KELEMBUTAN ROSULULLOH صلى الله عليه وسلم

Ibnu Abbas ra berkata:
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ … فَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Rosululloh صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang paling lembut … Bahkan Rosululloh صلى الله عليه وسلم jauh lebih lembut daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhori).

GANJARAN YANG BERKESINAMBUNGAN

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya.”
(HR. Muslim)

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa  seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

DENGKI DAN BURUK SANGKA

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Dengki menghancurkan kebaikan seseorang sebagaimana api melahap kayu kering.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Berhati-hatilah terhadap buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh.” (HR. Bukhori).

MENCINTAI NABI  صلى الله عليه وسلم
LEBIH DARI ORANG TUA DAN ANAK

Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ
“Maka demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya dan anaknya.” (HR. Bukhori).

Dari Anas ra, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Tidaklah beriman seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan dari manusia seluruhnya.” (HR. Bukhori).

Dari Anas ra, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori).

TIDAK MENYAKITI SAUDARANYA

Sahabat Abu Musa ra, bertanya kepada
Rosululloh صلى الله عليه وسلم :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ
“Ya Rosulalloh, orang Islam bagaimanakah
yang paling utama .?”
Rosululloh صلى الله عليه وسلم menjawab:
مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Siapa saja kaum muslimin yang selamat
dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhori).

Dari Abdulloh bin ‘Amru ra, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
“Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir (yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori).

MEMEBERI MAKAN SAUDARANYA

Diantara sahabat ra, bertanya kepada Nabi صلى الله عليه وسلم :
أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ
“Islam manakah yang paling baik .?”.
Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab:
تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhori).

MANISNYA IMAN

Dari Anas bin Malik ra, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman:
1. Dijadikannya Alloh dan Rosul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya.
2. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Alloh.
3. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka.” (HR. Bukhori).

MALU BAGIAN DARI IMAN

Dari Abu Huroiroh ra, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
“Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhori).

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: