KEUTAMAAN SHOLAT SUNNAH

KEUTAMAAN SHOLAT SUNNAH

Alloh swt telah mensyari’atkan sholat sunnah untuk meningkatkan ganjaran amal manusia dan menutupi segala kekurangan dan kelalaian yang ada, sebagaimana diperintahkan oleh Alloh swt dalam Kitab-Nya yang agung.

Alloh swt berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

“Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud : 114).

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyiroh : 7-8).

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اْلإِسْـلاَمِ، فَقَالَ: خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ. فَقَالَ الرَّجُلُ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ؟ قَالَ: لاَ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ.

Seseorang bertanya kepada Nabi saw tentang (kewajiban-kewajiban) dalam Islam, lalu beliau saw menjawab:
“(Melaksanakan) sholat lima waktu dalam sehari semalam.”
Orang itu bertanya lagi:
“Adakah kewajiban lain atas diriku .?”
Beliau saw menjawab:
“Tidak ada, kecuali engkau mengerjakan sholat sunnah.” (HR. Bukhori).

Ibnu Mas‘ud ra berkata:
“Apabila engkau telah selesai melaksanakan sholat-sholat wajib maka laksanakanlah sholat malam.” [Tafsir Ibnu Katsir]

Sementara Mujahid mengatakan:
“Jika engkau telah menyelesaikan urusan duniamu, maka menghadaplah kepada Tuhan-mu dengan sholat.”

Banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang besarnya keutamaan dan pahala yang diperoleh dari sholat sunnah. Di antaranya adalah:

1. Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِـهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ اَلصَّلاَةُ، قَالَ: يَقُوْلُ رَبُّنَا -جَلَّ وَعَزَّ- لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ: اُنْظُرُوْا فِيْ صَلاَةِ عَبْدِيْ، أَتَمَّهَا أَوْ نَقَصَهَا، فَإِنْ كَانَتْ تَامَّـةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً، وَإِنْ كاَنَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا، قَالَ: اُنْظُرُوْا هَلْ لِعَـبْدِيْ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كاَنَ لَهُ تَطَوُّعٌ، قَالَ: أَتِمُّوْا لِعَبْدِيْ فَرِيْضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ تُؤْخَذُ اْلأَعْمَالُ عَلَى ذَلِكَ.

“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali akan dihisab kelak pada hari Kiamat adalah sholatnya.”
Beliau saw bersabda:
“Alloh جَلَّ وَعَزَّ berfirman kepada para Malaikat-Nya, sedangkan Dia lebih mengetahui:
“Lihatlah sholat hamba-Ku, sudahkah ia melaksanakannya dengan sempurna ataukah terdapat kekurangan .?”
Bila ibadahnya telah sempurna maka ditulis untuknya pahala yang sempurna pula. Namun bila ada sedikit kekurangan, maka Alloh berfirman:
“Lihatlah apakah hambaku memiliki sholat sunnah.?”
Bila ia memiliki sholat sunnah, maka Alloh berfirman:
“Sempurnakanlah untuk hamba-Ku dari kekurangannya itu dengan sholat sunnahnya.”
Demikianlah semua ibadah akan menjalani proses yang serupa.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawd).

Hadits ini menjelaskan salah satu hikmah tentang disyari’atkan-nya sholat sunnah.

2. Rosululloh saw bersabda:

مَنْ صَلَّى فِيْ يَوْمٍ، اِثْنَتَيْ عَشْـرَةَ رَكْعَةً، تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيْضَةٍ، بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.

“Barangsiapa yang melakukan sholat sunnah selain sholat fardhu dalam sehari dua belas roka’at, maka Alloh pasti akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Sorga.” (HR. Mslim).

3. Ruba’iyah bin Ka’ab al-Aslami ra berkata:

كُنْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوْئِهِ وَحَاجَتِهِ، فَقَالَ لِي: سَلْ. فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ، قَالَ: أَوَ غَيْرَ ذَلِكَ ؟ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ، قَالَ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ .

“Suatu hari aku bersama Rosululloh saw, lalu aku membawakan kepadanya bejana air untuk beliau berwudhu’ dan segala keperluannya. Beliau berkata kepadaku: “Mintalah .!”
Aku berkata: “Aku meminta kepadamu untuk dapat menemanimu di Sorga kelak.”
Beliau bertanya:
“Adakah selain itu .?”
Aku menjawab: “Hanya itu saja.”
Beliau bersabda:
“Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu itu dengan memperbanyak sujud.” (HR. Muslim).

4. Mi’dan bin Abi Tholhah al-Ya’muri berkata:
“Aku bertemu Tsauban, bekas budak Rosululloh saw, lalu aku berkata kepadanya:
“Beritahukanlah kepadaku tentang amal ibadah yang jika aku lakukan, maka Alloh akan memasukkanku ke dalam sorga karenanya.”
Ia terdiam, lalu aku bertanya lagi. Ia masih terdiam, lalu aku bertanya lagi ketiga kalinya. ia pun berkata:
“Aku telah menanyakan masalah ini kepada Rosululloh saw dan beliau bersabda:

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُـوْدِ للهِ، فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ ِللهِ سَجْدَةً، إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ بِهَا عَنْكَ خَطِيْئَةً.

”Perbanyaklah sujud kepada Alloh, karena tidaklah engkau bersujud kepada Alloh dengan satu kali sujud, melainkan Alloh akan mengangkat bagimu satu derajat karenanya dan menghapuskan bagimu satu dosa karenanya.”
Mi’dan berkata:
“Lalu aku bertemu Abu Darda’ dan aku tanyakan masalah ini kepadanya juga. Ia menjawab seperti jawaban yang diberikan Tsauban.” (HR. Muslim).

Yang dimaksud dengan sujud dalam hadits ini adalah melakukan sholat sunnah.

5. Dari Abu Umamah ra, Rosululloh bersabda:

مَا أَذِنَ اللهُ لِعَـبْدٍ فِيْ شَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يُصَلِّيْهِمَا، وَإِنَّ الْبِرَّ لَيُذَرُّ فَوْقَ رَأْسِ الْعَبْدِ مَا دَامَ فِيْ صَلاَتِهِ.

“Tidak ada sesuatu yang lebih baik yang Alloh izinkan kepada seorang hamba selain melaksanakan sholat dua raka’at dan sesungguhnya kebajikan akan bertaburan di atas kepala seorang hamba selama ia melakukan sholat.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Hadits tersebut menunjukkan keutamaan sholat sunnah dan kebaikan yang didapat darinya.

Dari Jabir ra, Rosululloh saw bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِي مَسْجِدِهِ، فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيْبًا مِنْ صَـلاَتِهِ، فَإِنَّ اللهَ -عَزَّ وَجَلَّ- جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا.

“Apabila salah seorang di antara kalian sholat di masjid, maka hendaknya ia pun menjadikan sebagian dari sholatnya di rumah, karena Alloh Azza wa Jalla akan memberikan kebaikan dalam rumahnya dari sholatnya itu.” (HR. Muslim).

Dari Zaid bin Tsabit ra, Rosululloh saw bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلاَةِ فِي بُيُوْتِكُمْ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ، إِلاَّ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوْبَةَ.

“Sholatlah di rumah-rumah kalian karena sebaik-baik sholat seseorang adalah yang dilaksanakan di rumahnya kecuali sholat wajib.” (HR. Bukhori dan Mslim).

Anjuran dalam hadits-hadits ini bersifat umum yang meliputi semua jenis sholat sunnah rowatib dan sholat sunnah secara mutlak kecuali sholat sunnah yang menjadi bagian dari syi’ar Islam, seperti shalat ‘Id, sholat gerhana dan sholat Istisqo’. Demikian apa yang dikemukakan oleh Imam an-Nawawi.

Dari Ibnu ‘Umar ra, Rosululloh saw bersabda:

اِجْعَلُوْا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ، وَلاَ تَتَّخِـذُوْا قُبُوْرًا.

“Jadikanlah tempat pelaksanaan sebagian sholatmu di rumah-rumah kalian, dan janganlah jadikan rumah-rumah kalian itu seperti kuburan.” (HR. Muslim).

Hadits-hadits ini menunjukkan tentang disunnahkannya sholat sunnah di rumah dan itu lebih baik daripada melakukannya di masjid sebagaimana yang dikatakan Imam Nawawi:
“Nabi saw menganjurkan melakukan sholat sunnah di rumah, karena hal itu lebih tersembunyi, jauh dari perbuatan riya’, terjaga dari segala hal yang bisa merusak amal, rumah menjadi penuh berkah, rohmat serta Malaikat pun turun dan syaitan pun menjauh darinya.”

 
HUKUM SHOLAT SUNNAT BERJAMAAH

• Jumhur fuqohak: Boleh dilakukan secara berjamaah.
•Sekumpulan ulama Hanafiah: Makruh jika ia dilakukan secara tetap dan berterusan.
•Malikiah: Makruh kalau bersama jamaah yang ramai atau di tempat yang masyhur untuk menghindari riya’.
•Ibnu Taimiyah: Boleh dilakukan sekali-sekali. Jika dilakukan secara berterusan hukumnya bid’ah makruhah.

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: