KISAH MASA DEPAN

KISAH MASA DEPAN

Ini adalah sekelumit “kisah masa depan”, ketika seluruh manusia berkumpul di hari kiamat. Kisah ini disampaikan oleh Rosululloh saw kepada para sahabatnya.

Setelah itu mereka semua digiring menuju padang Makhsyar. Secara umum, mereka terbagi dalam tiga kelompok, yakni yang berkendaraan, yang berjalan kaki, dan yang berjalan dengan wajahnya.

Umat Nabi Muhammad saw sendiri terbagi dalam duabelas kelompok ketika dibangkitkan, satu kelompok yang dibangkitkan dengan wajah bersinar seperti bulan pertama, dan sebelas kelompok lainnya dibangkitkan sesuai dengan kadar dosanya masing-masing.

Ada yang dibangkitkan tanpa tangan dan kaki padahal saat hidup di dunia lengkap semua, ada yang wajahnya seperti babi, ada yang seperti keledai dengan perut besar yang dipenuhi ular dan kalajengking, ada yang ususnya terburai dengan mulut mengeluarkan darah dan api, ada yang baunya seperti bangkai dan lain-lainnya lagi yang keadaannya sangat mengerikan.

Ibnu Abbas ra berkata:
“Ada beberapa sahabat Rosululloh saw yang duduk sambil menunggu kehadiran beliau. Lalu beliau keluar menuju ke tempat mereka. Ketika beliau mendekati mereka, beliau mendengar pembicaraan mereka. Sebagian dari mereka berkata:
“Heran, Alloh telah mengambil makhluk-Nya sebagai kekasih, dengan mengangkat Ibrohim sebagai kekasih-Nya.”
Yang lain berkata:
“Tidak ada yang mengherankan bagiku melebihi keherananku dari kalam Musa, yaitu kalam Alloh yang sebenarnya.”
Yang lain lagi berkata:
“Isa adalah kalimat Alloh dan ruh-Nya.”
Yang lain berkata:
“Nabi Adam as  adalah pilihan Alloh.”
Rosululloh saw lantas berkata kepada para sahabatnya (yang berdebat tentang keutamaan para nabi itu):
“Aku telah mendengar pembicaraan kalian dan keheranan kalian. Sesungguhnya Ibrohim as adalah kekasih Alloh. Demikian pula Musa as ia dibisiki Alloh. Isa as pun menjadi ruh Alloh dan kalimat-Nya. Demikian pula Adam as yang menjadi pilihan Alloh.”

Nabi Muhammad saw meneruskan sabdanya.
“Ingatlah .!
Aku adalah kekasih Alloh, tidak ada kesombongan bagiku. Aku adalah orang yang membawa bendera ‘pujian’ pada hari Kiamat, tidak ada kesombongan bagiku.
Aku merupakan orang yang pertama kali memberi syafa’at, aku juga orang yang pertama kali diberi syafa’at pada hari Kiamat, tidak ada kesombongan bagiku.
Aku pun merupakan orang yang pertama kali menggerakkan golongan masuk sorga, Alloh lalu membukakan pintu sorga bagiku. Kemudian, aku masuk sorga bersama orang-orang fakir kaum mukminin, tidak ada kesombongan bagiku.
Aku adalah orang yang paling mulia di antara orang-orang yang awal dan yang akhir, Juga tidak ada kesombongan bagiku.”

Pada hari Kiamat, ketika seluruh manusia dikumpulkan di suatu tempat yang disebut Padang Mahsyar, matahari didekatkan. Maka pada waktu itu, manusia mengalami kesulitan dan kesengsaraan yang luar biasa, mereka berdiri menunggu keputusan Alloh swt, apakah akan ke sorga atau ke neraka .?

Hampir semua manusia dalam keadaan berkeringat, kecuali yang berada di dalam lindungan Alloh swt. Keringat itu ada yang menggenangi sampai tumitnya, sampai betisnya, sampai lututnya, sampai pahanya, sampai tulang rusuknya, sampai mulutnya, bahkan ada yang menenggelamkannya, sesuai dengan amalannya masing-masing ketika di dunia. Dan keringat itu seolah-olah menambah penderitaan tubuh yang mengeluarkannya.

Beberapa orang ahli maksiat lainnya juga mengalami siksaan sesuai dengan dosanya. Mereka berdiri menunggu dalam keadaan seperti itu selama 40 tahun, di mana satu harinya setara dengan 50.000 (lima puluh ribu) tahun dunia kita sekarang ini.

Dalam kisah itu diceritakan bahwa Allah Swt mengumpulkan seluruh manusia dari yang pertama hingga yang terakhir dalam satu daratan yang tinggi dimana mereka dapat dilihat dari segala penjuru.

Mereka berusaha mendapatkan seseorang yang bisa dijadikan perantara untuk meminta ampunan Tuhan guna mengurangi kesengsaraan itu, atau mereka akan mencari orang yang bisa memberi syafaa’t.

Lalu diantara mereka ada yang berkata:
“Tidakkah kalian lihat apa yang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bisa memberikan syafa’at kepada Tuhan kalian .?”
Yang lainnya lalu menimpali:
“Bapak kalian adalah Adam.”

Akhirnya mereka berbondong-bondong mendatangi Adam, Nabi Adam adalah bapak umat manusia, sehingga mereka menggantungkan nasib mereka pada beliau untuk memberikan syafa’at dari Alloh Ta’ala supaya hisab mereka dipercepat.

“Wahai Adam, Anda bapak manusia, Alloh swt menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh kepadamu, dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan menempatkanmu di sorga. Tidakkah engkau syafa’ati kami kepada Tuhan-mu. .?
Apakah tidak kau saksikan apa yang menimpa kami .?”

Maka Adam as berkata:
“Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini sedang marah yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah melarangku untuk mendekati pohon (Khuldi) tapi aku langgar.
Nafsi Nafsi (aku mengurusi diriku sendiri), pergilah kalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh as.”

Lalu mereka segera pergi menemui Nuh as dan berkata:
“Wahai Nuh, engkau adalah Rosul pertama yang diutus ke bumi, dan Alloh swt telah memberikan nama kepadamu seorang hamba yang bersyukur (Abdan Syakuro), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpa kami, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi pada kami .?
Tidakkah engkau beri kami syafa’at menghadap Tuhan-mu?”

Maka Nuh as berkata:
“Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku punya do’a, yang telah aku gunakan untuk mendo’akan (celaka) atas kaumku.
Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrohim as.”

Lalu mereka segera menemui Ibrohim as dan berkata:
“Wahai Ibrohim, engkau adalah Nabi dan kekasih Alloh swt ari penduduk bumi, syafa’atilah kami kepada Tuhan-mu.
Tidakkah engkau lihat apa yang menimpa kami .?”

Maka Ibrohim as berkata:
“Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya aku telah berbohong tiga kali.
Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Musa as.”

Lalu mereka segera pergi ke Musa as dan berkata:
“Wahai Musa, engkau adalah utusan Alloh swt. Alloh swt telah memberikan kelebihan kepadamu dengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafa’atilah kami kepada Tuhan-mu.
Tidakkah engkau lihat apa yang kami alami .?”

Lalu Musa as berkata:
“Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya.
Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya.
Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Isa as.”

Lalu mereka pergi menemui Isa as dan berkata:
“Wahai Isa, engkau adalah utusan Alloh swt dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam, serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalam gendongan. Berilah syafa’at kepada kami kepada Tuhan-mu.
Tidakkah engkau lihat apa yang kami alami .?”

Maka Isa as berkata:
“Sesungguhnya Tuhanku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya.
Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad saw.”

Akhirnya mereka mendatangi Muhammad saw, dan berkata:
“Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Alloh swt dan penutup para Nabi. Alloh swt telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang. Syafa’atilah kami kepada Tuhan-mu,
Tidakkah engkau lihat apa yang kami alami .?”

Lalu Nabi Muhammad Saw pergi menuju bawah ‘Arsy. Disana beliau saw bersujud kepada Alloh swt, kemudian Alloh Swt membukakan kepada beliau saw dari puji-pujian-Nya, dan indahnya pujian atas-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorang pun sebelum Nabi Muhammad saw.

Rosululloh saw. bersabda:
“Kemudian aku berangkat menuju ke ‘Arsy.
Di bawah ‘Arsy, aku bersujud kepada Tuhanku dan Alloh membuka diri padaku, yang belum pernah dibuka kepada seorang pun sebelum aku.”
Lalu Alloh berfirman:
“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah Maka permintaanmu dikabulkan. Berikanlah syafa’at dan kamu telah diberi syafa’at.”
Lalu Nabi Muhammad bersabda: 
“Aku mengangkat kepalaku dengan mengatakan,’Umatku, umatku, wahai Tuhanku.” 
Alloh berfirman:
“Wahai Muhammad, masukkan ke sorga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekian pintu sorga, dan mereka adalah ikut memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari pintu-pintu sorga.”

Rosululloh saw, sebagai kekasih Alloh swt, adalah orang yang paling banyak diberi keistimewaan dalam memberi syafa’at kepada umatnya. Beliau saw tidak hanya diberi hak oleh Alloh swt untuk memberi syafa’at kepada umatnya sewaktu masih di Padang Mahsyar. Sampai yang sudah masuk neraka pun beliau saw masih diizinkan oleh Alloh swt untuk memberi syafa’at kepada mereka.   

Keleluasaan Rosululloh saw. dalam memberikan syafa’at yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu itu membuat beliau saw menjadi tumpuan harapan yang terakhir bagi penghuni neraka yang ingin keluar dari tempat tersebut. Sebab, syafa’at beliau saw tidak hanya untuk orang-orang yang bertakwa saja, tetapi juga untuk kaum muslimin yang bermaksiat. 

Ini sebagaimana yang beliau jelaskan dalam sabdanya:
“Aku diberi pilihan antara (memberi) syafa’at dan memasukkan separuh umatku ke dalam sorga. Maka, aku memilih memberi syafa’at, karena syafa’at itu lebih merata (umum) dan lebih mencukupi.
Apakah kalian menyangka bahwa syafa’at itu hanya untuk orang-orang mukmin yang bertakwa .? Tidak .!
syafa’at itu juga untuk orang-orang yang berdosa, orang-orang yang kotor, dan orang-orang yang melakukan kesalahan.”

Umum di situ artinya syafa’at tersebut ditujukan kepada seluruh umat yang beriman. Yaitu orang yang dalam hidupnya pernah mengikrarkan kalimat syahadat sebagai bukti keimanannya kepada Alloh dan pengakuannya terhadap kerasulan Nabi Muhammad saw.

Masalah ini pernah ditanyakan oleh Abu Huroiroh ra kepada beliau:
“Ya Rosululloh, siapa manusia yang paling bahagia dengan syafa’atmu pada hari Kiamat .?”
Beliau saw menjawab:
“Manusia yang paling bahagia menerima syafa’atku pada hari Kiamat adalah orang yang pernah membaca:
Laa ilaaha illalloh (Tiada Tuhan selain Alloh) dengan ikhlas dan murni dari hatinya.”

Sebelum para Nabi dan para shadiqin memberikan syafa’at, maka Rosululloh-lah orang yang pertama kali memberikan syafa’at kepada umatnya.
Ini sebagaimana yang dikatakan oleh beliau saw:
“Aku adalah kepala dari umat manusia. Dan aku tidaklah menyombongkan diri.
Akulah yang pertama kali dikeluarkan dari bumi dihari Kiamat.
Akulah yang pertama kali memberi syafa’at dan akulah yang pertama kali diberi syafa’at.
Di tanganku ada bendera yang terpuji, yang di bawahnya adalah Nabi Adam, mereka yang lain berada di bawahnya (lagi).”

Yang di maksud “bendera yang terpuji” dalam hadits ini adalah sebuah bendera yang bertuliskan, “Al-Hamdulillah’’ Kemudian di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. ada Nabi Adam as. Setelah itu barulah terdapat para calon penghuni sorga, di bawah kepemimpinan Nabi Adam dan nabi-nabi yang lain. Ini disebabkan beliau saw memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh para Nabi dan Rosul lainnya. Seperti yang beliau saw sabdakan:

“Aku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan pada seorang pun sebelum aku.
1. Aku ditolong dengan adanya rasa takut di hati musuh (sebelum bertemu denganku) masih dalam perjalanan satu bulan.
2. Dihalalkan padaku beberapa binatang ternak yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelum aku.
3. Dijadikannya bumi ini kepadaku sebagai masjid dan debunya disucikan. Maka, seseorang dari umatku ketika tiba waktu sholat, ia hendaknya melakukan sholat di mana pun ia berada.
4. Aku diberi syafa’at.
5. Setiap nabi diutus khusus pada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh umat manusia.”

Dalam hadits yang lain beliau bersabda:
“Ketika terjadi hari Kiamat, aku adalah kepala para Nabi, pembicara bagi mereka, yang memiliki syafa’at untuk mereka dengan tidak ada kesombongan (bagiku).”

Itulah di antara kelebihan Rosululloh saw dari sekian banyak keistimewaannya, termasuk dalam hal memberikan syafa’at.

Memang, syafa’at yang paling utama adalah yang diberikan langsung oleh Nabi Muhammad saw. Namun, selain beliau saw ada juga yang bisa memberi syafa’at, seperti para Nabi, para ulama, dan para syuhada. Sebab, mereka adalah orang yang pertama kali mendapat syafa’at.
Ini seperti yang beliau saw jelaskan dalam sabdanya:
“Orang yang pertama kali mendapat syafa’at pada hari Kiamat adalah para Nabi, para ulama, kemudian para syuhada.”

Sedangkan orang pertama kali yang memberi syafa’at dari umat Muhammad saw. adalah ahli bait beliau dan kaum kerabat beliau. Ini sebagaimana yang beliau sabdakan:
“Orang yang pertama kali yang bisa memberi syafa’at pada hari Kiamat dari umatku adalah ahli baitku. Kemudian kerabat dekat. (kerabat dekat) yang paling dekat adalah dari kaum Quraisy. Lalu sahabat Anshor. Lalu orang yang beriman kepadaku dan mengikuti aku dari Yaman. Kemudian orang Arab lainnya. Lalu orang Ajam (bukan Arab). Dan orang yang memberi syafa’at itu lebih utama.”

Dari sumber lain, Rosululloh saw bersabda:
“Orang yang pertama kali memberi syafa’at dari umatku adalah ahli Madinah, ahli Mekah, dan ahli Tho’if.”

Bila dilihat dari keterangan hadits tersebut, orang Arab ataupun bukan, asal beriman kepada Alloh dan rosul-Nya, mereka bisa memberi syafa’at pada yang lainnya, sehingga anak bisa memberi syafa’at pada orang imanva, demikian pula sebaliknya. Suami bisa memberi syafa’at pada istrinya dan sebaliknya. Guru bisa memberi syafa’at pada muridnya, demikian pula sebaliknya. Orang-orang sholeh pun bisa memberi syafa’at pada kaumnya, dan seterusnya.

Di dalam kisah ini, Rosululloh saw juga menceritakan bahwa lebar jarak antara kedua sisi pintu sorga itu, bagaikan jarak Makkah dan Hajar, atau seperti jarah Makkah dan Bushro. Hajar adalah nama kota besar pusat pemerintahan Bahrain. Sedangkan Bushro adalah kota di Syam. Bisa kita bayangkan, betapa tebalnya pintu-pintu sorga itu ..

Itulah sekelumit kisah masa depan ketika hari Kiamat. Pada hari dimana Rosululloh saw memberi syafa’at kepada ummatnya. Sholawat dan salam kepada Rosululloh Muhammad saw.

Mudah-mudahan di akhirat nanti kita mendapat syafa’at langsung dari Rosululloh saw. dan juga bisa memberi syafa’at pada yang lainnya. Amin.

Maraji’ : Hadits Riwayat Bukhori – Muslim

ORANG BANGKRUT

Rosululloh saw bersabda:
“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu .?”
Para sahabat menjawab:
“Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta.”
Beliau saw menjelaskan:
“Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku kelak adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat , puasa dan zakat , akan tetapi dia pernah mencela orang yang ini , memfitnah yang itu , memakan harta si ini , menumpahkan darah orang itu dan memukul orang yang ini , maka kebaikannya akan diberikan kepada mereka ,
jika kebaikannnya telah habis sebelum tanggungan yang diperbuatnya tersebut lunas , maka kesalahan (dosa) mereka orang yang terdlolimi akan dipikulkan kepadanya lalu ia pun dilemparkan kedalam neraka.” (HR. Muslim)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: