Di saat menanti hujan reda, apa yg biasa dirasakan org .? Terasa lama .? Mungkin .. Hujan mengguyur selama tiga puluh menit saja serasa tiga puluh jam lamanya atau mungkin malah lebih .. Inilah rasanya ujian kesabaran itu.

Banyak org mengatakan, kesabaran ada batasnya .. Bila ujian kesabaran diibaratkan dgn menanti hujan reda, apakah org akan menumpahkan kekesalan itu pada rintik-rintik air hujan yg tengah menerpa bumi .? Sedang hujan hanyalah merupakan makhluk ‘pendiam’ yg ta’akan mungkin menghiraukan rintihan kekesalan org .. Ia mengguyur ke bumi atas perintah-Nya .. Ta’peduli org mengeluh kesal kepadanya, atau bahkan memaki akan kedatangannya yg tak kunjung pergi.

Bagi hujan sendiri sudah biasa untuk dikeluhkan org, di awal kedatangannya, org akan nyeletuk berujar, “Yah… hujan deh …!” Disadari atau tidak, kalimat pertama yg muncul ini sudah menunjukkan betapa awal ujian kesabaran itu sudah terpatahkan oleh rasa tidak bersyukurnya akan turunnya ni’mat hujan.

Belum lagi di benaknya masih membayangkan bagaimana nasib jemuran bajunya di rumah .. Sudah pasti akan basah kuyub, setelah sebelumnya ta’sempat ‘diselamatkan’ dari guyuran air hujan .. Terbetik pula bagaimana nasib kendaraannya yg berkilau lantaran baru dicuci kemarin sore, lagi-lagi harus terkena cipratan air hujan yg bercampur tanah .. al-Hasil, kotorlah sudah ..!

Ini baru contoh sederhana, belum contoh-contoh lain yg amat menguji kesabaran .. Misalnya ketika urusan duniawi yg menurutnya sangat urgen untuk segera dikerjakan, namun terpaksa harus tertunda lantaran hujan.

Di saat air hujan semakin deras mengguyur, ta’kunjung reda, saat inilah kesabaran org benar-benar berada di titik kulminasi .. Terbayang di benaknya, berapa kerugian yg didapat karena urusan duniawinya banyak yg terbengkalai .. Saat itu juga, emosi kian ta’terbendung .. Umpatan-umpatan kekesalan pun keluar dari mulutnya .. Dihardiklah hujan, sebagai pelampiasan kekesalan, seolah hujan adalah makhluk serupa dengannya.

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rohmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan.
Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.“
(QS. Al-A’rof: 57)

Hujan diturunkan sebagai pembawa berita gembira, namun yang terjadi justru malah sebaliknya .. Org malah berkeluh kesah dgn hadirnya hujan .. Ta’ada sedikit rona bahagia di rautnya lantaran datangnya hujan tengah menghambat urusan duniawinya .. Ta’tahukah org, untuk apa hujan diturunkan …?

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan Alloh menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).”
(QS. An-Nahl: 65)

Bayangkan jika hujan tidak diturunkan ke bumi, tidak akan mungkin ada kehidupan di sini .. Bumi akan mengering, dan semua makhluk hidup akan mati .. Dalam ayat lain Alloh swt juga berfirman.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.”
(QS. An-Nahl: 10)

Hujan yg membawa berkah, menghidupkan serta menyuburkan tanaman-tanaman yg hijau lagi banyak buahnya .. Inilah ibarat ujian kesabaran itu, layaknya menanti hujan reda .. Menanti memerlukan kesabaran yg teramat berat, terlebih ketika harus merelakan hal-hal yang menyangkut duniawi.

Hujan yg diduga sebagai penghambat pada urusan duniawi, sesungguhnya merupakan berkah dari-Nya .. Kehadirannya akan menghijaukan tanaman hingga menghasilkan buah yg ranum, menghasilkan mata air yg jernih yg sangat bermanfaat bagi semua makhluk yg hidup di bumi ini.

Demikian halnya dengan ujian kesabaran itu .. Meski diduga sebagai sesuatu yg pahit dirasa, atau bahkan berat didaki, namun sesungguhnya Alloh swt akan menghadiahi sorga bagi para hamba-Nya yg sabar.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk sorga, padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
(QS. Ali Imron: 142)

Ujian dari Alloh swt ta’hanya berupa kesedihan, tapi juga mencakup kebahagiaan .. Sayangnya, ketika org diuji dgn kebahagiaan, org lupa jika itu hanyalah sebuah ujian .. Ketika mendapat kebahagiaan, org malah berpikir bahwa itu adalah keberuntungan .. Padahal, keberuntungan di dunia ini hanyalah merupakan tipuan ..

لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. Al-Hadiid: 23)

Seperti halnya ketika menanti hujan reda .. Meski hujan mengguyur deras, ta’kunjung reda, hingga menyebabkan banjir, tanah longsor ataupun bencana lainnya, kesabaran haruslah selalu ada pada jiwa tiap-tiap org yg beriman .. Bagaimanapun hujan adalah berkah dari-Nya, meski kehadirannya terkadang mendatangkan bencana, namun ini hanyalah ujian bagi para hamba-Nya agar bersyukur.

مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللّهُ شَاكِراً عَلِيماً

“Mengapa Alloh akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman .?
Dan Alloh adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nisaa’: 147)

Maka bersabarlah .. karena Alloh swt beserta org-org yg sabar .. Ujian kesabaran itu ibarat menanti hujan reda .. Terasa lama untuk dinanti redanya, hingga  terpikir bahwa hujan hanyalah penghambat yg banyak memberi mudharat pada urusan duniawi.

Namun, tidak bagi org-org yg bersabar .. Ia akan mema’nai hujan sebagai berkah dari-Nya, berapapun lamanya dn banyaknya curah hujan yg diturunkan .. Sekalipun mendatangkan bencana, maka ia akan tetap bersabar, karena di balik ujian pastilah mengandung hikmah ..

Dan semestinyalah, org-org yg beriman akan mengambil hikmah di balik cobaan itu .. Ia akan senantiasa bersabar dn bersyukur di kala sedih ataupun bahagia .. Karena segala sesuatu di dunia ini hanyalah merupakan ujian dari-Nya, agar nyatalah siapa sesungguhnya hamba-hamba-Nya yang terpilih itu.

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: