IBADAH HANYA UNTUK ALLOH SWT

Alloh swt berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
 لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam.
Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh).” (QS. Al An’am 162-163).

Ayat ini memerintahkan: Katakanlah wahai Nabi Muhammad saw bahwa sesungguhnya sholatku, dan semua ibadahku termasuk korban dan penyembelihan binatang yang kulakukan dan hidupku bersama segala yang terkait dengannya, baik tempat, waktu, maupun aktivitas dan matiku, yakni iman dan amal sholeh yang akan kubawa mati, kesemuanya kulakukan secara ikhlas dan murni hanyalah semata-mata untuk Alloh, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dalam Dzat, sifat, dan perbuatan-Nya antara lain dalam penciptaan alam raya dan kewajaran untuk disembah dan demikian itulah tuntutan yang sangat tinggi kedudukan lagi luhur yang diperintahkan kepadaku oleh nalar yang sehat dan juga oleh Alloh swt dan aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang-orang muslim, yakni orang-orang muslim yang paling sempurna kepatuhan dan penyerahan dirinya kepada Alloh swt.

Ayat ini dapat dipahami sebagai penjelasan tentang agama Nabi Ibrohim as. sekaligus merupakan gambaran tentang sikap Nabi Muhammad saw yang mengajak kaumnya untuk beriman.

Ayat ini juga menjadi semacam bukti bahwa ajakan beliau kepada umat agar meninggalkan kesesatan dan memeluk islam, tidaklah beliau maksudkan untuk meraih keuntungan pribadi dari mereka, karena seluruh aktivitas beliau hanya demi karena Alloh swt semata-mata.

Melalui ayat diatas Nabi Muhammad saw diperintahkan untuk menyebut 4 hal yang berkaitan dengan wujud dan aktivitas beliau saw yaitu *shalot dan *ibadah, serta *hidup dan *mati.
Dua yang perrtama termasuk dalam aktivitas yang berada dalam pilihan manusia. Kalau dia mau dia dapat beribadah, kalau enggan dia dapat meninggalkannya. Ini berbeda dengan hidup dan mati, keduanya ditangan Alloh swt. Manusia tidak memiliki pilihan dalam kedua hal ini.

Menurut asy-sya’rowi, sebenarnya sholat dan ibadahpun adalah dibawah kekuasaan Alloh swt. Karena Dialah yang menganugerahkan kepada manusia kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakannya. Anggota badan kertika melaksanakannya mengikuti perintah Anda dengan menggunakan kekuatan yang Alloh swt anugerahkan kepada jasmani untuk melaksanakannya. Disisi lain, seseorang tidak sholat, kecuali jika dia sadar bahwa Alloh swt yang memerintahkannya sholat. Jika demikian, semuanya ditangan Alloh swt. Karena itu sangat wajar jika sholat dan semua ibadah dijadikan demi karena Alloh swt.

Adapun hidup dan mati, maka keadaannya lebih jelas lagi, karena memang sejak semula kita telah menyadari bahwa keduannya adalah milik Alloh swt dan berada dalam genggaman tangan-Nya.

Kesimpulan kandungan ma’na ayat diatas:

1.  Alloh swt. memerintahkan kepada manusia untuk berserah diri hanya kepada-Nya.
2. Alloh swt. adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Mencipta, Memelihara dalam mengatur alam semesta beserta isinya.
3. Perintah Alloh swt. untuk berlaku ikhlas dalam berakidah, beribadah dan beramal.
4. Perilaku yang sesuai dengan Qs. al-An’am ayat 162-163, antara lain :

a. Berserah diri hanya kepada Alloh swt.
b. Menghambakan diri dan mengabdi hanya kepada-Nya.
c. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
d. Menjauhkan diri dari sikap syirik.
e. Beribadah dengan ikhlas hanya mengharap Ridho-Nya.

IKHLAS DAN SABAR DALAM IBADAH

Ibnu Atho’illah as-Sukandari dalam Hikamnya mengatakan:

اشهدك من قبل ان يستشهدك
فنطقت بإلهيته الطواهر وتحققت بأحديته القلوب والسائر

“Alloh memperlihatkan Dzat-Nya kepadamu sebelum Dia menuntut (memerintah) kepadamu harus mengakui kebesaran-Nya.
Maka anggota lahir mengucapkan (mengakui) sifat ke-Tuhanan-Nya dan hati menyatakan dengan sifat-sifat ke-Esaan-Nya.”

Sebelum Alloh swt menntut hamba-Nya untuk melakuakan ibadah kepada-Nya, Alloh telah lebih dahulu memperhatikan Kebesaran dan Keluhuran-Nya. Untuk itu setiap anggota badan manusia mempunyai tugas sendiri-sendiri dalam rangka beribadah kepada-Nya.

Diantara anggota badan tersebut adalah seperti lisan, telinga, mata, indra perasa, indra pencium (hidung), indra peraba, tangan dan kaki. Adapun mengenai perincian tugas-tugas dari anggota badan tersebut adalah sebagai berikut:

1.        TUGAS ibadah LISAN

Tugas atau ibadah lisan kepada Alloh swt, terbagi menjadi beberapa bagian yaitu :

a.       Ibadah wajib, diantaranya:
– Mengucapkan dua kalimat syahadat.
– Mengucapkan takbir.
– Membaca surah al-Fatihah ketika sholat.
– Membaca dzikir-dzikir yang diwajibkan dalam sholat, seperti membaca tasbih dalam ruku’ dsn sujud.
– Mengucapkan atau menjawab salam.
– Melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.
– Mengajar orang yang bodoh.
– Memberikan kesaksian yang jujur.
– Membenarkan perkataan.

b.      Ibadah yang haram (tidak bileh dilakukan) diantaranya:

– Mengucapkan segala sesuatu yang dibenci Alloh swt dan Rosul-Nya saw.
– Mengucapkan atau menyebarkan perkara-perkara aib.
– Menghina atau menuduh orang Islam.
– Berkata bohong.
– Memberikan kesaksian palsu.
– Berkata atas nama Alloh swt tanpa dasar (alasan) yang jelas.

c.       Ibadah yang makruh, diantaranya:

– Membicarakan hal-hal yang tidak perlu (sia-sia) meskipun itu tidak dilarang (tidak berdosa) apabila membicarakannya.

2.        TUGAS ibadah TELINGA

a.       Ibadah yang wajib diantaranya:

– Mendengarkan dan memperhatikan penjelasan-penjelasan akan Alloh swt dan Rosul-Nya saw, seperti penjelasan-penjelasan mengenai keimanan, keislaman besrta ketentuan-ketentuannya.
– Mendengarkan bacaan imam ketika sholat berjama’ah.
– Mendengarkan khutbah jum’at.

b.       Ibadah yang haram, diantaranya:

– Mendengarkan hal-hal yang berkaitan dengan kekufuran dan aib, kecuali bila mendengarkannya itu akan mendatangkan kebaikan, seperti agar bisa mengetahui akibat-akibat buruknya dan sebagainya.
– Mendengarkan rahasia-rahasia orang lain.
– Mendengarkan suara perempuan yang bukan mahromnya (tidak ada kepentingan), kecuali ada keperluan yang memang diperbolehkan oleh syar’i, seperti jual beli, penyaksian, minta nasehat, pengaduan, pengobatan dan sebagainya.

c.       Ibadah yang sunnat diantaranya:

– Mendengarkan keterangan-keterangan mengenai ilmu.
– Mendengarkan bacaan al-Qur’an, dzikir dan segala sesuatu yang disukai Alloh swt yang bukan termasuk perintah wajib.

3.        TUGAS ibadah MATA

a.      Ibadah yang wajib, diantaranya:

– Melihat al-Qur’an dan kitab-kitab ilmu sewaktu harus memmpelajari isinya agar dapat membedakan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang halal dan mana yang haram atau agar pula bisa memberi nasehat kepada keluarganya atau saudaranya berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an.

b.      Ibadah yang haram, diantaranya:

– Memandang wanita yang bukan mahromnya dengan disertai nafsu syahwat.

c.       Ibadah yang sunnat, diantaranya:

– Melhat kitab tentang ilmu agama dan agar bisa menambah pengetahuan dan ketaqwaannya.
– Melihat (membaca) al-Qur’an.
– Memandang wajah para ulama.
– Melhat kepada orang tua.
– Melihat tanda-tanda kekuasaan, kebesaran dan keesaran Alloh swt melalui benda-beda ciptaan-Nya.

d.       Ibadah yang makruh diantaranya:

– Melihat secara berlebih-lebihan sesuatu yang tidak akan mendapatkan manfa’at dari padanya.

e.      Ibadah yang mubah diantarana

– Melihat sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfa’at tetapi tidak pula dapat mendatangkan mudhorot.

4.        Tugas (ibadah) indra perasa

a.      Ibadah yang wajib, diantaranya:
–          Merasakan (memakan dan meminum) sesuatu yang apabila sesuatu itu tidak dimakan atau diminumnya maka akan menyebabkan kematian.

b.      Ibadah yang haram, diantaranya:
–          Mencicipi minuman keras atau racun.
–          Memakan makanan ketika sedang berpuasa wajib.

c.       Ibadah yang makruh, diataranya:
–          Makan atau minum sesuatu yang syubhat.
–          Makan dan minum secara berlebih-lebihan.
–          Makan dan minum didalam walimah yang kita tidak diundang didalamya atau walimah yang diadakan dengan tujuan mendapatkan pujian atau karena malu kepada orang lain.

d.      Ibadah yang sunnat diantaranya:
–          Makan atau minum yang sekiranya dapat membantu untuk beribadah kepada Alloh.
–          Makan atau minum bersama-sama dengan tamu.
–          Makan atau minum adalah suatu walimah yang wajib didatanginya.

e.      Ibadah yang mubah diantaranya:
–          Makan atau minum yang tidak ada dosa didalamnya tetapi juga tidak ada perintahnya.

5.        TUGAS ibadah HIDUNG

a.       Ibadah yang wajib diantaranya:

– Ciuman untuk membedakan antara yang halal dan haram.
– Ciuman untuk membedakan mana racun yang berbahaya dan mana yang tidak.
– Ciuman untuk membedakan sesuatu yang bermanfa’at dengan yang tidak.

b.       Ibadah yang haram diantarana:

– Dengan sengaja mencium wangi-wangian ketika sedang ihrom.
– Mencium wangi-wangian yang bukan miliknya dan merupakan barang pilihan.
– Mencium wanita yang bukan muhrimnya.

c.       Ibadah yang sunnat, diantarana:

– Mencium sesuatu yang dapat meningkatkan ketaatannya kepada Alloh swt.
– Mencium sesuatu yang dapat memperkuat indra-indra yang lain atau yang dapat memberikan semangat untuk beramal.
– Mencium istri (berkasih sayang).

d.       Ibadah yang makruh, diantaranya:

– Mencium wangi-wangian milik orang yang dholim atau yang suka mengerjakan perkara-perkara yang syubhat.
– Mencium sesuatu yang tidak dilarang dan tidak pula diperintahkan atau mencium sesuatu yang tidak mendatangkan kemaslahatan dan yang tidak ada hubungan dengan syara’.

  
6.        TUGAS ibadah PERABA

a.       Ibadah yang wajib, diantaranya:

– Meraba istri ketika akan berjima’ dan kepada hamba sahaya yang wajib dilindunginya.

b.       Ibadah yang haram, diantaranya:

–          Meraba perempuan yang bukan mahromnya (ajnabiyah).

c.       Ibadah yang sunnat diantaranya:

– Meraba sesuatu yang sekiranya dapat menundukkan pandangan. dan mencegah nafsu dari perbuatan yang dilarang.
– Meraba-raba (membelai) istrinya untuk memberikan ketenangan padanya.
– Meraba (mengusap memberikan kasih sayang) anak kandung.
– Meraba (mengusap) kepala anak yatim atau piatu.

d.       Ibadah yang makruh diantaranya:

– Meraba-raba istri ketika dalam keadaan ihrom, ketika i’tikaf dan ketika berpuasa wajib dimana dengan rabaan-rabaan itu dikhawatirkan tidak dapat menahan syahwatnya.
– Meraba tubuh jenazah bukan dengan keperluan memandikannya, karena tubuh jenazah itu mempunyai kedudukan yang sama dengan ketika masih hidup.

e.       Ibadah yang mubah diantaranya:

– Meraba-raba sesuatu yang tidak mendatangkan maslahat atau mudhorot.

7.        TUGAS ibadah TANGAN

a.       Ibadah yang wajib, dianaranya:

– Bekerja ntuk mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri atau orang-orang yang menjadi hak-haknya (tanggungannya).
– Bekerja (mencari uang) untuk membayar hutang. (Adapun bekerja agar bisa membayar zakat hukumnya tidak wajib. Sedangkan bekerja agar bisa menunaikan ibadah haji atau berkurban hukumnya masih diperselisihkan).
– Menolong orang yang membutuhkan pertolongan.
– Melempar jumroh ketika melaksanakan iadah haji.
– Membasuhnya dengan air ketika berwudhu’ atau mengusapnya dengan debu ketika bertayammum.
– Menyambut jabat tangan (yang tidak diharamkan) ketika diajak berjabat tangan sesama Muslim.

b.        Ibadah yang haram diantaranya:

– Membunuh jiwa bukan atas dasar yang diperbolehkan oleh agama.
– Merampok atau menganiaya orang yang tidak bersalah.
– Bermain dengan alat-alat (permainan) yang diharamkan oleh nash, seperti bermain dadu, (sedangkan bermain catur, menurut ahli Madinah dan ahli hadits seperti imam Ahmad juga diharamkan meskipun ada sebagian ulama yang mengatakan boleh).
– Menulis yang dapat membawa seseorang kedalam perbuatan maksiat dan permusuhan.

c.         Ibadah yang sunnat diantaranya:

– Menulis sesuatu yang bisa mendatangkan manfa’at.
– Membantu orang lain yang sedang bekerja.
– Menyentuh Hajar Aswad ketika Thowaf.
– Melambaikan tangan ketika di Rukun Yamani.

D.         Ibadah yang makruh diataranya:

– Melakukan permainan yang tidak haram tetapi lebih baik untuk ditinggalkan.
– Menulis sesuatu yang tidak ada manfa’atnya, baik untuk kepentingan dunia maupun untuk kepentingan akhirat.

8.        TUGAS ibadah KAKI

a.      Ibadah yang wajib diantaranya:

– Mandatangi masjid untuk melakukan sholat jum’at.
– Melakukan Thowaf wajib dan Sa’i ketika menunaikan iadah haji.
– Menghadiri suatu pertemuan yang membicarakan hukum-hukum Alloh swt.
– Mendatangi undangan.
– Mendatangi majelis ta’lim yang diwajibkan.
– Pergi menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki jika jaraknya dekat.

b.       Ibadah yang haram diantaranya:

– Mendatangi tempat-tempat maksiat.

9.       TUGAS ibadah HATI

a.    Ibadah yang wajib diantaranya:
Tentang ibadah hati yang wajib ini ada dua macam, yaitu yang sudah disepakati wajibnya dan yang masih diperselisihkan wajibnya, yang sudah disepakati wajibnya antara lain:

– Ikhlas dalam niat.
– Sabar dalam beramal.
– Tawakkal dalam berusaha.
– Mahabbah (cinta) kepada Alloh dan Rosul-Nya.
– Mempunyai harapan yang kuat (optimis).
– Memutuskan niat untuk beribadah.
– Membenarkan segala sesuatu yang sudah pasti kebenarannya.

Adapun yang masih diperselisikan wajibnya, antara lain:

– Ridho dalam menerima segala ketentuan Alloh swt.
– Khusyu’ dalam sholat.

b.       Ibadah yang haram diantaranya:

– Sombong.
– Hasud (dengki).
– Riya’ dalam beramal.
– Ujub.
– Ghoflah (lalai).
– Nifaq (hal ini terbagi dua, yaitu kufur dan maksiat).
– Berputus asa dari rohmat Alloh swt.
– Merasa aman dari hukuman Alloh swt.
– Merasa gembira jika melihat saudaranya sesama muslim kesusahan.
– Mengharapkan kecelakaan atau musibah bagi orang mislim.
– Mempunyai keinginan untuk mengerjakan hal-hal yang dilarang Alloh swt.

Selain itu dalam hal berkendaraan pun ada sangkut pautnya dengan masalah ibadah, karena itu ia pun  dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

a.      Berkendaraan yang wajib, diantaranya:
–          Menuju medan perang untuk membela agama Alloh swt.
–          Menuju Masjidil-Harom untuk menunaikan ibadah haji bila mampu.

b.      Berkendaraan yang sunnat, diantarana:

– Untuk mencari ilmu.
– Untuk bersilaturrohmi.
– Untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

c.        Berkendaraan yang haram, diantaranya:

– Menuju tempat-tempat maksiat.

d. Berkendaraan yang makruh diantarana:

– Berkendaraan dengan tidak ada tujuan hanya main-main saja.

e.       Berkendaraan yang mubah diantaranya:

– Untuk melaksanakan suatu keperluan yang tidak ada kemaslahatan atau kemudhoratan.

Setelah kita mengetahui macam-macam ibadah sebagaimana disebutkan diatas tadi, lalu sekarang ibadah  yang bagaimanakah yang paling afdhol, yang paling dicintai Alloh swt dan paling tinggi kedudukannya di sisi-Nya .!?

Disini disebutkan ada  empat jawaban, yaitu:

1.                  Ibadah yang terasa berat untuk melaksanakannya alias yang dapat memberatkan diri.
Hal ini dikarenakan dengan jalan memberatkan atau memayahkan diri maka akan dapat menjauhkan diri dari godaan nafsu.
Jika hanya bisa lurus dengan melaksanakan ibadah yang berat-berta, sebab tabi’at jiwa adalah pemalas, hina dan cinta kepada dunia. Maka jiwa harus dibebani dengan kesukaran-kesukaran.

2.                  Ibadah yang dapat menjauhkan diri dari kemewahan dunia.
Sehubungan dengan hal ini dikatakan, bahwa seutama-utama ibadah adalah menanggalkan dan menjauhi dari segala kemewahan duniawi dan memperkecilnya semampu mungkin serta berusaha untuk menjauhkan diri dari kecenderungan kepada duniawi.

3.                  Ibadah yang mendatangkan manfa’at kepada orang lain.
Dalam hal ini mereka mengatakan, bahwa amal seorang naffa (orang yang bisa memberi manfaat kepada orang lain) adalah lebih utama daripada amal seorang abid (ahli ibadah). Karena jika serang naffa beramal, maka amalannya itu akan dirasakan oleh orang banyak. Sedangkan seorang abid yang beramal, maka amalannya itu adalah untuk dirinya sendir.
Sehubungan dengan hal ini didalam sebuah hadits riwayat Abu Ya’la disebutkan:
”Manusia itu semuanya adalah tanggung jawab Alloh swt, dan yang lebih dicintai adalah yang lebih memberi manfaat kepada tanggungannya atau keluarganya”.

4.                  Mengerjakan amalan-amalan sesuai dengan waktunya.
Setiap waktu itu mempunyai fungsi sendiri-sendiri, misalnya:
– Sewaktu ada tamu, ibadah yang paling afdhol adalah melayani dan menghormati haq-haq tamunya dengan sebaik-baiknya.
– Di waktu sahur, ibadah yang paling utama adalah membaca al-Qur’an, do’a, berdzikir, dan memohon ampun kepada Alloh swt.
– Diwaktu sholat fardhu, ibadah-ibadah yang paling utama adalah bersungguh-sungguh membersihkan diri untuk dapat melaksanakan sholat dengan sebaik-baiknya, melaksanakan sholat itu pada awal waktu  dan pergi ketempat sholat (masjid) sekalipun jaraknya jauh.
– Diwaktu membaca al-Qur’an, ibadah yang paling utama adalah mengkonsentrasikan hati dan pikirannya kepada apa yang dibacanya agar dapat memahami isinya serta berazam untuk mengamalkan ajaran-ajaranyang terkandung didalamya dan sebagainya.

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: