TAUBAT

PERINTAH TAUBAT

Alloh swt berfirman :

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

“Dan hendaklah kamu (dengan tulus beribadah kepada-Nya) memohon maghfiroh (pengampunan) kepada Tuhan (Pemelihara dan Penganugerah aneka kebajikan kepada) kamu.
Kemudian bertaubatlah kepada-Nya (dengan menyesali kesalahan dan kekurangan-kekurangan kamu.
Jika kamu melaksanakan tuntunan ini) niscaya Dia akan (terus menerus) memberi kamu keni’matan yang baik (di dunia dan akhirat, dan itu berlanjut) sampai waktu yang telah ditentukan (baik dengan kematian maupun dengan ketentuan-Nya untuk mengakhiri anugerah itu oleh satu dan lain sebab).
dan Dia akan memberi kepada setiap pemilik keutamaan (ya’ni amal-amal perbuatan baik, balasan) keutamaannya.”
(QS. Huud : 3)

MENYUCIKAN DIRI SECARA LAHIR DAN BATIN DENGAN MANDI TAUBAT, SHOLAT TAUBAT, DZIKIR TAUBAT DAN DO’A TAUBAT

Sebagai manusia kita sering lupa atau salah. Namun ingatlah, manusia yang baik bukanlah yang tidak pernah melakukan kesalahan, tapi manusia yang baik ialah mereka yang segera sadar, memohon ampun kepada Alloh atas kesalahannya seraya tidak mengulanginya. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Alloh .?

MANDI TAUBAT dalam istilah Fiqih diartikan mandinya sesorang setelah ia masuk Islam atau melakukan kefasikan. Menurut Imam Syafii’i dan Imam Hanafi mandi tersebut hukumnya sunah sedang Imam Maliki dan Imam Ahmad lebih cenderung menghukumi wajib.

Mandi TAUBAT dalam istilah riyadhoh (ritual tertentu untuk mendapatkan yang dikehendaki) sering diartikan mandi sebagai awal bentuk penyucian lahir dan bathin seseorang untuk menghadap Sang Kholiq.

Boleh melakukan mandi taubat setiap saat selama tata cara mandinya tidak bertentangan dengan syari’at, dan bahkan sangat baik, karena Islam sangat mengedepankan penyucian diri dan kebersihan. Alloh swt berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqoroh : 222).

Terlebih lagi bila mandi taubat ini lebih dapat mendorong serta membangkitkan psikogy kekhusyu’an seseorang untuk menjalankan suatu ibadah.

Sedangkan sholat taubat adalah keniscayaan bagi hamba Alloh swt sebelum ajal menjemput, ini disunnahkan menurut kesepakatan para ulama empat madzhab, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Baihaqi dan Tirmidzi.

Dari sahabat Abu Bakar ra, Rosululloh saw bersabda:
”Tidaklah seseorg melakukan suatu dosa lalu dia berdiri untuk bersuci (berwudhu’) kemudian melakukan sholat dua roka’at, kemudian memohon ampun kepada Alloh kecuali Dia akan memberikan ampunan padanya.”
Kemudian beliau saw membaca ayat:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
أُوْلَئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ
“Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan ‘fahisyah’ perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri (yang berdampak pada orang lain), mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh .?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui.
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan sorga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS.3 Ali Imron:135–136).

4 Pekerjaan Yang berkaitan dengan perkara taubat :

1. Mandi taubat.

Niat mandi taubat :
نَوَيْتُ غُسْلَ التَّوْبَةِ لله تَعَالَى.
“Aku niat mandi taubat karena perintah Alloh Ta’ala.”

2. Sholat sunnat taubat sedikitnya dua roka’at.

Niat sholat taubat:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى.
“Aku niat sholat sunnat taubat dua roka’at karena perintah Alloh Ta’ala.”

Roka’at pertama setelah membaca surat “al-Fatihah” membaca surat “al-Kafirun”, roka’at kedua setelah membaca surat “al-Fatihah” membaca surat “al-Ikhlash”.

3. Membaca istighfar 100.X :

رَبِّ اغْفِرْلِى وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ اَنْتَ التًّوَّابُ الرَّحِيْمُ
“Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau tiada yang lain selain Engkau Yang Maha Pengampun lagi Yang Maha Penyayang.”

4. Berdo’a berulang kali :

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Tuhan kami ..
Kami telah menganiaya diri kami sendiri, (akibat melanggar larangan-Mu, kami menyesal dan memohon ampun, jika Engkau tidak menganugrahi kami pertaubatan tentulah kami akan terus-menerus dalam kegelapan maksiat)
dan jika Engkau tidak mengampuni kami (ya’ni menghapus dosa yang kami lakukan) dan memberi rohmat kepada kami, niscaya (demi ke agungan-Mu) pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Mandi taubat, sholat taubat, dzikir taubat dan do’a taubat ini disyari’atkan pada setiap waktu. Termasuk dibolehkan sholat taubat yang pada waktu-waktu terlarang seperti, setelah sholat ashar atau setelah sholat subuh.

PINTU TAUBAT SELALU TERBUKA

Sesungguhnya diantara rohmat Alloh swt terhadap hamba-hamba-Nya adalah terbukanya pintu tobat yang tidak akan tertutup sehingga roh telah sampai di tenggorokan atau matahari terbit dari barat, dan termasuk rohmat-Nya pula disyari’atkannya sebuah ibadah yang sangat agung, yang dengannya seorang hamba ditutup aneka aib kemaksiatannya dan diampuni segala dosa-dosanya dengan mandi serta menyempurnakan wudlu’, lalu mendirikan sholat dan beristghfar memohon ampunan kepada Alloh swt.

Dari Abu Darda ra, Rosululloh saw bersabda:
“Barangsiapa membaguskan waudhu’nya, kemudian dia berdiri sholat dua roka’at atau empat roka’at, pada kedua roka’at itu dia memperbagus dzikir dan khusyu’nya, kemudian dia beristighfar (memohon ampun) kepada Alloh, maka Alloh pasti mengampuninya.“ (HR. Ahmad).

Disunnahkan bagi orang yg bertobat bersungguh-sungguh dalam melakukannya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Alloh swt untuk mendapatkan ridhonya dengan amal sholih.

Alloh swt berfirman:
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal sholeh, kemudian tetap di jalan yang benar.”
(QS. Thoha: 82)

Diantara amal sholih yang paling utama diamalkan oleh orang yang bertobat adalah bershodaqoh, dikarenakan shodaqoh adalah termasuk sebab terbesar untuk dihapuskannya dosa-dosa.

Alloh swt berfirman:
“Jika kamu menampakkan shodaqohmu, maka itu adalah baik sekali, dan jika kamu menyembukakannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu, dan Alloh akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu.”
(QS. Al-Baqoroh: 271).

TAUBAT SEBAGAI SEBAB MERAIH SUKSES

Alloh swt berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah (pada awal, pertengahan dan akhir kehidupan) kalian kepada Alloh, wahai orang-orang yang beriman seluruhnya. Agar kamu beruntung”. (QS. An Nuur [24] : 31)”

Kedudukan/derajat taubat adalah kedudukan awal, pertengahan dan akhir dari kehidupan seorang hamba.
Maka seorang hamba yang berjalan menuju keridhoan Alloh swt, janganlah meninggalkannya.
Ia harus senantiasa bertaubat hingga ruh meninggalkan jasadnya (mati).
Sehingga ketika dia berpindah dari satu kedudukan dalam hidupnya maka taubat pun akan senantiasa menyertainya.

Alloh swt kaitkan taubat sebagai sebab dan kesuksesan sebagai akibat, redaksi ayat ini menggunakan kata لَعَلَّ yang memberikan kesan adanya harapan.

Alloh swt mengingatkan kita melalui ayat ini, jikalau kalian bertaubat maka kalian memiliki harapan untuk sukses, beruntung dan bahagia.
Sehingga tidaklah orang-oranng yang berharap kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan yang diridhoi Alloh swt, melainkan orang-orang yang bertaubat.

Rosululloh saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh. Karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali.” (HR. Muslim).

وَاللَّهِ إنِّي لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأتُوبُ إلَيْهِ فِي اليَومِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Alloh, sesungguhnya aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhori).

Mudah-mudahan Alloh swt menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaubat 70 sampai 100 kali dalam sehari dan mendapat kesuksesan, keberuntungan dan bahagia seperti yang dijanjikan oleh Alloh Yang Maha menerima taubat lagi Maha Pemurah memberi kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akherat .. Amiiiin ….

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: