DO’A DO’A MUSTAJABAH

DO’A YANG DI LARANG
(QS. Hud. 11 : 46-47)
 
Suatu ketika Nabi Nuh as memohon kepada Alloh swt, namun mendapat teguran dari Alloh krn permohonannya di anggap oleh Alloh tidak pada tempatnya.
Alloh sw, berfirman :
 
 فَلاَ تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ   
 
“Janganlah (dalam ke’ada’an dan bentuk apapun) kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya.
Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu (untuk tidak mengulangi kekeliruan itu) agar supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang jahil (tidak berpengetahuan).”
(11:46)

Maka Nabi Nuh as pun berdo’a:
 
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ   
“Tuhanku ..
Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada-Mu sesuatu (apapun) yang aku tiada mengetahui (tentang hakekat)nya (serta tidak juga mengetahui tentang boleh tidaknya sesuatu itu dimohonkan).
Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, (dengan menghapus dosa dan kesalahanku, yang lalu, sekarang dan di masa akan datang) dan (tidak) merohmatiku (dengan rohmat-Mu yang Maha Luas itu) niscaya aku termasuk orang-orang yang rugi.” (QS.11:47)

DO’A INTI IBADAH

Rosululloh saw bersabda:
الدُّعاء مُخُّ العبادةِ
“Do’a adalah inti ibadah”
Lalu beliau saw membaca:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman:
“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”
(HR. Tirmidzi)

اَلدُّعَاءُ هُوَ اْلعِبَادَةُ
“Do’a adalah ibadah.” 
(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Daud, Ahmad, dan Bukhori).
Hal ini menunjukkan bahwa do’a adalah jenis ibadah yang terpenting bila ditinjau dari dua sisi:

Rosululloh saw menyebutnya dengan dhomir munfashil هو menunjukkan penegasan.
Rosululloh menyebut ibadah dengan alif dan lam ال seakan-akan beliau mengatakan:
اَلدُّعَاءُ هُوَ اْلعِبَادَةُ لَا غيرهُ
artinya Do’a itu adalah ibadah bukan yang lainnya.

MANFAAT DO’A

Jika do’a itu dilakukan karena melaksanakan perintah Alloh swt dan sunnah Rosululloh saw, maka do’a itu menjadi ibadah ..

Rosululloh saw bersabda:
“Tidak ada satu do’a pun yang dipanjatkan kecuali ia menjadi simpanan kebaikan bagi yang berdo’a.”
Sabdanya lagi:
“Berdo’a itu bermanfaat bagi sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian banyak berdo’a.”

PERINTAH IBADAH DGN BERDO’A

Dalam al-Qur’an Alloh swt memerintahkan untuk  berdo’a dan Dia menjanjikan pengabulannya. Do’a mempunyai dua makna:

1. Do’a ibadah دعاء العبادة , yaitu do’a yang dilakukan untuk melaksanakan perintah-Nya, bahwasannya Alloh memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berdo’a.
Di saat Anda berdo’a kepada Alloh sebagai realisasi dari perintah-Nya berarti do’a tersebut adalah ibadah.

Firman Alloh swt:
أدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.”
Jika Anda berdo’a kepada-Nya berarti Anda melaksanakan perintah-Nya, jika Anda melaksanakan perintah-Nya berarti  itu adalah ibadah.

2. Do’a mas’alah (permintaan) دعاء المسئلة , yaitu berdo’a kepada Alloh untuk dapat meraih manfaat dan menolak mudhorot.

Kedua jenis do’a ini bernilai ibadah kepada Alloh swt, tetapi yang pertama lebih utama.

Barangsiapa berdo’a kepada Alloh untuk dapat meraih manfaat dan menolak  mudhorot yang merupakan pelaksanaan dari perintah Alloh berarti telah menggabungkan do’a ibadah dan do’a mas’alah.

Adapun hadits yang disebutkan:
الدُّعاء مُخُّ العبادةِ
do’a itu intinya ibadah, مُخُّ Mukh adalah otak, inti atau sesuatu yang membuat berdiri (hidup), ya’ni bahwa ibadah itu hanya akan berdiri dengan do’a, sebagaimana manusia tidak akan berdiri (hidup) kecuali dengan otak.
Menunjukkan penghadapan diri kepada Alloh dan berpaling dari yang selain-Nya. Hadits ini juga menunjukkan posisi do’a di antara jenis-jenis ibadah lain.

Hal ini menunjukkan bahwa do’a adalah ibadah bahkan dikategorikan sebagai ibadah yang paling mulia. Alloh swt berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina (sebagai balasan atas kesombongan mereka).”
(QS. Al-ghofir: 60)

MULIA DISISI ALLOH DGN DO’A

Tidak mungkin seseorang menjadi mulia dan kuat dengan pontang-panting, jungkir-balik atau bersibuk-sibuk mengejar jabatan, kekuasaan, kekayaan dan popularitas atau ketenaran dengan asumsi bahwa bila ia sudah menjadi pejabat, berkuasa dan kaya maka ia akan menjadi manusia mulia, kuat, hebat dan sukses.

Sumber kemuliaan seseorang terletak pada istiqomah dan kesungguhannya berdo’a dan bermunajat kepada Alloh swt.
Rosululloh saw menggambarkan kegiatan berdo’a sebagai perkara yang paling mulia di sisi Alloh swt.
Beliau saw bersabda:
”Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Alloh daripada do’a.”
(HR. Ibnu Majah)

TIADA HARI TANPA DO’A

Dari Sayyidati ‘Aisyah ra, Rosululloh saw bersabda:
“Betapapun banyaknya kebaikan seseorang bila tidak diiringi dengan kerendahan hati untuk memohon dan merasa butuh kepada Alloh melalui do’a, maka orang itu tidak akan memperoleh ganjaran atas segenap kebaikannya tersebut.”
Sayyidah ‘Aisyah ra berkata:
“Ya Rosululloh, di masa jahiliyyah Ibnu Jud’an menyambung tali silaturrohmi dan memberi makan kepada orang miskin. Apakah hal itu dapat memberikan manfaat bagi dirinya .?”
Nabi saw menjawab:
“Semua itu tidak akan memberikan manfaat baginya karena sesungguhnya dia tidak pernah seharipun berdo’a:
”Ya Tuhanku, ampunilah kesalahanku pada hari Kamat.”
(HR. Muslim).

“Dan Tuhanmu berfirman: أدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu’. ”
(QS. al-Mu`min: 60)

BERDO’A DENGAN SABAR DAN SHOLAT

Alloh swt mengajarkan bagaimana cara berdo’a dengan berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat.”
(QS. Al-Baqoroh: 153)

Diriwayatkan dari Hudzaifah ra, disebutkan bahwa Nabi saw apabila dihadapkan pada suatu masalah maka beliau segera sholat.
(HR. Abu Dawud dan Ahmad)

“Dua macam sabar :
Yg pertama, Sabar untuk Alloh dengan menjalankan apa yang Dia cintai walaupun berat bagi jiwa dan badan.
Yg kedua, Sabar untuk Alloh dari segala yang Dia benci walaupun keinginan nafsu menentangnya.
Siapa yang kondisinya seperti ini maka dia termasuk dari golongan orang-orang yang sabar.”
(Tafsir Ibnu Katsir)

Itulah sabar yg mendekatkan kemudahan dan pengabulan dari Alloh swt.

Dua macam sabar dalam ayat diatas:
Sabar yg pertama, dalam rangka meninggalkan berbagai perkara haram dan dosa, dan sabar dalam menjalankan keta’atan dan ibadah.
Sabar yg kedua, adalah sabar dalam pengamalannya ya’ni berusaha dgn sungguh-sungguh.

DZIKIR WIRID DAN DO’A-DO’A

KEAJAIBAN YANG MENAKJUBKAN

Rosululloh saw bersabda:
“Segala sesuatu -ya’ni setiap aktivitas yang baik seorang muslim- yang tidak dimulai dengan BISMILLAH
( بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ )
Maka, terputus -nilai barokahnya-.”

Sesungguhnya sebaik-baik do’a adalah HAMDALAH dan barangsiapa dikaruniai Alloh keni’matan hendaklah dia bertahmid kepada Alloh.
( أَلْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ )
“Segala puji bagi Alloh, Tuhan pemelihara semesta alam raya.”

Barangsiapa merasa diperlambat rezekinya hendaklah dia bertaubat dan beristighfar, Alloh swt berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah (pada awal, pertengahan dan akhir kehidupan) kalian kepada Alloh, wahai orang-orang yang beriman seluruhnya. Agar kamu beruntung.” (QS.24:31)”
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Dan mohonlah ampunan bagi dosamu .. dan -ampunan dosa- bagi orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan ..” – (QS.47:19).
( أَستَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيمُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ )
“Ampunilah aku Ya Alloh, ampuni juga orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan.”

Barangsiapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah mengucapkan
( لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِيّ الْعَظِيْمِ )
“Tiada daya-upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

DO’A KELUAR DARI RUMAH

Dari Anas bin Malik ra, Rosululloh bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ” قَالَ: « يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ… بِرَجُلٍ   : قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Jika seseorg keluar dari rumahnya lalu membaca :
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Demi nama Alloh .. hanya kepada Alloh aku bertawakkal menyerahkan diri segala persoalan urusan dunia dan akhirat ..
Tiada daya untuk mendatangkan manfa’at .. dan tiada upaya untuk menolak mudhorot .. Melainkan atas pertolongan Alloh Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung ..
Maka malaikat akan berkata kepadanya:
“-sungguh- kamu telah diberi petunjuk -oleh Alloh Ta’ala-, dicukupkan -dalam segala keperluanmu- dan dijaga -dari semua keburukan-,”
Sehingga syetan syetan-pun tidak bisa mendekatinya, dan setan yg lain berkata kpd temannya:
Bagamana -mungkin- kamu bisa -mencelakakan- seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga -oleh Alloh Ta’ala- ..?”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

DO’A SAKIT HATI

iri , dengki , benci , bahkan dendam , sampai pada puncaknya menyebarkan fitnah .. sesungguhnya itu adalah racun yang akan menggerogoti hati ..
Karena setiap saat kita akan selalu mencari-cari kesempatan agar mampu membalas menyakiti hati dan menghancurkan perasaan orang itu bahkan kalau mampu akn menghancurkan kehidupannya , agar hati dan perasaan kita pun menjadi puas ..
Tetapi benarkah .!
hati dan perasaan kita menjadi puas .. menjadi tenang .. setelah terlaksana .?

Sesungguhnya iri, dengki, benci dan fitnah adalah bisikan-bisikan setan yang akan menjerumuskan kita dalam kesesatan.
Al-Qur’an mengajarkan kepada kita, bagaimana cara agar tidak lebih jauh mengikuti langkah-langkah setan.
Alloh swt berfirman:
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Alloh.
Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-A’rof: 200).

Setiap sa’at dan waktu setan-setan berupa jin dan manusia akn selalu datang merayu dengan bisikan-bisikan yang menggoda atau ajakan-ajakan yang menjanjikan kesenangan duniawi.
Hendaklah kamu meneguhkan iman serta memantapkan kesabaranmu dan mohonlah kepada Alloh swt:

رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ

“Tuhanku ,,
Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan syaitan.”
(23:97)
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

“Dan aku berlindung (pula) kepada-Mu Tuhanku ,, dari kedatangan mereka kepadaku (dalam segala aktifitasku, baik duniawi maupun ukhrowi, walaupun kedatangan setan-setan itu bukan untuk merayu, karena kehadirannya di satu tempat saja sudah merupakan ancaman bagiku).”
(23:98).

DO’A PELEPAS LELAH

Mengurusi rumah tangga memang cukup melelahkan. Memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, dan mengasuh anak-anak adalah rutinitas tiap hari ibu rumah tangga. Pantas saja jika akhirnya banyak keluarga yang memilih solusi praktis dengan menyewa pembantu.

Pun begitu, keberadaan seorang wanita yang bukan mahram di tengah-tengah keluarga tentu menimbulkan masalah baru. Apalagi jika si pembantu adalah gadis belia yang masih lugu dan tidak faham agama. Biasanya ia akan berpakaian seadanya di rumah majikan, tanpa peduli bahwa majikan lelaki adalah orang asing yang bukan mahramnya.

Bila keluarga yang bersangkutan juga minim iman dan takwa, maka tidak mustahil keberadaan si pembantu semakin mengundang fitnah.

Namun, tahukah Anda bahwa segala masalah itu ada solusinya .?
Tahukah Anda bahwa solusi ini cukup mudah, murah, dan juga bebas fitnah .?

Untuk mengetahui jawabannya, marilah kita simak penuturan Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib ra tentang beratnya tugas seorang ibu rumah tangga.
Tahukah Anda siapa ibu rumah tangga yang dimaksud .?
Dia adalah wanita mulia puteri lelaki pemimpin ummat. Dialah wanita penghuni sorga yang demikian sabar dalam mengurus rumah tangganya, dialah Sayyidah Fatimah ra puteri Rosululloh saw.

Sayyidina ‘Ali ra menuturkan bahwa: Fatimah pernah mengeluh kepadanya, ia merasa bahwa pekerjaan menggiling gandum dengan batu demikian berat baginya. Suatu ketika, Fatimah mendengar bahwa Rosululloh saw mendapat seorang budak. Fatimah pun mendatangi rumah ayahnya dalam rangka meminta budak tadi sebagai pembantu baginya. Akan tetapi Rosululloh saw sedang tidak ada di rumah. Fatimah lantas mendatangi ummul mukminin ‘Aisyah dan menyampaikan hajatnya.

Ketika Rosululloh berada di rumah ‘Aisyah, ia menceritakan hal tersebut kepada Rosululloh. Rosululloh lantas mendatangi kami (‘Ali dan Fatimah) saat kami telah berbaring di tempat tidur. Mulanya, kami hendak bangun untuk menghampiri beliau, namun beliau menyuruh kami tetap berada di tempat.

“Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?”
Tanya beliau. “Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah:

Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ
33 kali.

Tahmid
أَلْحَمْدُ لِلَّهِ
33 kali, dan

Takbir
أَللهُ أَكْبَرُ
34 kali.

Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

Semenjak mendengar nasihat Rosululloh saw, Sayyidina ‘Ali ra ta’pernah ia lalai meninggalkan wirid itu, bahkan di malam perang Shiffin ia membacanya, sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat Imam Bukhori.

Tahukah Anda, apa yang sebenarnya dikeluhkan oleh Sayyidah Fatimah ra .?
Beliau mengeluh karena kedua tangannya bengkak akibat terlalu sering memutar batu penggiling gandum yang demikian berat.

Subhanalloh, ternyata puteri tercinta Rosululloh saw demikian berat ujiannya. Pun begitu, beliau saw ta’segera memenuhi keinginan puterinya itu. Namun beliau ra mengajarkan sesuatu yang lebih bermanfaat baginya dari seorang pembantu.
Sesuatu yang menjadikannya semakin dekat kepada Alloh swt dengan mematabkan tawakkal, Itulah wirid pelepas lelah.

DO’A KETIKA MENGHADAPI COBA’AN

Rosululloh saw bersabda:
“Jika suatu masalah, kesusahan dan coba’an menimpa kalian, maka bacalah:
الله الله رَبَّنَا لاَ نُشْرِكُ بِهِ شَيْئَا

“Alloh .. Alloh .. Wahai Tuhan kami .. kami tidak menyekutukan Engkau dengan sesuatu apapun.”
(HR. Thobroni)

Cara dzikir dan do’a:
الله … الله … رَبَّنَا لاَ نُشْرِكُ بِهِ شَيْئَا … 24 x

Ya Allohu … Ya Rohmanu Ya Rohim … 3 x

Betapa banyak ni’mat yang Engkau berikan pada kami, tapi syukur kami kepada-Mu sangatlah sedikit …
Betapa banyak coba’an yang Engkau timpakan kepada kami, tapi sabar kami sangatlah sedikit …

Ya Allohu … Ya Hayyu Ya Qoyyum … 3 x

Jaga dan peliharalah kami dengan naungan yang Engkau tidak menghendaki …
Belas kasihanilah kami dengan takdir-Mu yang baik dari pengharapan kami …

Ya Allohu … Ya Maalikal-Mulk … 3 x

Engkau pemberi ni’mat … rasa terimakasih kami amatlah sedikit, tapi Engkau tidak memutus ni’mat kami …
Engkau meenurunkan coba’an … sedangkan sabar kami sangatlah sedikit, tapi Engkau tidak menelantarkan kami …
Engkau melihat kesalahan-kesalahan kami, tapi Engkau tidak membuka aib kami …

Ya Allohu … Ya Dzal-jalali wal-ikrom … 3 x
Engkau yang memiliki pengetahuan Yang tidak berkurang selama-lamanya …
Engkau yang memiliki ni’mat yang tak terhitung banyaknya … kami memohon kepada-Mu untuk mencurahkan rohmat kepada Nabi Muhammad, kepada sahabat beliau Abu Bakar as-Shiddiq, ‘Umar al-Faruq, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Tholib, dan sahabat Muhajirin dan Anshor, juga kepada keluarga serta keturunan beliau dan orang-orang yang mengikuti beliau …
Berkat kedudukan mereka disisi-Mu … kami memohon kepada-Mu … jalan keluar yang cepat … kesabaran yang baik … rizki yang luas … pertolongan dari bencana, serangan musuh dan orang-orang jahat … dan syukur terhadap karunia serta anugrah yang Engkau berikan kepada kami …
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ …
وَصََلى الله عََُلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍَ وَعََلى َالِهِ وَصَحْبِهِ َاجْمَعِيْنَ
سُبْحَان رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَسَلامُ عََلى الْمُرْسَلِيْنَ
وَاْلحَمْدُ لِله رَِبِّ ْالعَا َلمِيْنَ …

 
DO’A MEMASUKI WAKTU PAGI

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ.

”Kami masuk pagi ..
Kerajaan hanya milik Alloh, Tuhan pemelihara seluruh alam.
Ya Alloh ..
Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh pembuka -rohmat, keselamatan, kebaikan-, pertolongan, cahaya, keberkahan dan petunjuk di hari ini.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.”
(HR. Abu Dawud).

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

“Ya Alloh ..
Dengan rohmat dan pertolongan-Mu .. kami memasuki waktu pagi, .. dan dengan rohmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore.
Dengan rohmat dan pertolongan-Mu .. kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati .. dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”
(HR. At-TiRmidzi).

DO’A-DO’A ROSULLOH
shollallohu ‘alaihiwasallam :

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

“Ya Alloh, Tuhan kami, segala puji bagimu sepenuh langit dan bumi serta sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki setelah itu.”
(HR. Muslim.)

Setiap do’a kita pasti dikabulkan Alloh swt.
Segala kebutuhan kita lahir dan batin bisa tercukupi jika kita memanjatkan do’a yang tepat kepada Alloh.
Do’a yang paling baik adalah do’a yang diajarkan Rosululloh saw, do’a yang mempunyai adab dan etika dalam meminta kepada-Nya.

Dari sekian banyak mutiara do’a yang diajarkan oleh Rosululloh saw, ada do’a yang amat indah yang memuat kalimat-kalimat sakral dan luar biasa yang penuh dengan rintihan, jeritan, dan penyesalan seorang hamba yang ingin mencapai puncak pengampunan dan penghambaan.

Dengan menghayati do’a nan agung ini, niscaya kita bisa menggapai puncak pengampunan Alloh swt dan penghambaan kepada-Nya; dosa-dosa kita diampuni, dan kita mendapat limpahan karunia-Nya.

“Ya Robb …
Jangan Engkau didik aku dengan siksa-Mu.
Jangan Engkau siksa aku sesuai dengan perbuatanku yang terburuk …
Karena sungguh kemurahan-Mu mengungguli pembalasan-Mu bagi para pendosa …

Ya Robb …
Sibukkanlah aku dengan mengingat-Mu …
Bimbinglah aku dalam amal ketaatan pada-Mu …
Berilah aku rizki dari karunia-Mu, dengan rizki yang luas, halal, dan baik …

Ya Robb …
Aku meminta dari-Mu seluruh kebaikan yang telah diminta oleh hamba-hamba-Mu yang saleh …
Jadikan aku dalam kelompok hamba yang khusyuk tunduk kepada-Mu …

Wahai Pemaaf kesalahan yang banyak …
Terimalah amalku yang sedikit …
Maafkanlah aku dari banyak kesalahan …
sungguh Engkau Maha Penyayang lagi Maha Pengampun …”

Iklan

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: