan-alasannya.” (Dari Abu Huroiroh ra).
 
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya .. maka sesungguhnya Sorga-lah tempat tinggal-nya-.”
(QS. An-Naazi’aat: 40~41).
 
“…Dan kepada orang yang kafirpun AKU beri kesenangan sementara (didunia), kemudian AKU paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali…” (QS. Al-Baqoroh: 126).
 
Kelaliman apa pun manusia mampu .. Tentu ia dibatasi umur ..
Sedholim apa pun manusia bisa .. Pasti hanya dalam ukuran tertentu ..
Sedangkan ALLOH, Maha Memaksa dan tanpa batas kekuasaan paksaan-NYA ..
 
DIA tenggelamkan Fir’aun ke dalam samudera ..
DIA benamkan Qorun ke dalam tanah dengan seluruh harta kekuasaannya ..
DIA siksa raja Namrud dengan seekor nyamuk yang membawa perintah ..
Allah memiliki cara yang tak pernah terpikir oleh makhluk-NYA ..
Di tenggelamkan istri dan anak Nabi Nuh as yang mendaki gunung paling tinggi ..
Di bakarnya kaum Luth dengan angin yang paling panas ..
Diguncangkan kaum Tsamud sampai mereka nyaris ta’sempat membuka mulut ..
 
Ta’terpikir sebelumnya laut akan terbelah ..
Ta’terbayang sebelumnya tanah akan menganga ..
Ta’terkira seekor nyamuk yang lemah mampu membuat kepala seorang raja terpecah ..
Sungguh ALLOH Maha Memiliki cara untuk memaksa seluruh ciptaan-NYA ..
 
DIA paksa manusia yang melampaui batas untuk mengakui batas ..
DIA paksa manusia yang ta’memiliki rasa takut untuk mengakui maut ..
DIA paksa manusia untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan-NYA ..
 
Rosululloh saw bersabda, Dalam hadits qudsi: .
”ALLOH Yang Maha Perkasa memegang tujuh lapis langit dan bumi di tangan-NYA ..
DIA berfirman:
“AKU-lah Raja .. di mana orang-orang yang dholim .. di mana orang-orang yang sombong ..!?” (HR. Muslim).
 
Sungguh berani manusia yang berbuat dholim .. Sungguh berani orang-orang yang berlaku sombong ..
Mereka yang menentang, dicari oleh ALLOH SWT untuk dimusnahkan ..
 
Maka jadilah Abdul-Qohhar, hamba dari Tuhan Yang Maha Memaksa ..
Dengan kekuatan yang dimilikinya ia membasmi kedholiman dan kesombongan ..
Maka dzikirkanlah dengan asma ALLOH AL-QOHHAAR, kalimat yang mengatasi segala kekerasan ..
Dengan pertolongan-NYA, akan tunduk orang-orang yang melampaui batas lagi durhaka ..

وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
  
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan ALLOH itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki ..
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia ALLOH yang diberikan-NYA kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Ali Imron:169~170).
 

AL-GHOFFAAR

ASMAUL HUSNA | 14
Al-Ghoffaar: ( الغفار ) Maha Pengampun, banyak memberikan maaf-NYA dan menutupi dosa-dosa dan kesalahan.

الغفار

AL-GHOFFAAR | YANG MAHA PENGAMPUN
DIA-lah yang membuat nyata apa yang indah dan menyembunyikan apa yang buruk ..
 
Dosa temasuk hal yang buruk yang disembunyikan-NYA, yaitu dengan menutupi di dunia .. dan juga disembunyikan pengampunan-NYA di akhirat ..
DIA-lah pemberi ampunan yang sempurna, dan DIA-lah kesempurnaan ampunan yang mencapai tingkat tertinggi (Maghfiroh).
 
Penyembunyian yang pertama adalah bagian-bagian buruk dari tubuh yang apabila melihatnya akan merasa jijik sementara bagian luarnya dapat dijaga kebersihan dan keindahannya.
 
Penyembunyian yang kedua adalah maksud-maksud yang tercela yang tersimpan dalam hati (penipuan, pengkhianatan), yang orang lain tidak akan mengetahuinya dan apabila orang lain megetahuinya maka akan dijauhi oleh orang-orang atau bahkan membinasakannya.
 
Penyembunyian yang ketiga adalah ampunan ALLOH terhadap dosa-dosa yang sesungguhnya patut mendapat aib dihadapan manusia lainnya.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ  
 
”Katakanlah: ’Hai hamba-hamba-KU yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rohmat ALLOH.
Sesungguhnya ALLOH mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Az-Zumar: 53).
 
Kalau saja aib kita di buka ALLOH ..
Bagaimana ketika kita iri kepada orang kaya .. tidak suka kepada saudara .. dengki kepada tetangga ..
bernafsu melihat suami/istri orang lain .. Ghibah. Menfitnah, Mencuri dan lain sebagainya ..
Mungkin lutut kita akan bergetar hingga ta’dapat berjalan keluar ..

Kepada siapa lagi kita memohon ampunan perlindungan, selain kepada ALLOH AL-GHOFFAAR yang mengetahui kebodohan dan kekurang ajaran kita itu ..?
ALLOH menyeru kepada kita melalui firman-NYA:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, sesungguhnya DIA adalah Maha Pengampun’.”
– (QS. Nuh:10).

Tuhan kami ampuninah dosa-dosa kami ..
Sembunyikan aib-aib kami dan hapuslah ..

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا
أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Tuhan kami ..
Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah ..

Tuhan kami ..
Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami ..

Tuhan kami ..
Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya ..

Beri ma’aflah kesalahan-kesalah kami ..
Tutupilah dosa-dosa kami dan hilangkan ..
Dan rohmatilah kami ..

Engkaulah Penolong kami ..
Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir (yang menutupi kebenaran dan mengingkari tuntunan-Mu) ..”
– (QS. Al-Baqoroh:286)

“Barang siapa yang melakukan (dosa-dosa, kedurhakaan yang sangat jauh keburukannya) itu, niscaya dia menemukan balasan dosanya.
(Balasan yang diterimanya itu berupa) dilipat gandakan untuknya siksa pada hari kiamat, dan dia akan kekal didalamnya dalam keadaan terhina.
Kecuali siapa yang telah bertobat (menyesali perbuatannya, bertekad untuk tidak mengulanginya serta bermohon ampun kepada ALLOH) dan telah beriman (kepada Alloh dan Rosul-NYA dengan keimanan yang benar dan tulus) serta telah mengamalkan amal sholeh. (kalau itu telah dipenuhinya) maka mereka itu (akan diampuni ALLOH, sehingga mereka terbebaskan dari ancaman siksa, bahkan) dosa-dosa mereka akan diganti oleh ALLOH dengan kebajikan.
Dan ALLOH senantiasa Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. 25 : 69-70).

“Dan siapa saja yang bertobat (menyesali semua dosanya, apa pun dosa itu, memohon ampun kepada ALLOH dan atau meminta maaf kepada yang di dholiminya) dan mengerjaka amal sholeh (walau sekedar yang wajib baginya) maka sesungguhnya dia telah (dinilai senantiasa) telah bertobat kepada ALLOH dengan tobat yang sebenar-benarnya.” (QS. 25 : 71).

AL-KHOOLIQ – AL-BAARI’ – AL-MUSHOWWIR

AL KHOOLIQ | 11
Al-Khooliq ( الخالق ) Maha Pencipta, mengadakan seluruh makhluk tanpa asal, juga yang menakdirkan adanya semua itu ..

AL BAARI’ | 12
Al-Baari’ ( البارئ ) Maha Pembuat, Maha Perancang, Maha Menjadikan, yang mengadakan sesuatu yang bernyawa yang ada asal mulanya.

AL MUSHOWWIR | 13
Al-Mushowwir ( المصور ) Maha Pembentuk, Maha Menjadikan bentuk rupa, memberikan gambaran atau bentuk pada sesuatu yang berbeda dengan lainnya.

الخالق .. البارئ .. المصور ..

AL KHOOLIQ (Yang Maha Pencipta) mengadakan sesuatu yang belum ada asal mulanya atau yang menakdirkan adanya itu.
AL BAARI’ (Yang Maha Mengadakan) mengeluarkannya dari yang sudah ada asalnya.
AL MUSHOWWIR (Yang Maha Pembentuk) memberinya bentuk yang sesuai dengan keadaan dan keperluannya.

Ketiganya dianggap sinonim dan semuanya menunjukkan penciptaan. Segala sesuatu yang ada dari ketiadaan perlu direncanakan lebih dahulu, diwujudkan sesuai rencana (AL MUQODDIR (Yang Maha Merencanakan) dan dibentuk setelah dilahirkan.
 
Dapat dimisalkan sebuah bangunan yang memerlukan seorang yang menentukan barang yang dibutuhkannya; kayunya, batu bata, lahan, maupun jumlah bangunan lengkap dengan panjang dan lebarnya. Ini adalah tanggung jawab seorang arsitek, yang akan membuat sketsa desainnya. Kemudian membutuhkan seorang pembangun yang memulai dari pembangunan fondasi. Kemudian dibutuhkan seorang ahli dekor untuk memperidah penampilannya.
 
Ini adalah hal yang lazim dalam perencanaan, pembangunan, pendesain. Akan tetapi ALLOH melebihi hal itu semua, karena DIA adalah Perencana, Pemula, Dekorator dan DIA adalah Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengadakan dari tiada dan Yang Maha Pembentuk setelah adanya.

 أَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرَاتٍ فِي جَوِّ السَّمَاءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا اللَّهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada ALLOH.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nahl: 79).
 
ALLOH yang Maha Membebaskan, demikian arti kata AL-BAARI’. Tapi arti lain terkandung dalam kata yang sama, Maha Membentuk, Maha Membuat dan Maha Menyeimbangkan ..
 
Maha Besar ALLOH ..
Yang menciptakan sesuatu dari tiada, bahkan dari hampa .. Kemudian mengurai kembali menjadi tak ada .. Sungguh, bagi siapapun yang memikirkan proses penciptaan, ta’ada kata lain selain kalimat tasbih .. :
 • سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

DIA yang menciptakan, lalu manusia diberi kebebasan, untuk memilih satu dari dua jalan ..
Jalan takwa yang menjanjikan sorga .. Atau jalur fujur yang terasa ni’mat .. tapi sesungguhnya penuh dengan bencana dan laknat ..
 
Tapi, seringkali kita lupa untuk selalu meminta kepada-NYA .. Kita sering menganggap ada dzat lain selain DIA yang mampu membebaskan manusia, entah dari kesulitan atau kesempitan ..
 
لَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ

Padahal DIA “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang dalam bentuk apa saja yang DIA kehendaki, DIA menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infithoor: 7-8).
 
Lihatlah gumpalan awan di angkasa yang luas, bergulung-gulung, berombak-ombak ..
Lalu tanyakan pada diri sendiri, siapa yang mengukirnya .?
 
Lihatlah berjuta jenis ikan di lautan .. warna-warni tiada terperi .. betuk keindahanya pun luar biasa ..
Siapa kah yang membentuknya .?
 
Lihatlah wajah-wajah manusia .. tubuh mereka sempurna .. tercipta dua kaki yang mampu berlari dengan lenturnya .. Tercipta dua tangan yang mampu menari dengan bebasnya .. rupanya pun, hampir tak ada yang pernah sama ..
Siapa gerangan yang menyusun reka bermacam rupa .?
 
Hidung dan bibir, mata dan alis berbagi tempat di dalam wajah .. Rambut dan telinga, melengkapi bentuk yang sempurna .. Duhai, begitu rapi tertata ..
 
Tangan berjari .. Mulut bergigi .. Ta’pernahkah terpikir oleh kita .. betapa indah letak semua ..
Sungguh, hanya ALLOH, al Mushowwir yang mampu membentuknya ..
 
Alangkah sombongnya manusia, yang hanya mampu mencuri dari alam semesta ., lalu dengan pongah menamakan karyanya sebagai hasil mutlak usahanya ..
Lihat saja kupu-kupu di kebun bunga .. Ta’ada yang mampu melakukan dan menyusun kombinasi warna seindah kepakan sayapnya ..
Tapi manusia yang hanya bisa meniru, memproklamasikan diri sebagai pencipta ..
 
Mari beristighfar .. memanjangkan ucapan permohonan ampun pada yang Maha Pembentuk, Al-Mushowwir ..
Duhai yang Maha Membentuk .. ajarkan kami mengukir jiwa yang kotor untuk menjadi bersih ..
Ajarkan kami membentuk akhlak yang rendah untuk menjadi tinggi ..
Sesungguhnya hanya kepada-Mu bukan kepada yang lain kami berserah diri ..

AL-MUTAKABBIR

ASMAUL-HUSNA | 10
Al-Mutakabbir ( المتكبر ) Maha Megah, Maha Pelengkap Kebesaran, yang melengkapi segala kebesaran-NYA, menyendiri dengan sifat keagungan dan kemegahan-NYA.

المتكبر

AL MUTAKABBIR | YANG MAHA MEGAH
A-Mutakabbir Yang Maha Megah, Pemilik Segala Keagungan ..
DIA memandang segala sesuatu tidak patut dipertimbangkan atas diri-NYA ..
DIA melihat Keagungan dan Kemuliaan itu hanya ada pada diri-NYA ..
Pandangan-NYA kepada hamba-hamba-NYA seperti raja memandang rakyatnya ..
Maka jika ada manusia merasa dirinya seperti diatas maka ia adalah manusia yang benar-benar sombong ..
 
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
 
“DIA lah ALLOH Yang tiada tuhan selain DIA, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23).
 
Adakah yang lebih besar dari DIA .?
Maha Suci ALLOH yang ta’ada ukuran mampu mengukur-NYA ..
DIA lebih besar dari yang paling besar ..
DIA lebih agung dari yang teragung ..
Ta’hanya nama dan sifat-NYA, tapi juga segalanya ..
Hanya ALLOH yang Maha Megah dan ta’satupun kemegahan mampu menandinginya ..

Lihatlah gunung, betapa besarnya .. Tapi yang mencipta gunung, jauh lebih besar ukurannya ..
Lihatlah lautan, betapa luas dan dalam ukurannya .. Tapi yang mengukir lautan, jauh lebih luar biasa ..
Lihatlah bumi seisinya, angkasa, bintang gemintang dan galaksi seluruh alam raya .. Betapa luas ta’terkira ..
Dan ALLOH yang mencipta itu semua .. AL-MUTAKABBIR, ta’ada yang mampu menandingi kemegahan-NYA ..
 
Lalu, manusia yang hina lagi lemah, mencoba mencuri selendang yang sedang dikenakan-NYA ..
Manusia yang ta’mampu menahan kantuknya sendiri, mencoba sombong dengan kekayaan dan kemampuan kecil yang dimilikinya ..
Tidakkah mereka sadar, andai ALLOH mau, esok pagi mereka sudah pasti tak bernyawa ..
 
Apakah kita ta’malu .. Kita masih meminta makan pada-Nya .. Memohon rezeki dari-Nya .. Berlindung dan berdo’a kepada-Nya ..
Tapi dengan segala karunia yang kita terima .. kita masih mampu menepuk dada dan berkata:
“Apa jadinya kalau bukan karena aku ..“
 
Tentu saja dalam diri manusia .. ada keinginan untuk menjadi lebih besar dan berharga ..
Tapi kerap kali manusia melakukannya dengan cara yang salah .. Mereka lupa ta’ada yang lebih besar dari ALLOH ‘azza wa jalla ..
Tidak ada daya dan upaya kecuali hanya berkat pertolongannya ..
  
Rosululloh saw bersabda:
“Maukah engkau aku tunjukkan kepada kalimat yang dari bawah Arsy, dari suatu simpana dari beberapa simpana sorga .?”
Katakanlah:
“Tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan, kecuali dengan kehendak ALLOH.”
Maka ALLOH Yang Maha Gagah dan Maha Agung berfirman:
“Hamba-KU telah menyerah dan tunduk.” (HR. Hakim).

Sebutlah selalu, AL-MUTAKABBIR ..
Kecilkan diri di depan-NYA, maka DIA akan membesarkan kita ..
Hinakan diri di hadapan-NYA, maka DIA akan memuliakan kita ..
Lidah yang memuja dan Hati yang selalu berdzikir dengan segenap ketulusannya .. akan mendapatkan balasan dari yang Maha Megah ..
Balasan yang ta’akan terhitung dengan angka dan ta’terkira oleh akal manusia ..
 

Awan Tag