ALLOH swt MEMUJI NABI MUHAMMAD saw

Alloh swt memuji Nabi Muhammad saw dengan berfirman:
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
“Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.” (QS. Al-Insyiroh : 4)

Disamping itu Alloh juga menghibur Nabi Muhammad saw dengan memerintahkan kaum muslimin agar mentaati perintah beliau, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rosul (Muhammad).”
(QS. An-Nisa’ : 59).

Alloh swt sangat mengagungkan dan memuliakan Nabi Muhammad saw. dengan pujian yang tidak sesuatu pun akan dapat melampaui pujian-Nya, ini dinyatakan dalam firmannya:
إِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
(QS.Al-Qolam: 4)

Nabi Muhammad saw adalah sosok manusia yang dicipta secara khusus oleh Alloh swt. Ia dipilih dari seluruh makhluk untuk menjadi Nabi dan Rosul-Nya yang utama dan penghabisan. Ia diciptakan sedemikian rupa sehingga tidak memiliki cacat atau cela sedikitpun.

Pada ayat yang lain, Alloh swt kembali memuji dan menyanjung sifat-sifatnya:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rosul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”
(QS. At-Taubah:128).

Dari ayat diatas, Alloh swt menjelaskan bahwa Rosululloh saw mempunyai tenggang rasa yang tinggi dan kepedulian yang sangat besar kepada semua umatnya.

Beliau saw merasa berat atas penderitaan yang kita alami. Beliau saw amat menginginkan keimanan dan keselamatan bagi kita semua. Beliau saw amat belas kasihan dan penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Tingginya pujian dan sanjungan Alloh swt bisa kita lihat dari pengujung ayat diatas, dimana Alloh swt menyematkan dua asma-Nya yang agung, Ar-Ro’uf (Dzat Yang Maha Pelimpah Kasih) dan Ar-Rohman (Dzat Yang Maha Pengasih) menjadi sifat pribadi Rosululloh saw.

Keagungan yang dimiliki oleh Rosululloh saw tidak hanya berupa keagungan budi pekerti tetapi juga keagungan fisik. Disamping aspek kejiwaannya yang sempurna, aspek fisik Rosululloh saw juga sempurna dan luar biasa. Tubuh beliau saw bercahaya, bersinar terang dan cerah. Beliau saw adalah nur yang sejati dan hakiki. Beliau saw adalah bulan purnama dan juga matahari yang selalu menyinari bumi.

Seorang sahabat, Hasan bin Tsabit melukiskan keagungan fisik Rosululloh dalam bait-bait syair berikut ini:

“Dan yang lebih indah dari engkau tidak pernah mata melihatnya sama sekali.
Dan yang lebih sempurna dari engkau tidak pernah ada wanita-wanita melahirkannya.
Engkau diciptakan lepas dari segala cela, seakan-akan engkau diciptakan sebagaimana engkau kehendaki.”

Saam bin Hisyam bin Amr ra berkata kepada Sayyidah ‘Aisyah ra:
“Wahai Ummul Mukminin, beritahu aku tentang akhlak Rosululloh .?
Sayyidah ‘Aisyah berkata:
“Apakah kamu membaca al-Qur’an .?”
Jawab Saam: “Iya”
Sayyidah ‘Aisyah berkata:
“Sesungguhnya akhlak Rosululloh adalah al-Qur’an.” (HR. Ibnu Jarir, Abu Dawud dan Nasa’i)

Maha Suci Alloh dari sifat tercala yang telah memuji Rosul-Nya Nabi Muhammad saw, dengan pujian keagungan pribadinya.
Bagaimana mungkin seorang manusia dapat memuji Aklak beliau saw melampaui pujian Alloh swt .?
Bagaiman mungkin manusia dapat menguraikan pujian yang melebihi uraian al-Qur’an sebagai akhlak Nabi Muhammad saw .?

Al-Bushiri dalam Burdah bersya’ir:
“Dialah yang sempurna jiwa dan raganya, kemudian dipilih oleh Sang Pencipta makhluk sebagai Kekasih-Nya.
Tidak ada yang menandingi keindahan dan keelokannya.
Dia tidak ada duanya.
Mutiara keindahan yang ada padanya tidak pernah dimiliki siapapun.”

Sementara itu Sultan Abdul Hamid Khan bin Sultan Ahmad Khan menggubah syair berikut ini:
“(Nabi Muhammad saw) dialah segala pemilik keindahan.
Alloh swt yang menciptakannya.
Orang yang seperti dia tidak akan aku temukan di seluruh makhluk.”

Keagungan Rosululloh selain diakui oleh para sahabat dan seluruh umat muslim juga diakui oleh orang-orang non muslim, misalnya:

George Bernard Shaw (1856-1950): “Pribadi Muhammad (saw) sangat agung, aku mengaguminya dan aku penganut pandangan hidupnya. Sekiranya Nabi Muhammad (saw) dibangunkan di abad ini, niscaya dunia ini terhindar dari kesulitan dan bencana, dan manusia akan hidup aman dan tentram.”
(Riwayat Kehidupan Nabi besar Muhammad saw, Al-Hamid Al-Husaini).

Prof Montet:
“Ia (Nabi Muhammad saw) seorang mulia budi pekertinya, baik pergaulannya, manis tutur katanya, adil pertimbangannya, benar ucapannya dan serasi perbuatan dan perkataannya.”
(Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad saw, Moenawar Cholil).

Annie Bessant (1847-1933) dalam The Life and Teachings of Muhammad:
“Mustahil bagi siapapun yang mempelajari kehidupan dan karakter Muhammad, hanya akan mempunyai perasaan hormat saja terhadap Nabi mulia itu. Ia akan melampauinya sehingga meyakini bahwa beliau (saw) adalah seorang Nabi terbesar dari Sang Pencipta.”
(Wawasan al-Qur’an, M. Quraish Shihab).

Michael H.Hart dalam bukunya yang berjudul The 100, a Ranking of The Most Influential Persons in History menempatkan Rosululloh saw pada urutan pertama diantara tokoh-tokoh dunia yang paling berpengaruh:
“Dialah (saw) satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses luar biasa, baik dititik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Berasal dari keluarga sederhana, Muhammad (saw) menegakkan dan menyebarkan salah satu agama terbesar di dunia, agama Islam. Dan pada saat bersamaan, ia (saw) tampil sebagai pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini 13 abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta mengakar.”

PERINTAH ALLOH MEMUJI NABI MUHAMMAD

“Sesungguhnya Alloh dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

ALLOH SWT MEMUJI NABI MUHAMMAD SAW

Alloh swt telah mengagungkan beliau saw, memuji beliau saw, menghormati beliau saw dan memuliakan beliau saw. Nama beliau saw diangkat tinggi-tinggi. Didudukkannya beliau saw dalam kedudukan yang tinggi.
Beliau saw adalah mutiara diantara pasir yang bertebaran. Beliau saw adalah permata di antara bebatuan berserakan.
Beliau saw memang manusia seperti kita, beliau saw makan, minum, menikah, pergi ke pasar, juga mengalami sakit dan seterusnya, tapi sejatinya beliau saw bukanlah manusia biasa, karena beliau saw Nabi dan Rosul. Beliau saw adalah manusia terbaik dan manusia pilihan diantara seluruh makhluk.

MAKNA HADIST ” JANGAN PUJI AKU SECARA BERLEBIHAN “

Sering kita mendengar propaganda yang melarang umat Islam memuji Nabi Muhammad saw. Di antara ucapan mereka yang tidak suka dengan amalan kita adalah, “Kita umat Islam tidak boleh mengkultuskan Rosululloh saw, tidak boleh memuji dan menyanjungnya secara berlebihan. Karena perbuatan itu merupakan bentuk kemusyrikan.

Mereka berpendapat seperti itu karena melihat hadist hanya sekilas teks sehingga terjadi pemahaman yang salah tentang itu. Rosululloh saw bersabda:
“Jangan memujiku secara berlebihan seperti kaum Nasrani yang memuji Isa putera Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba-Nya, maka ucapkanlah, “Abduhu warosuluhu (hamba Alloh dan Rosul-Nya).”
(HR. Bukhori dan Ahmad).

Dari ucapan itu kita memahami, kalau memuji Nabi Muhammad itu menurut mereka adalah mengkultuskan atau mendewakan beliau saw. Sehingga mereka menganggap memuji-muji beliau (yang menurut mereka berlebihan) adalah termasuk musyrik.
Ini adalah tuduhan keji dan fitnah yang berat bagi para pecinta Nabi Muhammad saw. Orang-orang itu tidak mengetahui makna dan tujuan hadist, sehingga pemahamannya salah.

MEMUJI NABI MUHAMMAD SAW

NABI MUHAMMAD saw adalah yang paling agung dan mulia di antara seluruh manusia, sedangkan manusia yang paling mulia adalah yang paling taqwa.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.“ (QS. Hujurot :13).
Dan tentu saja Nabi Muhammad saw adalah yang paling taqwa di antara manusia.

Batasan memuji Nabi Muhammad saw yang tidak diperbolehkan adalah memuji seperti kaum Nasrani yang menjadikan Nabi Isa as sebagai anak Tuhan.

Nabi Isa as dipuji oleh ummat Nasrani sudah sangat melewati batas, menjadikan Nabi Isa as sebagai anak Tuhan ya’ni disetarakan dengan Tuhan, bahkan menurut mereka, sebenarnya Yesus (Nabi Isa as) itu ya wujud Tuhan Alloh itu sendiri. Bedanya, Yesus itu Alloh yang ditampilkan dalam bentuk manusia.

Kalau Nabi Muhammad saw semua muslim sadar bahwa beliau itu Nabi dan Rosul Alloh, bukan Tuhan. Jadi mau dipuji setinggi langit pun kedudukan beliau saw ya tetap sebagai manusia.
Jadi kenapa harus takut syirik dengan memuji beliau saw dengan ungkapan sayidinna dan maulana… toh…! ummat beliau saw ga’ada yang mengkultuskan ke derajat Tuhan.

Sehingga benarlah apa yang disampaikan Imam Bushiri di dalam sya’ir Burdahnya:
“Tinggalkan pengakuan orang Nasrani atas Nabi mereka…
Pujilah beliau (Nabi Muhammad saw) sesukamu dengan sempurna…
Sandarkanlah segala kemuliaan untuk dirinya…
Dan nisbahkanlah sesukamu segala keagungan untuk kemuliaannya…
Karena sesungguhnya kemuliaan Rosululloh tidak ada batasnya…
Sehingga takkan ada lisan yang mampu mengungkapkan kemuliaannya…”

PARA PENYA’IR MASA SAHABAT RA

Pada zaman Nabi saw. terdapat banyak penya’ir yang terkenal dan hebat datang kepada Rosulalloh saw. dan mempersembahkan kepada beliau saw berhalaman-halaman sya’ir mereka yang memuji dan mengagungkan beliau saw.

Didalam sya’irnya menceritakan mengenai dakwah dan peperangan yang beliau saw. pimpin serta sya’ir mengenai para sahabat. Ini dibuktikan dengan banyaknya sya’ir yang dikutip di dalam Sirah Ibnu Hisham, al-Waqidi dan lain-lain.

Penyair-penyair tekenal mengagung-agungkan Rosulalloh saw dihadapan beliau saw dan para sahabat, tidak dilarang oleh Rosulalloh saw. dan tidak ada para sahabat yang mencela atau mengatakan hal tersebut berlebih-lebihan (ghuluw) dan sebagainya.

Rosululloh saw. amat menyenangi sya’ir yang indah, beliau saw bersabda:
“Terdapat hikmah didalam syair.”
(HR. Bukhori)

Paman Nabi saw al-‘Abbas ra mengarang sya’ir memuji kelahiran Nabi saw. diantara bait terjemahannya sebagai berikut:
“Dikala dikau dilahirkan, bumi bersinar terang hingga nyaris-nyaris pasak-pasak bumi tidak mampu untuk menanggung cahayamu, dan kami dapat terus melangkah lantaran cahaya sinar jalan yang terpimpin.”
(Imam as-Suyuti dalam Husnal-Maqosid dan Ibnu Katsir dalam kitab Maulid : 30 dan juga didalam kitab Ibnu Hajar, Fath al-Bari).

Ibnu Katsir menerangkan didalam kitabnya bahwa diantara para sahabat ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. memuji nama dan nasabnya serta membaca sya’ir mengenai diri beliau saw semasa peperangan Hunain untuk menambah semangat para sahabat ra dan menakutkan para musuh.

Pada hari itu beliau saw berkata:
“Aku adalah Rosululloh ..!
Ini bukanlah dusta.
Aku anak ‘Abdul Mutholib.”

Beliau saw. juga sering berkata:
“Akulah ash-habul-yamin yang terkemuka
Akulah khoirus-sabiqin
Akulah anak Adam yang paling bertaqwa
Dan paling mulia di sisi Alloh
Dan aku tidak sombong ..”
(Dalam Syarhul-Mawahib 1:62. dan (HR. At-Thobroni dan Al-Baihaqi didalam Dala’ilun Nubuwwah).

Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:
“Aku adalah penghulu putra Adam pada hari kiamat, dan aku adalah orang pertama yang keluar dari kubur, dan aku adalah orang pertama diberi syafa’at dan orang pertama pemberi syafa’at.”
(HR. Muslim dan Ahmad).

“Aku adalah sayyid semua manusia di hari kiamat.”
(HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim).

“Aku adalah sayyid (orang yang paling mulia) anak Adam di hari Kiamat nanti.”
(HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi).

“Aku adalah penghulu putra Adam pada hari kiamat di tanganku terdapat Liwaaul-Hamdi/panji pujian dan aku tidak sombong.
Tidak seorang Nabi pun pada hari itu baik Adam dan yang lainnya terkecuali dibawah naungan panji-panjiku dan aku adalah orang pertama yang keluar dari kubur dan aku tidak sombong.”
(HR. Tirmidzi).

Masih banyak lagi kata-kata beliau saw. untuk dirinya. Kalau pujian-pujian ini semuanya dilarang maka tidak akan diucapkan dari lisan orang yang paling taqwa dan mulia Rosulalloh saw. serta dari lisan para sahabat yang ditujukan kepada beliau saw.

Hadits-hadits yang meriwayatkan pernyataan bahwa Rosulalloh saw sendiri yang menerangkan betapa mulia dan tingginya kedudukan beliau saw. disisi Alloh swt, itu tidak lain agar kita kaum muslimin dapat membedakan serta mengakui bahwa Alloh swt memberi kedudukan kepada Rosulalloh saw. paling tinggi dan mulia daripada makhluk-makhluk Alloh swt lainnya, dan sabda beliau tersebut sesuai dengan firman Alloh swt untuk beliau saw.
Dengan demikian kita tidak boleh menyamakan kedudukan dan kemuliaan beliau saw.dengan manusia biasa .!

Hasan bin Tsabit ia mendendangkan sya’ir yang bunyinya antara lain :
“Andalah (Rosulalloh saw) makhluk suci pilihan Alloh…
Andalah (Rosululloh saw) seorang Nabi dan keturunan terbaik Adam, keagungannya bagaikan ombak samudra… dan seterusnya…”
Beliau ra. sering melagukan dan membacakan sya’ir-sya’irnya didepan Sayyidul Mursalin Muhammad saw. dan didepan para sahabat beliau ra, dan tidak ada satupun yang mencela atau mengatakan berlebih-lebihan (ghuluw).

Tertera dibatu nisan Hasan ibnu Tsabit beliau menulis mengenai Nabi saw.:
“Bagiku tiada siapa dapat mencari kesalahan didalam diriku, Aku hanya seorang yang telah hilang segala derita rasa,
Aku tidak akan berhenti daripada memujinya (nabi saw.), karena hanya dengan itu mungkin aku akan kekal didalam sorga bersama-sama ‘Yang Terpilih’, yang daripadanya aku meng- harapkan syafa’at, dan untuk hari itu, aku kerahkan seluruh tenagaku kearah itu”.

Menurut riwayat yang berasal dari Abu Bakar Ibnul Anbari, ketika Ka’ab bin Zuhair dalam mendendangkan sya’ir pujiannya sampai kepada beliau saw.
“(Muhammad saw adalah) sinar cahaya yang menerangi dunia dan beliau laksana pedang Alloh yang ampuh terhunus. Sebagai tanda kegembiraan beliau saw., maka beliau saw menanggalkan kain burdahnya (kain penutup punggung) dan diberikan pada Ka’ab. Mu’awiyyah bin Abi Sufyan pada masa kekuasaannya berusaha membeli burdah itu dari Ka’ab dengan harga 10.000 ribiu dirham, tetapi Ka’ab menolaknya. Setelah Ka’ab wafat, Mu’awiyyah membeli burdah pusaka Nabi saw. itu dari ahli waris Ka’ab dengan harga 20.000 ribu dirham.”

Banyak sekali hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi saw. tentang bagaimana mereka memuliakan dan mengagungkan Nabi saw. seperti Amr bin ‘Ash ra, Anas bin Malik ra, Usamah bin Syarik ra dan lain-lain. Semua pujian dan syair-syair ini tidak dilarang oleh beliau saw. Juga syair-syair tersebut boleh dilagukan dan diiringi dengan bermain gendang.

Seorang ahli hadits, Ibnu ‘Abbad telah memberikan fatwa tentang hadits Rosulalloh saw:
“Seorang wanita telah datang menemui Nabi saw diwaktu beliau saw. baru pulang dari medan peperangan, dan wanita itupun berkata:
“Ya Rosulalloh, aku telah bernadzar jika sekiranya, Alloh menghantarkan engkau kembali dalam keadaan selamat, aku akan bermain gendang disebelahmu.”
Nabi saw pun bersabda:
“Tunaikanlah nadzarmu.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Imam Ahmad).

Dari Sayyidati ‘Aisyah ra, bahwa Nabi saw, telah membenarkannya untuk mengundang dua orang perempuan untuk menyanyi pada hari Raya, beliau saw memberitahu Abu Bakar ra:
“Biarkan mereka menyanyi karena untuk setiap ummat ada hari rayanya dan ini adalah hari raya kita.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Maka berfikirlah… fahamilah… dgn pengertian yg mendalam… jangan menelan sebuah faham yg datang dari orang-orang jahil ..

    Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: