PELAJARAN PENTING

Surat Adh-Dhuha memberikan pengajaran yang sangat mendalam tentang Berpikir Positif .. Di lain pihak, Sholat Sunnah Dhuha banyak dianggap sebagai Sholat Sunnah mohon rezki. Lantas apa hubungan Surat adh-Dhuha dan sholat dhuha .?

Arti dari Dhuha adalah saat matahari naik di pagi hari .. Oleh karena itu waktu ideal melaksanakan sholat Dhuha adalah ketika matahari naik sepenggalan atau seukuran bayangan tonggak berdiri, walaupun diperkenankan sejak mulai terbitnya matahari.

وَالضُّحَى
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى

“dan demi malam, apabila telah sunyi.
Dan demi waktu matahari sepenggalan naik.” – (QS.93:1-2).

Pendapat yang berlaku di kalangan ulama terdahulu mengatakan bahwa sumpah Alloh swt yang tertulis dalam al-Qur’an, mengandung ma’na pengagungan.

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa sumpah Alloh dengan sebagian makhluk-Nya menunjukkan bahwa ia termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya yang besar.

Menurut Muhammad Abduh, sumpah dengan dhuhâ (cahaya matahari di waktu pagi) dimaksudkan untuk menunjukkan pentingnya dan besarnya kadar keni’matan di dalamnya.

Itu erarti pada saat matahari naik di pagi hari (Dhuha) dan pada saat sunyinya malam (sepertiga malam) ada rahasia penting tentang ni’mat Alloh di dalamnya.

Mari kita renungkan satu persatu lanjutan ayat-ayatnya.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى

“Tuhanmu tiada meninggikan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,” – (QS.93:3).

Para mufassir sepakat bahwa latar belakang turunnya surat ini adalah keterlambatan turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW Keadaan ini dirasakan berat oleh Rasul, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhan nya dan dibenci-Nya.

Ayat ini memberikan taujih (arahan) kepada Rasulullah saw agar tetap berpikir positif kepada Alloh, dan tidak menduga-duga hal negatif atau hal buruk seperti yang ada di pikiran orang-orang munafik dan musyrik.

“Dan supaya Dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Alloh. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk …” (QS. 48:6).

Jika hidup kita berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
Yakinlah hari-hari kemudian akan lebih baik dari hari-hari sekarang dan hari-hari yang telah lalu.
Karena Alloh swt telah menjanjikan dalam al-Qur’an:

وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)” – (QS.93:4).

Sebab itu tetap berprasangka baiklah kepada Alloh swt, maka Dia akan memberikan karunia dan rohmat yang besar di hari-hari esok, dan JANGAN PERNAH BERPUTUS ASA DARI ROHMAT ALLOH.
Rosululloh saw bersabda:
“Sesungguhnya Alloh mencintai sikap optimis dan membenci sikap putus asa.”

Kalaupun sepanjang hidup kita di dunia selalu dalam kesulitan dan kesempitan, kita tetap berpikir positif bahwa kelimpahan dan keni’matan akan Alloh berikan kepada kita di Hari Akhirat.
Maka orang yang bisa berpikir positif seperti itu, akan dapat tetap tersenyum bahagia dalam menjalankan beratnya kehidupan didunia.

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى

“Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” – (QS.93:5).

Optimis dan yakin akan berjumpa Alloh di hari Akhir nanti dan mendapatkan limpahan karunia-Nya yang tak terkira (terbayangkan), sungguh akan memuaskan hati kita.
Karunia Alloh kepada penduduk dunia seperti air menetes dari jari yang dicelupkan ke lautan, dibandingkan karunia Alloh di hari Akhirat yang jauh lebih luas dari lautan itu sendiri.

Bagaimana agar kita selalu berpikir positif .?
Ingatlah semua ni’mat-ni’mat Alloh yang jika kita hitung tentu tidak akan sanggup.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى
وَوَجَدَكَ ضَالا فَهَدَى
وَوَجَدَكَ عَائِلا فَأَغْنَى

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu .?
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk .?
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan .?” – (QS.93:6-8).

Ingat, renungkan rasakan betapa luas ni’mat Alloh kepada kita .. Apa ni’mat Alloh yang paling Anda syukuri .?
Di antaranya adalah, Anda bisa melihat tulisan ini, yang melibatkan kerja milyaran sel, prajurit-prajurit Alloh swt.
Coba anda bayangkan bagaimana jika sel-sel itu tidak bekerja .?

Sebab itu hendaknya kita bersyukur dengan lisan, pikiran dan perasaan.
Ni’mat sekecil apapun .! Dengan lisan ucapkan “Al-Hamdulillah”, disertai dengan pikiran dan perasaan kita.
Sampaikan rasa terima kasih tak berhingga seperti seorang pengemis yang berhari-hari kekurangan makan dan diberi makan oleh seorang kaya.
Atau seperti seorang pasien yang sudah berbulan-bulan menderita sakit dan disembuhkan dengan bantuan seorang dokter.

Yang Alloh berikan kepada kita lebih dari orang kaya dan dokter tersebut di atas, namun mengapa kita lupa mengucapkan terima kasih kepada-Nya .?
Pantas jika Alloh belum menambah ni’mat kepada kita, sementara ni’mat-ni’mat yang lalu saja belum kita syukuri sebagaimana mestinya.

Kalaupun ada kesulitan dan kekurangan dalam hidup kita, tetap saja karunia dan kelimpahan dari Alloh masih jauh lebih besar.
Lihatlah ke bawah, orang-orang yang lebih susah dari kita, lebih sakit dari kita, lebih miskin dari kita.
Jangan selalu melihat ke atas. Melihat ke bawah akan menghaluskan jiwa, melembutkan perasaan, menghidupkan syukur dan mengobati stress, ketidak puasan dan putus asa.

Setelah bersyukur dengan lisan, pikiran dan perasaan, syukur berikutnya adalah syukur dengan ‘amal.

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ

“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” – (QS.93:9-10).

Seorang yang bersyukur akan memanfaatkan ni’mat-ni’mat yang diperolehnya untuk ibadah, amal sholih, dan perbuatan baik terhadap sesama.
“SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH YANG PALING BERMAFA’AT BAGI MANUSIA LAINNYA.”
Itulah yang dimaksud dalam ayat pamungkas surat ini :

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap ni’mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” – (QS.93:11).

Wallohu a’lam bish-showab ….

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: