AYAT AYAT SYAFA’AT

AYAT AYAT SYAFA’AT

Jika kita menginginkan Alloh swt memberikan rohmat dan manfa’at di dunia dan akhirat pada kita .. Maka ikhlaskan niat karena melaksanakan perintah Alloh swt dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw ..
Dan bersabarlah ..! karena, Alloh swt selalu memperhatikan setiap gerak dan diam kita untuk dianugerahi derajat yang tinggi dan pahala yang besar di sisi-Nya ..

Pada hari hisab, tak seorang pun yang mendapat syafa’at, kecuali orang yang mendapat izin dari Alloh karena adanya suatu perjanjian, Alloh swt berfirman:
لَا يَمْلِكُونَ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا
“Mereka tidak berhak mendapat syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.” (QS. Maryam : 87).

Mereka manusia semuanya tidak dapat memberi syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah ya’ni kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan berkat pertolongan Alloh swt.

Maksud mengadakan perjanjian dengan Alloh adalah beriman (bersyahadat) dan bertakwa kepada-Nya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan mengikuti sunnah Rosul-Nya. Iman kepada Alloh dan Rosul-Nya disebut oleh Alloh suatu perjanjian, karena Alloh swt berjanji dalam Kitab-Nya melalui lisan Rosul-Nya balasan yang baik bagi mereka.

*

يَوْمَئِذٍ لَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلًا
“Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Alloh Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhoi perkataannya (ya’ni ucapan niat dan perbuatannya sesuai syari’at)” (QS. Thoha : 109).

Pada hari kiamat itu syafa’at dari seseorang menjadi tak berguna lagi, kecuali dari orang yang mendapat kemuliaan, izin dan perkenan dari Alloh untuk memberikan syafa’at mengucapkan kata syafa’at .. Hari itu syafa’at juga menjadi tak berguna lagi, kecuali bagi orang yang mendapat izin dari Sang Maha Pengasih untuk memperolehnya. Yaitu orang yang dahulunya beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya yang perkataan dan perbuatanya bertujuan mendapat ridho Alloh.

۞ وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ

“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Alloh mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhoi.” (QS. An-Najm : 26;

Banyak di antara malaikat di langit, kecuali sesudah mendapat izin dari Allah untuk diberikan kepada orang yang diperkenankan oleh Alloh.

Banyak di antara para Malaikat di langit yang sangat dimuliakan oleh Alloh di sisi-Nya. Meskipun derajatnya tinggi, mereka sama sekali tidak dapat memberi syafa’at sedikit pun kecuali sesudah mendapat izin dari Alloh untuk memberikan syafa’at bagi orang yang dikehendaki-Nya di antara orang-orang yang diridhoi-Nya ..

Di lain ayat Alloh swt berfirman: “.. dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhoi Alloh.” (QS. Al-Anbiya’ : 28).

Sudah kita maklumi bahwa syafa’at para malaikat itu baru ada setelah terlebih dahulu mendapat izin dari Alloh, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat lainnya, yaitu firman-Nya: “Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Alloh tanpa izin-Nya .?” (QS. Al-Baqoroh, 255).

*

وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Alloh tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid mengucapkan kalimat La ilaha illalloh Muhammdurrosululloh) dan mereka meyakini (dalam hati yang diucapkan lisannya, merakalah yang akan dapat memberikan syafa’at terhadap orang-orang Mukmin yang dikehendaki oleh Alloh). (QS. Az-Zukhruf : 86).

*

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
“Alloh mengetahui segala sesuatu (seluruh keadaan dan perbuatan mereka, baik yang telah lalu maupun yang akan datang) dihadapan mereka dan yang di belakang mereka (ada malaikat), dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhoi Alloh (untuk mendapatkannya).” (QS. Al-Anbiya : 28).

Ayat diatas termasuk dalil adanya bahwa para malaikat dapat memberi syafa’at .. Atas ucapan orang yang ikhlas karena melaksanakan perintah Alloh dan amalnya yang mengikuti sunnah Rosul-Nya .. Alloh swt memberikan syafa’at melalui para malaikatnya sebagai ganjaran dari apa yang telah mereka kerjakan dan yang sedang mereka kerjakan ..

*

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ
“Sesungguhnya hari keputusan (hari pengadilan antara orang yang berbuat kebenaran dan orang yang berbuat kebatilan), itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan.” (QS. Ad-Dukhon : 40-41).

Yang disebut karib ayat diatas, baik karib karena hubungan kerabat atau karib karena hubungan persahabatan yang dekat. Ia tidak akan dapat membelanya sedikit pun dari azab itu dan mereka tidak akan mendapat pertolongan maksudnya tidak dapat dicegah dari azab itu. Begitu juga seorang sekutu terhadap sekutu lainnya. Mereka pun tidak dapat menolong diri sendiri di hadapan Alloh swt.

إِلَّا مَنْ رَحِمَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
“kecuali orang yang diberi rohmat oleh Alloh Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Ad-Dukhon : 42).

Tetapi, orang-orang Mukmin yang memperoleh rohmat Alloh swt akan mendapat ampunan dan ridho-Nya untuk menerima syafaat, dan sebagian dari mereka dapat memberikan syafa’at kepada sebagian lainnya dengan seizin Alloh swt. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa Maha Menang di dalam pembalasan-Nya terhadap orang-orang kafir lagi Maha Penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Sedangkan terhadap orang-orang kafir Alloh swt menyatakan dengas tegas tidak ada pertolongan yang dapat menyelamatkan mereka :
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ
“Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at. (baik dari kalangan malaikat, para Nabi atau pun orang-orang sholeh).” (QS. Al-Muddassir : 48).

Dan perkataan mereka pada hari itu digambarkan oleh Alloh swt:
وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ
“Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa (maka kami pun tidak mendapatkan penolong yang dapat menyelamatkan kami dari siksa, seperti yang kami duga sebelumnya).
فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِينَ
“Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa’at seorangpun (tidak sebagaimana orang-orang Mukmin; mereka memiliki para Malaikat, para Nabi dan orang-orang Mukmin lainnya yang dapat memberi syafa’at kepada mereka).” (QS. Asy-Syu’aro’ : 99 -100).

*

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Katakanlah (wahai Nabi Muhammad):
“Hanya kepunyaan Alloh syafa’at itu semuanya.
(Maksudnya, hak memberi segala macam syafa’at husus hanya milik Alloh. Tak seorang pun dapat memperolehnya dan tak seorang pun yang dapat memberikannya kecuali atas perkenan ridho-Nya).
Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (lalu Dia akan menghisab seluruh amal perbuatan kalian).” (QS. Az-Zumar : 44).

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
“Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak karena dicekam rasa takut) hingga (sesaknya sampai terasa) di kerongkongan dengan menahan (kedukaan penuh) kesedihan.
Orang-orang yang dholim tidak mempunyai teman setia seorangpun (yang dapat diterima syafaatnya), dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya.
(Seandainya pun mereka memberi syafa’at, niscaya syafa’at mereka tidak akan diterima).“ (QS. Al-Mu’min : 18).

*

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ
“Dan takutlah kamu (akan siksa Alloh) pada suatu hari ketika tidak seorang pun mampu menolong diri sendiri, dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfa’at suatu syafa’at kepadanya dan tidak pula mereka akan ditolong.” (QS. Al-Baqoroh : 123).

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ
“Dan jagalah dirimu dari (adzab) hari (perhitungan yang sangat mengerikan, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong (karena tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan siksa bagi orang yang mendapat siksa).” (QS. Al-Baqoroh : 48).

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ
“Orang-orang musyrik yang membuat-buat kebohongan tentang Alloh dengan kesyirikan itu menyembah berhala-berhala yang batil, yang tidak memberikan mudhorot atau pun manfa’at kepada mereka. Mereka berkata:
هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ
“Berhala-berhala itu akan memberi syafaat kepada kami di sisi Alloh di akherat nanti.”
قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Katakanlah kepada mereka, wahai Rosululloh:
“Apakah kalian memberitahukan kepada Allah tentang adanya sekutu bagi-Nya, yang tidak Dia ketahui keberadaannya di langit dan bumi. Allah Mahasuci dari sekutu dan dari prasangka serta peribadatan kalian kepada sekutu-sekutu itu.” (QS. Yunus : 18).

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ
“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami (dalam keadaan) sendiri-sendiri (terpisah dari keluarga, harta benda dan anak) sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya (dalam keadaan telanjang bulat dan masih belum disunatkan).
dan kamu tinggalkan (dunia) di belakangmu apa yang telah Kami anugrahkan kepadamu (berupa harta benda).
(dikatakan kepada mereka sebagai cemoohan) dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu.
Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah (hilang) lenyap dari kamu apa yang dahulu (sewaktu hidup di dunia) kamu anggap (dapat memberikan syafa’atnya).” (QS. Al-An’am : 94).

وَيَوْمَ يَقُولُ نَادُوا شُرَكَائِيَ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ مَوْبِقًا
“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman:
“Serulah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan (dapat memberi syafa’at) itu.”
Mereka lalu memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan.” (QS. Al-Kahf : 52).

اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ
“Ikutilah orang yang tiada minta balasan (atas misi risalah yang disampaikannya) kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (dan mendatangkan kebaikan bagi kalian, jika kalian mengikuti petunjuk mereka, maka kalian akan memperoleh kebaikan dan kemenangan.)

وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
(Lalu laki-laki itu berkata) :
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakan aku (tidak ada yang mencegahku untuk menyembah-Nya, karena ada bukti-buktinya yang jelas, seharusnya kalian juga menyembah Dia)
dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan .?”

Setelah kita mengetahui ayat-ayat syafa’at .. Apakah layak kita menyembah tuhan-tuhan selain Alloh ..! Yang andaikan Dia berkehendak menimpakan keburukan kepada kita di dunia ini mau pun di akherat kelak, maka pertolongannya sudah tidak berguna lagi sedikit pun untuk menyelamatkan kita .?

أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ
“Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Alloh, jika Dia Yang Maha Pemurah menghendaki kemudhorotan terhadapku, niscaya syafa’at mereka tidak memberi manfa’at sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku.” (QS. Ya Sin : 21-23).

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: