INGATKAN KAMI YA ROBB ..!

Melihat Wajah Alloh di akhirat kelak, itulah tambahan keni’matan yang paling istimewa dari seluruh keni’matan yang diberikan oleh Alloh swt kepada makhluk-Nya.

Dari Shuhaib bin Sinan ra, Rosululloh saw bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ – قَالَ – يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ – قَالَ – فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ .

“Jika penghuni sorga telah masuk sorga, Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman:
“Apakah kalian (wahai penghuni sorga) menginginkan sesuatu sebagai tambahan (dari kenikmatan surga) .?”
Maka mereka menjawab:
“Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami .? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam sorga dan menyelamatkan kami dari (adzab) neraka .?”
Maka (pada waktu itu) Alloh membuka hijab (yang menutupi Wajah-Nya Yang Maha Mulia), dan penghuni sorga tidak pernah mendapatkan suatu (keni’matan) yang lebih mereka sukai daripada melihat Alloh ‘Azza wa Jalla.”
Kemudian Rosulullah saw membaca:
لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا .. الْحُسْنَى .. وَزِيَادَةٌ ..
”Bagi orang-orang yang berbuat baik .. ada pahala yang lebih baik .. dan tambahannya (yang terbaik) …. QS. Yunus : 26.“ (HR. Muslim).

Ingatkan kami ya Alloh .. bahwa rohmat dan ridho-Mu lebih besar daripada dunia dan segala isinya yang akan kami tinggalkan pada waktu yang Engkau tetapkan ..

اللَّهُمَّ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ .. وَبَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَمَاتِ .. وَلَذَّةَ نَظَرٍ إِلَى وَجْهِكَ .. وَشَوْقًا إِلَى لِقَائِكَ
“Ya Alloh, aku mohon ridho sesudah keputusan-Mu .. kesejukan hidup setelah kematian .. kelezatan memandang wajah-Mu .. dan kerinduan berjumpa dengan-Mu ..”
(HR. Ahmad).

MENUJU RIDHO ALLOH

Alloh swt berfirman:

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا .. الْحُسْنَى .. وَزِيَادَةٌ .. وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik .. ada pahala yang lebih baik .. dan tambahannya ..
Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.
Mereka itulah penghuni sorga, mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Yunus [10]: 26)

Alloh swt, menginformasikan bahwa orang-orang yang dapat memahami petunjuk dan mengambil manfaat dari petunjuk itu serta mengamalkannya .. Alloh swt akan memberikan pahala sesuai dengan amal perbuatan mereka, bahkan menganjurkan mereka agar lebih giat beramal kebaikan .. Alloh swt menjanjikan pahala sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus atau lebih banyak daripada itu.

Orang-orang yang melakukan amal yang baik akan mendapat imbalan pahala melebihi pahala yang seharusnya diterima .. Mereka itu akan menerima pahala yang lebih baik .. Mereka hidup bahagia, dari wajah mereka tampak cahaya yang berseri-seri .. sedikit pun tidak terlihat kemurungan dan kemuraman lantaran mereka itu tidak merasa kecewa atas keyakinannya yang telah dipegang kuat-kuat, dan tidak merasa bersusah hati.

Dan mereka juga akan mendapat ZIADAH (tambahan) pahala lagi, yang tidak ternilai harganya, yaitu ridho Ilahi.
وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Dan keridhoan Alloh adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang agung.” – (QS.9:72).
Sungguh tinggi kedudukan dan derajat mereka .. Kedudukan ini adalah yang paling tinggi karena mereka mengetahui tujuan yang sebenarnya penciptaan alam semesta .. Ridho Alloh Yang Maha Mulia.

Kalimat “Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.” Memberi kesan kecepatan langkah mereka, sehingga tidak dapat disusul oleh debu hitam. sebagaimana tergambar dalam surat ‘Abasa ayat 40 “Dan banyak muka pada hari itu tertutup debu ..”

Di akhir ayat ini Alloh swt. menegaskan bahwa “mereka inilah orang-orang yang berhak menjadi penghuni sorga” .. mereka akan bertempat tinggal di dalamnya selama-lamanya .. di situlah mereka mengalami kebahagiaan yang abadi, karena tidak akan merasa bosan dan jemu akan keni’matan yang mereka rasakan dan tidak pula mereka takut akan berkurangnya keni’matan atau dikeluarkan dari sana.
لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ
“Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada Kami ada tambahannya.” (QS. Qof : 35).

PENGHUNI SORGA BERKUMPUL DENGAN KELUARGANYA

Alloh swt berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-orang yang beriman -yang berhak masuk sorga-, dan yang anak cucu mereka,
-atau ibu bapak mereka- mengikuti mereka dalam keimanan,
KAMI HUBUNGKAN ANAK CUCU -dan orang tua- MEREKA DENGAN MEREKA ..
-sebagai anugrah kepada ibu bapak atau anak itu berkat ketaatan mereka-,
dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. -ya’ni pahala ibu bapak atau anak-anak tersebut disebabkan karena anugrah perhubungan itu-.
Setiap manusia terikat -tanggung jawab- dengan apa yang dia kerjakannya -sendiri dan seseorang tidak dihukum dengan dosa orang lain.”
(QS. At-Thuur [52]:21).

Merupakan salah satu penyampaian berita gembira tentang anugrah Alloh swt kepada orang-orang beriman, bahwa anak cucu mereka akan mengikuti mereka masuk ke sorga, sehingga lebih sempurna lagi kegembiraan mereka, walaupun keimanan mereka tidak mencapai peringkat sempurna.

Di samping itu, selain anak-anak cucunya juga siapa yang mencintai mereka secara tulus, berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw :
“Seseorang akan bergabung bersama siapa yang dia cintai.” (HR. Bukhori, Muslim dan lain-lain melalui Anas bin malik ra).

Kata رَهِينٌ “rohin” terambil dari kata “rohn” ya’ni GADAI .. Jika anda menggadaikan sesuatu, maka anda memberinya untuk menerima yang lain.
Sementara ulama memahami penggalan ayat diatas dalam arti setiap manusia akan mengambil sesuatu sesuai dengan kadar yang berhak diterimanya.

Seorang yang sholeh akan mengambil anaknya disebabkan oleh kesholehan anak tersebut, karena anak adalah bagian dari apa yang telah diusahakannya, ini sebagai dampak dari keimanan anak tersebut darinya, karena itu ia digabungkan dengan orang tuanya.

Adapun jika seseorang melakukan kejahatan, maka itu hanya berdampak buruk pada dirinya sendiri, dia akan terhalangi dari perolehan keni’matan, disebabkan oleh dosanya.

Kata “rohn” gadai .. juga mengandung ma’na “menitipkan sesuatu kepada pihak yang dipercaya guna memperoleh yang lain”, namun sesuatu yang anda berikan itu pada saatnya anda akan terima kembali secara utuh, bila anda mampu menebus apa yang tadinya anda terima. Anda menerimanya kembali secara utuh karena anda telah menyerahkannya kepada yang terpecaya.

Dengan ma’na tersebut, ayat diatas bagaikan menyatakan bahwa manusia semua terpelihara di sisi Alloh swt, sesuai dengan amal baik atau buruk yang dilakukannya.
Jika tiba masanya nanti, maka Alloh akan mengembalikan amal masing-masing dalam subtansi dan buah amal-amal itu berupa ganjaran atau siksa.

Memang pada hakekatnya setiap manusia telah tergadai di sisi Alloh. Ia baru dapat melepaskan dirinya yang tergadai itu, apabila ia menebusnya dengan amal-amal sholeh. Jika ia tidak beramal sholeh yang cukup untuk menebus dirinya, maka ia akan terjerumus keneraka .. Ini sejalan dengan firman Alloh swt :
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ إِلا أَصْحَابَ الْيَمِينِ

“Tiap-tiap jiwa tergadai atas apa yang telah diperbuatnya .. kecuali kelompok kanan. -ya’ni penghuni sorga yang berhasil menebus jiwa yang tergadai itu dengan amal-sholeh-.” (QS. Al-Mudats-tsir: 38-39)

Seseorang yang melakukan amal-amal baik, dia bukan hanya menerima pahala sebagaimana amalannya, tetapi juga mendapat pahala tambahan sebagai karunia Alloh sebagaimana firman-Nya :

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (QS. al-An’am : 160).

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag