JALAN MENUJU SORGA DENGAN WUDLU’ DAN TAUBAT

Dari Sayyidina ‘Umar bin Khotthob ra, Rosululloh saw bersabda:
“Barang siapa berwudlu’ lalu memperbaiki wudlu’nya dengan sebaik-baiknya, kemudian mengucapkan:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

(Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Alloh, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Alloh)
Maka dibukakan untuknya delapan pintu sorga, dan dia akan masuk melalui pintu manapun yang dia suka dari delapan pintu itu.”
(HR. Muslim, Ibnu majah dan Nasa’i)

MENGHAPUS DOSA DENGAN WUDLU’

Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:
”Apabila seorang muslim atau mukmin berwudlu’, ketika membasuh wajah, maka keluarlah dari wajahnya dosa yang dia lihat dengan matanya bersama air wudlu’ sampai tetesan air terakhir.
Apabila membasuh kedua tangan, maka keluarlah dari setiap tangannya dosa yang dia lakukan dengan tangannya sampai tetesan air terakhir.
Apabila membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dari tiap-tiap kakinya dosa yang dia tempuh dengan kakinya sampai tetesan air terakhir.”
(HR. Muslim).

DO’A DAN MA’NA WUDLU’

1. Do’a membasuh dua telapak tangan sebelum wudlu’:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا

“Dengan nama Alloh yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Segala Puji bagi Alloh yang menjadikan air itu suci.”

Ketika kita mencuci tangan, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, bersihkanlah perbuatan tanganku dari perbuatan dholim.
Dekatkanlah kedua tanganku kepada perbuatan yang baik dan membawa kebaikan bagi diri dan orang lain.”
Dengan begitu seseorang yang wudlu’nya benar tidak akan berbuat kerusakan dengan tangannya, ataupun perbuatan dholim lainnya.

 
2. Do’a ketika berkumur:

اَللَّهُمَّ اَسْـقِـنِى مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لاَ أَظْمَأُ بَعْدَهاَ أَبَدًا

“Ya Alloh, curahkan segelas air dari telaga Nabi-Mu Muhammad saw yang tidak akan kehausan setelah itu selama-lamanya.”

Ketika kita berkumur, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, jauhkanlah mulutku dari perkataan kotor dan jahat. Berikanlah kebaikan apa yang aku ucapkan. sehingga bermanfaat bagi semuanya.”

3. Do’a membasuh hidung:

اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنِى رَائِحَةَ جَـنَّتِكَ

“Ya Alloh, janganlah Engkau haramkan aku mencium harumnya sorga-Mu.”

Ketika kita membersihkan hidung, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, izinkan hidungku selalu mencium wewangian Nabi-Mu, yang mengantarkan aku mencium wewangian sorga dan haramkan mencium busuknya neraka.”

4. Do’a ketika membasuh muka:

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

“Ya Alloh, cerahkanlah wajahku pada hari bercahaya.”

Ketika kita membasuh muka, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, berikanlah cahaya-Mu agar wajahku tidak nampak gelap di hari akhir nanti. Jangan jadikan wajahku seperti wajah orang yang kafir dan munafik atau yang durhaka kepada-Mu. Jadikan wajahku terang benderang, yaitu wajah hamba-hamba yang Engkau Ridhoi.”
 

5. Do’a saat membasuh tangan kanan:

اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا

“Ya Alloh, berikanlah buku catatan amalanku dengan tangan kananku dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.”

Ketika kita membasuh tangan kanan, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, bimbinglah tangan kananku kepada pekerjaan yang mumbuahkan kemanfaatan diri dan linkunganku, yang akan mengantarku selalu dapat menerima anugerah rohmat-Mu.”

Do’a saat membasuh tangan kiri:

اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ

“Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari menerima buku catatan amalanku dengan tangan kiri atau dari sebelah belakangku.”

Ketika kita membasuh tangan kiri, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, bimbinglah tangan kiriku untuk selalu menolak keburukan yang bersumber dari setan dan bala tentaranya, sehiangga aku dapat meletakkan setiap pekerjaanku pada tempatnya, dari yang Engkau ridhoi.”

 
6. Do’a saat membasahi rambut kepala:

اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ مِنَ النَّارِ وَاَظِلَّنِي تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ اِلاَّ ظِلُّكَ

“Ya Alloh, haramkanlah rambutku dan kulitku dari neraka dan naungilah aku di bawah ‘Arsy-Mu pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Mu.”

Ketika kita membasahi rambut kepala, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, terangilah pikiranku untuk terus mengharap ampunan dan ridho-Mu. Hindarkanlah pikiranku dari segala yang kotor dan membahayakan, dan Jadikan setiap helai rambutku saksi kebaikanku kelak di hari perhitungan.”

 
7. Do’a membasuh dua telinga:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

“Ya Alloh, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang baik.”

Ketika kita membasuh dua telinga, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh, jadikanlah pendengaranku kecintaan kepada bacaan al-Qur’an dan dapat mengamalkan nasihat-nasihatnya sehingga dapat menolak keburukan ajakan-ajakan kemaksiatan, dengan sebab itu aku dapat memenuhi hak-hakku terhadap-Mu.”

8. Do’a saat membasuh dua telapak kaki:

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَّي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلاَقْدَامُ

“Ya Alloh, mantapkan kedua kakiku di atas titian (shirothol-mustaqim) pada hari dimana banyak kaki-kaki yang tergelincir.”

Ketika kita membasuh dua kaki, secara tersirat mengandung ma’na:
“Ya Alloh berikanlah kekuatan kepada kakiku untuk melangkah menuju kebaikan. Jauhkanlah dari langkah syetan yang menjerumuskan kepada dosa dan penderitaan. Mudahkanlah kakiku untuk melewati jembatan Shirothol-Mustaqim agar selamat dari siksa api neraka.”

 
9. Do’a setelah berwudhu:

أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ اْلمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Alloh, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusan-Nya.
Ya Alloh, Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang sholeh.”

ALLOH MENCINTAI ORANG YANG MEMBERSIHKAN DIRI

Alloh swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُواْ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu niat hendak mengerjakan sholat, sedangkan pada saat itu kamu dalam keadaan tidak suci, maka basuhlah mukamu dan kedua tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah sedikit atau sebagian atau seluruh kepalamu dan basuhlah kedua kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub keluar mani dengan sebab apapun maka mandilah.”
(QS.5 al-Ma’idah: 6)

Wudlu’ ( الوضوء ) mengandung ma’na kebersihan dan keindahan ( الحسن والنظافة ) adalah sebuah syari’at kesucian yang telah Alloh swt tetapkan kepada kaum muslimin sebagai pendahuluan bagi sholat dan ibadah lainnya.

Di dalam wudlu’ terkandung sebuah hikmah, faedah, keutamaan dan kedudukan yang tinggi, karena itu hendaknya seorang muslim memulai ibadah dalam kehidupannya dengan kesucian lahir dan batin dalam seluruh kondisi.

Rosululloh saw bersabda:

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Ta’akan diterima sholatnya orang yang ber-hadats sampai ia berwudlu’.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنْ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوَضُوءُ

“Perhiasan (cahaya) seorang mukmin akan mencapai tempat yang dicapai oleh wudlu’nya.”
(HR. Bukhori dan Muslim)

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ

“Maukah kalian aku tunjukkan tentang sesuatu (amalan) yang dengannya Alloh menghapuskan dosa-dosa , dan mengangkat derajat-derajat .?”
Mereka menjawab:
“Mau wahai Rosululloh .!”
Beliau saw bersabda:
“(Amalan itu) adalah menyempurnakan wudlu’ di waktu yang tak menyenangkan, banyaknya langkah menuju masjid, dan menunggu sholat setelah menunaikan sholat. Itulah pos penjagaan.”
(HR. Muslim)

Dari Abu Huroiroh ra berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا قَالُوا أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ فَقَالُوا كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا

Rosululloh saw pernah mendatangi pekuburan seraya bersabda:
“Semoga keselamatan bagi kalian wahai rumah kaum mukminin.
Aku sangat ingin melihat saudara-saudara kami.”
Para sahabat bertanya:
“Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rosululloh .?”
Beliau saw bersabda:
“Kalian adalah para sahabatku. Sedang saudara kami adalah orang-orang yang belum datang berikutnya.”
Mereka berkata:
“Bagaimana anda mengenal orang-orang yang belum datang berikutnya dari kalangan umatmu wahai Rosululloh .?”
Beliau saw bersabda:
“Bagaimana pandanganmu jika seseorang memiliki seekor kuda yang putih wajah dan kakinya diantara kuda yang hitam pekat. Bukankah ia bisa mengenal kudanya.”
Mereka berkata:
“Betul, wahai Rosululloh.”
Beliau saw bersabda:
“Sesungguhnya mereka (umat beliau saw) akan datang dalam keadaan putih wajah dan kakinya karena wudhu’.
Sedang aku akan mendahului mereka menuju telaga.
Ingatlah , sungguh akan terusir beberapa orang dari telagaku sebagaimana onta tersesat terusir.
Aku memanggil mereka:
“Ingat, kemarilah .!”
Lalu dikatakan (kepadaku):
“Sesungguhnya mereka melakukan perubahan setelahmu.”
Lalu aku katakan:
“Semoga Alloh menjauhkan mereka.”
(HR. Muslim)

Rosululloh saw bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا

“Bersuci (wudlu’) adalah separuh iman.
Al-Hamdulillah akan memenuhi mizan (timbangan).
Subhanalloh wal hamdulillah akan memenuhi antara langit dan bumi.
Sholat adalah cahaya.
Shodaqoh adalah tanda (taqwa).
Kesabaran adalah sinar.
Al-Qur’an adalah hujjah (pembela) bagimu atau hujatan atasmu.
Setiap orang keluar di waktu pagi, maka ada yang menjual dirinya, lalu membebaskannya atau membinasakannya”.
(HR . Muslim)

Dari Abu Huroiroh ra berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

“Nabi saw pernah bersabda kepada Bilal ketika sholat Fajar :
“Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau harapkan yang pernah engkau amalkan dalam Islam, karena sungguh aku telah mendengarkan detak kedua sandalmu di depanku dalam sorga.”
Bilal berkata:
“Aku tidaklah mengamalkan amalan yang paling aku harapkan di sisiku. Aku tidaklah bersuci di waktu malam atau siang, kecuali aku sholat bersama wudlu’ itu sebagaimana yang telah ditetapkan bagiku.”
(HR. Buhori dan Muslim).

DI SYARI’ATKAN MANDI TAUBAT

Alloh swt berfirman:

إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqoroh :222).

Mandi Taubat dalam istilah Fiqh diartikan mandinya sesorang setelah ia masuk Islam atau setelah melakukan kefasikan atau dosa.
Menurut Imam Syafi’i dan Imam Hanafi mandi tersebut hukumnya sunah. Sedangkan Imam Maliki dan Imam Ahmad lebih cenderung menghukumi wajib.

Mandi Taubat dalam istilah riyadhoh sering diartikan mandi sebagai awal bentuk penyucian lahir dan bathin seseorang untuk menghadap Alloh swt, sepanjang pelaksanaan tata caranya tidak bertentangan dengan syari’at yaitu tujuannya menyucikan jasmani dan ruhani dari noda dan dosa untuk memulai kehidupan baru yang bersih, mandi semacam ini boleh dan bahkan sunah karena Islam sangat mengedepankan kebersihan dan kerapian.

CARA MANDI TAUBAT

Mandi taubat itu seperti mandi besar atau mandi jinabat, sebelum mandi berwudhu’ terlebih dahulu, lalu niat mandi :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ نَوَيْتُ غُسْلَ التَّوْبَةِ لله تَعَالَ
“Aku niat (sengaja) mandi tobat (dari segala kesalahan dan dosa lahir maupun batin) Lillahi Ta’ala (karena melaksanakan perintah Alloh ta’ala)”.

DO’A MANDI TAUBAT
“Ya Alloh, jadikanlah mandi taubatku sebagai penebus dosa-dosaku, dan sucikanlah agamaku, serta hilangkanlah segala kotoran yang melekat pada diriku.”

DISYARI’ATKAN SHOLAT TAUBAT

Diriwayatkan dari Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq ra, ia berkata: Aku mendengar Rosululloh saw bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
“Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, lalu ia bersuci dengan baik, lalu berdiri untuk sholat dua roka’at, kemudian memohon ampun kepada Alloh, melainkan Alloh akan mengampuni dosanya.”

Kemudian Nabi saw membaca (QS. Ali Imron: 1365).

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh .?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Dari Abu Darda’ ra, Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang berwudhu’ dan memperbagus wudhu’nya, lalu berdiri sholat dua roka’at atau empat (salah seorang perawi ragu), ia memperbagus dzikir dan khusyu’ dalam sholatnya, kemudian beristighfar (meminta ampun) kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, pasti Dia megampuninya.” (HR. Ahmad).

SEBAB DIKERJAKANNYA SHOLAT TAUBAT

Sholat taubat dikerjakan saat seorang muslim terjerumus ke dalam kemakasiatan dosa besar atau kecil. Maka ia wajib bersegera taubat dan disunnahkan baginya untuk mengerjakan sholat dua raka’at.
Dua raka’at ini termasuk bagian dari amal sholeh yang disunnahkan untuk dikerjakan dalam masa taubat. Ia sebagai wasilah (perantara) kepada Alloh untuk mendapatkan ampunan-Nya atas dosa dan kesalahannya.

WAKTU SHOLAT TAUBAT

Disunnahkan mengerjakan sholat taubat ini saat seorang muslim bertekad untuk bertaubat dari sebuah dosa yang telah diterjangnya, baik taubat ini segera dikerjakan selepas ia melakukan maksiat itu atau mengakhirkannya.
Yang wajib atas seorang yang berdosa adalah agar segera bertaubat. Tapi kalau ia mengakhirkannya/menundanya maka taubat tetap diterima. Karena taubat bisa diterima selama belum datang satu dari dua kondisi :

1. Apabila ruh belum sampai ke kerongkongan. Ya’ni ia yakin akan segera mati sehingga tidak punya pilihan lain kecuali itu, seperti Fir’aun, dikisahkan dalam QS. Yunus: 91-92.

Rosululloh saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
“Sesungguhnya Alloh tetap menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum di tenggorokan.” (HR. Tirmidzi).

2. Apabila matahari terbit dari barat, Nabi saw bersabda:

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Alloh akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim).

Sholat taubat ini disyariatkan dalam semua waktu, sampai pada waktu terlarang seperti sesudah sholat ‘Ashar. Sebabnya, karena ia termasuk jenis sholat yang memiliki sebab. Maka disyariatkan dan boleh langsung dikerjakan saat datang sebabnya.

Syikhul Islam Ibnu Taymiah berkata:

وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ
“Demikian pula sholat taubat (termasuk sholat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalot), jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan sholat dua roka’at. Kemudian ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakar as-Shiddiq.”

SIFAT SHOLAT TAUBAT

Sholat taubat dikerjakan sebanyak dua roka’at. Dikerjakan sendirian, karena ia termasuk nawafil yang tidak disyariatkan secara berjamaah. Dan disunnahkan untuk beristighfar sesudah selesai mengerjakannya, sebagaimana yang terdapat dalam hadits Abu Bakar al-Shiddiq di atas.

Tidak ditemukan tuntutan dari sunnah Nabi saw yang menetapkan bacaan tertentu pada dua roka’at sholat taubat. Maka orang yang mengerjakan sholat taubat membaca surat yang dia kehendaki. Selain itu, juga disunnahkan baginya untuk memperbanyak amal sholeh lainnya. Ini didasarkan kepada firman Alloh swt:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholeh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thoha: 82)

Di antara amal-amal utama yang bisa dikerjakan oleh orang yang bertaubat adalah shodaqoh, karena shodaqoh termasuk sebab besar yang menghapuskan dosa.

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan shodaqohmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.
Dan Alloh akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqoroh: 271).

Terdapat penguat dari kisah Ka’ab bin Malik ra, saat Alloh menerima taubatnya, ia berkata:
“Wahai Rosululloh, sesungguhnya dengan sebab (diterima) taubatku, aku akan menshodaqohkan semua hartaku kepada Alloh dan Rosul-Nya.
Rosululloh saw bersabda:
“tahanlah sebagian hartamu, maka itu lebih baik bagimu.”
Ia menjawab:
“Aku tahan sahamku yang ada di Khoibar.” (Muttafaq ‘Alaih)

SYARAT DITERIMANYA TAUBAT

1. Taubatnya harus ikhlas, hanya mengharapkan ampunan dan ridho Alloh swt.
2. Menyesali dosa yang telah dia kerjakan.
3. Bertekad untuk tidak mengulangi maksiat tersebut.
4. Mengembalikan apa yang diholimi kepada pemiliknya, apabila ia mendholimi seseorang pada darahnya, harta atau kehormatannya, maka ia wajib untuk meminta maaf kepada yang bersangkutan dan meminta kehalalan darinya atas kedholiman itu.
5. Bertaubat sebelum roh sampai ke tenggorokan (sakratul maut).
6. Matahari belum terbit dari sebelah barat.

Kesimpulan:

Sholat taubat memiliki landasan shohih dari sunnah Nabi Muhammad saw.

Mandi taubat, Sholat taubat dan dzkir taubat disyariatkan saat seorang muslim bertaubat dari dosa besar maupun kecil. Tidak dibedakan, baik dosa itu baru saja dikerjakan atau sudah lama. Diantara tiga amalan tersebut boleh di lakukan dalam waktu dan keadaan terbipisah atau sendiri-sendiri.
Sholat taubat bisa dikerjakan pada semua waktu, sampai pada waktu yang terlarang mengerjakan sholat sunnah.
Selain mengerjakan sholat taubat, orang yang bertaubat juga dianjurkan mengerjakan amal-amal kebajikan, seperti shadaqah dan selainnya.

NIAT SHOLAT TAUBAT

Niat sholat taubat adalah sebagai berikut:

أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي
“Aku niat sholat sunnah taubat dua rokaat karena Alloh Ta’ala.”

DOA DAN BACAAN SETELAH SHOLAT TAUBAT

Setelah salam, lalu membaca istighfar 70-100 kali

اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“Aku mohon ampun kepada Alloh Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Setelah istighfar, membaca do’a :

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ

“Ya Alloh, sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu pertolongannya (taufiq) orang-orang yang mendapatkan petunjuk (hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (waro’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu, sehingga hamba takut kepada-Mu.
Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”

KEUTAMAAN ISTIGFAR DAN TAUBAT

Rosululloh saw bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Seluruh anak Adam (condong) berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits qudsi, Alloh swt berfirman:

يا عبادي! إنَّكم تُخطئون بالليل والنهار، وأنا أغفرُ الذنوبَ جميعاً، فاستغفروني أغفرْ لكم
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berdosa siang dan malam, dan Aku maha mengampuni dosa, maka mintalah ampunan kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuni kalian.” (HR. Muslim).

Rosululloh saw bersabda:

وَاللهِ إِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرُ مِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً
“Demi Alloh .! Sesungguhnya aku minta ampun kepada Alloh dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.”

Dalam riwayat lain, Rosululloh saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai manusia .! Bertaubatlah kepada Alloh sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.”

ORANG YANG BERTAUBAT MERAIH KECINTAAN ALLOH SWT

Alloh swt berfirman: 

 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqoroh : 222).

ORANG YANG BERTOBAT DIDO’AKAN OLEH PARA MALAIKAT

Alloh swt berfirman :

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan):
“Tuhan kami, rohmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang sholeh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS. Ghoofir : 7-8).

ORANG YANG BERTAUBAT MENDAPATKAN LIMPAHAN RIZKI

Alloh swt berfirman :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا
“Aku katakan kepada mereka:
‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai’.” (QS. Nuh : 10-12).

ORANG YANG BERTAUBAT MENDAPATKAN TAMBAHAN KEKUATAN

Alloh swt berfirman :

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ
“Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS Huud : 52)

ORANG YANG BERTAUBAT KEBURUKANNYA DIGANTI DENGAN KEBAIKAN

Alloh swt berfirman :

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Alloh dengan kebajikan. Dan adalah Alloh maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Furqoon : 70).

Mengomentari ayat diatas, Nabi saw bersabda :

إني لأعلم آخر أهل الجنة دخولا الجنة وآخر أهل النار خروجا منها رجل يؤتى به يوم القيامة فيقال اعرضوا عليه صغار ذنوبه وارفعوا عنه كبارها فتعرض عليه صغار ذنوبه فيقال عملت يوم كذا وكذا كذا وكذا وعملت يوم كذا وكذا كذا وكذا فيقول نعم لا يستطيع أن ينكر وهو مشفق من كبار ذنوبه أن تعرض عليه فيقال له فإن لك مكان كل سيئة حسنة فيقول رب قد عملت أشياء لا أراها ها هنا

“Sesungguhnya aku mengetahui penduduk sorga yang paling terakhir masuk sorga dan penduduk neraka yang paling terakhir keluar dari neraka.
Seorang lelaki yang dihadirkan pada hari kiamat, maka dikatakan :
“Perlihatkanlah kepadanya dosa-dosa kecilnya dan angkatlah (sembunyikanlah dulu) dosa-dosa besarnya .!”
Maka dipelihatkanlah kepadanya dosa-dosa kecilnya, lalu dikatakan:
“Engkau telah melakukan pada hari itu demikian dan demikian, dan pada hari itu demikian dan demikian.”
Maka ia berkata: “Benar .!”
Ia tidak mampu mengelak, sementara ia khawatir jika dibentangkan kepadanya dosa-dosa besarnya. Maka dikatakan kepadanya:
“Sesungguhnya bagimu setiap keburukan yang kamu lakukan digantikan posisinya dengan kebaikan.”
Maka ia berkata:
“Wahai Tuhanku, sungguh aku telah melakukan dosa-dosa yang lain (yaitu dosa-dosa besar) akan tetapi aku tidak melihatnya diperlihatkan kepadaku di sini.”
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga nampak gigi beliau tatkala menceritakan hadits ini. (HR. Muslim).

Rosululloh saw bersabda :

لله أشد فرحا بتوبة عبده حين يتوب إليه من أحدكم كان على راحلته بأرض فلاة فانفلتت منه وعليها طعامه وشرابه فأيس منها فأتى شجرة فاضطجع في ظلها قد أيس من راحلته فبينا هو كذلك إذا هو بها قائمة عنده فأخذ بخطامها ثم قال من شدة الفرح اللهم أنت عبدي وأنا ربك أخطأ من شدة الفرح

“Sungguh Alloh lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat kepada-Nya, daripada gembiranya salah seorang dari kalian yang bersama tunggangannya di padang pasir tiba-tiba tunggangannya tersebut hilang, padahal makanan dan minuman (perbekalan safarnya) berada di tunggangannya tersebut.
Ia pun telah putus asa dari tunggangannya tersebut, lalu iapun mendatangi sebuah pohon lalu berbaring dibawah pohon tersebut (menunggu ajal menjemputnya).
Tatkala ia sedang demikian tiba-tiba tunggangannya muncul kembali dan masih ada perbekalannya, maka iapun segera memegang tali kekang tunggangannya, karena sangat gembiranya, lalu ia berkata:
“Ya Alloh sesungguhnya Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhanmu”
Ia salah berucap karena sangat gembiranya” (HR. Muslim).

ORANG YANG BERTAUBAT DITUTUPI KEBURUKANNYA DAN DIMASUKKAN KEDALAM SORGA

Alloh swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Alloh dengan taubat nasuhaa (taubat yang sebenar-benarnya). Mudah-mudahan Tuhanmu menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Alloh tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan:
“Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahriim : 8).

ORANG YANG BERTAUBAT MENDAPATKAN KESUKSESAN
Alloh swt berfirman :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur : 31).

ORANG YANG BERTAUBAT TIDAK DI ADZAB OLEH ALLOH

Alloh swt berfirman :

وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan tidaklah Alloh akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfaal : 33).

Sungguh diantara karunia yang Alloh swt berikan kepada kita adalah Alloh swt mensyari’atkan ibadah yang sangat agung dan mudah… yaitu bertaubat dan beristighfar. Ibadah yang sangat kita andalkan dan kita harapkan bisa menutupi aib-aib kita dan menghapus dosa-dosa kita yang telah bertumpuk-tumpuk.

Rosululloh saw bersabda:

طُوْبَى ِلمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا.
“Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak” (HR. Ibnu Majah).

Wallohu a’lam bisshowab ..

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: