JALAN MENUJU MUARA KEBAHAGIAAN

Alloh swt berfirman:

إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا

“Sesungguhnya ini -ayat-ayat al-Qur’an- adalah suatu peringatan -dan nasehat yang memaparkan hakekat-hakekat suatu perjalanan-.
Maka barang siapa yang menghendaki niscaya ia akan menempuh jalan menuju Tuhannya -yang jelas lagi damai-.”
(QS. al-Muzammil [73]: 19).

Kata SABIL (jalan) terulang sebanyak 166 kali dalam bentuk tunggal dan 10 kali dalam bentuk jamak, kata SABIL seringkali dirangkaikan dengan “Tuhan” atau “sesuatu” atau “sekelompok manusia yang baik” dan sering kali pula manusia yang durhaka.

Banyak jalan yg terhampar, tetapi yang diridloi Alloh swt adalah jalan-jalan yang bercirikan keselamatan. Jalan-jalan itulah yang pada akhirnya BERMUARA kepada “shirothol-mustaqim” atau kumpulan jalan-jalan yang bercirikan keselamatan/kedamaian itulah yang dinamai jalan menuju MUARA KEBAHAGIAAN.

Alloh swt berfirman:

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ
 يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Alloh, dan Kitab yang menerangkan.
Dengan Kitab itulah Alloh mengantar orang-orang yang mengikuti keridhoan-Nya ke jalan keselamatan, dan Alloh mengeluarkan mereka itu dari aneka kegelapan kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”
(QS. al-Ma’idah [5]: 15-16)
 
Ayat ini dapat difahami sebagai ajakan kepada manusia untuk memilih jalan yang dikehendakinya, termasuk memilih salah satu atau lebih dari jalan-jalan keselamatan/kedamaian yang menuju MUARA KEBAHAGIAAN.

Alloh swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ

“Hai manusia .. Sesungguhnya kamu bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.”
(QS. al-Insyiqoq [84]: 6)

Setiap perjalanan atau setiap kegiatan menuju sesuatu, membutuhkan jalan, baik perjalanan itu positif maupun negatif. Setiap langkah pada akhirnya mendekatkan kepada tujuan tersebut.
Dalam hal ini “Alloh swt adalah tujuan akhir”, tetapi akhir tersebut bukan dalam pengertian “batas” sebagaimana batas geografis.

Jika kita berjalan menuju ke Makkah, maka tujuan yang menjadi batas perjalanan kita adalah Makkah, kita tidak akan dinamai mencapai tujuan jika kita baru sampai di Makkah atau Masjidil-Harom, karena dalam hal ini Makkah merupakan batas geografis dari perjalanan kita.

Perjalanan menuju Alloh swt tidak demikian, di manapun kita tiba, kemanapun perjalanan kita serta apapun kualitasnya, pasti pada akhirnya kita menemui-Nya. Dia Maha Mutlak sehingga mencakup segala-galanya serta meliputi segala-galanya, dimanapun kita berhenti kita pasti menemui-Nya, karena Dia Maha Mutlak “tanpa batas” sehingga berada disepanjang jalan.

Ayat di atas memberikan pilihan kepada manusia untuk memilih SABIL (jalan) yang dikehendakinya dan yang beraneka ragam itu. Ada jalan-jalan dekat penuh kedamaian dan ada jalan-jalan yang jauh dari keselamatan, dan ada pula jalan-jalan menyesatkan yang menjadikan pejalan jatuh meluncur.

Sebagaimana di isyaratkan oleh firman-Nya:

وَمَنْ يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِي فَقَدْ هَوَى

“Barang siapa yang tertimpa oleh amarah-Ku, maka ia telah jatuh meluncur.“ (QS. Thoha [20]: 81).

Sedang yang mendapat rohmat-Nya menempuh jalan-jalan keselamatan akan melaju ke atas sampai terbuka baginya “pintu-pintu langit”. Pintu-pintu yang tidak pernah akan dibukakan bahkan dijamah oleh orang-orang yang begelimang dosa.

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit.” (QS. Al-A’rof [7]: 40)

Sesungguhnya Alloh swt mengajak ummat manusia agar memilih jalan yang mengantar mereka kepada keselamatan/kedamaian abadi dan ketinggian derajat disisi Tuhannya.

AMALAN PENGHUNI SORGA

Mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat merupakan cita-cita setiap muslim, namun hal itu tidak bisa hanya sebatas cita-cita dan angan-angan. Harus ada aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga cita-cita itu benar-benar dapat terealisasi.

Salah satu cara untuk merealisasikannya adalah dengan menjalankan amalan-amalan yang sesuai dengan perintah Alloh dan Rosul-Nya, khususnya amalan-amalan pamungkas dan pilar utamanya.

عن مُعَاذِ بنِ جَبَلٍ قَالَ: «كُنْتُ مَعَ النبيّ صلى الله عليه وسلم في سَفَرٍ فَأَصْبَحْتُ يَوْماً قَرِيباً مِنْهُ وَنَحْنُ نَسِيرُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ الله أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُني الْجَنّةَ وَيُبَاعِدُنِي عنِ النّارِ, قَالَ: «لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ عَظِيمٍ وَإِنّهُ لَيَسِيرُ عَلَى مَنْ يَسّرَهُ الله عَلَيْهِ: تَعْبُدُ الله وَلاَ تُشْرِكْ بِهِ شَيْئَاً, وَتُقِيمُ الصّلاَةَ, وَتُؤْتِي الزّكَاةَ, وَتَصُومُ رَمَضَانَ, وَتَحُجّ الْبَيْتَ, ثُمّ قَالَ: أَلاَ أَدُلّكَ عَلَى أَبْوَابِ الخَيْرِ: الصّوْمُ جُنّةٌ, وَالصّدَقَةُ تُطْفِىءُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِىءُ المَاءُ النّارَ, وَصَلاَةُ الرّجُلِ مِنْ جَوفِ الّليْلِ, قَالَ: ثُمّ تَلاَ {تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ المَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبّهُمْ} حَتّى بَلَغَ {يَعْمَلُونَ} ثُمّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ كُلّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ: قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ الله قَالَ: رَأْسُ الأَمْرِ الاْسْلاَمُ, وَعُمودُهُ الصّلاَةُ, وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الجِهَادُ. ثمّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمِلاَكِ ذَلِكَ كُلّهِ, قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ الله, قَالَ: فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ, قَالَ: كُفّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ: يَا نَبِيّ الله وَإِنّا لَمُؤَاخَذُونَ بمَا نَتَكَلّمُ بِهِ؟ فَقَالَ: ثَكِلَتْكَ أمّك يَا مُعَاذُ, وَهَلْ يَكُبّ النّاسَ في النّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ, أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ, إِلاَ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ». قال أبو عِيسَى: هَذا حديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

Dari Mu’adz bin Jabal ra, ia berkata:
“Pernah aku bersama Rosululoh saw, dalam suatu perjalanan. Pada suatu hari saat sedang berjalan-jalan, aku mendekat kepadanya, lalu berkata:
“Ya Rosululloh, informasikan kepadaku akan suatu amalan yang dapat menyebabkan aku masuk sorga dan jauh dari neraka.”
Beliau saw menjawab:
“Engkau telah menanyakan suatu perkara yang amat besar namun sebenarnya ringan bagi orang yang dimudahkan oleh Alloh;
hendaklah kamu menyembah Alloh dan tidak berbuat syirik terhadap-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa di bulan Romadlon dan melakukan haji.”
Kemudian beliau bersabda lagi:
“Maukah kamu aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan;
Puasa merupakan penjaga (pelindung) dari api neraka, shodaqoh dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api, dan sholat seseorang di tengah malam seraya membaca ayat (QS. As-Sajadah: 16-17) :

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Kemudian beliau saw bertanya lagi:
“Dan maukah kamu aku tunjukkan kepala (pangkal) semua perkara, tiang dan puncaknya .?”
Aku menjawab: “Tentu, ya Rosululloh .!”
Beliau bersabda:
“Kepala (Pangkal) dari semua perkara itu adalah Islam, tiangnya adalah sholat dan puncaknya adalah jihad.”
Kemudian beliau bertanya lagi:
“Maukah kamu aku tunjukkan pilar dari semua hal itu .?”
Aku menjawab: “Tentu, ya Rosululloh .!”
Lalu beliau saw memegang lidah nya seraya berkata, “Jagalah ini olehmu.”
Lantas aku bertanya:
“Ya Nabiyyulloh, apakah kami akan disiksa atas apa yang kami bicarakan .?”
Beliau saw bersabda:
“Celakalah ..! Engkau wahai Mu’adz Tidakkah wajah dan leher manusia dijerembabkan ke dalam api neraka kecuali akibat apa yang diucapkan lidah-lidah mereka .?”
(HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

Kosakata

– إِلاَ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ :
kejelekan dan kekejian yang dibicarakan oleh lidah-lidah mereka seperti syirik kepada Alloh, ghibah, adu domba, dst’
– ثَكِلَتْكَ أمّك
(Celakalah Engkau) : secara dhohirnya, kalimat ini tampak seperti do’a agar orang yang dido’akan mati akan tetapi yang dimaksud sebenarnya bukan ma’na dhohirnya tersebut tetapi lebih kepada ucapan yang sudah terbiasa oleh lidah bangsa Arab.

Pesan-Pesan Hadits

1. Hadits tersebut menunjukkan betapa perhatian para shohabat, di antaranya Mu’adz bin Jabal terhadap amal-amal sholih dan hal-hal yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Alloh swt.
Mereka selalu memanfa’atkan keberadaan Rosululloh saw dengan baik untuk bertanya kepadanya, lalu kemudian mengaplikasikan jawaban beliau saw.
Demikianlah seharusnya seorang Muslim, wajib menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya, mencari hal-hal yang berguna dan menjadi kepentingannya serta dapat membuatnya masuk sorga.

2. Hendaknya kemauan seorang Muslim itu begitu tinggi dengan memikirkan hal-hal besar yang dapat mendekatkan dirinya kepada Alloh swt sehingga kemudian target utamanya adalah akhirat yang harus diupayakannya.
Dengan begitu, ia akan sangat berhati-hati dan menghindar dari kemauan yang murahan dan rendahan yang sesaat.
Makanya, Rosululloh mengatakan kepada Mu’adz ra dalam hadits di atas: “Engkau telah menanyakan suatu perkara yang amat besar.”

3. Tujuan akhir keinginan manusia di dalam kehidupan ini adalah ‘sorga’, masuk ke dalamnya dan hal yang dapat menunjukkannya masuk ke sana. Karena itu, hendaklah ia mencari semua sarana yang dapat menyebabkannya masuk sorga dan menjauhkannya dari neraka.

4. Agama ini mencakup hal-hal wajib dan sunnah; hal-hal fardlu wajib diamalkan setiap Muslim, dijalankan secara konsisten, sedangkan hal-hal sunnah, harus antusias dilakukannya selama punya kesempatan dan mampu mengerjakan.

5. Atas karunia Alloh swt, Dia menjadikan pintu-pintu kebaikan demikian banyaknya, sebagiannya dijelaskan dalam hadits ini, yaitu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Alloh, membuat sampai kepada kecintaan dan ridho-Nya.
Di dalam hadits Qudsi, Alloh swt berfirman:
“Dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya dan senantiasalah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku melalui amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhori).

6. Puasa merupakan ibadah yang bersifat rahasia antara seorang hamba dan Tuhannya. Bila seorang Muslim memperbanyak puasa sunnah, maka hal itu dapat menjadi penjaga dan pelindung dirinya dari api neraka.

7. Shodaqoh dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api. Ini merupakan pintu yang begitu agung sebab shodaqoh selalu terbuka sekali pun sedikit.
Di dalam hadits yang lain disebutkan:
“Bertakwalah kamu walau pun dengan sebuah kurma.” (HR. Bukhori dan Muslim).

8. Adalah sangat penting bila seorang Muslim bersungguh-sungguh di dalam melakukan sholat wajib namun terlebih lagi dengan melakukan sholat malam di mana keheningan malamnya, jauh dari kebisingan-kebisingan, bermunajat dihadapan sang Pencipta akan memberikan keni’matan iman yang spesial seperti halnya kondisi para sholeh

Ketika Alloh swt berfirman mengenai mereka:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka.” (as-Sajadah:16)

Dalam firman-Nya yang lain ketika memuji mereka :
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Alloh swt).” (adz-Dzariat:17-18).

9. Rosululloh saw kembali mengulang-ulang untuk menjelaskan urgensi amalan-amalan khusus di dalam agama ini, yaitu:

a. Bahwa kepala (pangkal) semua urusan ini, di mana jasad tidak akan hidup tanpa kepala, adalah tauhid dan syahadat ‘Tiada tuhan –yang haq disembah- selain Alloh dan Muhammad adalah Rosululloh.’ Tanpa tauhid seperti ini, tidak akan benar keislaman seseorang, tidak akan lurus kondisinya dan tidak akan selamat pada hari Kiamat.

b. Tiang, pilar dan pondasinya adalah mendirikan sholat sebab suatu bangunan tidak akan mungkin bisa tegak tanpa adanya tiang. Ia merupakan rukun-rukun ilmiah paling penting, yaitu jalinan antara seorang hamba dan Tuhannya.

c. Yang paling tinggi dan puncaknya di mana karenanya agama ini menjadi tinggi dan tersebar adalah jihad di jalan Alloh. Dengan jihad, telaga Islam dan kehormatan kaum Muslimin akan terjaga, wibawa mereka akan menjadi bertambah, ‘izzah (rasa bangga keislaman) akan nampak dan para musuh dapat ditaklukkan.

10. Dalam penutup wasiatnya, Rosululloh saw mengingatkan suatu perkara yang amat penting sekali namun selalu disepelekan oleh banyak orang, yang merupakan pintu besar bagi amal-amal baik dan buruk. Perkara ini adalah lisan (mulut) yang merupakan senjata tajam yang bila digunakan untuk kebaikan dan keta’aan, maka ia akan menjadi pintu besar menuju sorga, dan bila digunakan untuk kejahatan dan kemaksiatan, maka ia akan menjadi penggiring ke neraka.

11. Seorang Muslim wajib menggunakan lisannya untuk hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Alloh swt seperti dzikir, membaca al-Qur’an, memberi nasehat, amar ma’ruf, menunjukkan kepada kebaikan, berdakwah kepada Alloh, nahi munkar, menunjukkan jalan bagi orang yang tersesat dan sebagainya.
Demikian pula, wajib baginya untuk menghindari penggunaannya pada hal-hal yang dapat menyebabkannya masuk neraka seperti syirik kepada Alloh swt, berdusta, bicara atas nama Alloh tanpa ilmu, ghibah, namimah (adu domba) dan persaksian palsu. Lidah yang seperti ini akan menyeret pemiliknya ke dalam neraka, na’uudzu billaahi min dzaalik.

GANJARAN TAK PERNAH PUTUS

Rosululloh saw bersabda:
“Barang siapa dapat memberikan suri tauladan yang baik dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh.
Sebaliknya, barang siapa memberikan suri tauladan yang buruk dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa yang mereka peroleh sedikitpun.”
(HR. Muslim).

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: