RONA ROSYADA

Rosululloh saw bersabda:
“Tidak ada satu do’a pun yang dipanjatkan kecuali ia menjadi simpanan kebaikan bagi yang berdo’a.”
Beliau saw juga bersabda:
“Berdo’a itu bermanfaat bagi sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian banyak berdo’a.”

Dari Sayyidah ‘Aisyah ra, ia berkata:
“Rosululloh saw berziyarah kepada salah seorang keluarganya yang sedang sakit maka ia mengusap si sakit dengan tangan kanannya sambil membaca :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
اَللّهُمَّ رَبًّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ ( رَنَا رَشَداً )
إِشْفِ فَأَنْتَ الشَّفيِ لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً

“Ya Alloh .. Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya (Rona Rosyada) ..
Sembuhkanlah ia, hanya Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi ..”
(HR. Bukhori dan Muslim)

.

KEMATIAN .. ia tidak bisa ditunda, tidak dapat diperpanjang dengan alat-alat medis, dan penjemputnya tidak bisa disuap dengan harta sebanyak apapun untuk menunda sedetik dua detik ..

.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un ..
Dan kini kau pergi ..
Meninggalkan cinta yang telah berlabuh untukmu ..
Cinta yang ikhlas, ketika menyapamu ..
Cinta yang dihadirkan, ketika melihatmu .. terbaring tanpa daya
Cinta yang tulus, ketika melepasmu ..

Dan kini kau pergi ..
Hanya ada, namamu di hati setiap sanubari yang merindukan ..
Hanya ada wajahmu yang teringat dalam bayang bayang setiap kenangan ..
Hanya ada senyum mu yang membuat duka itu perlahan menghilang ..
Hanya ada hatimu, yang selalu riang tanpa beban mengisi kisah hari-hari perjalananmu ..

Aku berharap kamu menjemput orang tuamu saudara-saudarimu dengan kereta kencana bertahtakan intan permata bersama bidadari-bidadari sorga ..
Dan kita hidup dalam kebahagiaan abadi bersama Selamanya ..

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا.

“Ya Alloh ..
Jadikan kematian anak perempuan ini (Rona Rosyada) sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami.”

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا.
اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهَا مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهَا أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهَا فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهَا بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا،
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ.

“Ya Alloh ..
Jadikanlah kematian anak perempuan ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafa’at yang dikabulkan do’anya.

Ya Alloh ..
Dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan orang tua anak perempuan ini dan berilah mereka berdua pahala yang agung.
Kumpulkanlah ia dengan orang-orang yang sholih dan jadikanlah ia tanggung jawab Nabi Ibrohim as.
Peliharalah ia dengan rohmat-Mu dari siksaan neraka Jahim.
Berilah ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ia keluarga (di sorga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia).

Ya Alloh ..
Ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang men-dahului kami dalam keimanan.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئاً نَعْلَمُهُ وَ نَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ

“Ya Alloh ..
Sesungguhya kami berlindung kepada-Mu agar tidak menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui. Dan kami memohon ampun kepada-Mu dari sesuatu yang kami tidak mengetahuinya.”

ROHMAT ALLOH ATAS MENINGGALNYA ANAK YANG BELUM BALIGH

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra, Rosululloh saw bersabda:
“Apabila anak seorang hamba telah mati, maka Alloh berfirman kepada para malaikat-Nya:
“Apakah kalian telah mematikan anak hamba-Ku ..?”
Mereka menjawab: “Ya”
Dia berfirman:
“Apakah kalian telah mematikan buah hatinya ..?”
Mereka menjawab: “Ya”
Dia berfirman:
“Apakah yang diucapkan oleh hamba-Ku ..?”
Mereka menjawab:
“Ia telah memuji-Mu dan mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Alloh dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali)”.
Maka Dia berfirman:
“Bangunlah sebuah rumah di sorga untuk hamba-Ku dan namakan Baitul-Hamdi (rumah pujian).”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, Rosululloh saw bersabda kepada kaum wanita:
“Tidak ada seorang wanita pun di antara kamu sekalian yang kematian tiga orang anaknya, kecuali anak-anaknya itu akan menjadi pelindung baginya dari api neraka.”
Seorang wanita bertanya:
“Dan dua orang anak .?”
Rosululloh menjawab:
“Dan dua orang anak.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

Dari Jabir ra, ia berkata:
“Aku telah mendengar Rosululloh saw bersabda:
“Siapa yang kematian tiga orang anaknya, dan ia rela, maka ia akan masuk sorga.”
Kami bertanya:
“Wahai Rosululloh, bagaimana dengan dua anak .?”
Beliau menjawab:
“Dan dua anak.”
Salah seorang perawi berkata kepada Jabir ra:
“Aku berpendapat, bahwa sekiranya engkau berkata satu, niscaya beliau akan mengatakan satu juga.”
Jabir berkata:
“Aku kira demikian.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

Di samping para malaikat dan Hurul-aini (bidadari syorga), maka kanak-kanak yang meninggal dunia sebelum baligh, juga menyambut kedatangan ibu bapanya di pintu syurga.

Rosulluloh saw bersabda :
“Ketika aku mikraj ke langit, tiba-tiba aku mendengar suara kanak-kanak, aku bertanya :
“Wahai Jibril, siapakah mereka itu .?”
Jibril menjawab:
“Mereka adalah anak cucu orang Islam yang meninggal dunia sebelum baligh. Mereka itu diasuh oleh Nabi Ibrohim, sampai orang tuanya datang.”
(HR. Abu Daud).

Anak-anak orang Islam yang meninggal dunia pada waktu kecil, di alam Barzakh dia dikumpulkan pada suatu tempat dibawah penjagaan Nabi Ibrohim as.
Setelah kiamat tiba, mereka langsung dipindahkan ke dalam syorga. Jadi mereka tidak melalui Mahsyar, Hisab, Mizan dan sebagainya.

Rosulluloh saw bersabda :
“Tiap-tiap anak orang Islam yang mati sebelum baligh akan dimasukkan ke dalam sorga dengan rohmat Alloh.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

Di kisahkan:
“Setelah dipindahkan ke dalam sorga, maka anak-anak kecil ini lupa kepada kehidupan dunia.
Mereka lupa kedua ibu bapanya, lupa kepada kampung halamannya dan sebagainya.

Tiba-tiba pada suatu saat, ketika mereka sedang bermain-main meni’mati kesenangan sorga, maka ada malaikat yang memberitahukannya:
“Wahai Wildan, lupakah kamu kepada kedua orang tuamu .? Sekarang mereka sudah berada di pintu syurga.”

Ketika itulah baru mereka tahu dan ingat kembali kepada ayah bunda mereka yang selama ini mereka lupakan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh malaikat itu, dalam keadaan menangis dan membawa air dengan segera mereka berlari menuju ke pintu sorga.
Sesampainya di sana, mereka melihat Hurul-aini sedang tegak berbaris sepanjang jalan dengan memakai pakaian dan perhiasan yang serba indah.
Setelah pintu sorga terbuka, dengan diiringi nyanyian merdu Hurul-aini, maka orang-orang pun berebut masuk ke dalamnya, dan ketika itulah anak-anak kecil ini sibuk mencari kedua ibu bapanya.

Mereka mencari ke sana ke mari, tetapi tidak berjumpa. Sambil menangis dan memegang air di tangan maka pergilah mereka kepada malaikat serta bertanya:
“Wahai malaikat, mana ayah dan ibu kami .?”

Menjawab malaikat:
Wahai Wildan, sungguh malang nasib kamu, kedua orang tua kamu terjatuh ke dalam neraka.”

Mendengar ungkapan yang demikian itu, maka anak kecil tadi menangis sejadi-jadinya, menangis menghiba dengan ratapan yang menyayat hati :
“Wahai ibuku, wahai ayahku, apakah kesalahanmu, apakah dosamu sehingga kamu terjatuh ke dalam neraka .?”
Begitulah ratapan mereka.

Berkata Malaikat: “Wahai wildan jangan menangis, pergilah kamu memohon bantuan kepada Nabi Muhammad saw.”

Setelah anak kecil ini mengadu kepada Nabi Muhammad saw, maka Nabi Muhammad pun mengangkat kedua tangannya berdoa, lalu dikeluarkanlah orang-orang mukmin yang berada dalam neraka itu.

Inilah tiga syafaat Nabi Muhammad saw di akhirat:
Petama, pada waktu ditimbang antara dosa dan pahala.
Kedua, pada waktu meniti Shirothol-Mustaqim.
Ketiga ketika mengeluarkan orang dari dalam neraka.

Maka ketika itu bertemulah antara anak-anak kecil tadi dengan kedua orang tuanya dengan perasaan gembira.

Alloh swt berfirman :
“Pada hari itu mereka berjumpa dengan perasaan gembira.”
(Ad-Dahr: 11)

Rosululloh saw bersabda:
“Alloh swt berfirman pada hari kiamat pada anak-anak :
“Masuklah kalian ke dalam Sorga.”
Anak-anak itu berkata:
“Ya Robbi, kami menunggu hingga Ayah Ibu kami masuk.”
Lalu mereka mendekati pintu Sorga, tetapi tidak mahu masuk ke dalamnya. Alloh Berfirman lagi:
“Mengapa Aku lihat mereka enggan masuk .. masuklah kalian ke dalam syurga”
Mereka menjawab:
“Tetapi bagaimana dengan orang tua kami .?”
Alloh pun berfirman:
“Masuklah kalian ke dalam Sorga bersama orang tua kalian.”
(Hadis Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil Bin Syu’ah yang bersumber dari sahabat Nabi saw.)

Penegasan ini oleh Alloh swt dimaksudkan untuk menampakkan betapa besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh rohmat, ridho, qodho’ dan qodar Alloh swt .. []

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: