CINTA KEPADA ALLOH

CINTA KEPADA ALLOH

CINTA melahirkan kenyamanan di hati saat di dekatnya, atau perasaan RINDU manakala merasa jauh darinya.
BENCI melahirkan kegelisahan di hati saat di dekatnya, atau perasaan JAHAT manakala merasa jauh darinya.

Dalam islam puncak pencapaian seseorang dalam beragama dan tidak ada lagi yang lebih tinggi dari itu adalah “mahabbatulloh” atau CINTA KEPDA ALLOH swt.

CINTA KEPADA ALLOH swt adalah kebutuhan makhluq kepada Sang Kholiq sehingga melahirkan kenyamanan di hati saat merasa di dekat-Nya, atau perasaan gelisah manakala merasa jauh dari-Nya.

CINTA merupakan fitrah sekaligus anugerah dari ALLOH SWT yang sangat besar kepada manusia, karena CINTA itulah DIA mengutus NABI MUHAMMAD saw untuk memberikan CINTA kepada manusia seluruh alam, dan kita sebagai ummatnya mempunyai tugas meneruskan jihad beliu saw menyebarkan CINTA itu kepada semua muslimin-muslimat, mukminin-mukminat yang telah mendahului kita, yang semasa kita maupun yang kemudian.

MENCINTAI ALLOH SWT DAN ROSUL SAW
 
بِسْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَنِ ألرَّحِيْمِ
Mari kita tingkatkan iman dn taqwa kita kepada Alloh swt, kecintaan kepada Nabi Muhammad saw di bulan yg berkeberkahan ini sebelum umur terkikis habis ..

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Syukur kepada Alloh swt yg telah menganugerakan rasa cinta dn benci dihati para makhluk-Nya.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّه مُحَمَّدُ رَسُولُ اللَّه
Hanya Alloh dn Rosul-Nya yg berhak mengatur kepada siapa kita harus mencintai dn kepada siapa kita mesti membenci ..
 
Rosululloh saw bersabda:
“Tali iman yang paling kuat adalah mencintai karena Alloh dan membenci karena Alloh.”
(HR. Tirmidzi).

“Barangsiapa yang mencintai karena Alloh, membenci karena Alloh, memberi karena Alloh dan tidak memberi karena Alloh, maka sungguh telah sempurna Imannya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
  
Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Alloh semata.
Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Alloh, membenci terhadap segala yang dibenci Alloh, ridho kepada apa yang diridhoi Alloh, tidak ridho kepada yang tidak diridhoi Alloh.

Memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Alloh, mencegah segala yang dicegah Alloh, memberi kepada orang yang Alloh cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Alloh tidak suka jika ia diberi.

Alloh swt berfirman:  
“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Alloh dan Rosul-Nya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.”
(QS. Al-Mujadalah: 22)  
  
Dalam pengertian menurut syari’at, dimaksud dengan “al-hubbu fillah” (mencintai karena Alloh) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang–orang yang beriman dan taat kepada Alloh swt karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.

Sedangkan yang dimaksud dengan “al-bughdu fillah” (benci karena Alloh) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada-Nya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Alloh, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita.
 
Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Alloh swt semata, diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Alloh swt saja.

Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepada-Nya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkan-Nya, tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepada-Nya.
Alloh swt wajib dicintai karena Dzat-Nya sendiri, sedangkan yang selain Alloh dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Alloh swt.
 
Jadi, para sahabat, tabi’in, serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai, meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka, dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita sendiri, saudara-saudara kita, ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan menentang Alloh dan Rosul-Nya dan tidak melakukan ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Alloh dan Rosul-Nya.

Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada Kitabulloh dan sunnah Rosululloh saw.
Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan, derajat dan kedudukan, suku bangsa, kecantikan, kefakiran, kekeluargaan dan lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Alloh swt.
 
Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Alloh, antara lain:
 
1]. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Alloh Subhana Wa Ta’ala.
 
Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, bahwa ia mendengar Rosululloh saw bersabda:
 “Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Alloh Ta’ala.” (HR. Ibnul Mubarok).
 
2]. Saling memberi hadiah.
 
Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:
“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhori dan Baihaqi).
 
3]. Saling mengunjungi.
 
Dari Abu Huroiroh ra, Rosululloh saw bersabda:
“Wahai Abu Huroiroh .. berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.” (HR.Thobroni dan Baihaqi).
 
4]. Saling menyebarkan salam.
 
Rosululloh saw bersabda:
“Tidaklah kalian masuk Sorga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai ..?
Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).
 
5]. Meninggalkan dosa-dosa.
 
Rosululloh saw bersabda:
“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Alloh atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa.” (HR. Bukhori).
 
6]. Meninggalkan perbuatan ghibah.
 
Alloh swtberfirman:  
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu ghibah (menggunjing) sebagian yang lain,sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ..?
Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurot:12).
 
Kewajiban saling mencintai dijalan Alloh bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Alloh di antaranya adalah:
 
* Mendapatkan kecintaan Alloh.
* Mendapatkan Kemuliaan dari Alloh.
* Mendapatkan naungan Alloh di hari kiamat, pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Alloh.
* Meraih kesempurnaan Iman.
* Merasakan manisnya Iman.
* Masuk Sorga.

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: