KEBERKAHAN ALLOH SWT ATAS KALIAN SEMUA DI BULAN ROMADHON YANG MULIA

Sesungguhnya diantara rohmat Alloh swt terhadap hamba-hamba-Nya adalah terbukanya pintu tobat yang tidak akan tertutup sehingga roh telah sampai di tenggorokan atau matahari terbit dari barat, dan termasuk rohmat-Nya pula disyari’atkannya sebuah ibadah yang sangat agung, yang dengannya seorang hamba ditutup aneka aib kemaksiatannya dan diampuni segala dosa-dosanya dengan mandi serta menyempurnakan wudlu’, lalu mendirikan sholat dan beristghfar memohon ampunan kepada Alloh swt.

Alloh swt berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri -dari aneka dosa-. (QS. 2:222).

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dialah -Alloh- yang menerima taubat dari para hamba-Nya dan memaafkan segala kesalahan -dosa-dosa hamba-Nya- dan mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” – (QS.42:25).

MENYUCIKAN DIRI SECARA LAHIR DAN BATIN MENYAMBUT BULAN SUCI ROMADLON DENGAN MANDI TAUBAT, SHOLAT TAUBAT DAN DZIKIR TAUBAT

Dari Sayyidina ‘Ali ra, Rosululloh saw bersabda:
“Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa, lalu dia bangun dan bersuci (mandi), kemudian mengerjakan sholat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Alloh (istighfar), melainkan Alloh akan memberikan ampunan kepadanya.”
(HR. Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Niat mandi tobat :
نَوَيْتُ غُسْلَ التَّوْبَةِ لِلّهِ تَعَالَى

Niat sholat sunnat tobat dua roka’at :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّهِ تَعَالَى

Roka’at pertama setelah membaca surat “al-Fatihah” membaca surat “al-Kafirun”, roka’at kedua setelah membaca surat “al-Fatihah” membaca surat “al-Ikhlash”.

Setelah selesai sholat membaca dzkir tobat (istighfar) :

رَبِّ اغْفِرْلِى وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ اَنْتَ التًّوَّابُ الرَّحِيْمُ 100.x

“Tuhan .. ampunilah segala dosa dan kesalahanku, aku bertaubat kepada-Mu, sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang -dari yang paling penyayang-.”

Do’a taubat :

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ

“Ya Alloh .. sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq (pertolongan) nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk (hidayah), dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (waro’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu.
Ya Alloh .. sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.”

Dari Sayyidina Abu Bakar ra, Rosululloh saw bersabda:
“Tidak ada seorang hamba yang berbuat suatu dosa, kemudian membaguskan wudhu’nya, lalu berdiri sholat dua roka’at, kemudian beristighfar (memohon ampun) kepada Alloh kecuali Alloh pasti mengampuninya.”
Kemudian beliau saw membaca firman Alloh swt:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
أُوْلَئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Alloh. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan sorga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” – (QS. 3:135-136).

Dari Abu Darda ra, Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa membaguskan waudhu’nya, kemudian dia berdiri sholat dua roka’at atau empat roka’at, pada kedua roka’at itu dia memperbagus dzikir dan khusyu’nya, kemudian dia beristighfar (memohon ampun) kepada Alloh, maka Alloh pasti mengampuninya.“
(HR. Ahmad).

Disunnahkan bagi orang yg bertobat bersungguh-sungguh dalam melakukannya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Alloh swt untuk mendapatkan ridhonya dengan amal sholeh.

Alloh swt berfirman:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholeh, kemudian tetap di jalan yang benar.” – (QS.2082).

Diantara amal sholeh yang paling utama diamalkan oleh orang yang bertaubat adalah bershodaqoh, dikarenakan shodaqoh adalah termasuk sebab terbesar untuk dihapuskannya dosa-dosa.

Alloh swt berfirman:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan shodaqohmu, maka itu adalah baik sekali, dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir -yang membutuhkan-, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu, dan Alloh akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu.” – (QS.2:271).

وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَالْكَافِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

“Dan Dia memperkenankan -do’a- orang-orang yang beriman, serta mengerjakan amal yang sholeh, dan menambah -pahala- kepada mereka, dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka adzab yang sangat keras.” – (QS.42:26).

Mandi taubat, sholat taubat dan dzikir taubat ini disyari’atkan pada setiap waktu. Termasuk dibolehkan sholat taubat yang pada waktu-waktu terlarang seperti, setelah sholat ashar atau setelah sholat subuh.

MENINGKATKAN AKHLAQ MULIA DI BULAN ROMADHON

Di antara akhlak yang wajib ditinggalkan dalam bulan Romadhon khususnya adalah suka mencela atau menghina orang lain. Lihatlah bagaimana ancaman Alloh swt dalam ayat al-Qur’an:
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al-Humazah: 1).

Kata Ibnu ‘Abbas ra, `pencela` adalah mencela dan menjelek-jelekkan. (Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim, 7: 650). Sedangkan `wail` dalam ayat ini bisa berarti ancaman celaka bagi pelakunya atau bisa berarti nama lembah di dalam neraka. Ini menunjukkan bahaya bagi orang yang banyak mencela saat berpuasa.

Dari Mu’adz bin Jabal ra, Rosululloh saw bersabda:
مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” (HR. Tirmidzi)

Setiap maksiat yang dilakukan saudara kita, lalu disebar luaskan, maka itu akan kembali pada dirinya sendiri. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut. Karena menjelek-jelekkan mengandung kesombongan (meremehkan orang lain) dan merasa diri telah bersih dari dosa.

Dari Anas bin Malik ra dan Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ بِأَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan maksiat (dalam Romadhon), maka Alloh tidak membutuhkannya (ya’ni Alloh tidak menerima puasanya) walaupun ia telah meninggalkan makan dan minum.” (HR. Tirmidzi).

Intinya, secara khusus puasa mengajarkan akhlak yang mulia. Jangan sampai puasa kita jadi sia-sia karena sikap atau tingkah laku kita yang jelek pada orang lain. Secara umum di setiap waktu, Islam mengajarkan kita akhlak yang mulia.

Dari Abu Ad-Darda’ ra, Rosululloh saw bersabda:
مَا مِنْ شَىْءٍ أَثْقَلُ فِى الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“Tidaklah sesuatu yang lebih berat di timbangan selain akhlak yang mulia.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Semoga dengan akhlak mulia dalam Romadhon ini semakin memberatkan timbangan amalan kita di hari kiamat kelak .. Amiiiin ….

اَللَّهُمَّ وَفِّقْنَا فِيْهِ لِلطَّاعَةِ وَ التَّوْبَةِ،
Ya Alloh, nugrahkanlah taufik kepada kami di dalamnya untuk melakukan taat dan bertaubat,

وَاعْصِمْنَا فِيْهِ مِنَ الْآثَامِ وَ الْحَوْبَةِ، وَ أَوْزِعْنَا فِيْهِ شُكْرَ النِّعْمَةِ، وَ أَلْبِسْنَا فِيْهِ جُنَنَ الْعَافِيَةِ، وَ أَتْمِمْ عَلَيْنَا بِاسْتِكْمَالِ طَاعَتِكَ فِيْهِ الْمِنَّةَ، إِنَّكَ أَنْتَ الْمَنَّانُ الْحَمِيْدُ،
dan jagalah kami di dalamnya dari perbuatan dosa, karuniakanlah kepada kami di dalamnya untuk mensyukuri nikmat, pakaikanlah kepada kami di dalamnya perisai-perisai kesehatan, dan sempurnakanlah atas kami karena ketaatan kami kepada-Mu, sesungguhnya Engkaulah al-Mannan lagi maha terpuji.

وَ صَلَّى اَللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَ اجْعَلْ لَنَا فِيْهِ عَوْنًا مِنْكَ عَلَى مَا نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ مِنْ مُفْتَرَضِ طَاعَتِكَ وَ تَقَبَّلْهَا،
Sholawat Alloh atas Muhammad dan keluarganya yang suci-, jadikanlah di dalamnya pertolongan untuk kami melaksanakan ketaatan yang Engkau telah wajibkan atas kami untuk itu, dan terimalah ketaatan tersebut.

إِنَّكَ الْأَكْرَمُ مِنْ كُلِّ كَرِيْمٍ وَ الْأَرْحَمُ مِنْ كُلِّ رَحِيْمٍ، آمِيْنَ آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ‏
Sesungguhnya Engkau lebih Pemurah dari setiap pemurah, dan lebih Penyayang dari setiap penyayang.
Amin ..! Amin ..! Robbal ‘Alamîn.

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: