RAHASIA HURUF BASMALAH

KEAGUNGAN BISMILLAH

Rosululloh saw bersabda:
“Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan “Bismillah” (menyebut nama Alloh) maka (pekerjaan tersebut) akan terputus (dari keberkahan Alloh)”.

Secara bahasa akan kita dapatkan keagungan kalimat Bismillahirrohmanirrohim. didalamnya terdapat tiga rangkaian kata yang mengandung arti yang agung yaitu BI, ISM, dan ALLOH.

1. Huruf ba’ yang dibaca BI di sini mengandung dua arti:

Pertama: huruf BI yang diterjemahkan “dengan” menyimpan satu kata yang tidak terucapkan tetapi harus terlintas dalam benak ketika mengucapkan basmalah, yaitu memulai .. Sehingga bismillah berarti “saya atau kami memulai dengan nama Alloh”.
Dengan demikian kalimat tersebut menjadi semacam do’a atau pernyataan dari pengucap. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari Alloh (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah), “Mulailah aktifitasmu dengan nama Alloh .”.

Kedua: huruf BI yang diterjemahkan “dengan” itu, dikaitkan dalam benak dengan kata “kekuasaan dan pertolongan”. Pengucap Basmalah seakan-akan berkata, “dengan kekuasaan Alloh dan pertolongan-Nya, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana”.
Pengucapnya seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan Alloh dan pertolongan-Nya, apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil .. Ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya .. tetapi pada saat yang sama –setelah menghayati arti basmalah ini– ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu ia telah menyandarkan dirinya dan bermohon bantuan Alloh Yang Maha Kuasa itu.

2. Kata ISM setelah huruf BI, terambil dari kata “as-sumuw” yang berarti tinggi dan mulia atau dari kata “as-simah” yang berarti tanda .. Kata ini biasa diterjemahkan dengan nama. Nama disebut ISM, karena ia seharusnya dijunjung tinggi atau karena ia menjadi tanda bagi sesuatu.

Syaikh Al-Maroghi dalam tafsirnya menjelaskan dengan penyebutan nama di sini berarti dirinya memulai pekerjaan dengan nama Alloh dan atas perintah-Nya bukan atas dorongan hawa nafsu belaka.

Penyebutan nama Alloh diharapkan pekerjaan itu menjadi kekal disisi Alloh Yang Maha Kekal .. yang kita harapkan adalah agar pekerjaan yang kita lakukan serta ganjarannya menjadi kekal sampai hari kemudian.
Banyak pekerjaan yang dilakukan seseorang tetapi tidak mempunyai bekas apa-apa terhadap dirinya atau masyarakatnya, apalagi berbekas dan ditemui ganjarannya di hari kemudian ..

Demikianlah Alloh mentamsilkan perbuatan orang-orang yang kafir yang tidak dibarengi dengan keikhlasan kepada Alloh,
“Dan Kami hadapi hasil-hasil karya mereka (yang baik-baik itu), kemudian Kami jadikan ia (bagaikan) debu yang beterbangan (sia-sia belaka).” (QS 25: 23).

3. kata ALLOH, berakar dari kata “walaha” yang berarti mengherankan atau menakjubkan .. Jadi Tuhan dinamai Allah karena segala perbuatan-Nya menakjubkan dan mengherankan .. Karena itu terdapat petunjuk yang menyatakan, “Berfikirlah tentang makhluk-makhluk Alloh dan jangan berfikir tentang Dzat-Nya”.

Sementara itu sebagian ulama mengungkapkan bahwa kata ALLOH terambil dari kata “aliha–ya’lahu” yang berarti menuju dan bermohon .. Tuhan dinamai Alloh karena seluruh makhluk menuju serta bermohon kepada-Nya dalam memenuhi kebutuhan mereka, atau juga berarti menyembah dan mengabdi .. sehingga lafazh Alloh berarti “Dzat yang berhak disembah dan kepada-Nya tertuju segala pengabdian”.

Syaikh Sya’rawi al-Mutawalli, seorang guru besar pada universitas al-Azhar, ulama kontemporer dan pakar bahasa menyebutkan dalam tafsirnya tentang keistimewaan lafadz Alloh :
“Lafadz ALLOH selalu ada dalam diri manusia, walaupun ia mengingkari wujud-Nya dengan ucapan atau perbuatannya .. Kata ini selalu menunjuk kepada Dia yang diharapkan bantuan-Nya itu.

Perhaitkanlah kata Alloh .. Bila huruf pertamanya dihapus, maka ia akan terbaca LILLAH yang artinya “demi/karena Alloh” .. Bila satu huruf berikutnya dihapus, akan terbaca LAHU, yang artinya untuk-Nya .. Bila huruf berikutnya dihapus, maka ia akan tertulis huruf ha’ yang dapat dibaca HU (huwa) yang artinya “Dia” .. Jika memasukkan huruf pertama ya’ni huruf Alif yang dapat dibaca A, maka kita akan mendapat kesan bahwa itu merupakan bahasa “keluhan” setiap manusia (Ah/Aw/Aduh/dll) ketika mendapatkan sesuatu.

Apabila Anda berkata ALLOH maka akan terlintas atau seyogianya terlintas dalam benak Anda segala sifat kesempurnaan .. Dia Maha Kuat, Maha Bijaksana, Maha Kaya, Maha Berkreasi, Maha Indah, Maha Suci dan sebagainya .. Seseorang yang mempercayai Tuhan, pasti meyakini bahwa Tuhannya Maha Sempurna dalam segala hal, serta Maha Suci dari segala kekurangan.

Sifat-sifat Tuhan yang diperkenalkan cukup banyak .. Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa sifat (nama-nama) Tuhan berjumlah sembilan puluh sembilan nama (sifat).
Demikian banyak sifat (nama) Tuhan, namun yang terpilih dalam Basmalah hanya dua sifat, yaitu Ar-Rohman dan Ar-Rohim yang keduanya terambil dari akar kata yang sama. Agaknya sifat ini dipilih, karena sifat itulah yang paling dominan.

Dalam hal ini Alloh menegaskan :
“Rohmat-Ku mencakup segala sesuatu”. (QS 7: 156). Sebuah hadits Qudsi menyebutkan bahwa “Rohmat Alloh mengalahkan amarah-Nya.”

Kedua kata tersebut, Ar-Rohman dan Ar-Rohim, berakar dari kata Rahim yang juga telah masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, yang berarti peranakan atau kandungan .. Apabila disebut kata Rahim, maka yang terlintas di dalam benak adalah ibu dan anak, dan ketika dapat terbayang betapa besar kasih sayang yang dicurahkan sang ibu kepada anaknya .. Tetapi, jangan disimpulkan bahwa sifat Rohmat Tuhan sepadan dengan sifat rohmat ibu.

Abu Huroiroh ra meriwayatkan sabda Rosululloh saw yang mendekatkan gambaran besarnya rohmat Tuhan .. Rosulullah saw bersabda:
“Alloh swt menjadikan rohmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi itu satu bagian.
Satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (begitu ratanya sampai-sampai satu bagian yang dibagikan itu diperoleh pula oleh) seekor binatang yang mengangkat kakinya karena dorongan kasih sayang, khawatir jangan sampai menginjak anaknya.” (HR. Muslim).

Dalam ungkapan lainnya disebutkan bahwa kata Rohman adalah merupakan sifat kasih sayang Alloh kepada seluruh makhluk-Nya yang diberikan di dunia, baik manusia beriman atau kafir, binatang dan tumbuh-tumbuhan serta makhluk lainnya ..

Bukankah kita –dengan kasih sayang-Nya- telah diberikan kehidupan, diberikan kemudahan menghirup udara, kemudahan berjalan, berlari dan melakukan segala aktivitasnya, walaupun sangat sedikit dari kita mau merenungkan apalagi mensyukuri segala ni’mat tersebut .?
Alloh senantiasa memberikan kasih sayang-Nya kepada manusia sekalipun mereka ingkar kepada-Nya.

Sementara itu kara Rohim diberikan secara khusus oleh Alloh kelak dialam akhirat yaitu hanya bagi mereka yang beriman dan mensyukuri segala keni’matan yang telah dianugrahkan kepada mereka.
Kasih sayang-Nya secara khusus diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang mengabdikan dirinya kepada Alloh dan yakin bahwa semua keni’matan adalah bersumber dari Alloh .. Bahkan yakin bahwa segala amal ibadahnya, perbuatan baiknya tidak akan menjamin akan dirinya masuk ke surga-Nya kecuali karena Rohmat-Nya.

Suatu kali Rosululloh saw berpesan kepada para sahabatnya:
“Bersegeralah kalian berbuat baik dan perkuatlah hubungan kepada Alloh. Dan ketahuilah bahwa amal kalian tidak menjamin kalian masuk sorga.”
Sambil terheran para sahabat bertanya:
“Termasuk Engkau wahai Rosululloh .”
Rosululloh saw menjawab:
“Betul, termasuk aku .. kecuali jika Alloh menganugrahkan rohmat-Nya dan karunia-Nya kepadaku.”

RAHASIA HURUF BASMALAH

Seperti kebiasaan para ulama salaf dalam menulis setiap buku selalu mengetengahkan dan meletakkan basmalah بسم الله الرحمن الرحيم , Imam Ghozali juga mengawali dengan kalimat tersebut. Syekh Nawawi sebagai penjelas kitab beliau, turut mengulas dengan indah dan penuh pelajaran untuk kita.

Menurut Syekh Nawawi, kalimat Basmalah merupakan kesatuan dari empat kata yang berdiri secara berjajar: بسم , الله , الرحمن , الرحيم  Hal ini sebagai isyarat adanya pertolongan Alloh kepada para hamba-Nya yang beriman dari gangguan setan.
Sebagaimana yang dinformasikan al-Qur’an:

ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan, dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Qs. Al-A’rof: 17)

Berdasar ayat di atas, menurut Syekh Nawawi, dengan membaca Basmalah Alloh swt akan memberikan perlindungan dan pengayoman dari segala marabahaya dan rasa was-was, di samping itu, sebagai petunjuk bahwa kemaksiatan seseorang berporos pada empat hal: •Kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, •terang-terangan, •di waktu pagi, dan •di waktu siang. Dengan membaca Basmalah, dosa aneka kemaksiatan terhapus dan pupus berkat membaca Basmalah.

Di balik tiap huruf yang menempel pada kalimat Basmalah adalah: 

Pertama, Ba` : Baro-atulloh.
Artinya, jaminan keselamatan kepada orang-orang yang berbahagia dengan iman dalam dadanya. Dalam ma’na yang lebih dalam, orang beriman tidak boleh alpa dari membaca Basmalah dalam keadaaa apapun, selama perbuatan itu berada dalam kebaikan.

Kedua, Sîn : Satrulloh.
Artinya, perlindungan Alloh. Ma’na ini memberi penjelasan bahwa orang mukmin tidak pernah melewatkan tiap langkahnya dengan membaca Basmalah yang dengannya, kala ia bertemu orang yang melawan Alloh, ia berlindung dari kebodohannya.

Ketiga, Mîm : Mahabbattuhu.
Artinya, rasa cinta Alloh kepada seorang Muslim yang membaca Baslamah. Seseorang yang ingin memperoleh cinta Alloh, tentulah bibirnya tidak kering dari Basmalah.

Keempat, Alif : Ulfatuhu.
Artinya, keramahan Alloh. Alloh itu Maha Ramah, Maha Pengasih lagi Mahapenyayang. Keramahan Alloh akan semakin muncul kepada mereka yang membaca Basmalah.

Kelima, Lâm: Lathofatuhu.
Artinya, kelembutan Alloh. Hikmah di balik membaca Basmalah mendapat kenyamanan dan kelembutan dalam hatinya. Sikap dan sifat jelek akan hilang berganti kebaikan dan hati berhias kelembutan.

Keenam, Hâ` : Hidâyatuhu.
Artinya, petunjuk Alloh. Seseorang yang membaca Basmalah, akan terbimbing dan terarah dalam naungan hidayah.

Ketujuh, Ro` : Ridhwânuhu.
Artinya kerelaan Alloh. Ridho Alloh akan menempel pada sosok insan yang melafalkan Basmalah. Jika Alloh telah ridho pada seseorang, tidak ada lagi gunda dan gulana, karena ridho-Nya telah hinggap dalam diri. Pelaku maksiat pun yang membaca Basmalah dengan niat taubat kepada Alloh, maka bacaan tersebut menjadi jembatan ridho Alloh.

Kedelapan, cHâ : cHilmuhu.
Artinya Kesabaran Alloh. Hikmah ini memberi pelajaran tentang kesabaran Alloh pada orang-orang yang berdosa. Mereka yang berbuat aniaya, kedholiman, kegaduhan, keresahan yang merugikan umat manusia, akan tetap memperoleh kesabaran dari Alloh dengan bacaan Basmalah.

Kesembilan, Mîm : Minnatuhu.
Anugerah Alloh. Orang-orang beriman yang membaca Basmalah mendapat anugerah, kebajikan, dan anugerah Alloh. Oleh karenanya, setiap perbuatan dan perkataan yang diawali dengan Basmalah, menjadi berkah untuk semua.

Kesepuluh, Nûn : Nûrul Ma`rifah.
Artinya, cahaya pengetahuan. Dengan kata lain, kalimat basmalah mengandung unsur cahaya Ilahi. Dan cahaya itu diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Kesebelas, Yâ` : Yadulloh.
Artinya, tangan Alloh. Alloh memberikan penjagaan pada diri orang yang membaca Basmalah. Bacalah pada saat di rumah, di kendaraan, di tempat kerja, dan di mana saja. Dengan membaca Basmalah, Alloh turunkan penjagaan  dan perlindungan kepadanya.

DAHSYATNYA BASMALAH

Basmalah adalah bagian dari ayat yang ada dalam al-Qur’an, ia ialah kalam Alloh yang Maha Agung dan Maha Perkasa ..
Mungkin sebab minimnya pemahaman kita seputar makna Basmalah atau tidak tahunya kita akan kedahsyatan fungsinya, sehingga kita menyepelekan bacaan tersebut ..
Atau sewaktu kita membacanya tidak merasakan nuansa yang religious dan juga tidak merasakan kehadiran Alloh bersamanya ..
Sebabnya, saat kita lupa membaca Basmalah di setiap memulai aktifitas dan kegiatan, kita tidak merasa ada sesuatu yang kurang atau ganjil ..
Padahal kalau kita simak bagaimana terjadinya perubahan fenomena alam saat Basmalah itu turun, kita akan menjumpai betapa dahsyatnya kalimat Basmalah tersebut .. dan betapa pentingnya kalimat itu untuk diucapkan saat memulai segala aktifitas ..

Simaklah yang dikemukakan shahabat Rosul saw yang menceritakan terjadinya perubahan alam saat turun ayat Basmalah ..!

Jabir ra bin Abdulloh berkata:
“Saat Bismillahirrohmanirrohim turun
Mendung tebal bergeser dan bergerak ke arah timur
Angin pun terhenti
Air laut bergelora dan bergelombang
hewan-hewan mendengarkannya dengan seksama
Syetan-syetan dilempari bintang dari arah langit
Dan Alloh bersumpah dengan kemuliaan dan keagungan-Nya
Tidaklah sesuatu diamalkan dengan menggunakan nama-Nya kecuali Alloh akan memberkahinya.”
(Tafsir Ibnu Katsir: 1/22 dan Fathul-Qodir: 1/18).

Lalu Sayyidah ‘Aisyah menguatkan apa yang dinyatakan Jabir ra di atas dengan perkataannya:
“Saat-Saat Bismillahirrohmanirrohim turun
Bergetarlah gunung-gunung sampai para penduduk Mekkah mendengar gemuruhnya ..
Mereka berkata:
‘Muhammad telah menyihir gunung-gunung’ ..
Lalu Alloh mengirim mendung tebal hingga menaungi para penduduk Mekkah ..
Lalu Rosul saw bersabda:
‘Barangsiapa membaca Basmalah dengan keyakinan yang mantap, maka gunung-gunung akan bertasbih bersamanya ..
Hanya saja dia tidak mendengar suara tasbihnya sama sekali.”
(HR. Abu Na’im dan ad-Dailami)

Beberapa riwayat menjelaskan dahsyatnya lafadz Basmalah bila diucapkan oleh seorang mukmin dengan hati yang khusu’ dan yakin, sehingga ia bisa merasakan kebesaran cinta dan kasih sayang Alloh swt dan membenarkan sabda Rosul-Nya.
 
Walid Abdul Malih ra, berkata:
“Seorang lelaki pernah dibonceng Rosul di atas keledainya. Saat keledai itu tersandung, ia berkata:
‘Celakalah setan .!’
Rosul saw bersabda:
‘Janganlah berkata seperti itu sebab syetan akan membesar sampai sebesar rumah lalu berkata:
‘Aku telah membantingnya dengan kekuatanku’
Akan tetapi bacalah Bismillah, sebab bila kamu baca itu (Bismillah) ia akan mengecil hingga sekecil lalat.”
(HR. Abu Daud dan Nasai).

Oleh sebab itu janganlah selalu mengaitkan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita atau musibah besar yang ada dengan ulah dan rekayasa setan .. Apalagi sampai meyakini bahwa setanlah sebagai pelaku utamanya .. Sebab perbuatan seperti itu seakan melupakan kekuasaan Alloh sebagai pengatur jagat raya ini. Sebab itu kita harus mengambil hikmah atau pelajaran dari setiap kejadian, yang bisa mendekatkan diri kita pada Alloh dan semakin takut dengan adzab-Nya.

Setan yang berasal dari jin tidak bisa kita lihat bentuk aslinya .. Tapi sifat dan tabiat mereka hampir sama dengan sifat manusia .. Mereka bisa marah, sedih, senang atau gembira .. Mereka juga makan dan minum dan terkadang mereka juga bisa marah-marah ..

BEBERAPA KEUTAMAAN BASMALAH

1. Basmalah sebagai pembukaan al-Qur’an.
Alloh ta’ala membuka kitab-Nya yang paling agung, yaitu al-Qur’an dengan lafadh Basmalah .. Demikian pula, semua surat dalam al-Qur’an diawali dengan basmalah, kecuali surat at-Taubah.

2. Rosululloh saw mengawali surat yang beliau kirim ke raja-raja, untuk mengajak mereka masuk islam, dengan lafadz Basmalah.

3. Basmalah merupakan isi surat yang dikirim oleh Nabi Sulaiman as kepada Ratu Balqis dari negri Saba’ yang ketika itu masih menyembah matahari.
Al-Qur’an menceritakan kisah mereka.

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

“Sang ratu berkata:
“Wahai para menteri, aku mendapatkan sepucuk surat yang mulia.
Surat itu dari Sulaiman, isinya Bismillahirrohmanirrohiim
Janganlah kalian bersikap sombong di hadapanku dan datanglah kepadaku dengan tunduk.
(QS. An-Naml: 29 – 31).

Tujuan utama Nabi Sulaiman as mengirim surat ini adalah untuk mengajak mereka masuk islam dan meninggalkan kekufurannya ..
Mengingat pentingnya tujuan ini, Nabi Sulaiman as mengawalinya dengan basmalah.

4. Bacaan Basmalah menjadi pemula untuk berbagai bentuk ibadah, seperti wudhu, atau mandi dan tayamum, menurut pendapat sebagian ulama.
Dari Abu Huroiroh ra, Nabi saw bersabda:

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْه

“Tidak ada wudhu’ bagi orang yang tidak menyebut nama Alloh (membaca Basmalah).”
(HR. Abu Daud).

Hadis ini berbicara tentang wudhu’, namun ulama mengqiyaskannya untuk mandi dan tayamum, karena semuanya adalah kegiatan bersuci.

5. Basmalah merupakan perlindungan dari setan ketika makan .. Orang yang makan atau minum dengan didahului membaca Basmalah sebelumnya maka setan tidak mampu untuk turut memakannya.

Dari sayyidah ‘Aisyah ra, Rosululloh saw bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Alloh swt. Jika ia lupa untuk menyebut nama Alloh Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa akhirohu (dengan nama Alloh pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Dari Hudzaifah ra, Nabi saw bersabda.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

Sesungguhnya setan dibolehkan makan makanan yang tidak dibacakan nama Alloh ketika hendak dimakan. (HR. Abu Daud).

Umaiyah bin Makhsyi berkata:
“Saat Rosululloh saw sedang duduk, ada seorang laki-laki sedang makan dan tidak baca Bismillah sampai makannya hampir habis hanya tinggal satu suapan .. dia menyuapkan ke mulutnya, dengan membaca:
‘Bismillahi awwalahu wa akhirohu’
(Dengan nama Alloh di awal dan di akhirnya).
Maka tertawalah Rosululloh saw, dan bersabda:
‘Syetan masih terus makan bersamanya, tapi saat dia membaca Bismillah, setan pun langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya’.”
(HR. Abu Daud).

Wahsyi bin Harb berkata:
“Para sahabat mengadu pada Rosul saw:
‘Wahai Rosululloh, Kami telah makan, tapi kami tidak kenyang-keyang.’
Rosul saw bertanya:
‘Mungkin kalian makannya terpisah-pisah (tidak berkumpul) .?’
Mereka menjawab: ‘Ya’.
Rosul saw bersabda:
‘Maka berkumpullah kalian saat makan, dan bacalah Basmalah, niscaya Alloh akan memberkahi makanan kalian.”
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

6. Basmalah merupakan penjagaan dari gangguan setan ketika berhubungan badan.
Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi saw bersabda:

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa:
‘Dengan (menyebut) nama Alloh, …
اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Maka jika Alloh menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.”
(HR. Bukhori dan Muslim).

7. Basmalah penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia .. kita tidak bisa melihat jin, namun jin bisa melihat kita dalam semua keadaan .. Tidak segan-segan, jin akan melihat dan mengganggu kita dalam posisi ketika tidak berbusana .. Untuk menanggulangi hal ini, Rosululloh saw mengajarkan agar ketika membuka pakaian, kita tidak lupa membaca Basmalah.

Dari Ali bin Abu Tholib ra, Nabi saw bersabda:

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ

“Penghalang antara mata jin dengan aurat anak keturunan Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah Bismillah.”
(HR. Tirmidzi).

Anas bin Malik ra, Rosululloh saw bersabda:
“Yang bisa menutupi aurat anak Adam (manusia) dari pandangan mata jin, saat hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca:
“Bismillahil-ladzi la ilaha illa huwa
(Dengan nama Alloh yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnus Sunni)

8. Basmalah penghalang setan untuk membuka tempat barang berharga .. Beberapa harta berharga yang kita simpan di malam hari, juga akan menjadi incaran setan .. dia berusaha mengganggu manusia dengan mengotori makanan atau mengambil barang berharga itu .. Untuk mengatasi hal ini, Rosululloh saw mengajari kita agar ketika menutup semua makanan dengan membaca Basmalah.

Rosululloh saw bersabda:

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ

“Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup, bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Alloh, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim).

9. Basmalah menghalangi setan menginap di dalam rumah .. Bacaan Basmalah diucapkan ketika masuk rumah, bisa menjadi penghalang bagi setan untuk ikut memasukinya atau menginap di dalamnya.

Dari Jabir bin Abdulloh ra, Nabi saw bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Alloh ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak:
‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.’
Namun jika dia tidak mengingat Alloh ketika masuk maka setan mengatakan:
‘Kalian mendapatkan tempat menginap’
dan jika dia tidak mengingat nama Alloh ketika makan maka setan mengundang temannya:
‘Kalian mendapat jatah menginap dan makan malam’.”
(HR. Muslim).

10. Basmalah menjadi syarat halalnya hewan sembelihan .. Diantara keberkahan Basmalah, orang yang menyembelih binatang dengan menyebutnya, hewan sembelihannya bisa menjadi halal .. Sebaliknya, orang yang menyembelih binatang tanpa mengucapkan Basmalah, baik disengaja maupun lupa, sembelihannya batal, dan hewan itu tidak boleh dimakan .. Alloh swt berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

“Janganlah kalian makan (hewan) yang tidak disebutkan nama Alloh ketika menyembelihnya.
Itu sesuatu yang fasik (tidak halal).”
(QS. Al-An’am: 121).

11. Basmalah salah satu do’a perlindungan sian dan malam, dari ‘Utsman bin Affan ra, Rosululloh saw bersabda:
“Barang yang membaca do’a ini disaat sore tiba:

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ ، وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

‘Dengan nama Alloh, yang dengan-Nya tidak akan bisa membahayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (tiga kali).
Maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai pagi hari, dan barangsiapa yang membacanya di sore hari, maka ia tidak akan ditimpa musibah yang tiba-tiba sampai sore hari.”
(HR. Tirmidzi).

12. Basmalah perisai diri yang ampuh dari berbagai macam kejahatan dari hal-hal yang tidak kita inginkan saat kita berada di luar rumah.
Dari Anas bin Malik ra, Rasululloh saw bersabda:

“Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ .. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللَّهِ

‘Bismillah .. aku bertawakkal pada Allah, tiada daya-upaya dan kekuatan kecuali bersama Alloh’
Maka dikatakan padanya:
‘Kamu telah tercukupi dan terlindungi’,
dan syetan pun akan menjauh darinya’.”
(HR. Abu Daud).

13. Basmalah obat mujarab “Setiap penyakit pasti ada obatnya” begitu Nabi saw memberitahukan pada kita .. mencari kesembuhan bila ada penyakit yang kita rasakan suatu kewajiban .. baik penyakit jasmani maupun penyakit rohani.

Bacalah Basmalah saat berobat atau minum obat .. dengan membaca Basmalah berarti kita sudah melibatkan Alloh swt dalam mencari kesembuhan dan itulah unsur kesembuhan dalam komposisi obat, sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Ali bin Abu Tholib ra.

“Bismillahi” adalah obat dari segala macam penyakit dan ialah unsur pokok dalam segala macam obat.
“Rohman” adalah penolong bagi setiap orang yang beriman kepada Alloh, dan nama tersebut tidak digunakan untuk menemani yang lainnya selain Alloh.
“Rohim” adalah penolong bagi orang yang bertaubat dan beriman pada Alloh serta beramal sholeh.”
(Tafsir al-Munir: 1/48).

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: