Anda tentu setuju ..
“Sholat ; berdiri, ruku’, sujud dan duduk adalah rangkaian gerakan dan posisi tubuh yang diciptakan Alloh swt.”

Usaha untuk meraih sholat khusyu’ sangat penting, karena sholat khusyu’ itu luar biasa ni’mat dan menyenangkan.
Jika khusyu’ tidak berhasil diraih, tentu sholat menjadi rutinitas yang menjemukan, menjadi beban harian, bahkan menjadi siksaan.

Jika orang lain dapat mendatangkan ketenangan, kenyamanan dan kebahagiaan melalui teraphy meditasi dan sejenisnya, maka sesungguhnya sholat mampu menghadirkan lebih dahsyat dari itu.

Alloh saw sang pencipta manusia pasti tahu persis “teraphy” yang paling cocok dan bermanfaat untuk manusia.
Itulah sholat, sebuah rangkaian cara yang merupakan anugerah dari Alloh swt untuk memperbaiki tubuh dan hati manusia, menuju kebahagiaan dunia yang sementara dan akhirat yang abadi.

Contoh nyata adalah Sayidina ‘Ali ra yang tidak merasakan sakit sedikitpun ketika anak panah yang menancapnya dicabut saat melaksanakan sholat.

Hal ini hanya dapat dijelaskan dengan satu alasan:
Sholat mampu membuat jauh lebih tenang, jauh lebih nyaman dan jauh lebih bahagia dibanding teraphy atau meditasi manapun.

Perlu dipahami bahwa kisah Sayidina ‘Ali ra di atas adalah salah satu bukti keni’matan sholat khusyu’, bukti tersebut, tentu bukanlah sebagai satu-satunya kriteria sholat khusyu’.

Kalau kita anggap sholat khusyu’ harus seperti itu, maka kita akan merasa bahwa sholat khusyu’ amat sulit dijangkau. Bukankah Alloh telah berjanji bahwa Dia tidak akan membebani kita melebihi batas kemampuan, kecuali kita disanggupkan-Nya .?

Kita akan mendapatkan kadar kenia’matan sholat khusyu’ yang berbeda-beda, sesuai dengan ilmu dan keseriusan usaha kita masing-masing. Sesuai sabda Rosululloh saw:
“Sesungguhnya ada seseorang yang mengerjakan sholat dimana dia tidak mendapatkan nilai sholatnya kecuali 1/10, 1/9, 1/8, 1/6, 1/5, 1/4, 1/3, atau 1/2-nya” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

Bukti bahwa sholat adalah anugerah Alloh swt untuk kebahagian manusia dapat kita temui dalam al-Qur’an:
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu yang khusyu’ dalam sholatnya.” (Surat al-Muminun)
Tidak dapat disangkal bahwa orang yang beruntung pasti mengalami ketenangan, kenyamanan dan kebahagiaan.

Ayat di atas juga memberi kepastian bahwa sholat khusyu’ adalah anugerah untuk seluruh mukmin, untuk kita semua, bukan hanya untuk para Nabi, sahabat dan orang-orang pilihan atau orang-orang tertentu, tetapi kita akan merasakan keni’matan sholat khusyu’ sesuai dengan ilmu dan keseriusan usaha kita dalam meraihnya. .

TAUBAT SEBAGAI SEBAB MERAIH SUKSES

Alloh swt berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah (pada awal, pertengahan dan akhir kehidupan) kalian kepada Alloh, wahai orang-orang yang beriman seluruhnya. Agar kamu beruntung”. (QS. An Nuur [24] : 31)”

Kedudukan/derajat taubat adalah kedudukan awal, pertengahan dan akhir dari kehidupan seorang hamba.
Maka seorang hamba yang berjalan menuju keridhoan Alloh swt, janganlah meninggalkannya.
Ia harus senantiasa bertaubat hingga ruh meninggalkan jasadnya (mati).
Sehingga ketika dia berpindah dari satu kedudukan dalam hidupnya maka taubat pun akan senantiasa menyertainya.

Alloh swt kaitkan taubat sebagai sebab dan kesuksesan sebagai akibat, redaksi ayat ini menggunakan kata لَعَلَّ yang memberikan kesan adanya harapan.

Alloh swt mengingatkan kita melalui ayat ini, jikalau kalian bertaubat maka kalian memiliki harapan untuk sukses, beruntung dan bahagia.
Sehingga tidaklah orang-oranng yang berharap kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan yang diridhoi Alloh swt, melainkan orang-orang yang bertaubat.

Rosululloh saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh. Karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari 100 kali.” (HR. Muslim).

وَاللَّهِ إنِّي لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأتُوبُ إلَيْهِ فِي اليَومِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Alloh, sesungguhnya aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhori).

Mudah-mudahan Alloh swt menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaubat 70 sampai 100 kali dalam sehari dan mendapat kesuksesan, keberuntungan dan bahagia seperti yang dijanjikan oleh Alloh Yang Maha menerima taubat lagi Maha Pemurah memberi kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan .. Amiiiin ….

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: