No. Identitas. 1-5-25-313-124000
• 1- Makhluk pertama ciptaan Alloh swt adalah nur Nabi Muhammad saw.
• 5- Nabi kelima yang mendapatkan julukan Ulil-Azmi dari 5 nabi (Nuh , Ibrohim , Musa , Isa , Muhammad).
• 25- Nabi ke 25 yang wajib diketahui.
• 313- Rosul ke 313 yang diutus Alloh ke Bumi bagi manusia.
• 124000- Jumlah Nabi yang di utus ke Bumi dan Rosululloh saw adalah Nabi terahir.
  
• Nama:
Muhammad saw.
“Sesungguhnya Allâh dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzâb [33]: 56).

• Nama Bapak:
Abdulloh (545-570) bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murroh.

Tidak banyak sejarawan yang mencatat masa kecilnya, kecuali hanya sebuah deskripsi bahwa Abdulloh “Seorang yang paling bagus rupa dan akhlaqnya di antara suku Quraisy, dari wajahnya terpancar cahaya Nabi… seorang lelaki yang sedap di pandang di antara suku Quraisy.”

Dalam sejarah belum ada seorang pun yang mampu melukis sosok Abdulloh bin Abdul Mutholib secara detail. Namun mengikuti perkataan Nabi saw bahwa saat seseorang semakin bertambah umurnya, dia akan semakin menyerupai bapaknya. Maka cukuplah meraba sosok Abdulloh bin Abdul Mutholib dari sifat-sifat yang ada pada diri anaknya, Muhammad saw.

• Nama Ibu:
Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhroh bin Kilab bin Murroh.
Para sejarawan hampir tidak mengetahui kehidupannya kecuali sebagai gadis Quraisy yang paling mulia nasab dan kedudukannya di kalangan bangsa Arab.

Dia bunga yang paling indah di kalangan Quraisy puteri dari pemimpin Bani Zuhroh. Pergaulannya senantiasa dalam penjagaan dan tertutup dari pandangan mata. Terlindung dari pergaulan bebas sehingga sukar untuk dapat mengetahui jelas penampilannya atau gambaran fisikalnya.

Meski tersembunyi, baunya yang harum semerbak keluar dari rumah Bani Zuhroh dan menyebar ke segala penjuru Makkah. Bau harumnya membangkitkan harapan mulia dalam jiwa para pemudanya yang menjauhi wanita-wanita lain yang terpandang dan dibicarakan orang.

Dia seorang wanita berhati mulia, yang telah menganugerahkan anak tunggal yang mulia pembawa risalah yang lurus dan kekal, pembawa hidayah, dialah Aminah pengukir sejarah, dialah ibunda pembawa risalah sempurna, benar dan kekal sepanjang masa. Suatu risalah yang bermaslahat bagi umat manusia.

Nabi Muhammad saw bersabda tentang nasabnya:
“ALLOH telah memilih aku dari Kinanah, dan memilih Kinanah dari suku Quraisy bangsa ‘Arab. Aku berasal dari keturunan orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik, dari orang-orang yang baik.”
Dengarlah sabdanya lagi:
“ALLOH memindahkan aku dari sulbi-sulbi yang baik ke rahim-rahim yang suci secara terpilih dan terdidik. Tiadalah bercabang dua, melainkan aku di bahagian yang terbaik.”

• Nama Nenek dari Bapak:
Fathimah binti Umar Al-Makhzumiyah.
• Nama Nenek dari Ibu:
Burroh binti Abdul ‘Uzza bin Utsman bin Abduddar bin Qushay bin Kilab bin Murroh.

• Warga Negara:
Muslim Quraisyi al-Hasyimi.
• Tempat dan Tanggal Lahir:
Makkah, dekat lembah Bath-tho’ di Rumah Abu Tholib (sekarang dijadikan Perpustakaan Makkah) , hari Senen 12 Rabi’ul-Awal tahun 54 sebelum Hijrah bertepatan tanggal 20 April 571 M. di lahirkan dalam keadaan sujud dan sudah dikhitan.

• Nama Bidan:
Syifa’ binti ‘Auf, (Ummu Abdurrohman).
Bayi itu lahir dari rahim Aminah dan langsung dibopong seorang “bidan” yang bernama Syifa’ binti ‘Auf, dia pun berkata “Bayimu laki-laki .!”

• Nama Pengasuh:
Ummu Aiman adalah seorang budak Barkah Al-Habsyiyah (Ummu Aiman) peninggalan Abdulloh suami ibunda Aminah.

• Nama Penyusu:
1–  Tsuwaibah Al-Aslamiyah seorang budak Abu Lahab, paman Nabi Muhammad saw, yang langsung dimerdekakan karena dialah orang pertama yang menyampaikan kabar gembira atas kelahiran Nabi, sebagai ungkapan rasa senang Abu Lahab.
2– Halimah binti Abi Dhuaib As-Sa’diyyah (Istri Harist bin Abdul ‘Uzza). Halimah itu artinya lemah lembut, berkasih sayang atau orang baik. Halimah berasal dari Bani Sa’ad. Keberadaan Muhammad kecil memberi berkah kepada keluarga Halimah, bahkan bagi kabilahnya.

• Tempat dan Tanggal Diutus:
Goa Hiro’ Makkah 27 Romadhon. 13 Sebelum Hijrah (17 Agustus 609 M.)
• Tempat dan Tanggal Wafat:
Madinah 12 Rabiul Awal 11 H. bertepatan tanggal, 8 Juni 633 M.

• Jenis Kelamin:
Laki-laki pemimpin ummat.
• Agama:
Pemimpim kaum Muslimin.
• Alamat:
Makkah dan Madinah.
• Pekerjaan:
1– Pengembala domba di masa kecil
2– Pedagang sampai usia 40 tahun
3– Nabi dan Rosul sebagai rohmat bagi alam semesta.

• Tanda Tanda Istimewa:
1– Stempel kenabian di bahunya
2– Dipayungi awan dalam setiap bepergian.

• Tanda Tanda Jasmani:
Berperawakan sedang, kulit putih kemerah-merahan, wajah bersinar cerah, dahi lebar, rambut hitam dan panjang sebahu, bola mata hitam dan tajam, bertubuh sempurna, sedap dipandang mata, senyumnya memikat, suaranya lembut menyejukkan hati, tidak ada seorang pun di dunia yang menyamainya dalam keindahan tubuh dan kesempurnaan jasad.

• Tanda keajaiban:
1. Ketika kaum kafir Quraish mengepung rumah Nabi saw dan bersumpah akan membunuh beliau malam itu juga.
2. Saat para pengejar dalam jumlah besar tiba di mulut sebuah gua Tsur dimana di dalamnya beliau berlindung bersama Abu Bakar ra.
3. Ketika tertinggal seorang diri dalam perang Uhud dimana kaum Quraish mengepung Nabi saw dan mencoba menyerang secara bersama namun mereka digagalkan dalam upayanya.
4. Saat seorang wanita Yahudi memberikan kepada Nabi sepinggan daging untuk dimakan yang telah dilumuri racun mematikan.
5. Ketika Khusro Pervaiz, Kaisar Persia, bermaksud membinasakan Nabi saw dan telah mengirimkan sejumlah utusan untuk menangkap beliau.

• Saudara Susu Nabi dari Tsuwaibah:
1– Abdulloh bin Jahsyi
2– Hamzah bin Abdul Mutholib
3– Abu Salamah bin Abdul Asad
4– Masruh ibnu Tsuwaibah.
• dari Halimah al-Sa’diyyah:
1– Abdulloh bin Harits
2– Anisah binti Harist
3– Hudhaifah binti Harits.

• Istri-Istri Nabi:
1– Kodijah binti Huwailid
2– Saudah binti Zam’ah
3– ‘Aisyah binti Abu bakar As-Shiddiq
4– Hafshoh binti Umar bin Khot-thob
5– Zainab binti Khuzaimah
6– Ummu Salamah/Hindun binti Abi Umayyah
7– Zainab binti Jahsyn
8– Juwairiyah binti Harits
9– Shofiyyah binti Huyay
10– Ummu Habibah/Romlah binti Abi Sufyan
11– Maimunah binti Al-Harits

• Wanita yang pernah dinikahi Nabi saw
namun beliau belum menggaulinya.

1– Ummu Syarik al-Quroisyiyah al-Amiriyyah.
Ia bernama Uzaiyyah binti Dudan yang menghibahkan dirinya kepada Nabi saw. Hal itu terjadi ketika beliau saw berada di Makkah.

2– Haulah binti Hudzail
Rosullulloh saw mengawininya, namun ia mengalami kecelakaan ditengah jalan sebelum ia sampai kepada beliau saw.

3– Imaroh binti Yazid.
Rosullulloh saw mengawininya, namun beliau saw belum menggaulinya, lalu Imaroh memohon perlindungan dari beliau, maka beliau bersabda kepadanya:
“Kamu telah diberi perlindungan dengan sebuah perlindungan, Alloh telah melindungi kamu dari aku.”
Kemudian beliau menceraikannya, dan memerintahkan kepada Usamah bin Yazid untuk memberikan Muth’ah (suatu pemberian setelah terjadinya perceraian) tiga pakaian. Demikian sebagaimana diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah, Rosululloh saw bersabda:
“Perempuan ini bagi Alloh tidak memiliki kebaikan.”

4– Putri Nu’man bin Al-Jaun
Rosullulloh saw mengawininya, tetapi beliau menceraikannya, sebab ketika Nabi saw memanggilnya ia justru berkata:
“Kamulah yang kemari, mendekatlah kepadaku.”
Dan ia tidak memenuhi panggilan Nabi saw itu.

Ada yang meriwayatkan bahwa istri-istri Nabi saw itu mengajarkan perkataan kepada Putri Nu’man bin al-Jaun:
“Jika kamu mendapatkan giliran bersama beliau, maka berlindunglah kepada Alloh darinya.”
Karena ia itu merupakan wanita yang tercantik, sehingga mereka hawatir, jangan-jangan ia akan mengalahkan mereka.
Ketika beliau saw mendekat kpadanya, ia pun berkata:
“Aku berlindung kepada Alloh dari kamu.” maka beliau saw bersabda kepadanya:
“Kamu telah diberi perlindungan dengan sebuah perlindungan, Alloh telah melindungi kamu dari aku.”
Lalu beliau menceraikannya dan mengembalikannya kepada keluarganya dengan cara yang baik.

5– Malikah binti Ka’ab.
Sebagian ulama mengatakan bahwa dialah istri Nabi saw yang berlindung kepada beliau saw.
Dia adalah wanita yang sangat cantik jelita, suatu ketika Sayyidah ‘Aisyah ra masuk menemuinya dan berkata kepadanya:
“Apakah kamu tidak malu kawin dengan orang yang telah membunuh ayah kamu .?”
Ayah Malikah terbunuh pada waktu penaklukan kota Makkah, ia dibunuh oleh Kholid bin Walid, karena itu Malikah berlindung kepada Rosululloh saw, karena itu pula beliau saw menceraikannya.
Setelah itu kaumnya (suku kinaniyah) datang kepada Nabi saw, dan berkata;
“Ya Rosulalloh, sesungguhnya dia adalah seorang gadis yang masih kecil dan masih belum mampu melihat dirinya sendiri, dia telah ditipu, maka rujuklah dia.”
Tetapi Rosululloh saw enggan merujuknya kembali, mereka meminta izin kepada Nabi saw, agar Malikah diperkenankan kawin lagi dalam waktu dekat, maka beliu saw mengizinkannya.

6– Fathimah binti Dhohak.
Nabi saw menikahi Fatimah, setelah kematian putri beliau Zainab, kemudian beliau memerintahkan untuk memilih ketika turun ayat perintah untuk memilih dunia atau memilih Alloh dan Rosul-Nya, tetapi ia memilih kesenangan dunia, maka beliau menceraikannya.
Setelah peristiwa itu ia terjatuh dari atas onta dan berkata:
“Aku adalah wanita yang celaka, mengapa aku memilih kesenangan dunia .!?”.

7– Aliyah binti Dzabyan.
Nabi saw mengawininya dan dia disisi beliau atas kehendak Alloh swt, kemudian beliau menceraikannya. Tidak banyak orang yang menyebut-nyebutnya.

8– Qutailah binti Qois.
Nabi saw mengawininya pada tahun 10 Hijryah, ada yang mengatakan 2 bulan sebelum beliau wafat. Sementara yang lain berkata:
“Sesungguhnya Rosululloh saw, berwasiat agar memerintahkan kepadanya untuk memilih, jika ia mau pakailah hijab atasnya dan ia termasuk Ummahatul-mukminin, dan jika ia mau perceraian, maka ia boleh menikah dengan laki-laki yang ia sukai.”
Qutailah memilih untuk menikah, ia menjadi murtad ketika saudara laki-lakinya murtad selanjutnya ia menikah dengan Ikrimah bin Abi Lahab.
Peristiwa ini terdengar oleh Abu Bakar ra, lalu ia berkata:
“Aku ingin membakarnya didalam rumahnya.”
Tetapi Umar ra berkata kepadanya:
“Dia bukan termasuk Ummahatul-mukminin, Rosululloh saw belum menggaulinya dan tidak ditetapkan atasnya hijab.”
Umar ra berargumentasi kepada Abu Bakar ra sesungguhnya ia bukan Ummahatul-mukminin sebab kemurtadannya, tidak disebabkan karena Nabi saw belum menggaulinya.

9– Saba’ binti Abi Shult.
Nabi saw mengawininya, namun ia meninggal sebelum beliau menggaulinya, yang lain berkata:
“Rosululloh saw menceraikannya sebelum beliau menggaulinya.”

9– Syarof binti Kholifah Al-Kalbiyah.
Nabi saw mengawininya, namun ia meninggal sebelum beliau menggaulinya.

10– Laila binti Khotim.
Laila binti khotim datang kepada Rosululloh saw, ia menepuk kedua pundak beliau, lalu beliau bersabda:
“Siapa ini ..? dia yang akan dimakan oleh srigala.”
Ia menjawab:
“Aku putri Math’amut-thoir dan Mahabirirriih, aku laila binti al-Khotim dan aku datang untuk menawarkan diriku kepadamu, kawinilah aku…”
Beliau saw bersabda:
“Aku telah melakukannya.”
Kemudian Laila kembali kepada kaumnya, dan berkata:
“Rosululloh saw telah mengawini aku…”
Mereka berkata:
“Alangkah buruknya yang kamu lakukan, kamu wanita pencemburu, sedangkan Nabi saw beristri banyak, mereka akan mempengaruhi beliau, hingga beliau berdo’a kepada Alloh yang berakibat tidak baik bagimu. Mintalah kepadanya agar melepaskan dirimu.”
Maka ia kembali kepada Rosululloh saw, dan berkata:
“Ya Rosulalloh, lepaskanlah (ceraikan) aku…”
Beliau bersabda:
“Aku melepaskanmu.”
Selanjutnya Laila di kawin oleh Mas’ud bin aus, hingga ia punya anak.
Pada suatu ketika Laila berada di suatu kebun diantara kebun-kebun Madinah, lalu ia mandi, tiba-tiba seekor srigala itu melompat menerkamnya, memakan sebagian tubuhnya hingga ia mati.
Demikian hal itu terjadi seperti yang dikatakan Rosululloh saw saat Laila pertama menghapap beliau:
“Siapa ini ..? dia yang akan dimakan oleh srigala.”

11– Wanita dari kabilah Ghifari.
Rosululloh saw mengawininya, selanjutnya beliau saw memerintahkan kepadanya melepaskan pakaiannya, lalu beliau melihat pada bagian bada antara pusar dan tengah punggungnya warna putih-putih (jenis penyakit kulit). Maka beliau bersabda:
“Temuilah dan kembalilah kepada keluargamu.”
Dan beliau tidak mengambil sedikitpun apa yang dibawanya. Kemudia Rosululloh saw memberinya maskawin dan diharamkan bagi orang lain setelahnya.

12– Salma binti Najdah.
Ia adalah Putri Bukhairoh, Abi Sa’d Abdul-Malik berkata:
“Sesungguhnya Rosululloh saw menikahinya, lalu beliau saw wafat meninggalkannya, dan ia tidak mau kawin setelah itu.”

13– Saba’ binti Sufyan.
Ibnu Sa’d menuturkannya dari Nafi’ dari Ibnu Umar ra, bahwa Rosululloh saw menikahi Saba’ binti Sufyan bin Auf bin Ka’ab bin Abi Bakar bin Kilab as-Syami.

14– Sana’ binti Asma’.
Ketika ia mendengar bahwa Rosululloh saw menikahinya ia sangat gembira dengan prkawinan itu, hingga ia mati dalam kegembiraannya itu.

15– As-Syat binti Rifa’ah.
Tidak banyak yang mengetahui tentang Nabi saw mengawini wanita ini.

16- As-Syanba’ binti Umar al-Ghifari.
Rosululloh saw mengawininya dalam waktu yang singkat sebelum putra beliau meninggal. Ketika putra beliu Ibrohim wafat as-Syanba’ berkata:
“Seandainya ia (Muhammad) itu seorang Nabi, tentu orang yang paling ia cintai dan senangi tidak akan mati meninggalkannya.”
Nabi saw mendengar itu lalu menceraikannya, dan memberinya mahar serta mengharamkannya untuk kawin.

17- Laila binti Hakim.
Tidak banyak yang mengetahui tentang Nabi saw mengawini wanita ini.

18– Uzayyah binti Dudan
Wanita ini menghibahkan dirinya kepada Nabi saw, hal ini terjadi ketika beliau berada di Makkah. Dia seorang janda dari Abi Askar bin Tamim, dari hubungan dengan suaminya ini ia melahirkan seorang anak yaitu Syarik.

19– Haulah binti Hakim
Wanita ini juga menghibahkan dirinya kepada Nabi saw. Sayyidah ‘Aisyah berkata:
“Mengapa wanita tidak merasa malu menghibahkan dirinya kepada seorang laki-laki .?”
Ketika turun ayat:
“Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki diantara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki.”
(QS. Al-Ahzab: 51)
Sayyidah ‘Aisya berkata:
“Ya Rosulalloh, Tuhanmu tidaklah melihat kamu kecuali ia cepat-cepat memenuhi keinginan kamu.
(Maksudnya: Alloh telah meringankan dan memberikan keleluasan kepadamu, karenanya ia memilih kamu).”
(HR. Bukhori dan Muslim)
Sayyidah ‘Aisyah berkata:
“Aku merasa cemburu terhadap wanita-wanita yang menghibahkan dirinya kepada Nabi saw.”

Asy-Sya’rowi berkata:
“Al-Allamah Muhammad asy-Syami menambahkan mengenai jumlah wanita-wanita yang di akad oleh Nabi saw, namun belum sampai digauli, yaitu 26 wanita.”

• Wanita-wanita yang dilamar Nabi saw namun belum sampai di akad.

1– Ummu Syabib binti Basyro’.
Seorang perempuan dari bani Amar bin Auf bin Sa’ad bin Dinar.

2– Saudah.
Seorang wanita janda dari bangsa Quraisy, ketika Nabi saw melamarnya. Ia berkata:
“Sesunggungnya aku adalah wanita yang mempunyai anak-anak kecil, aku tidak suka kalau mereka selalu menyandarkan kepalanya kepada anda tiap pagi dan sore.”
Berkenaan dengan itu Rosululloh saw bersabda:
“Sebaik-baik wanita penunggang onta adalah wanita-wanita Quraisy, mereka menyuapi anaknya yang masih kecil dan mendidiknya, karena menempati posisi tangan suaminya (yang telah iada).”
Lalu Nabi saw mendo’akannya kemudian meninggalkannya.

3– Shofiyah binti Bisyamah.
Dia adalah seorang wanita tawanan, Nabi saw menawarkan pilihan padanya antara memilih beliau saw atau memilih suaminya, kemudian dia memilih suaminya.

4– Ummu Hani’binti Abu Tholib.
Ketika Nabi saw melamarnya, dia berkata:
“Sesungguhnya aku adalah wanita yang mempunyai anak kecil,”
Lalu dia memohon maaf kepada Nabi saw. Beliau saw pun memperkenankan maafnya.
Ketika Ummu Hani’ ditanya tentang lamaran Nabi saw, ia berkata:
“Beliau hendak mengawini aku, beliau melamarku, lalu beliau dicegah karena aku tidak ikut berhijrah.”

5– Dhoba’ah binti Amir bin Qorth.
Merupakan muslim terdahulu yang ikut berhijrah. Dia termasuk wanita-wanita arab yang sangat cantik dan berbadan besar, ia pernah menikah 3 kali, ia mempunyai anak bernama Salamah dari perkawinannya dengan Hisyam al-Mughiroh.
Rosululloh melamarnya melalui Salamah, salamah berkata:
“Ya Rosululloh Anda tidak akan ditolak.”
Beliau saw bersabda:
“Aku perintahkan kamu menyampaikan kepadanya.”
Salamah berkata:
“Ya baiklah aku mendatangi dan menyampaikan kepadanya.”
Dhoba’ah berkata kepadanya:
“Sesungguhnya aku adalah milik Alloh, apakah untuk Rosululloh kamu diperintahkan melakukan hal itu padaku .? Kembalilah kepada Nabi dan sampaikan kepada beliau `ya aku siap .!”
Ketika Salamah pergi, sesungguhnya wajah Dhoba’ah berkerut-kerut dan giginya banyak yang rontok dari mulutnya.
Ketika salamah datang kembali menyampaikan kepada Nabi saw, apa yang dikatakan Dhoba’ah, beliau saw diam.

6– Ni’amah.
Ia adalah wanita tawanan dari Bani al-Anbar, ia termasuk wanita yang cantik. Nabi saw telah menawarkan untuk mengawininya, tetapi beliau tidak melakukannya.

7– Umamah / Fathimah binti Hamzah.
Wanita itu ditawarkan kepada Nabi saw, akan tetapi beliau saw menolaknya dikarenakan alasan syar’ie, beliau saw bersabda:
“Ia adalah puri saudaraku dari sesusuan.”

8– Azzah binti Abi Sofyan.
Ia termasuk salah satu wanita yang ditawarkan kepada Nabi saw. Beliau saw bersabda:
“Dia adalah wanita yang tidak halal bagiku, karena setatus saudara perempuannya. Ummu Habibah yang bernama Romlah binti Shofyan.”

9– Wanita yang tidak disebut namanya.
Dikatakan bahwa Nabi saw melamarnya lalu wanita itu beekata:
“Aku akan meminta restu ayahku.”
Ia menemui ayahnya dan ayahnya mengizinkannya. Ketika ia kembali kepada Nabi saw, beliau saw bersabda kepadanya:
“Kami telah berselimut dengan yang selain Anda.”

10– Putri Jundub bin Dhomroh.
Wanita dari Jundu’iyah, sebagian perowi mengingkarinya.

• Wanita-wanita terhormat milik Nabi saw.

1– Mariyah al-Qibthiyah.

2– Roihana binti Sam’un.
Dia wanita tawanan dari Bani Quridhoh yang berkepribadia menawan dan sangat cantik, dia adalah wanita pilihan dan terhormat yang menjadi tawanan Nabi saw. Beliau saw menawarkan pilihan padanya antara masuk islam atau tetap dalam agamanya, dia memilih islam, maka Nabi saw memerdekakannya kemudian mengawininya dengan memberikam maskawin padanya 12 setengah auqiyah.
Beliau saw menyelenggarakan resepsi perkawinan dan menggaulinya pada bulan Muharrom tahun 6 Hijriyah, setelah dia tuntas dari 1 kali haidh.

Roihana termasuk wanita pencemburu, nabi saw pernah menceraikannya dengan 1 kali talak dan dia menjadi banyak menangis, ketika Nabi saw menjenguknya dia tetap banyak menangis, maka beliau saw merujuknya.
Roihana tetap dalam sisi Nabi saw sampai dia wafat sekembalinya beliau saw menunaikan Haji wada’ pada tahun 10 Hiriyah. Roihana di makamkan dipekuburan Baqi’ Madinah.

3– Jamilah.
Dia berasal dari tawanan yang dikawin oleh Nabi saw. Diantara istri-istri Nabi saw timbul kecemburuan dan hawatir dia akan mampu menarik simpati dan mendominasi kecintaan Nabi saw, karena kecantikannya.

4– Nafisah.
Dia adalah wanita yang dihibahkan Zainab binti Jahsyin kepada Nabi saw.

• Putra Putri Nabi:
1– Qosim
Putra pertama dari Khodijah yang meninggal ketika masih kecil, +- usia 2 tahun.
Rosulloh saw bersabda:
“Hendaklah kalian bernama dengan nama-namaku tetapi jangan dengan julukanku (Abul-Qosim).” (HR. Bukhori).

 2– Abdulloh (Al-Thoyyib atau Al-Thohir)
Putra terahir dari Khodijah, meninggal ketika masih kecil. Ada yang menyebutkan bahwa ia dilahirkan pada masa keislaman. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa itu sebelum masa keislaman.

3– Ibrohim (wafat 10 H)
Putra dari Mariah Qibtiyah. Dia hanya hidup selama 18 bulan. Nabi menyaksikan ketika dia menghembuskan nafas yang terakhir.

Diriwayatkan bahwa ketika Ibrohim bin Muhammad saw wafat dan jenazahnya diusung, beliau saw keluar mengantarkannya berada di depan.
Beliau duduk di kuburnya, air mata beliau

sambil meneteskan air mata, beliau berkata:
“Mata boleh meneteskan air, hati boleh bersedih, tapi kita tidak boleh mengucapkan kalimat yang tidak diridai Alloh.”

4– Zainab (wafat 8 H)
Putri tertua dari Khodijah, ia dinikahkan dengan sepupu beliau saw, yaitu Abul ‘Ash bin Robi’ sebelum beliau saw diangkat menjadi Nabi, atau ketika Islam belum tersebar di tengah-tengah mereka.
lbu Abul ‘Ash adalah Halah binti Khuwaylid, bibi Zainab dari pihak ibu. Dari pernikahannya dengan Abul ‘Ash mereka mempunyai dua orang anak: Ali dan Umamah. Ali meninggal ketika masih kanak-kanak, sedangkan Umamah tumbuh dewasa, kemudian menikah dengan Ali bin Abi Tholib. setelah wafatnya Fathimah.

5– Ruqoyyah (wafat 2 H)
Putri dari Khodijah yang dipersunting oleh Utbah bin Abu Lahab sewaktu Jahiliah. Setelah munculnya Islam dan turunnya ayat yang berarti “Celakalah kedua tangan Abu Lahab dan dia juga akan celaka” (S. Al-Masad ayat 1)

dia langsung dicerai oleh suaminya atas perintah Abu Lahab. Dia memeluk Islam bersama ibunya. Kemudian dia dinikahi oleh Usman bin Affan dan ikut bersama suaminya hijrah ke Abessina (habasyah ), kemudian mereka kembali dan menetap di Madinah seterusnya meninggal di kota itu pula.
Putri Rasulullah dari Khadijah yang dipersunting oleh Utaibah bin Abu Lahab pada masa Jahiliah. Ketika turunnya ayat: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia juga akan binasa.” (S. Al-Masad : 1) maka Abu lahab berkata kepada kedua orang putranya, Utbah dan Utaibah, ‘Kepalaku tidak haial bagi kepalamu selama kamu tidak menceraikan Putri Muhammad.’ Atas perintah bapaknya itu, maka Utbah mericeraikan istrinya. Setelah bercerai dengan Utbah, kemudian Ruqoyyah dinikahkan oleh Rosululloh dengan Utsman bin Affan.

6– Ummu Kultsum (wafat 9 H/639 M)
Putri dari Khodijah yang dipersunting oleh Utaibah bin Abu Lahab pada masa Jahiliah. Setelah turunnya ayat :
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia juga akan binasa.” (QS. Al-Masad : 1)
Setelah tutun ayat ini, Abu lahab berkata kepads Utaibah anaknya:
“Kepalaku tidak halal bagi kepalamu selama kamu tidak menceraikan putri Nabi. Maka dia pun menceraikan istrinya, Ummu Kultsum.
Utaibah mendatangi Nabi, dan mengatakan kata-kata yang menyakitkan hati beliau. Atas periakuan itu, maka Nabi berdo’a kepada Alloh swt, agar mengirimkan anjing-anjing-Nya untuk membinasakan Utaibah. Dan apa yang telah dido’akan oleh Nabi terhadap Utaibah itu benar-benar teriadi.

Setelah dicerai oleh Utaibah atas perintah Abu Lahab. Sepeninggal kakaknya, Ruqoyyah, istri pertama Usman, Nabi menikahkan Ummu Kultsum dengan Usman bin Affan.

7– Fathimah (wafat 12 H)
Putri ke 4 dari Khodijah yang paling disayangi oleh Muhammad saw, dia lahir 5 tahun sebelum ayahandanya diangkat menjadi Nabi dan Rosul, dia tergolong wanita Quraisy yang genius dan pintar bicara. Dia menikah dengan ‘Ali bin Abu Tholib. Dari perkawinan ini lahir Hasan dan Husain, Ummi Kultsum dan Zainab. Dia meninggal 6 bulan setelah wafatnya Rosululloh saw. Dan dari Fatimah Az-Zahro’ ini lahirlah ketuturunan Nabi saw sampai sekarang, yang di masyarakat umum dijuluki Sayid, Habib ataupun Syarief.

• Cucu Cucu Nabi:
1. ‘Ali bin Abul ‘Ash.
Putra Zainab binti Muhammad Rosululloh saw dengan Abul ‘Ash bin Robi’. Ia pernah diboncengkan oleh Rosululloh saw ketika penaklukan Makkah. ‘Ali meninggal ketika hampir baligh.

2. Umamah binti Abul ‘Ash.
Putri Zainab binti Muhammad Rosululloh saw dengan Abul ‘Ash bin Robi’. Ketika kecil, Umaamah sering diajak Nabi saw sholat di masjid, dan beliau pernah sholat dengan menggendong cucu beliau ini. Setelah Fathimah binti Muhammad Rosululloh saw wafat, Umamah dinikahi oleh ‘Ali bin Abu Thalib.

3. ‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Affan
Putra ‘Utsman bin ‘Affan dengan Ruqoyyah binti Muhammad Rosululloh saw. ‘Abdulloh meninggal pada usia 6 tahun.

4. Hasan bin ‘Ali bin Abu Tholib.
Putra Fathimah binti Muhammad Rosululloh saw dengan ‘Ali bin Abu Tholib, lahir pada tahun 3 Hijriyah dan wafat pada tahun 49 Hijriyah.

5. Husain bin ‘Ali bin Abu Tholib.
Putra Fathimah binti Muhammad Rosululloh saw dengan ‘Ali bin Abu Tholib, lahir pada tahun ke 4 Hijriyah dan wafat pada tahun 61 Hijriyah.

6. Muhsin bin ‘Ali bin Abu Tholib.
Putra Fathimah binti Muhammad Rosululloh saw dengan ‘Ali bin Abu Tholib, namun tidak lama setelah lahir, ia meninggal dunia.

7. Zainab binti ‘Ali bin Abu Tholib.
Putri Fathimah binti Muhammad Rosululloh saw dengan ‘Ali bin Abu Tholib. Setelah dewasa Zainab ini dinikahi oleh ‘Abdulloh bin Ja’far bin Abu Tholib.

8. Ummu Kultsum binti ‘Ali bin Abu Tholib.
Putri Fathimah binti Muhammad Rosululloh saw dengan ‘Ali bin Abu Tholib. Setelah dewasa ia dinikahi oleh ‘Umar bin Khoththob. Setelah ‘Umar bin Khoththob wafat, ia dinikahi oleh ‘Aun bin Ja’far. Setelah ‘Aun bin Ja’far wafat, ia dinikahi oleh ‘Abdulloh bin Ja’far.

• Paman Nabi:
(Dari Bapak)
1– Zubair (Abu Thohir)
2– Abu Tholib (Abdu Manaf)
3– Abbas
4– Dhiror
5– Hamzah
6– Al-Muqowim
7– Hijl
8– Harits
9– Abu lahab (Abdul U’zza’)
10– Ghoidaq
11– Abdul Ka’bah
12– Qutsam

• Bibi Nabi:
(Dari Bapak)
1– Ummu Hakim Al-Baidho’
2– ’Atikah
3– Umaimah
4– Arwa’
5– Burroh
6– Shofiyyah

• Paman Nabi:
(Dari Ibu)
1– Al-Aswad bin Yaghuts
2– Abdulloh bin Al-Arqom bin Yaghuts.

• Para penulis wahyu:
1– Abu Bakar Ash-Shiddiq.
2– ‘Umar bin Khothob.
3– Utsman bin Affan.
4– ‘Ali bin Abi Tholib.
5– Amir bin Fuhairoh.
6– Abdulloh bin Arqom az-Zuhri.
7– Ubay bin Ka’ab.
8– Tsabit bin Qois bin Syammas.
9– Kholid bin Said al-Ash.
10– Hanzalah bin Robi’.
11– Al-Asadi.
12– Zaid bin Tsabit. (khusus dalam menulis wahyu).
13– Muawiyah bin Abu Sofyan.
14– Syurohbil bin Hasana.
15– Muawiyah bin Abu Sofyan.

• Peperangan yang disertai Nabi saw:
1– Waddan.
2– Bu’ats.
3– Usyairoh.
4– Badar al-Ula.
5– Badar al-Kubro.
6– Bani Salim.
7– Sawiq.
8– Ghothofan.
9– Buhran.
10– Uhud.
11– Hamroul Sa’ad.
12– Bani Nadhir.
13– Zatur Riqo’.
14– Badar al-Akhiroh
15– Daumatul-Jandal.
16– Khondaq.
17– Bani Quroidhoh.
18– Bani Lihyan.
19– Dzu Qorod.
20– Bani Mushtholiq.
21– Hudaibiyyah.
22– Khoibar.
23– Umrotul Qodho’.
24– Fathu Makkah.
25– Hunain.
26– Tho’if.
27– Tabuk.

•Peperangan yang dipimpin langsung Nabi saw:
1– Badar al-Kubro.
2– Uhud.
3– Khondaq.
4– Bani Quroidhoh.
5– Bani Mushtholiq.
6– Khoibar.
7– Fathu Makkah.
8– Hunain.
9– Thoif.

• Surat Nabi saw kepada raja-raja:

1. Kaisar Romawi Timur, Kaisar Heraklius
Surat dibawa oleh Dihyah bin Khifah al-Kalbi.

2– Raja Persia, Raja Kisra Abrawaiz.
Surat dibawa oleh Abdulloh bin Huzafah as-Sahmi.

3– Raja Habasyah, Raja Najasyi (Negus).
Surat dibawa oleh Amr bin Umayyah adh-Dhomri.

4– Gubernur Mesir, Muqouqis.
Surat dibawa oleh Hathib bin Abi Balta’ah al-Lakhmi.

5– Wakil Kaisar Romawi di Damaskus, Al-Harits bin Abi Syammar al-Ghossani.
Surat dibawa oleh Syujak bin Wahab al-Asadi

6– Raja Bahrain, Munzir bin Sawa.
Surat dibawa oleh al-Alaa bin al-Hadhroni.

7– Raja Yamamah, Hauzah bin Ali.
Surat dibawa oleh Salith al-Amiri.

8– Amir (Pemimpin) Bashrah.
Surat dibawa oleh al-Harits bin Umair al-Azadi.

9– Pemimpin Bani Khuza’ah, Rifa’ah bin Zaid.
Langsung dari Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada kaumnya.

• Nabi saw mengajak manusia untuk:
1– Meningkatkan harkat martabat manusia, berakhlaqul-karimah.
2– Mengajak damai sebelum perang.
3– Memaafkan sebelum orang meminta.
4– Mempermudah urusan dan tidak pernah mempersulit.

Nabi Muhammad saw telah membuktikan bahwa dirinya adalah sebuah rohmat bagi manusia dan alam semesta.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ صَلاَةً تَلِيْقُ بِجَمَالِهِ وَجَلاَلِهِ وَكَمَالِهِ وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَذِقْنَا بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ لَذَّةَ وِصَالِهِ .

“Ya Alloh, limpahkanlah sholawat atas Sayyidina Muhammad dan keluarganya, sebenar-benar sholawat yang indah dengan keagungan dan kesempurnaannya. Limpahkan pula sholawat dan salam dengan keberkahan kepada Sayyidina Muhammad dan keturunannya.
Dan anugrahkanlah kami kelezatan bertemu dengan beliau dengan keberkahan bersholawat kepadanya.”

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: