YANG PALING BAIK AGAMANYA

Alloh swt berfirman :
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
“Dan siapakah .? (maka jawabnnya; Tidak seorang pun ..) yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya (ia ikhlas niat dalam beramal) hanya kepada Alloh ..?
Sedangkan diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrohim yang lurus. Dan Alloh mengambil Ibrohim (memuliakannya sebagai kholil) menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’ [4]:125).

Sesungguhnya dasar berbuat baik adalah keyakinan yang benar. Sikap beragama yang paling baik adalah niat ikhlas bribadah hanya menuju kepada Alloh.
Hati, wajah, pikiran dan jiwa hanya diarahkan kepada Alloh semata. Tidak ada yang diharapkan selain ridho-Nya.
Orang yang berbuat demikian, hati dan pikirannya akan benar hingga dapat mengetahui misi Nabi Muhammad saw dan para Rosul.
Dan termasuk sikap beragama yang paling baik adalah mengerjakan perbuatan-perbuatan beliau saw secara terus menerus mengikuti sunnah dengan mencontoh setiap gerak diam beliau saw.
Agama yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah agama yang berasal dari Alloh, yaitu agama Nabi Ibrohim as bapak para Nabi yang memiliki semangat pencarian kebenaran.
Sesungguhnya Alloh swt telah memuliakan Nabi Ibrohîm as dengan menamakannya sebagai kholîl (kesayangan), oleh karena itu, ikutilah dengan sungguh-sungguh tanpa keraguan sedikit pun ..!

Di ayat yang lain Alloh swt berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Dan tidaklah mereka disuruh kecuali untuk beribadah -menyembah- Alloh dengan Niat ikhlas -memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam menjalankan- agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama (islam) yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98]:5).

Mereka tidak dibebani tugas kecuali agar ibadah mereka hanya ditujukan kepada Alloh dengan ikhlas, agar mereka menjauhi kebatilan, beristiqomah dalam melaksanakannya, dan agar mereka selalu melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, itulah agama islam yang lurus.

IBADAH HANYA UNTUK ALLOH SWT

Alloh swt berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka (beribadah) menyembah–Ku.” (QS. Adz-Dzariat : 56).
Ayat diatas mengandung arti bahwa, cara pandang, sikap, perilaku dan aktifitas setiap gerak dan diam keseharian kita selayaknya dilakukan sebagai wujud penghambaan kepada Alloh swt.

Pesan Alloh swt, agar hambanya tetap kontinyu dalam beribadah sampai ia berjumpa dengan-Nya :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu -waktu- yang diyakini -ajal-.” (QS. Al-Hijr : 99).

NIAT ADALAH RUKUN PERTAMA DALAM SEMUA IBADAH

Dari ‘Umar bin Khoththob ra, Nabi Muhammad saw bersabda:

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ،
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan Niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia Niatkan …
فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ،
Maka barangsiapa yang -NIAT- HIJRAHNYA KEPADA ALLOH DAN ROSUL-NYA, MAKA HIJARAHNYA KEPADA ALLOH DAN ROSUL-NYA …
وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ .
Dan barangsiapa yang -Niat- hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya.” (HR. Bukhori, Muslim dan lain-lain).

Alloh swt berfirman :
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Barangsiapa berhijrah di jalan Alloh, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini, tempat hijrah yang luas, dan kelapangan rizki yang banyak.
Barangsiapa keluar dari rumahnya, dengan maksud berhijrah kepada Alloh dan Rosul-Nya, Kemudian kematian menimpanya, (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Alloh.
Dan adalah Alloh Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.” – (QS.4:100).

MA’NA HIJRAH DALAM HAL KEHIDUPAN MANUSIA

Yaitu :
Dari negatif menjadi positif
Dari kufur menjadi syukur
Dari kemalasan menjadi semangat
Dari kebodohan menjadi berilmu
Dari keburukan menjadi memperbaiki diri
Dari keluhan menjadi do’a dan harapan
Dari maksiat kepada taubat
Dari kotor menjadi bersih
Dari dosa menjadi suci
Semoga dengan hijrah akan lebih memacu semangat juang untuk diri sendiri dan inspirasi bagi orang lain.

Dari Abdulloh bin Abbas ra, Rosululloh saw bersabda :
“Sesunguhnya Alloh mencatat hasanat -kebaikan- dan sayyi’at -kejahatan-, kemudian menjelaskan keduanya.
Maka siapa yang berniat akan berbuat hasanat kemudian tidak dikerjakannya, Alloh mencatat untuknya satu hasanat, dan jika berniat kebaikan kemudian dikerjakan dicatat sepuluh hasanat mungkin ditambah hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih dari itu.
Dan apabila berniat akan berbuat sayyi’at dan tidak dikerjakan, Alloh mencatat baginya satu hasanat. Dan jika niat itu dilaksanakan, maka ditulis baginya satu sayyi’at.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Dalam riwayat lain dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda :
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim).

IBADAH KEPADA ALLOH SWT
DENGAN NIAT MENGIKUTI SUNNAH ROSULULLOH SAW

Alloh swt berfirman :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya terdapat dalam diri Rosul teladan yang baik bagi yang mengharapkan (ridho) Alloh dan ganjaran di hari kemudian.” (QS. Al-Ahzab: 21).

Rosululloh saw bersabda :
وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan siapa yang telah mencintaiku, pasti akan bersamaku nanti di sorga”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

MULTI NIAT MULTI PAHALA

NIAT adalah pokok pangkal sahnya suatu amalan dan ujung pencapaian tujuan …
Dengan Niat menta’ati perintah Rosululloh saw merupakan ibadah yang bernilai pahala …
Dengan Niat melakukan apa yang dilakukan Rosululloh saw merupakan ibadah yang bernilai pahala …
Dengan Niat mencontoh setiap gerak dan diam Rosululloh saw merupakan ibadah yang bernilai pahala …
Dengan Niat mencintai apa/siapa yang dicintai Rosululloh saw merupakan ibadah yang bernilai pahala …
Dengan Niat membeci apa/siapa yang dibenci Rosululloh saw merupakan ibadah yang bernilai pahala …
Dengan Niat menyukai apa yang disukai Rosululloh saw merupakan ibadah yang bernilai pahala …
Dengan Niat memberitahukan perihal Rosululloh saw, merupakan ibadah yang bernilai pahala …
Semuanya tergantung Niat tujuannya, karena sesungguhnya setiap amal-amal perbuatan tergantung Niat-niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan balasan berdasarkan apa yang dia Niatkan …

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
نَوَيْتُ لِفِعْلِ اَمْرِ اللَّهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللَّه
“Aku Niat melaksanakan perintah (menuju ridho) Alloh, dan mengikuti sunnah (dengan mencontoh setiap gerak dan diam) Rosululloh saw ..”
 
Betapa banyak amal yang kecil menjadi bernilai besar karena Niat, dan betapa banyak amalan besar yang menjadi bernilai kecil karena Niat ..

APA YANG TELAH DINIATKAN OLEH SESEORANG CATATANNYA TERDAPAT DILANGIT

Alloh swt berfirman:
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
“Dan di langit terdapat rizkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu (ya’ni tempat kembalinya pahala).”
فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ
“Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya apa yang dijanjikan (kepada kalian) itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS. Adz-Dzariyat : 22-23).

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: