`
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلامٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى

“Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha pengasih lagi Yang Maha Penyayang.
Segala puji bagi Alloh dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang di pilih-Nya.”

أَللَّهمَّ إِني أَسألُكَ بأني أَشْهَدُ أَنَّكَ أنْتَ اللَّهُ ، لا إِلهَ إِلا أَنتَ ، الأحَدُ الصَّمَدُ ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوا أَحَدٌ ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ .

“Ya Alloh .. sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dengan bersaksi sesungguh-sunggunya bahwa Engkau adalah Alloh Yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Tunggal dan Yang menjadi tempatku bergantung, Yang tak beranak dan tidak diperanakkan serta tak ada yang menyamai-Mu seorang pun, ampunilah dosa-dosaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ya Alloh .. kekasih-Mu bersabda:
« فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ »
“Sesungguhnya kamu bersama yang kamu cintai.”
فَإِنَّا نُحِبُّكَ وَنُحِبُّ رَسُولَكَ مُحَمَّد
Maka kami mencintai-Mu dan kami mencintai Rosul-Mu Muhammad
وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثمَانَ وَعَلِى فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِأَعْمَالِهِمْ
Serta Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali, berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka.”
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ بِرَحْمَتِكَ يَاآرحَمَ الرَّاحِمِينَ
“Ya Alloh .. terimalah setiap amal kebaikan sekecil apapun dari kami yang masih jauh dari sempurna .. kabulkanlah do’a-do’a dan harapan kami serta Rohmatilah kami Wahai Yang Maha Penyayang .. dengan limpahan cinta dan kasih sayang serta aneka anugrah-Mu yang khusus .. sesungguhnya Engkau-lah sebaik-baik pemberi rohmat ..”

Do’a diatas berdasarkan riwayat hadits Bukhori Muslim, dari Anas bin Malik ra, dia menceritakan, bahwa suatu ketika dia bersama Nabi saw sedang keluar dari Masjid ada seorang Arab Badui di depan pintu masjid, yang bertanya kepada Rosululloh saw
“Kapankah hari kiamat terjadi .?”
Maka, Rosululloh saw bersabda kepadanya:
“Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapinya .?”
Ia menjawab:
“Kecintaan kepada Alloh dan Rosul-Nya.”
Nabi saw bersabda:
“Kamu akan bersama orang yang kamu cintai.”

Anas berkata:
“Tidaklah kami merasa sangat bergembira setelah masuk Islam dengan kegembiraan yang lebih besar selain tatkala mendengar sabda Nabi saw,
“Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai.”
Maka aku mencintai Alloh, cinta Rosul-Nya, Abu Bakar dan Umar. Aku pun berharap akan bersama mereka di akherat meskipun aku tidak bisa beramal seperti amal-amal mereka.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

KEUTAMAAN DO’A UNTUK SAUDARA MUSLIM

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِنَ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ
”Ya Alloh, curahkanlah terus-menerus sholawat atas sayyidina Muhammad dan atas Ummat sayyidina Muhammad laki-laki dan wanita yang beriman.”

Rosululloh saw bersabda:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Do’a seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim dari kejauhan tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus, dan setiap kali ia berdo’a untuk kebaikan, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan ‘Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu’.”

SUNGGUH LUAR BIASA ISLAM ITU .. Jika seseorang berdo’a untuk saudaranya -do’a yang sama akan kembali kepadanya, bila do’a yang mohonkan itu tidak sepengetahuan orang yang ia do’akan, -maka peluang dikabulkan-Nya akan lebih besar dibandingkan hanya berdo’a untuk dirinya sendiri.

Mendo’akan sesama muslim tanpa sepengatahuannya termasuk dari `sunnah hasanah` yang telah diamalkan turun-temurun oleh para Nabi dan Rosul -‘alaihissalam- dan juga para ulama, para wali dan orang-orang sholeh yang mengikuti mereka. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan seperti yang mereka mohonkan, sehingga merekapun dengan rela mengikut sertakan saudaranya di dalam do’a-do’a mereka ketika mereka berdo’a untuk diri mereka sendiri.

Dan inilah di antara sebab terbesar tumbuh kembangnya cinta dan kasih sayang kaum muslimin, serta menjadikan kesempuraan iman mereka, seperti yang telah dijelaskan oleh sahabat Anas bin Malik ra, bahwa Rosululloh saw bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga ia mencintai saudaranya seperti apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Karenanya Alloh swt dan Rosul-Nya saw memotifasi kaum muslimin untuk senantiasa mendo’akan saudaranya, sampai-sampai Alloh swt mengutus malaikat khusus bertugas untuk meng’amin’kan setiap do’a seorang muslim untuk saudaranya dan sebagai balasannya malaikat husus itu pun diperintahkan oleh Alloh swt untuk mendo’akan orang yang berdo’a tersebut.

Seseorang yang mendapatkan do’a dari malaikat adalah termasuk orang yang beruntung, karena do’a malaikat mustajabah, terlebih lagi malaikat ini adalah malaikat yang diutus oleh Alloh swt secara husus. Maka kita bisa menyatakan bahwa mendo’akan sesama muslim tanpa sepengetahuannya termasuk dari do’a-do’a yang `insya Alloh` pasti diterima, karena Alloh sendiri yang menghendaki.

Alloh swt berfirman:
فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“Maka Alloh mempersatukan hati-hatimu, dan dengan ni’mat Alloh-lah kamu menjadi orang-orang yang bersaudara.” (Ali Imron: 103).

Diantara do’a-do’a yang termaktub dalam al-Qur’an untuk saudara mukmin :

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Tuhan kami .. ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan semua orang-orang yang beriman pada hari terjadinya hisab (perhitungan).” (QS. Ibrohim: 41).

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Tuhan kami .. ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman dalam hati kami.
Tuhan kami .. sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10).

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا
“Tuhanku .. ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.
Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang dholim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28).

Memohonkan ampunan untuk kaum mukminin adalah bagian dari mendo’akan kebaikan untuk mereka, ini merupakan hak persaudaraan seiman. Tentang keutamaan memohonkan ampunan untuk kaum mukminin ini Nabi saw bersabda:

مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةً
“Siapa yang beritighfar untuk orang-orang beriman laki-laki dan perempuan maka Alloh mencatat kebaikan untuknya sebanyak kaum muminin dan mukminat.” (HR. Thobroni).

CINTA NABI MUHAMMAD SAW

Betapa cintanya Nabi Muhammad kepada ummatnya sampai-sampai menjelang wafat yang beliau pikirkan adalah ummatnya hingga keluar bisikan dari lisan beliau yang suci .. Ummatku .. Ummatku .. Ummatku ..
Bisikan beliau saw bukanlah bisikan sia-sia .. Bisikan beliau saw adalah bisikan cinta .. Bisikan kasih sayang .. Bisikan sholawat, keselamatan dan keberkahan .. Bisikan harapan kelak Alloh akan menghipun ummatnya di sorga bersamanya ..

Mencintai Nabi saw adalah pokok keimanan ..
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian, sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Mencintai ummat Nabi saw, adalah cabangnya iman ..
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga ia mencintai saudaranya seperti apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Mencintai apa yang dicintai Nabi saw adalah puncak amalan ..
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِر
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu Uswatun-Hasanah (contoh terbaik bagimu, yaitu) bagi orang yang mengharap rohmat Alloh dan kedatangan hari akherat dan dia banyak (berdzikr) menyebut Alloh.” (QS. al-Ahzab: 21).

Ya Alloh, curahkanlah terus menerus sholawat dan salam serta keberkahan kepada sayyidina Muhammad, dan bagi kami ummatnya sayyidina Muhammad ..
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَيْنَا أُمَّتِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Mudah-mudahan sholawat yang kami bisikkan melalui lisan kami .. merupakan ungkapan cinta paling suci dari hati kami kepadamu wahai Nabi Muhammad .. dan kepada ummat yang engkau cintai melalui bisikan terahirmu ..

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: