Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda: 
“Setiap Nabi ‘alaihis-salam memiliki do’a yg dikabulkan, maka setiap Nabi telah menggunakan do’a tersebut. 
Dan aku menyimpannya sebagai syafa’at bagi ummatku, kelak di hari kiamat. 
Maka, syafa’at tersebut akan didapati oleh setiap orang dari umatku yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Alloh ta’ala dengan suatu apapun.”  
(HR. Bukhori dan Muslim)

Syafaat berasal dari kata asy-Syafa’ (ganda) yang merupakan lawan kata dari al-Witru (tunggal), yaitu menjadikan sesuatu yang tunggal menjadi ganda, seperti membagi satu menjadi dua, tiga menjadi empat, dan sebagainya. Ini pengertian secara bahasa.

Sedangkan secara istilah, syafa’at berarti menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfa’at kepadanya atau menolak mudhorot, ya’ni pemberi syafa’at itu memberikan manfa’at kepada orang itu atau menolak mudhorotnya.

DUA MACAM SYAFA’AT

Pertama , Syafa’at yang didasarkan pada dalil yang kuat dan shohih, yaitu yang ditegaskan Alloh swt dalam Kitab-Nya , atau dijelaskan Rosululloh saw. 

Syafa’at tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas; karena Abu Huroiroh ra berkata:  
“Wahai Rosululloh, siapa yang paling bahagia mendapatkan syafa’atmu .?” 
Beliau saw menjawab:
“Orang yang mengatakan,’Laa ilaaha illalloh’ dengan ikhlas dalam hatinya.” 
(HR. Bukhori).

1. Syafaat mempunyai tiga syarat:
Alloh swt meridhoi orang yang memberi syafa’at.
2. Alloh swt meridhai orang yang diberi syafa’at.
3. Alloh swt mengizinkan pemberi syafa’at untuk memberi syafa’at.

Syarat-syarat di atas secara global dijelaskan Alloh dalam firman-Nya:
“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Alloh mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhoi (Nya).”
(QS. An-Najm: 26)

Kemudian firman Alloh swt: 
“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Alloh tanpa izin-Nya.” 
(QS. Al- Baqoroh: 255)

Lalu firman Alloh swt:  
“Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Alloh Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhoi perkataannya.”
(QS. Thoha: 109)

Kemudian firman Alloh swt: 
“Alloh mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhoi Alloh, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.”
(QS. Al-Anbiya: 28)

Agar syafa’at seseorang diterima, maka harus memenuhi ketiga syarat di atas. Menurut penjelasan para ulama, syafa’at yang diterima, dibagi menjadi dua macam:

1. Syafa’at umum.
Ma’na umum, Alloh swt mengizinkan kepada salah seorang dari hamba-hamba-Nya yang sholeh untuk memberikan syafa’at kepada orang-orang yang diperkenankan untuk diberi syafa’at. 

Syafa’at ini diberikan kepada Nabi Muhammad saw, Nabi-Nabi lainnya, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang sholeh. 
Mereka memberikan syafa’at kepada penghuni neraka dari kalangan orang-orang beriman yang berbuat maksiat agar mereka keluar dari neraka.

2. Syafa’at khusus, yaitu syafa’at yang khusus diberikan kepada Nabi Muhammad saw dan merupakan syafa’at terbesar yang terjadi pada hari Kiamat. 

Mereka pergi kepada Nabi Adam as, Nabi Nuh as, Nabi Ibrohim as, Nabi Musa as, dan Nabi Isa as. Tetapi mereka semua tidak bisa memberikan syafa’at hingga mereka datang kepada Nabi Muhammad saw, lalu beliau berdiri dan memintakan syafa’at kepada Alloh swt, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari adzab yang besar ini. Alloh pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafa’atnya. Ini termasuk kedudukan terpuji yang dijanjikan Alloh swt di dalam firman-Nya:
 
“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isro’: 79)

Di antara syafa’at khusus yang diberikan kepada Rosululloh saw adalah syafa’atnya kepada penghuni sorga agar mereka segera masuk sorga.
Karena penghuni sorga ketika melewati jembatan, mereka diberhentikan di tengah jembatan yang ada di antara sorga dan neraka. 
Hati sebagian mereka bertanya-tanya kepada sebagian lain, hingga akhirnya mereka bersih dari dosa. 
Kemudian mereka baru diizinkan masuk sorga. Pintu sorga itu bisa terbuka karena syafa’at Nabi Muhammad saw.

Kedua, Syafa’at bathil yang tidak berguna bagi pemiliknya, yaitu anggapan orang-orang musyrik bahwa tuhan-tuhan mereka dapat memintakan syafa’at kepada Alloh swt.
Syafa’at semacam ini tidak bermanfa’at bagi mereka seperti yang difirmankan-Nya:
“Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.”
(QS. Al-Mudatstsir : 48)

Demikian itu karena Alloh swt tidak rela kepada kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu dan tidak mungkin Alloh swt memberi izin kepada para pemberi syafa’at itu, untuk memberikan syafa’at kepada mereka; karena tidak ada syafa’at kecuali bagi orang yang diridhoi Alloh swt. 
Alloh swt tidak meridhoi hamba-hamba-Nya yang kafir dan Alloh swt  tidak senang kepada kerusakan.

Ketergantungan orang-orang musyrik kepada tuhan-tuhan mereka dengan menyembahnya dan mengatakan:
“Mereka adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Alloh.” (QS. Yunus: 18), adalah ketergantungan bathil yang tidak bermanfa’at. 
Bahkan demikian itu tidak menambah mereka kecuali semakin jauh, karena orang-orang musyrik itu meminta syafa’at kepada berhala-berhala itu dengan cara yang bathil, yaitu menyembahnya. 

Itulah kebodohan mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada Alloh swt , tetapi sebenarnya tidak lain hanya menjadikan mereka semakin jauh.

SYAFA’AT SAHABAT MUSLIM

Sahabat yang sesungguhnya ialah mereka yang selalu mengingatkan kita akan Alloh dan mereka yang akan menolong kita ke sorga.

Diriwayatkan bahwa, apabila penghuni sorga telah masuk ke dalam sorga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.

Mereka bertanya kepada Alloh swt:
”Yaa Robb … kami tidak melihat saudara-saudara kami yang sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama kami …”

Maka Alloh swt berfirman:
“Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang dihatinya masih ada Iman walaupun hanya sebesar dzarroh”
(HR. Ibnu Mubarok dalam kitab Az-zuhd)

Hasan al-Basri berkata:
“Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu,karena mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat.”

Ibnu Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis:
”Jika kalian tidak menemukan aku nanti di sorga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Alloh swt tentang aku :
”Wahai Tuhan kami, hambamu fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah ia bersama kami di sorga.”

SAHABATKU:
mudah-mudahan dengan tulisan ini, aku telah mengingatkanmu tentang kemurahan syafa’at Alloh swt agar aku dapat bersamamu kelak di sorga.
Amiin… Yaa Robbal ‘alamiin…!!!

KEUTAMAAN SHOLAWAT

Firman Alloh swt:
“Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rohmat dan pengampunan).
Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku.”
(QS. Al-Baqoroh:152)

Firman Alloh swt:
“Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah yang banyak kepada Alloh (dengan menyebut nama-Nya).”
(QS. Al-Ahzaab: 42)

Firman Alloh swt:
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alloh, maka Alloh menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung.”
(QS. Al-Ahzaab: 35)

Firman Alloh swt:
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksa-Nya), tidak mengeraskan suara, dipagi dan sore hari.
Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”
(QS. Al-A’rof: 205).

Rosululloh saw bersabda:
“Perumpamaan orang yang menyebut (nama) Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati.”
(HR. Bukhori).

Rosululloh saw bersabda:
“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Alloh), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik darimu dari infaq emas dan perak, dan lebih baik bagimu dari pada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu .?”
Para shahabat yang hadir berkata:
“Mau wahai Rosululloh .!”
Beliau bersabda:
“Dzikir kepada Alloh Yang Maha Tinggi.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dalam hadits Qudsi Alloh swt berfirman:
“Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya (memberi rohmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku.
Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, Aku menyebut namanya dalam diriku.
Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka.
Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta.
Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa.
Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari).”
(HR. Bukhori dan Muslim)

Rosululloh saw bersabda:
“Barang siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Alloh akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.”

Rosululloh saw bersabda:
“Sungguh, manusia yang paling utama di sisiku kelak di hari kiamat, yaitu mereka yang paling banyak bersholawat kepadaku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Janganlah kau buat hari raya rumahku ini (ramai-ramai di dalamnya), dan jangan pula kau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi), bersholawatlah kepadaku dimanapun kalian berada, karena sholawatmu itu pasti akan sampai kepadaku”.

Rosululloh saw bersabda:
“Jibril datang kepadaku dan berkata:
”Ya Muhammad tiadak seorang yang bersholawat atasmu, kecuali 70.000 malaikat bersholawat kepadanya, dan siapa di sholawati malaikat sekian banyak ini adalah tergolong orang ahli sorga.”

Rosulullah saw bersabda:
“Tiadak do’a kecuali terdapat hijab diantaranya dengan diantara langit, hingga bersholawat atasku, maka apabila di bacakan sholawat atasku, terbukalah hijab dan di terimalah do’a tersebut, namun jika tidak demikian, kembalilah do’a itu kepada pemohonnya.”

Rasulullah saw bersabda:
”Siapa bersholawat kepadaku penuh hormat mengagungkan aku, maka sholawatnya akan menjelma menjadi seorang malaikat bersayap dua, satu di kutub timur dan yang kedua di kutub barat, kedua kakinya dibawah bumi ke tujuh, lehernya melekat ke ‘Arasy, dan Alloh berfirman kepadanya;
”Hai Malaikat, bersholawatlah untuk hambaku ini, sebagaimana ia telah bershalawat kepada Nabi-Ku Muhammad saw, maka malaikat itupun melaksanakan tugasnya, bersholawat kepadanya hingga hari kiamat.”

Rosululloh saw bersabda:
“Sejumlah malaikat datang kepadaku, ya’ni Jibril, Israfil, ‘Izra’il dan Mika’il. Lalu Jibril berkata:
“Ya Rosululloh siapa yang bersholawat kepadamu 10 kali, maka akulah yang bertindak dengan tangannya dan aku lintaskan di atas shirot.”
Dan Mika’il berkata:
”Akulah yang memberikan minum dari telagamu.”
Israfil berkata:
”Aku bersujud kepada Alloh, tidak akan mengangkat kepala hingga Alloh mengampuni dosanya.”
‘Izro’il berkata:
”Aku cabut ruhnya seperti mencabut ruh-ruh para Nabi as.”

Rosululloh saw bersabda:
“Tiadak suatu kaum yang berhimpun di suatu tempat yang tidak bersholawat atas Nabi, kecuali kecelakaan menimpa mereka, seandainya masuk sorga pasti tidak bakal tahu pahala mereka.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa bersholawat 10 kali kepadaku di waktu pagi dan 10 kali di waktu petang, maka Alloh akan menyelamatkannya dari goncangan besar yang mengejutkan kelak di hari kiamat, dan ia di himpun berikut para Nabi dan Shiddiqin yang telah diberi ni’mat oleh Alloh.”

Rosululloh saw bersabda:
“Ketika orang mu’min bersholawat atasku, maka malakal maut menggegamnya dengan izin Alloh, ia menyampaikannya ke makamku, katanya:
”Ya Muhammad, bahwasannya si anu bin anu umatmu telah bershalawat atasmu.”
Maka akupun berkata:
“Katakanlah kepadanya, dariku sepuluh shalowat dan sampaikan pula padanya syafaatnya wajib bagimu.”
Kemudian malakal Maut itu naik ke Arasy, ia berkata:
”Ya Tuhan, bahwasannya si anu bin anu telah bersholawat atas kekasih-Mu (Nabi Muhammad saw) satu kali.”
Alloh menjawab:
“Sampaikanlah padanya dari-Ku sepuluh sholawat.”
Kemudian setiap huruf sholawat di jadikan malaikat 360 kepala, setiap kepala 360 wajah, setiap wajah 360 mulut, setiap mulut 360 lidah yang semuanya berbicara memuji kepada Alloh swt. Dengan menggunakan 360 macam bahasa, yang pahala semua itu di peruntukan orang mu’min yang bersholawat atas Nabi saw, hingga hari kiamat.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa bersholawat kepadaku pada hari jum’at 100 kali, maka ia datang kelak di hari kiamat di barengi nur/cahaya, apabila nur tersebut di buat menyinari semua makhluk, pasti memadai.”

Rosululloh saw bersabda:
“Jibril baru saja keluar dari tempatku tadi, ia khabarkan kepadaku dari Tuhan ‘Azza wa Jalla, Dia berfirman:
“Barangiapa dari orang islam yang bersholawat kepadamu satu kali, maka Aku dan para malaikat-Ku bersholawat atasnya 10 kali.”
Oleh sebab itu bersholawatlah kepadaku sebanyaknya pada hari jum’at sebagai penghormatan atasku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Ketahuilah, tentang manusia yang paling kikir dan paling lemah, yaitu orang yang namaku disebut disisinya, tidak mau bersholawat kepadaku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Barangiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Alloh memberikan sholawat kepadanya 10 kali, dan siapa bersholawat kepadaku 10 kali, maka Alloh berikan sholawat kepadanya 100 kali, dan barangsiapa yang bersholawat kepadaku 100 kali, maka Alloh akan menuliskan baginya kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari api neraka dan Alloh akan menempatkannya dihari kiamat beserta para syuhada, Maka perbanyaklah sholawat kepadaku ketika disebutkan namaku, karena akan menjadi kafarot dari keburukan-keburukanmu.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Alloh memberikan sholawat kepadanya 10 kali, dan siapa bershalawat kepadaku 10 kali, maka Alloh berikan sholawat kepadanya 100 kali, dan siapa yang bersholawat kepadaku 100 kali, maka Alloh berikan sholawat kepadanya 1000 kali, , dan siapa yang bersholawat kepadaku 1000 kali, maka Alloh akan mengharamkan jasadnya masuk kedalam neraka.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang bersholawat kepadaku satu kali dari ummatku dengan hati yang tulus, maka Alloh bersholawat kepadanya 10 sholawat, mengangkat 10 derajat, di tuliskan padanya 10 kebaikan dan di hapuskan 10 keburukan.”

Rosululloh saw bersabda:
“Barangiapa yang bersholawat kepadaku 1000 kali dalam sehari, maka tidak akan mati sebelum melihat tempatnya di dalam surga.”

Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa yang bersholawat setiap hari 100 kali kepadaku, maka Alloh akan kabulkan 100 hajatnya, seringan-ringannya hajat adalah di bebaskannya dari api neraka.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang bersholawat kepadaku 500 kali setiap hari, maka dia tidak akan fakir sepanjang hidupnya, (maksudnya tidak memerlukan bantuan orang lain selamanya).”

Rosululloh saw bersabda :
“Jibril berkata;
“Ya Muhammad, Sesungguhnya Alloh ‘Azza wa Jalla berfirman:
”Barangsiapa yang bersholawat kepadamu 10 kali, maka pasti dia aman dari murka-Ku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari jum’at, karena malaikat Jibril barusan datang kepadaku dari Tuhannya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
”Tiadak seorang muslim yang membaca sholawat satu kali di atas permukaan bumi ini, kecuali Aku dan para malaikat-Ku bersholawat kepadanya sepuluh kali.”

Rosululloh saw bersabda:
“Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari jum’at, karena sholawat ummatku akan diperlihatkan kepadaku setiap hari jum’at, barangsiapa yang lebih banyak bersholawat kepadaku, maka dialah yang paling dekat kedudukannya denganku”.

Rosululloh saw bersabda:
“Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari dan malam jum’at, siapa yang membacanya, maka aku akan menjadi saksi dan memberikan syafaat kepadanya di hari kiamat.”

Rosululloh saw bersabda:
“Barangiapa yang bersholawat kepadaku 100 kali pada hari jum’at, maka diampuni kesalahannya 80 tahun.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang bersholawat kepadaku 1000 kali pada hari jum’at, maka tidak akan mati sebelum melihat tempatnya di dalam sorga.”

Rosululloh saw bersabda:
”Siapa yang bersholawat kepadaku pada hari jum’at, maka dia akan menjadi syafaat baginya pada hari kiamat.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang sholat ashar pada hari jum’at dan membaca (sholawat) sebelum melaksanakannya ”Allaahumma sholli ‘ala Muhammadin Nabiyyil ummiyyi, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim tasliiman” 80 kali, maka di ampuninya dosa 80 tahun dan di tuliskannya sebagai ibadah 80 tahun.”

Rosululloh saw bersabda:
“Bersholawat kepadaku akan menjadikan cahaya pada hari kiamat ketika gelapnya ash-shiroth, oleh sebab itu, perbanyaklah bersholawat kepadaku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Barangiapa senang ingin bertemu dengan Alloh dan Dia ridlo kepadanya, maka perbanyaklah sholawat kepadaku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang merasa sulit hajatnya, hendaklah memperbanyak sholawat kepadaku, karena dengan bersholawat akan menghilangkan kegelisahan, kesedihan hati, kesusahan, memperbanyak rizki dan di penuhi segala hajat (kebutuhan).”

Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang merasa sulit segala sesuatunya, hendaklah memperbanyak sholawat kepadaku, karena dengan bersholawat akan melepaskan semua belenggu (ikatan) dan menghilangkan kesusahan.”

Rosululloh saw bersabda:
“Sebanyak-banyaknya istri kalian di dalam sorga adalah sebanyak-banyaknya kalian membaca sholawat kepadaku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Seutama-utamanya manusia denganku pada hari kiamat adalah mereka yang lebih banyak bersholawat kepadaku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Tiga perkara yang akan mendapat naungan ‘Arasy Alloh pada hari kiamat, di hari yang tiadak ada naungan kecuali naungan-Nya.”
Di tanyakan kepadanya:
“Siapa Ya Rosulalloh .?”
Beliau saw bersabda:
”Orang yang memberikan jalan keluar dari kesusahan ummatku, Yang menghidupkan sunnahku dan Yang memperbanyak bersholawat kepadaku.”

Rosululloh saw bersabda:
“Tidaklah suatu kaum duduk di suatu tempat, lalu sesudahnya tidak bersholawat kepadaku, kecuali perpisahan mereka sangatlah busuk melebihi busuknya bangkai.”

Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa meninggalkan sholawat kepadaku, berarti mereka telah lupa/menyimpang dari jalan sorga.”

Rosululloh saw bersabda:
“Do’a dan sholat bergantungan di antara langit dan bumi, tidak sampai kepada Alloh swt, sehingga di bacakan sholawat atas Nabi saw.”

Rosululloh saw bersabda:
“Diantara umatku ada kaum-kaum yang diseru oleh Alloh kelak di hari kiamat:
“Hai sekalian hamba-hamba-Ku, masuklah ke sorga.”
Lalu mereka pun terlantar di padang terbuka (di hari kiamat) dari petunjuk Alloh ke sorga. Dan ketika di Tanya:
“Siapakah mereka itu ya Rosul .?”
Jawab beliau saw:
”Yaitu orang-orang yang enggan bersholawat kepadaku akibat lupa dan lengah sewaktu namaku di sebut-sebut di hadapan mereka.”

Hadits-hadits diatas bersumber dari kitab “Afdloluush-sholawaat ‘alaa Sayyidis-saadaat” karangan as-Syaikh Yusuf bin Isma’il al-Nabhaani dn nukilan dari kitab “Durrotu al-Naashihiin” karangan as-Syaikh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad as-Syaakir al-Khaubawi.

Apakah wajib hukumnya membaca sholawat kepada Nabi saw…?
Jawab;
“Membaca sholawat Nabi saw, hukumnya adalah wajib secara jumlah, merujuk pada firman Alloh swt dalam surat al-Ahzaab ayat 56
“Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam kepadanya sesempurnanya.”

Dalam ayat tersebut ada kata “sholluu” yang artinya bersholawatlah. Kata “sholluu” adalah “fi’il amar” atau fi’il yang menunjukan arti perintah, setiap perintah berarti wajib hukumnya untuk di ta’ati, apabila perintah itu dari Alloh swt. Karena sholawat adalah termasuk rukun dari rukun-rukun sholat, maka membaca sholawat di dalamnya adalah hukumnya wajib, jika tidak sholatnya tidak diterima oleh Alloh swt.

Ada pula yang menjelaskan bahwa seseorang wajib bersholawat kepada Nabi saw, ketika nama beliau saw di sebut-sebut di sisinya, menunjuk pada sabda Nabi saw:
“Sungguh, rendah dan hina lagi kecewa, orang yang di sebut-sebut namaku disisinya, ia tidak mau bersholawat kepadaku, masuklah ia ke neraka dan di jauhkan dari rohmat Alloh”.

Apa fungsi bersholawat kepada Nabi saw, sedangkan Alloh dan para malaika-Nya sudah menyampaikannya…?
Bukankah beliau saw adalah manusia paripurna, sudah di jamin keselamatannya, sudah di ampuni dosa-dosanya yang terdahulu maupun yang akan datang…?
Tidakkah sholawat kita hanyalah sepercik sinar lilin di hadapan matahari…?

Al-Imam Fakhru al-Roozi menjelaskan:
”Sholawat kepada Nabi saw itu bukan karena beliau membutuhkannya, bahkan sholawat para malaikat pun tidak beliau butuhkan setelah ada sholawat dari Alloh kepadanya. Namun semua itu demi menunjukkan kebesaran dan ke agungan Nabi saw, sebagaimana Alloh swt mewajibkan kita berdzikir menyebut nama-Nya, padahal pasti Dia tidak membutuhkan semua itu.”

Ibnu Qoyyim menambahkan:
”Jika Alloh swt dan para malaikat-Nya saja bersholawat kepada Nabi saw, kalian juga harus bersholawat kepadanya.
Kalian lebih berhak memanjatkan sholawat dan salam kepadanya, karena kalian telah mendapatkan berkah risalah yang di embannya dan telah di beri kabar gembira oleh makhluk yang paling mulia di dunia dan di akhirat ini.
Dengan kata lain sholawat kita juga merupakan bentuk syukur atas segala jasa Nabi saw yang telah menuntun kita ke jalan kebenaran serta menyebut-nyebut keistimewaan dan jasa beliau saw untuk di jadikan panutan dalam kehidupan.”

Bersholawat kepada Nabi Muhammad saw, adalah ibarat kunci pembuka kemurahan hati Alloh swt.
Dari Abu Huroiroh ra. Rosululloh saw bersabda:
“Barang siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Alloh akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR.Muslim).

Ibnu Atho’illah memberikan komentar hadits diatas:
“Seandainya seumur hidup engkau melakukan seluruh amal ketaatan, lalu Alloh memberimu satu sholawat saja, tentu satu sholawat itu lebih berat daripada semua amal ketaatanmu selama hidup. Sebab engkau bersholawat sesuai dengan kapasitas kemampuanmu, sementara Alloh bersholawat sesuai dengan Rububiyyah (sifat ketuhanan)-Nya. Ini baru satu sholawat. Lalu, bagaimana jika Alloh bersholawat untukmu sebanyak sepuluh kali atas setiap sholawat satu kali yang kamu baca atas Rosul saw…!?
Ketika kita sampaikan terima kasih kita atas Nabi melalui bersholawat kepadanya, jutaan malaikat ganti mendo’akan kita. Sholawat kita itu seakan menjadi sepercik sinar lilin yang kemudian di pantulkan kembali menjadi cahaya matahari.”

Suatu hari Rosululloh saw. datang dengan wajah berseri-seri dan bersabda:
“Malaikat Jibril datang kepadaku dan berkata:
“Sangat menyenangkan untuk engkau ketahui wahai Muhammad bahwa untuk satu sholawat dari seseorang umatmu akan aku imbangi dengan sepuluh do’a baginya, dan sepuluh salam bagimu akan kubalas dengan sepuluh salam baginya.”
(HR. An-Nasa’i).

Dalam hadits lain Rosululloh saw. bersabda:
”Kalau orang bersholawat kepadaku, maka malaikat juga akan mendo’akan keselamatan yang sama baginya, untuk itu bersholawatlah, baik sedikit ataupun banyak.”
(HR. Ibnu Majah dan Thobroni).

Tentu saja butuh tulisan banyak bila mencamtumkan tentang keutamaan bersholawat, Cukuplah beberapa alasan ringan sebagai hasil ringkasan dari berbagi riwayat pillihan.

Menurut Ahmad bin ‘Ujaibah dalam Haqoo’iqul-Anwar, setidaknya ada 41 keutamaan dan keuntungan dari bersholawat kepada Nabi saw.
1. Menaati perintah Alloh swt untuk bersholawat.
2. Meneladani Alloh swt dalam bersholawat.
3. Meneladani para malaikat Alloh swt dalam bersholawat.
4. Memperoleh sepuluh sholawat dari Alloh swt untuk satu kali bersholawat pada Nabi saw.
5. Meninggikan sepuluh derajat.
6. Mendapatkan sepuluh kebaikan.
7. Menghaspus sepuluh keburukan.
8. Memudahkan terkabulnya do’a.
9. menjadi jaminan syafa’at Nabi saw.
10. Menjadi factor diampuninya dosa dan di tutupnya aib.
11. Menjadi sebab tercukupinya kepentingan hamba.
12. Menjadi perekat kedekatan kepada Nabi saw.
13. Mengantarkan kepada maqom kejujuran.
14. Membantu pemenuhan kebutuhan.
15. Menjadi sebab curahan rohmat Alloh swt dan permohonan do’a para malaikat.
16. Menyucikan pembacanya.
17. Pemberi kabar gembira tentang sorga sebelum meninggal dunia.
18. Menyelamatkan dari masa-masa berat di akhirat.
19. Mendapatkan balasan sholawat dan salam dari Nabi saw.
20. Memperkuat ingatan atau membuat ingat apa yang di lupakan pembacanya.
21. Mewangikan majelis, memperindah pertemuan dan menghindarkan kita dari menyesal karena merugi pada hari kiamat.
22. Menghilangkan kefakiran.
23. Menghilangkan sifat kikir.
24. Menimbulkan kecintaan orang dan mengantarkan kepada dengan Rosul dalam mimpi.
25. Menjadi teman perjalanan menuju sorga.
26. menyelamatkan dari derita kekurangan karena sepinya sholawat dalam suatu majelis.
27. Penyempurna pembicaraan setelah pujian kepada Alloh swt.
28. Menjadi sebab suksesnya hamba meniti shirot.
29. Membebaskan hamba dari menyepelekan Nabi saw.
30. Menjadi sebab turunnya pujian baik dari Alloh diantara langit dan bumi.
31. Meraih kasih sayang Alloh swt.
32. Menjadi sumber keberkahan hidup.
33. Mengukuhkan keimanan dengan semakin dekatnya kepada Nabi saw.
34. Meraih cinta Rosululloh dan menjadi kekasihnya.
35. Menjadi sumber hidayah dan menghidupkan hati.
36. Memperbaiki perangai akhlak pembacanya.
37. memperkukuh pijakan hidup dan memperkuat sikap optimis dan husnud-dhon kepada Alloh swt dan Rosul-Nya saw.
38. Menunaikan sholawat sebagai hak Nabi saw dan mensyukuri ke hadirannya sebagai ni’mat terbesar bagi kita.
39. Mangandung dzikir kepada Alloh swt, mensyukuri dan mengenal ni’mat-Nya.
40. Sholawat Nabi saw merupakan do’a bagi kita dan di perintah oleh Alloh swt. Sehingga bersholawat meningkatkan kualitas penghambaan kita.
41. Terbentuknya pribadi luhur Nabi saw dalam diri.

Inilah keuntung terbesar dan mulia. Memang tidak sederhana menyelami ke agungan sholawat Nabi saw. Karena setiap kata dan huruf dalam sholawat yang kita ucapkan mengandung atmosfer ruhani yang sangat dahsyat. Kedahsyatan itu, tentu, karena posisi Nabi Muhammad saw, sebagai hamba Alloh swt, Nabi-Nya, Rosul-Nya, Kekasih-Nya dan Cahaya-Nya. Dan, semesta raya ini di ciptakan dari Cahaya Muhammad. Maka setiap detak huruf dalam sholawat pasti mengandung elemen metafisik yang luar biasa.

“Sholawat adalah cahaya penerang sanubari, kekuatan bagi hati, ketenangan bagi jiwa, kesejukan bagi mata, wangi kasturi bagi mejelis pertemuan, kenikmatan bagi hidup, zakat bagi umur, keindahan bagi hari-hari, dan merupakan penghilang kesedihan dan kesusahan.
Sholawat bisa mendatangkan kebahagiaan, kelapangan dada, kesempurnaan ni’mat dan keagungan cahaya”.
(Dr. A’id Al-Qorni, Penulis “Laa Tahzan”)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: