AYAT AYAT PILIHAN

SABAR DAN SHOLAT SEBAGAI PENOLONG

Jangan hanya menjadikan diri kalian muslim yang baik tetapi jadilah juga orang yang beriman, maka bertakwalah kepada Alloh dan ikutilah Rosululloh ..

Alloh swt berfirman:
 
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdo’a kepada Alloh, pada waktu pagi dan petang, (yang mereka itu) menginginkan ridho-Nya.” (QS. al-Kahfi : 28).

Ayat diatas menuntut seseorang berbuat sabar duduk satu majlis bersama orang-orang ahli dzikir ..

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya, yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” – (QS.2:45).

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“(yaitu) orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhan-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya (di Hari Kiamat).” – (QS.2:46).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya, Alloh beserta orang-orang yang sabar.” – (QS.2:153).

TA’AT KEPADA ALLOH DAN ROSULULLOH

Alloh swt berfirman:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

“Dan taatlah kepada Alloh (ya’ni apa yang telah dibebankan oleh Alloh kepada kalian) dan taatlah kepada Rosul-Nya (ya’ni segala apa yang telah disampaikan oleh Rosul dari Alloh), jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rosul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Alloh) dengan terang (sejelas-jelasnya).” (At-Taghbun: 12).

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan ta’atilah Alloh dan Rosul (dalam setiap perintah dan larangan), supaya kamu diberi rohmat.” (Al-imron: 132).

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَٰئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang (perintah) Alloh dan Rosul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina (mencapai puncak kehinaan).” (Al-Mujadilah: 20).

ۖ وَمَنْ يُشَاقِّ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Barangsiapa menentang Alloh dan Rosul-Nya (maka ia tidak akan terhindar dari siksa-Nya). Sesungguhnya (siksa Alloh benar-benar pasti akan terjadi, dan) Alloh sangat keras hukuman-Nya.” (Al-Hasyr:4. dn Al-Anfal:13).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Wahai orang-orang yang beriman (kepada Alloh, ikhlaskan dirimu kepada-Nya. Percayalah kepada Nabi Muhammad dan apa yang dibawa dalam al-Qur’ân yang diturunkan kepadanya, lalu laksanakanlah dan ikutilah sunnahnya),
Tetaplah beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya dan kepada kitab yang Alloh turunkan kepada Rosul-Nya serta kitab yang Alloh turunkan sebelumnya.
Barangsiapa yang kafir kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (An-Nisa’ : 136).

DO’A MALAIKAT UNTUK ORANG BERIMAN

Setelah Alloh swt mennjukkan kepada para malaikat bahwa Dia sangat benci orang-orang kafir, dan betapa cinta Alloh swt terhadap orang-orang beriman, maka keimanan kaum muslimin itu mngundang para malaikat mennjukkan betapa kasih sayangnya mereka terhadap kaum yang beriman, sehingga mereka mengajukan permohonan kepada Alloh swt.

Alloh swt mengisahkan hal tersebut melalui firman-Nya:

 الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا :

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ´Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya selalu bertasbih memuji Tuhan pemelihara mereka dan mereka senantiasa beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan):

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

“Tuhan kami, Engkau telah meliputi segala sesuatu dengan rohmat (bagi segala sesuatu) dan (Engkau mengetahui pula segala sesuatu dengan) ilmu-Mu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang telah bertaubat dan (dengan tulus) mengikuti jalan-Mu (yang lurus) dan hindarkanlah mereka dari siksaan neraka jahim (yang apinya menyala-nyala.)” (40:7)

 رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam sorga ´Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang sholeh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (40:8)

 وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ ۚ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rohmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.” (40:9)

SIFAT KIKIR DAN TAMAK

Sifat `syuh` merupakan tabiat manusia sebagaimana firman Alloh swt:
وَأُحْضِرَتِ الأنْفُسُ الشُّحَّ

“Manusia itu menurut tabiatnya kikir.”
(QS. An-Nisa’: 128)

وَمَنْ يُوْقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS.At-Taghobun: 16)

Rosululloh saw bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ:
أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا.

“Waspadalah sifat ‘syuh’ (tamak lagi pelit) karena sifat ‘syuh’ yang membinasakan orang-orang sebelum kalian.
Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil (pelit), maka mereka pun bersifat bakhil.
Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan.
Dan Sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa”
(HR. Ahmad)

اَللَّهُمَّ قِنِيْ شُحَّ نَفْسِيْ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُفْلِحِيْنَ.

“Ya Alloh, hilangkanlah dariku sifat pelit lagi tamak, dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung.”

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: